
Alina begitu kegirangan ingin pergi kesurabaya selama hidupnya alina terakhir kali pergi waktu ia kelas 8 smp dan baru sekarang inilah dia diajak pergi oleh orang terdekatnya.
"terimakasih, kau telah mengajakku pergi"ucap alina sambil tersenyum manis kearah rey.
dijawab anggukan oleh rey.
****
sesampainya di Surabaya rey dan alina menginap di villa milik papa nathan.
"ini milik papa?"tanya alina tak percaya sekaligus terkesan melihat villa besar yang dibangun oleh papa nathan.
"kenapa kalau ini milik papa?"tanya balik rey dengan tatapan sinis.
"aku hanya bertanya saja kenapa melihatku sinis sekali!"ketus alina dan menarik kopernya masuk kedalam villa mereka disambut oleh beberapa pelayan, pelayan itu membungkukkan tubuhnya dan berkata,
"selamat datang tuan muda dan nyonya muda"sapa semua pelayan itu.
"Salam bibi dan semuanya"sapa balik alina sambil tersenyum semua pelayan itu pun tersenyum.
Rey dan alina masuk kedalam kamar mereka,
Rey langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang dipenuhi keringat.
"astaga!apa dia sedang bertapa lama sekali"gerutu alina.ia hendak menerobos masuk kedalam toilet itu namun rey membuka pintu itu dan rey tak sengaja menabrak Alina dan alina tidak sengaja menginjak kaki rey.
"apa kau tak mempunyai mata hah!?"bentak rey.
"kau sendiri yang menabrakku, kenapa kau menyalahkanku!"kata alina tak terima.
Rey menatap tajam alina,
"apa kau lihat - lihat?!"
"dasar kau ini!?"tutur rey dan berlalu dari sana.
"dasar kau ini!?"kata alina memperagakan gerakan rey.
Rey yang melihat alina memperagakan gerakannya ia semakin mempertajam tatapannya.
"Aku menyesal mengajakmu kesini!"tutur Rey dan memakai pakaiannya dan keluar dari kamarnya.
"menyesal! seharusnya dia bahagia aku berada disini!"tutur alina dan masuk kedalam kamar mandi.
sedangkan rey turun dan meminta dibuatkan kopi oleh para pelayan disana.
Rey sangat kesal hari ini karena alina menginjak kakinya dengan sangat kuat.
"sakit sekali kakiku"Rey memegang kakinya yang diinjak oleh alina.
"lihat saja dia aku akan membalasnya"ucap Rey.
Alina yang sudah mandi langsung menemui rey untuk mengecek kaki rey yang terinjak olehnya.
"Dimana dia?"gumam alina.
"mungkin dia sedang ditaman belakang"ucap Alina dan langsung menuju taman belakang.
dan benar rey dan daniel juga lisa sedang berkumpul disana.
"Alina kemari,"panggil lisa, alina duduk didekat Lisa dan mereka berpelukan dan diakhiri dengan senyuman bahagia.
"kak rey, bagaimana dengan kakimu?"tanya alin.
"kakiku tidak apa - apa"jawab rey sembari mengetik laptopnya.
"baiklah, bagus kalau kakinya nggak apa-apa"
ujar alina.
"Lisa kau kemari dengan siapa?"tanya alina.
Lisa menatap pada daniel dan alina mengerti maksud Lisa kalau daniel yang mengajaknya.
"Alina kita kesana saja ya,"tutur Lisa menunjuk kearah pepohonan besar dan dibawahnya ada sebuah ayunan atau swing.
"baiklah ayo"ajak alina.
mereka pun menuju kesana daniel dan rey hanya melihat mereka saja dari kejauhan.
"ayo rey kita kesana juga,"ajak daniel.
"kau yang benar saja, kita ini laki - laki tidak mungkin bermain swing bersama perempuan!"tutur rey dengan ekspresi datar.
__ADS_1
"sebentar saja sepertinya menyenangkan"Daniel terus saja memaksa Rey.
"Aku tidak mau.harga diriku bisa jatuh dihadapan mereka!"ketus rey.
"terserah kau saja!aku ingin kesana dulu"Daniel meninggalkan rey yang sibuk dengan pekerjaannya.
"Daniel..."panggil rey.
Daniel langsung menoleh kearah rey yang memanggilnya,"Ada apa?"jawab Daniel.
"Kau itu kesini untuk pekerjaan atau kau ingin kupecat!"ancam rey membuat daniel memikir dan ia lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaannya rey tersenyum puas.
"kalau saja dia bukan bosku, sudah kuhajar dia habis - habisan!"gerutu daniel.
"kau tadi bilang apa?"tanya rey karena dia mendengar gerutu daniel.
"ak..aku tidak bilang apa-apa"jawab daniel dan melanjutkan pekerjaannya.
sedangkan Lisa dan alina sibuk bermain swing dibawah pepohonan yang indah.
"Lisa jangan kuat - kuat.aku takut jatuh"teriak alina karena lisa mendorong swingnya cukup kuat dan tak berapa lama alina bicara alina terjatuh dan kakinya berdarah karena terkena batu.
"aaww..."Alina memegang kaki dan dengkulnya yang sakit juga luka dan mengeluarkan banyak darah.
"Alina kau tidak apa - apa?"tanya lisa dan melihat kaki Alina terluka.
"astaga!banyak sekali darahnya alin"Lisa bingung harus apa.
"kau bisa berdiri?"tanya Lisa.
Alina menggelengkan kepalanya lalu berkata,
"kakiku sakit lisa karena terkena batu dan mungkin..."Alina tak melanjutkan perkataannya ia meringis kesakitan.
"tunggu aku panggil kak rey dulu,"
Lisa memanggil rey agar bisa membantu alina.
"kak rey,"panggil lisa.
Rey dan daniel melihat kearah Lisa yang berlari tergesa - gesa.
"kau kenapa?"tanya daniel.
"alina..kakinya terbentur batu karena bermain swing"ujar Lisa.
"lisa..tanganmu"tegur rey dan Lisa langsung melepas tangannya yang menarik tangan rey lalu tersenyum malu.
"Alina.."panggil lisa namun alina sibuk menutupi lukanya dengan sobekan bajunya agar darahnya tak terlalu banyak mengalir.
"Lisa bantu aku, kakiku sakit sekali"tutur Alina meringis kesakitan menahan lukanya.
Rey langsung mengangkat tubuh alina dan mengajaknya masuk kedalam rumah dan mengambil kotak obat lalu mengobati kaki alina
Rey sibuk mengobati kaki alina.
"itu balasannya karena kau tadi menginjak kakiku"ujar rey.
"sepertinya kau betul kak,"tutur alina.
Rey pun sudah selesai mengobati kaki alina.
"bagaimana apa masih sakit?"tanya daniel.
"iya..ini masih sakit dan aku tidak bisa jalan"jawab alina.
"kau beristirahatlah dan jangan banyak bergerak.kau mengerti!"tutur rey,
Alina menganggukkan kepalanya memberi tanda mengerti akan ucapan rey.
"tidak ada romantis - romantisnya"gumam alina dalam hati.
"Lisa..."panggil alina.
"ada apa sahabatku?"tanya lisa sambil tersenyum.
"kau harus membantuku"jawab alina membuat Lisa bingung.
"membantu apa?"tanya lisa bingung.
"apa kau tahu waktu itu kak rey memberiku kertas, dan kau tahu isinya apa"Alina memberikan kertas itu pada Lisa, dan Lisa pun membacanya ia begitu terkejut.
"haha....."Lisa tertawa dengan keras membuat Alina keheranan.
__ADS_1
"ada apa?kenapa kau tertawa?"tanya alina.
"tidak apa-apa"Lisa mengembalikkan kertas itu pada alina.
"baguslah kau tidak boleh keluar tanpa memberitahunya dan kau tidak boleh berbelanja tanpa sepengetahuannya!"tutur lisa.
"kau ini sahabat macam apa"ketus alina.
sedangkan rey dan daniel sibuk melakukan pekerjaannya.
"Rey...."panggil daniel.
"Ada apa?"tanya rey.
"apa kau mempunyai perasaan pada alina?!"tanya daniel sedikit gugup karena takut Rey akan marah padanya.nampaknya rey sedang berpikir.
"tidak!"jawab rey dengan ekspresi datar.
"sungguh?"tanya kembali daniel namun rey malah menatapnya dengan tatapan tajam yang seperti ingin membunuh seseorang.
"baiklah aku mengerti"tutur daniel dan melanjutkan pekerjaannya.
sedangkan dikamar alina.
"Lisa apa kau bisa membantuku?"tanya alina.
"memangnya apa yang harus kubantu alina?"tanya balik Lisa.
"dari tadi kau selalu bicara seperti itu.kau ini mau dibantu apa?!"tanya Lisa lagi.
"apa kau tau cara membuat orang jatuh cinta kepada kita"jawab alina namun Lisa sejenak terdiam dan sedang memikirkan sesuatu.
"aku tidak tahu alina.aku belum paham dengan yang seperti itu"ujar Lisa.
"baiklah!aku menyesal bertanya kepadamu!"ketus alina.
"hehe...maafkan aku alin."lisa terkekeh.
Alina nampaknya sedang berpikir keras agar membuat seorang rey yang galak jatuh cinta kepadanya.
"aku menyerah.biar saja dia jatuh cinta sendiri kepadaku!"gumam alina.
"Alina..."panggil lisa karena sedari tadi alina melamun.
"Lisa apakah bisa kau ambilkan handphoneku yang ada dimeja dekat laptopnya kak rey?"
tanya alina berharap Lisa mau mengambilkannya.
"baiklah kau tunggu disini"Lisa keluar dan menuju taman untuk mengambil handphone alina.
Lisa langsung mengambil handphone alina tanpa menyapa laki - laki yang ada dihadapannya.
Rey dan daniel hanya menatap lisa yang mengambil handphone milik alina.
"sorry..aku lupa kalau ada kalian"tutur Lisa tersenyum.lalu Kembali menuju kamar Alina.
"ini handphone mu"Lisa memberikan handphone itu kepada alina.
"terimakasih"
Alina mencari di google bagaimana cara membuat seseorang jatuh cinta kepada kita.
"ternyata ini caranya"tutur Alina.
"cara apa alin?"tanya lisa penasaran.
"tidak apa-apa"
lisa terus saja untuk melihat apa yang dibaca oleh alina.
"mana sini aku mau lihat apa yang kau baca"
lisa terus saja memaksa untuk melihatnya.
dan karena mereka berebutan handphone itu akhirnya terjatuh.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Rey dan Alina🤗❤️