
suasana antara mereka berdua menjadi tegang hingga membuat alina menjadi risih.
"sayang...matanya jangan gitu!"tutur alina.
"kenapa memangnya aku tidak suka padanya,
dia itu playboy tingkat atas"seru rey menatap sinis pada vero.
"what bro...aku tidak playboy"sahut vero.
"aku ini laki - laki baik dan aku tidak pernah mengganti perempuan"sambungnya lagi.
"cih...apa aku harus mempercayai perkataanmu, aku tidak suka pada pembohong!"seru rey.
"sudah!kenapa kalian jadi ribut gini hah!?"mama Mey menggebrak meja membuat rey dan vero terkejut.
"kenapa kalian ribut?"tanya mama Mey.
"iya vero..kenapa kamu ribut"tanya vira ibu yang melahirkan sang vero.
"begini bibi...dia takut sekali aku merebut istrinya"jawab vero menghela nafasnya.
"diamlah!"ketus rey.
"untuk apa aku diam, apa gunanya mulutku kalau aku diam"ucap vero.
Rey semakin kesal pada vero dia semakin menajamkan matanya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan amarah yang memuncak.rey memilih keteras untuk meredakan emosinya.
sementara vero dia sibuk melihat alina dan lisa yang saat itu sedang bercerita dengan sepupunya dari Inggris yaitu carly.
"apa kau bisa bahasa kami?"tanya Lisa.
Carly mengerutkan keningnya.
"ehm...maksudku...do you speak our language?"
raut wajah carly berubah dia tersenyum kearah Lisa lalu menganggukkan kepalanya.
"ya.."jawab carly dengan suara lembutnya.
"baiklah siapa namamu?"tanya alina.
"namaku carly zoera arteo...namamu?"
tanya carly.
"namaku alina george Wijaya...."jawab alina tersenyum.
"kalau namamu?"tanya carly pada Lisa.
"namaku Lisa aurora.."jawab Lisa.
"lisa..carly aku ingin kekamar menyusul kak rey.."ujar alina dan berlalu dari sana menyusul rey kekamar namun tak ada sama sekali sosok yang dia cari.
"dimana kak rey.."gumam alina terus mencari keberadaan suaminya.
akhirnya alina memutuskan untuk bertanya pada salah satu pelayan disana.
"bibi..apa kau melihat suamiku"
"ehm..anaknya tuan jonathan"sambung alina lagi.bibi itu tersenyum lalu menjawab,
"dia tadi keteras nak,"jawab wanita itu dengan sangat ramah.
__ADS_1
Alina pun mengucapkan terimakasih pada bibi itu lalu berlari menaiki tangga menuju teras bagian atas mansion.
"akhirnya..."alina bernafas lega melihat Rey berada diteras itu dengan menyilangkan kedua tangannya didada.
"ada apa kau kemari?"tanya rey secara tiba - tiba.
"aku mencarimu untuk menemanimu..."jawab alina santai.
"tidak perlu menemaniku"ketus rey menahan kekesalan yang sedang melanda pikiran dan hatinya.
"tapi aku ingin tetap menemanimu...walau kau tak mau aku temani"ucap alina senyum tanpa dosa.
"terserah kau saja!?"tutur rey datar tanpa ekspresi sama sekali.
Alina berdiri disamping rey dan menatap pemandangan indah didepan matanya.
"astaga jantungku rasanya mau lepas..."gumam alina jantungnya berdetak sangat cepat saat berada didekat rey.
Rey yang masih sibuk melihat didepannya tanpa melihat alina begitu tenang saat merasa alina berada disampingnya.
"apa kau tahu kak?"tanya Alina.
"aku belum tahu karena kau belum, memberitahuku"ketus rey.
"hehe...maksudku apa kau tahu aku sangat senang jika didekatmu.."tutur alina sembari menghirup udara lalu menghembuskannya secara perlahan.
Rey terpaku mencerna kata - kata yang terlontar dari mulut istrinya itu.
"senang..untuk apa dia senang ketika didekatku?"gumam rey.
"Alina..."panggil rey.
"iya..ada apa?"tanya alina sembari menoleh kearah rey.
"kenapa kau senang bila dekat denganku?"tanya rey.
hening tak ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka hanya diam saja dan melihat pemandangan indah diparis.
"apa kau suka?"tanya alina memecahkan keheningan yang sejak lama terjadi diantara mereka.
dijawab anggukan kepala oleh rey lalu tersenyum dan berkata,"ya..aku menyukai pemandangan disini sudah lama aku tak keparis..sudah cukup lama mungkin"jawab rey tersenyum.
"astaga!mimpi apa aku semalam dia tersenyum...sungguh tampan sekali bila dia tersenyum dibandingkan dengan wajahnya yang galak"gumam alina.
alina sangat senang hari ini baru kali ini dia melihat suaminya tersenyum seperti itu.
"Oh...iya aku lupa, apa ibu baik - baik saja disana?"tanya alina pada rey.
"ibu..ya ibu dijaga oleh para pelayan dan seorang suster"jawab rey.
"baiklah."seru alina.
****
malam hari semua orang berkumpul diteras menikmati malam yang indah diparis.
terlihat vero yang asik bermain dengan lisa dan carly, semua orang tua terlihat sedang bercerita dan tertawa dan disana terlihat rey dengan alina dan daniel yang sibuk bertukar cerita sehingga malam itu mereka sibuk - sibuk sendiri bertukar cerita bercanda dan bermain.
"haha...kau tahu alina rey dulu suka sekali pada perempuan yang bernama kalya tapi sayangnya perempuan itu sudah pindah sangat jauh..."ucap daniel disela - sela tawanya.
"kalya?siapa dia?dan anak siapa dia?"pertanyaan itu dilontarkan oleh alina.
"iya kalya..anaknya tetangga sebelah..waktu kami masih kecil kami sering main dengannya nah disaat itu umur kami masih..."
__ADS_1
"masih kecillah pokoknya sekitar 10 sampai 11 tahunan"sambungnya lagi.
"Oh...begitu"ucap alina singkat karena dia tidak tertarik dengan berita yang menurutnya menganggu telinganya.
"apa ada cerita yang lain daniel?!"tanya alina.
"kalau aku sudah lupa jadi aku tidak tahu harus cerita apa..."jawab daniel.
sedangkan rey sedang melamun memikirkan sesuatu yang menjanggal hati dan pikirannya.
"dan ya..alina kau harus tahu bila rey sudah mencintai satu wanita dia tak akan pernah melepaskan wanita itu dari hidupnya dan tak akan pernah bisa melupakan wanita itu dengan mudahnya"tutur daniel.
"sungguh!aku begitu tak percaya padamu daniel"ujar alina sedikit ragu - ragu.
"terserah kau alina..kau ingin percaya atau tidak yang pastinya itu benar"seru daniel.
Alina menguap berulang kali sehingga matanya sedikit berair akibat mengantuk.
"kau tidurlah lebih dulu"perintah rey.
"tidak!aku masih mau disini"ketus alina sembari menguap.
"sudah kubilang kau pergilah tidur"tegas rey.
Alina dengan cepat menganggukkan kepalanya dan masuk menuju kamarnya dan setelah itu alina membaringkan tubuhnya dan tak butuh waktu lama akhirnya alina tertidur dengan pulasnya.
"Daniel..besok kita akan bertemu seseorang dan kau harus ikut bersamaku"tutur rey.
"baiklah aku akan ikut bersamamu."ujar daniel.
"Apa kalian tidak mau mengajakku?"tanya vero mengejutkan daniel dan juga rey.
"TIDAK!"jawab Rey dan daniel serempak.
seketika raut wajah vero yang mulanya berharap kini menjadi sendu dan sedih setelah sepupunya tidak mengajaknya pergi.
"baiklah..pergilah sejauh mungkin aku akan mengajak alina jalan - jalan setelah kau pergi nanti"ketus vero.
"berani kau mengajaknya...akan kuhabisi kau! dimana paman dan bibi tidak akan pernah melihatmu lagi!?"ancam rey penuh penekanan dan ancaman itu bukan main - main.
jika rey sudah berbicara mengancam sudah pasti dia akan melakukan apa yang dimau pada orang itu walaupun dia saudara dan sepupunya.
"iya..aku hanya bercanda"
"kalau rey sudah berkata seperti itu habislah aku kalau memang benar dia ingin menghabisiku..lebih baik aku jangan, menyentuh alina daripada aku harus menghadapi singa dihadapanku ini"gumam vero dalam hatinya.
menurut vero, rey adalah laki - laki tipe idaman para wanita yang bisa dijanjikan perkataannya.
sebab bila dia sudah berbicara penuh penekanan dan raut wajahnya berubah menjadi serius itu artinya dia tak main - main dengan perkataannya.rey tak segan menghabisi orang yang telah menyentuh orang yang sudah menjadi miliknya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.