
sesampainya dikantor Rey membangunkan Alina.
"hey bangunlah,"Rey menepak wajah Alina agar dia bangun.rey pun berjongkok untuk mengoleskan minyak angin ke hidungnya dan Daniel masuk keruangannya.
"permisi pak!"kata Daniel berdiri didekat Rey.
"ya,, ada apa?"tanya Rey mendongakkan wajahnya kearah Daniel.
"ini pak berkas yang kau pinta"
"bisakah kau memanggilku dengan namaku saja bila kita berdua!aku bukan bapakmu!"Rey kembali berjongkok."taruh saja diatas meja"perintah Rey kepada Daniel.
Daniel yang melihat rey ada ide usil untuk mengerjai sahabat nya itu.daniel mendekati Rey dan mendorong tubuh Rey saat Rey ingin mengoleskan minyak angin itu kealina.
Rey tak sengaja mencium pipi Alina karena didorong oleh Daniel tadi, Alina yang setengah tersadar ia langsung duduk dan memegang wajahnya yang dicium oleh Rey tadi.
"Kau!apa yang kau lakukan padaku?!"tanya Alina sembari berdiri menghadap Rey dan Daniel,"aku tidak sengaja tadi menciummu"tutur Rey dengan wajah datar.
"aku tidak melakukan apapun nyonya percayalah!"kata Daniel berusaha membuat Alina percaya kepadanya.
"Aku tidak percaya pada kalian"Alina pun keluar dari ruangan rey dan meninggalkan kantor itu namun tasnya ketinggalan dimobil Rey,
"apa yang kau lakukan tadi hah!"bentak rey pada Daniel karena mendorongnya sehingga dia mencium Alina.
"aku tadi terpeleset,"jawab Daniel mengelak.
Rey pun menatap daniel dan langsung keluar dari ruangannya.
"Huh, syukurlah terimakasih tuhan kau sudah melindungiku dari elang yang berupa manusia!"Daniel berkata seakan Rey itu menyeramkan baginya.
"Apa ini, sungguh aku malu sekali tadi,"tutur Alina menyentuh pipinya.
Alina tersenyum mengingat hal tadi.
"lain kali peluk aja!"Alina menepuk jidatnya sendiri."apa yang aku katakan tadi?"
hari sudah menunjukkan tibanya malam.
Rey sedang berkutat dengan laptopnya,
"tokk,,,tok mama Meyriska mengetok pintu kamar Rey untuk memberikan teh hijau pada Rey.
"Rey ini teh hijaumu nak"panggil mama mey.rey pun meletakan laptop nya dan membukakan pintu untuk mamanya.
"terimakasih mama ku tersayang"Rey memeluk mamanya tersebut.
"rey,"
"iya mah, kenapa?"
"kamu udah ketemu sama calon..."kata mama Mey yang dipotong oleh Rey.
"belum mah!"jawab Rey dan meletakan teh itu diatas mejanya.
Meyriska menatap Rey sendu,
"kenapa mama jadi menanyakan calon menantu??"tanya Rey.
"mama dan papa akan pergi keluar negeri untuk beberapa tahun,dan"
__ADS_1
"Dan apa"potong Rey.
"dan mama gak tahu kapan pulangnya!mama pengen kamu nikah dan ada yang ngurus kamu saat mama pergi keluar negeri"
"Aku bisa urus diri aku sendiri ma!tanpa bantuan orang lain"bantah Rey keras kepala.
"Kamu tuh ya Rey, dari kecil sampai sekarang gak pernah berubah!"
"selalu keras kepala!?"tutur mama Mey.
"mama aku bukannya keras kepala tapi aku ini gak mau nikah muda ma,"jawab rey.
"lagipula umur aku baru 22 tahun,"sambung rey.
"baiklah!kamu jangan pernah berbicara pada mama lagi dan jangan pernah melihatkan wajah kamu depan mama!?"tutur mama Mey penuh penekanan.
"Maaf kan mama rey, mama harus berbicara seperti itu karena mama gak mau kamu sedih setelah mama pergi nanti!"gumam mama Mey menahan cairan bening yang hampir keluar.
Rey hanya menatap mamanya yang keluar dari kamarnya.
"mama,,mama"panggil Rey.
"hah,,, seakrang aku harus apa?"Rey sejenak berpikir.ia mendapatkan suatu ide.
ia pun menelepon Daniel.
"Alina kamu mau gak nemenin aku?"tanya Lisa.
"kemana?"tanya balik Alina.
"ehm,, kerumah bos aku!aku mau nganterin berkas ini"tunjuk lisa pada berkas yang ia pegang.
"kau kerumahku jam 7 malam nanti ya,"Lisa pun akhirnya memutuskan untuk pulang karena ingin bersiap-siap.
dijawab anggukan oleh alina.
pukul 7 malam waktunya Alina pergi kerumah Lisa.
"Tokk,,tokk"Alina mengetok pintu rumah lisa.
akhirnya pintu itu terbuka terlihat perempuan cantik walaupun umurnya tak terlalu muda lagi ia terlihat tampak cantik.
"malam Tante, lisanya ada?"tanya Alina pada mama lisa.
"Lisa ada Alina kamu langsung kekamarnya saja ya nak."Alina pun langsung kekamar Lisa untuk menemuinya.saat ia membuka pintu ia melihat Lisa tengah bersiap-siap.
"Hai,Lisa"sapa alina.ia pun duduk ditepi tempat tidur.
"Alina kemarilah,"pinta lisa.alina pun akhirnya mendekati Lisa walaupun ia sangat malas berjalan.lisa pun memberi Alina paperbag.
"ini ambillah dan pakailah,"
"apa ini?"tanya Alina sambil membuka paperbag."baju".Alina mengambilnya.
"untuk apa ini?"tanya Alina polos.
"kau ini kampung sekali, kau ingin mengecewakan aku didepan bosku!"tutur Lisa memasang wajah sedih.
"ehm,, tidak aku tidak bermaksud untuk mempermalukanmu Lisa"jawab alina.ia pun masuk keruang ganti untuk berganti pakaian dengan minidress yang diberi oleh lisa.
__ADS_1
setelah memakai minidress ia pun keluar.
Alina terlihat cantik sekali dengan balutan minidress panjang selutut.
"Alina kau sangat cantik sekali"puji Lisa membuat Alina malu.
"tapi untuk apa aku memakai ini?"tanya alina.
"jangan banyak bertanya, ayo"Lisa menarik tangan Alina dan pergi menaiki mobil pribadi lisa.akhirnya mereka sampai dirumah bos Lisa,mereka disambut dengan meriah membuat Alina keheranan.
"ada apa dengan mereka?"tanya Alina.
"entahlah"jawab Lisa pura-pura tidak tahu.
Lisa menarik tangan Alina dan mengajaknya duduk diatas sofa.
terlihat satu keluarga turun dari tangga dengan menggunakan pakaian seperti orang ingin melamar seseorang.
"malam pak Rey,"sapa Lisa sembari berdiri diikuti oleh alina.
"malam semua"sapa Alina sambil tersenyum.
"malam lisa, kau sudah membawa orangnya?"tanya Rey bos Lisa.
"sudah pak,"ia menunjukkan Alina kepada Rey.
"apa yang kau lakukan Lisa"tutur Alina karena Lisa menunjukkan dirinya kepada Rey seperti ingin menjual seseorang.
"diamlah"
"kenalkan mama, papa ini Alina"tutur Rey menggenggam tangan Alina dan berdiri didekat Alina.
mama dan papa rey tersenyum.
"ini perempuan yang ingin kamu tunjukkan pada mama Rey,"tutur mama Mey sembari menyentuh lembut wajah Alina.
"cantik sekali"puji mama Mey.
"terimakasih Tan,"jawab Alina.
"sini sayang,"pinta mama Mey pada alina.alina pun mengikuti perintah mama Mey.
"sebentar lagi kamukan bakalan jadi menantu mama!"tutur mama sembari memeluk Alina seperti putri sendiri.alina terkejut bukan main.
"apa menantu?"ucap Alina terkejut.
"iya calon menantu sayang, maaf aku lupa memberitahumu tadi,"tutur Rey sambil mencengkram bahu Alina memberikan isyarat.
Alina menatap Rey sambil tersenyum pelik.
"baiklah kita akan mulai membicarakan tentang perjodohan kalian berdua,"kata papa Nathan.
Alina terkejut matanya membelalak.
"astaga apa ini?"gumam Alina.
jangan lupa kasih vote dan likenya juga komentar dukungan ya,🤗
salam dari Rey dan alina❤️
__ADS_1