JANGAN DIBACA!!

JANGAN DIBACA!!
eps.7


__ADS_3

Rey dan alina akhirnya sudah sampai dirumah baru mereka, rey menurunkan semua koper dari mobilnya juga dibantu oleh alina.


"jangan lupa dirumah ini tidak ada pelayan!"tutur rey dan menarik koper itu lalu mengambil kunci dari saku celananya.


"jadi aku yang akan mengurus rumah ini sendiri?sebesar ini?"tanya alina pada dirinya sendiri.


Alina menarik koper miliknya,dan masuk kedalam rumah.


"wah,, luas sekali rumah ini"alina melihat sekeliling rumah itu.


"Alina kamarmu ada disamping dekat dapur"rey


memberitahu letak kamar alina.


"Disana?"tunjuk alina, dijawab anggukan oleh rey."yang benar saja aku tidur disini"gumam alina,"yasudah aku akan membersihkannya" Alina menyapu kamar itu dan mengepelnya.


sesudah itu alina kedapur berniat untuk memasak makan malam, namun saat ia membuka kulkas tak satupun sayuran yang terletak disana hanya ada jus jeruk dan biskuit saja yang ada dalam kulkas itu.


"Dia bersikap baik padaku saat dirumah mama!namun saat disini dia menunjukkan sifat aslinya!?"gerutu alina.ia duduk diatas kursi melamunkan sesuatu.


Alina terjingkat saat ada seseorang yang memegang bahunya.


"Kau kenapa melamun?"tanya rey.


"ka,,kau sedang apa kau disini?"tanya balik alina."aku ingin mengambil biskuitku dan jusku,


yang ada didalam kulkas"Rey membuka kulkas dan mengambil cemilannya.


Alina hanya melihat apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.


"Alina nanti akan ada seseorang yang mengantar makanan nanti kau ambil ya, aku sudah membayarnya"teriak rey menggema ditelinga Alina.


"iya, telingaku sampai sakit bila dia berteriak"celoteh alina.alina sudah menunggu lebih dari sepuluh menit namun yang ditunggu belum datang juga.terdengar suara orang mengetuk pintu.


"iya, tunggu sebentar"Alina membuka pintu itu dan mengambil makanan yang dipesan oleh Rey."terimakasih".


Alina membawa makanan itu masuk kedapur lalu ia memanggil rey.


Rey pun turun dan pergi menuju dapur,


Rey mengambil nasi kotak yang ia pesan dari toko makan langganan keluarganya.


rey melahap makanan itu dengan sangat nikmat, alina hanya melihatnya saja.


"enakan masakanku"Alina memuji dirinya sendiri."kenapa lama sekali kau ini makan!"tutur Rey yang melihat makanan alina tidak habis-habis.alina pun langsung melahap habis makanan itu.


Alina membersihkan meja makan itu dan membersihkan semua ruangan yang ada dirumah itu.setelah semuanya selesai ia kembali kekamarnya dan membaringkan tubuhnya.dikamar rey,


Rey sibuk dengan laptopnya, ia tak henti-hentinya berkutat dengan laptopnya.


Alina dikamarnya sedang melamunkan sesuatu,"Aurel itu siapa ya?"pikiran alina masih bertanya - tanya.


"kenapa rey tiba - tiba cuek dan galak padaku?"alina mengambil kertas yang diberi oleh rey, cairan beningnya akhirnya keluar dan tak terbendung lagi.alina menangis mengingat


apa yang dikatakan rey padanya.


Didalam kamar rey baru saja selesai dengan laptopnya, entah apa yang dia cari.


Rey sejenak terdiam dan memikirkan sesuatu ide."Alinaa,,,!"Rey berteriak memanggil Alina.


Alina dengan cepat menghapus air matanya


"kenapa dia memanggilku"Alina langsung kekamar Rey.


"tokk,, tok"Alina mengetok pintu kamar rey.


"masuklah cepat"pinta rey.


"ada apa?"tanya Alina.


Rey menatap tajam alina sehingga membuat alina bergidik ngeri dengan tatapan rey.

__ADS_1


"kemarilah"pinta rey.akhirnya Alina hanya menurutinya saja.


Rey memerhatikan alina dari atas sampai bawah."sama saja kalau dilihat-lihat"ucap Rey.


"Ada apa cepatlah!aku ingin tidur"tutur alina sudah mengantuk saat itu.


"baiklah kau boleh tidur"seru rey.alina pun keluar dari kamar rey dan kembali kekamarnya,


"Kenapa dengan dia tadi?"pikiran alina masih saja bertanya - tanya.


"Memangnya apa bedanya aurel dan perempuan itu"gumam Rey.


akhirnya mereka berdua pun tertidur,


Alina bangun terlebih dahulu dari rey ia kesupermarket untuk membeli bahan masakan.


pagi itu rey bangun dan ia langsung pergi mandi dan bersiap-siap untuk pergi kekantor.


Rey turun untuk mencari alina namun tak ada karena alina pagi tadi kesupermarket.


"Kemana perempuan itu pagi - pagi sudah tidak ada?"tanya rey dan dia berpikiran aneh-aneh.


"jangan - jangan dia pergi kerumah mama dan mengadu padanya"Rey dengan cepat mengambil kunci mobilnya namun saat ia ingin membuka pintu dia terkejut melihat alina sudah didepan pintu dengan membawa kantong belanjaan.


"darimana kau?"tanya rey.


"Aku dari supermarket berbelanja kebutuhan"jawab Alina dan langsung masuk kearah dapur ia meletakan semua barang belanjaannya dikulkas, setelah itu ia membuatkan teh untuk Rey.


Rey pun naik lagi untuk mengambil laptopnya.


dan setelah itu ia turun,


"ini teh untukmu"tutur Alina dan meletakan kopi itu diatas meja.


Rey pun meminum teh itu sampai habis tak berbisa karena dia sedang terburu-buru.


Alina yang melihat rey berangkat cepat sekali,


"kau tidak sarapan"teriak Alina.


"iya, ayo cepat papa sedang ada meeting"


mereka pun melajukan mobilnya kearah rumha Rey yang cukup jauh dari rumah mereka.


**setengah jam berlalu**


"jauh sekali pah,"ucap mama.


"entahlah kenapa sejauh ini mereka harus pindah!?"papanya melihat jam yang melekat pada tangannya.ia melihat sudah jam 07.46


"mah, papa sudah terlambat untuk meeting"


"baiklah turunkan mama disini dan mama akan naik taksi saja"papa Nathan pun memberhentikan mobilnya dipinggiran jalan dan mama Mey pun turun dan ia menunggu taksi datang.sementara Rey ia meeting bersama klien penting.


"huh,,, lelah sekali"Alina mendudukkan tubuhnya diatas sofa.


"aku telepon ibu saja daripada aku berdiam diri dirumah ini sendirian"Alina mengambil ponselnya untuk menelepon ibunya.


dirumah ibunya, ibu alina sedang menyapu dan mengepel lantai rumah.


ia melihat telepon rumah berdering.ibu Alina langsung mengangkatnya.


"Halo bu, ini Alina"sapa alina.


"iya ada apa Alina?"tanya ibu alissa.


"ibu bisa kerumahku?"tanya Alina.


"mana mungkin ibu kerumahmu kan ada Bu Mey dan pak Nathan"jawab Bu alissa.


"aku sudah pindah rumah ibu"Alina menatap kesembarang arah.

__ADS_1


"Apa kau pindah rumah nak?dimana ibu akan kesana"ibu alissa mematikan telepon itu dan langsung bersiap - siap untuk menjenguk Alina.


"ibu,, halo, halo!astaga aku belum memberi tahu alamatnya"Alina lupa memberi tahu alamatnya.


sedangkan mama Mey masih menunggu taksi yang tak kunjung lewat.


Alina menelepon pak rizki sang supir,


"halo pak apa pak rizki ada pekerjaan?"tanya alina.


"tidak nyonya memangnya kenapa?"tanya balik pak rizki.


"pak bisa jemput ibu saya dijalan bulan no.14"


"bisa nyonya"pak rizki mengambil kunci mobilnya."terimakasih pak"ucap Alina.


"sama-sama nyonya"Alina langsung mematikan telepon nya dan pak rizki pun pergi menuju almat yang disebutkan oleh alina.


mama Mey melihat ada taksi lewat, ia langsung memberhentikan taksi tersebut.


"pak bisa antarkan saya?"tanya mama Mey.


"bisa nyonya silakan naik!"jawab supir taksi itu.


mama Mey pun naik keatas mobil dan menyebutkan alamatnya pada sang supir taksi.


setelah 25 menit diperjalanan mama Mey akhirnya sampai dirumah yang ditempati oleh alina dan rey.


"ini pak uangnya, ambillah kembaliannya untuk bapak saja"sang supir pun mengangguk dan tersenyum atas kebaikan mama Mey.


mama Mey pun membuka gerbang yang tak dikunci."kenapa gak dikunci?"tanya mama Mey.


ia pun langsung mengetuk pintu rumah alina dan pintu itu langsung terbuka menampakkan seorang perempuan cantik tersenyum manis kearah mama Mey.


"Alina"mama Mey pun langsung memeluk Alina begitu juga Alina iapun langsung memeluk mama Mey.


"kamu baik - baik aja kan Alina?"tanya mama mey.dijawab anggukan dan senyuman oleh alina.


"Alina kenapa tadi gerbangnya gak dikunci?"tanya mama Mey lagi.


"gak dikunci ma,"jawab Alina bingung.


"biasanya dikunci kok mah."sambung Alina lagi.


tiba - tiba ada suara barang jatuh diarah dapur.mama Mey dan Alina pun langsung mengeceknya dan tak ada orang didalam dapur itu."disini gak ada pembantu Lin?"tanya mama Mey,"gak ada mah"jawab Alina.


mama Mey mendengar ada suara orang sedang berjalan mengendap-endap.


"Alina kamu dengar suara gak?"tanya mam Mey namun Alina tak mendengar apapun.


"gak mah"jawab Alina.


ada seseorang memegang bahu mama Mey dan alina.


mama Mey dan Alina pun terkejut ada seseorang sedang memegang bahu mereka.


saat mereka ingin melihat siapa yang memegang bahu mereka.mama Mey dan Alina terkejut saat melihat orang yang memegang bahu mereka.


.


.


.


.


.


.


kasih like, vote, dan komentarnya ya 🤗

__ADS_1


salam dari Rey dan Alina❤️🤗


sampai ketemu keepisode berikutnya.....


__ADS_2