
"sudahlah ayo,"Lisa mengakhiri pelukan itu.
akhirnya acara pun dimulai namun dipertengahan acara Alina mengalami pusing membuat rey sedikit panik.
"Kau tak apa?"tanya Rey yang kala itu sangat panik melihat alina yang hampir pingsan.
"Aku tadi belum sempat makan jadinya seperti ini,"jawab Alina memegang kepalanya yang pusing itu.
"baiklah selesai acara nanti kau makan!"Rey menuntun Alina untuk duduk.
tak lama kemudian acara itupun selesai semua tamu sudah pulang.rey mengambil makanan untuk Alina.alina pun menerimanya.
"Kau ingin modus?"tanya rey sembari nenjauhkan tangannya.
"tidak aku tidak modus, aku tadi tidak sengaja menyentuh tanganmu itu!"Alina memakan sedikit demi sedikit makanan yang diambil oleh Rey.
Rey pun memutuskan untuk mandi sedangkan Alina masih sibuk dengan makanannya.
setelah 30 menit akhirnya Rey selesai mandi ia masih melihat Alina memakan makanannya tadi."kau ini lambat sekali makan!"Rey mengambil bajunya didalam lemari.
"kau bilang aku lambat makan!aku ini tadi menambah lagi jadinya aku cukup lama makannya!?"tutur Alina polos.
"Apa kau menambah?"tanya Rey setengah berteriak."kenapa kau terkejut?"tanya balik alina
"Kau ingin mempermalukan aku didepan semua orang?karena aku memiliki istri yang sangat gemuk!"tanya Rey.
"tidak!aku tidak gemuk,"jawab Alina.
Rey pun merampas makanan yang dimakan Alina lalu ia memanggil Daniel untuk membawanya.
"yang benar saja? aku disuruh membawa ini!"gumam Daniel.
"Makananku!"alina langsung masuk kedalam kamar mandi dan menutupnya dengan sanagt keras sehingga membuat telinga rey berdenging."astaga dia ini ingin membuat telingaku cepat tuli apa?"gerutu Rey.
Alina mengisi air panas dibath up.lalu ia merendam tubuhnya,
"hari ini sangat melelahkan"Alina memejamkan matanya yang cukup lelah.
ia tertidur didalam bath up itu sehingga membuat rey keheranan mengapa perempuan itu tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"sedang apa dia lama sekali?"tanya Rey.
Lisa mengetok pintu kamar rey.
"Ada apa?"tanya Rey sembari membuka pintu.
"ini untuk kalian"Lisa memberi paperbag pada rey, Rey pun menerimanya.
"terimakasih"jawab rey.
Rey menutup pintu itu kembali dan mendudukkan tubuhnya diatas kasur sembari menunggu Alina keluar dari kamar mandi.
Rey pun mengetok pintu itu dengan sangat kuat sehingga membuat Alina bangun terkejut.
"astaga jantungku"ia memegang jantung yang seraya ingin lepas dari tempatnya.
"Ada apa?"tanya Alina dari dalam kamar mandi.
"Kau lama sekali, apa kau mau diterkam hantu hidup-hidup?"tutur Rey menakuti Alina.
Alina keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyamanya.
"berhentilah menakutiku aku tidak akan pernah takut!?"jawab Alina ketus dan duduk dimeja rias untuk menyisir rambutnya itu.
"baiklah ini tanda tanganlah"Rey memberikan suatu kertas pada Alina.
"Apa ini?"Alina membaca kertas itu.
"Apa aku tidak boleh keluar tanpa memberitahumu, terus aku gak boleh berbelanja apa pun tanpa sepengetahuanmu dan yang lebih parahnya lagi aku gak boleh makan terlalu banyak!"Alina membaca kertas itu sambil berteriak.
"keterlaluan sekali kau"ucap alina.
__ADS_1
"Aku tidak keterlaluan istriku, aku hanya ingin mendidikmu dan iya jangan pernah menyentuh barang milikku"tutur rey, dan Rey pun naik keatas tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya.
"kerasukan apa dia memanggilku istrinya?"gumam Alina.
Alina pun ikut membaringkan tubuhnya disebelah Rey.
"Apa kau sudah tidur?"tanya Alina pada Rey.
"belum memangnya kenapa?"tanya Rey membuka matanya.
"temani aku memakan cemilan,"pinta Alina.
"Kan tadi aku sudah bilang jangan makan terlalu banyak.apalagi memakan cemilan!"tuturnya penuh penekanan.
"baiklah"Alina pun memejamkan matanya dan tidur.
pagi itu Alina sudah berada didapur untuk membantu bibi Mira memasak sarapan pagi.
"sini bibi, biar Alina bantu"Alina pun membantu bibi Mira memasak sarapan pagi.
setelah semuanya selesai Alina membangunkan suaminya itu.
"hey bangunlah, ini sudah pagi"Alina menepuk-nepuk wajah Rey.
"iya, baiklah aku sudah tahu ini pagi!"tutur Rey beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.sementara Alina mengambil baju kerja yang akan dikenakan oleh rey.padahal baru kemarin mereka menikah tapi sudah seakrab ini.
ia meletakan baju Rey diruang ganti.
"kalau kau sudah cepatlah kebawah untuk sarapan"teriak alina.
"iya"dijawab lembut oleh Rey.
Alina pun turun kebawah ia melihat Daniel sedang duduk diruang tamu sambil menyeruput teh yang sudah dibuat oleh bibi Mira."Daniel, selamat pagi"sapa Alina.
"selamat pagi nyonya Alina"sapa balik daniel.
"jangan panggil aku nyonya dan, panggil aku dengan namaku alina"tutur Alina sambil tersenyum.
"baiklah kalau begitu"
"lisa, kau kenapa?"tanya alina.
"aku tadi ingin kesini menaik mobil namun mobilku tiba-tiba mogok dan aku harus berjalan kaki.saat dipertengahan jalan aku dikejar oleh anjing gila alina!?"jawab lisa sembari mengatur nafasnya.
"haha akhirnya dendamku terbalaskan"gumam Daniel tertawa bahagia dalam hatinya.
Lisa yang melihat daniel tersenyum meledek kearahnya, ia langsung memukul daniel.
"kenapa kau meledekku?"tanya Lisa.
"kenapa kau memukulku!aku tidak meledekmu!?"jawab daniel mengelak.
"kalian pagi-pagi sudah ribut."sahut rey yang berada dimeja makan bersama mama Mey dan papa Nathan.
"astaga sejak kapan mereka ada disana"ucap mereka bertiga barengan.
alina, daniel, dan Lisa saling menatap heran satu sama lain.
"sudah kemarilah dan kita sarapan"ajak mama Mey.
"baiklah bibi terimakasih, aku juga sangat lapar
dan kehausan"Lisa mengambil roti dengan selai cokelat dan susu hangat juga sepiring nasi goreng.rey dan daniel yang melihat porsi makan Lisa sebegitu banyak nya hanya ternganga saja.
"kau ini lapar atau rakus?"tanya daniel sewot
"sibuk sekali ini bukan urusanmu"jawab Lisa dengan ketusnya lalu ia memakan nasi goreng yang telah dibuat oleh alina.
"hem,, ini sangat enak sekali"puji lisa.
"apa kau yang membuatnya alin?"tanya Lisa.
__ADS_1
"iya, aku juga dibantu oleh bibi mira"jawab alina sambil tersenyum.
"ini sangat lezat sekali"puji Lisa tak berhenti-henti.
"kau ini cerewet sekali lebih baik kau diam dan makan saja makananmu!"
"dan setelah itu kita berangkat kekantor"sambung daniel.
"iya, iya kau ini cerewet sekali"ketus Lisa
akhirnya sarapan pagi pun selesai semua orang bekerja dengan urusan mereka.
sedangkan alina sibuk membersihkan kamarnya dan dapur juga seisi rumah itu ia harus membersihkannya, untung saja Alina ini sangat rajin.
"Alina setelah selesai nanti, ayo kita kerumah ibumu"ajak mama mey.
"baiklah mah"jawab alina dengan gembira.alina pun dengan cepat membersihkan rumah itu.
akhirnya ia selesai mereka pun pergi kerumah ibunya alina.
mama mey melihat sebuah toko roti dipinggiran jalan itu, ia menyuruh supir itu stop untuk membeli kue.
"mama, mama mau kemana?"tanya Alina
"mama hanya ingin membeli kue untuk ibu kamu alin"Jawab mama Mey
"biar aku saja mah"Alina turun dari mobil dan menuju toko kue itu.
saat di sedang memesan kue ia tak sengaja melihat Rey dan daniel sedang bercerita.
"apa dia sudah selesai meeting?"tanya Alina.
rey tak sengaja melihat kearah Alina betapa terkejutnya dia melihat Alina keluar rumah tanpa sepengetahuannya.
ia pun berdiri menghampiri Alina.
"sedang apa kau disini?"tanya Rey mencengkram lengan alina dengan kuat.
"kau membantah kataku"ucap Rey.
"ti,,tidak aku kesini bersama"belum selesai berbicara rey sudah memotong omongan Alina.
"alasan"daniel yang melihat alina dan Rey ia pun menghampiri mereka.
"Rey apa yang kau lakukan"ia berusaha melepaskan cengkraman Rey.
"ia pergi bersama bibi tadi"tutur daniel lagi.
Rey pun melepas cengkramannya dari lengan alina.
"mangkanya kalau orang lagi bicara jangan dipotong"ketus alina.
"kau juga kenapa tidak meneleponku?"tanya rey."yasudah mama sudah menungguku"jawab Alina dan keluar dari toko kue itu.
"kalau dia marah seram juga"gumam Alina membayangkan bagaimana jika Rey marah besar padanya pasti lebih seram dari ini.
.
.
.
.
.
.
salam bahagia dari Rey dan Alina😘❤️
semoga suka;)
__ADS_1
jangan lupa kasih like, vote, dan komentarnya ya! –tutur Rey dan alina
thankyou🤗🤗