
"kau yang benar saja! aku tidak mau menikah denganmu kau mengerti!"tutur alina.
"terserah kau saja, aku tahu saat ini kau sedang membutuhkan uang"seru rey sambil tersenyum sinis pada alina.
"dia ini sudah seperti dukun saja tahu semuanya!"gumam alina dengan mata yang masih menatap rey.
"apa aku menerima tawarannya saja ya,"gumam alina lagi sambil melirik ke rey yang tengah memperhatikannya.
"bagaimana apa kau menerima tawaranku?"tanya rey lagi.
"baiklah aku menerima tawaran mu!"jawab alina mantap dengan pilihannya saat ini.
"ini semua kulakukan demi ibu"gumamnya.
"baiklah ayo,"ajak rey hendak keluar namun suara alina menghentikan langkahnya.
"kemana?"tanya alina membuat rey menghela nafasnya.
"ikut saja!jangan terlalu banyak bertanya!"jawab rey dengan ketusnya.
rey dan alina pun akhirnya meninggalkan perusahaan itu dan menuju rumah milik rey.
setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai dirumah besar dan megah layaknya istana membuat alina terkagum-kagum pada rumah itu.
"tempat siapa ini?"tanya alina lagi - lagi membuat rey menghela nafas.
__ADS_1
"tempat pemakaman!sudah tahu ini rumahku!"ketus rey dan berlalu masuk meninggalkan alina yang mengoceh tidak jelas.
"ck, kau mau berdiri disitu terus hah? cepat masuk!"perintah rey.
rey dan alina pun masuk kerumah itu dan menampakkan dua pasang suami istri tengah duduk disofa.
"Thomas kau sudah membawanya?"tanya sang mommy pada reydan dan menatap pada alina.
"iya mom,"jawab rey menatap wajah alina yang sedang menatapnya.
"cantik sekali kau nak,"puji mom Mey membuat senyum alina merekah.
"terimakasih bibi ... kau juga terlihat cantik"tutur alina tersenyum pada mom Mey.
"nak siapa namamu?"tanya mom Mey pada Alina.
"Mey apa kau akan menyuruh mereka terus berdiri disana?"tegur sang suami pada mom Mey yang tak lain adalah tuan Nathan suami dari mey dan seorang daddy yang begitu rey sayangi.
"Ah, iya.aku lupa sayang"ujar mey membuat suaminya menghela nafas panjang melihat tingkah istrinya itu.
"duduklah nak"
mereka pun memulai pembicaraan yang sedari tadi ingin dibicarakan oleh dad nathan.
"Rey, dad sudah putuskan minggu ini kalian berdua akan menikah!"ucap nathan membuat Rey dan alina terkejut bukan main.
__ADS_1
"baiklah dad"seru rey membuat wajahnya sedatar mungkin menutupi rasa terkejutnya beda dengan alina ia benar - benar merasa terkejut baru saja ditawari menikah dan sekarang mendapat kabar yang mencengangkan.
"secepat itu? padahal aku baru saja menerima ta--"belum sempat meneruskan kata - katanya alina mengaduh kesakitan saat rey menginjak kakinya dan menatapnya dengan tatapan tajam.
"ada apa nak? teruskan kata - katamu tadi"seru mom Mey.
"ehm ... tidak apa - apa bibi"
alina melihat kearah rey yang masih menatapnya dengan tatapan tajam dan membunuh seakan-akan alina adalah mangsa yang tepat.
"baiklah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi?"tanya dad nathan.
"no dad!"jawab reydan dengan raut wajah datarnya.
setelah semuanya selesai rey dengan secepat kilat menarik tangan alina menuju ruang kerjanya.
"dasar bodoh! kau ingin membocorkannya hah?"sentak rey membuat alina terjingkat.
"astaga! bicaralah dengan pelan!"celetuk alina memegang dadanya yang terkejut.
"cepat katakan kau ingin memberi tahu keluargaku kalau aku menawarimu untuk menikah denganku?"tanya rey dengan menghela nafasnya.
"t..tidak"jawab alina gugup.
"aku tadi hanya keceplosan!"lanjutnya lagi.
__ADS_1
"semua wanita sama saja, Menyebalkan!"gerutu rey dengan wajah kesalnya dan berlalu dari sana dengan mulut yang menggerutu.