Jasmine

Jasmine
01. Mulanya


__ADS_3

Alvaro Aldebaran cowok tajir melintir, tampan jangan ditanya wajahnya diatas rata-rata, pintar, keren. Cowok dingin, kaku, cuek dengan keadaan sekitar dan jangan lupakan wajah khas datarnya nurun mutlak dari papinya.


Banyak sekali yang ingin menarik perhatiannya dari yang memakai cara sopan hingga yang menjijikkan, dia benar benar tak habis pikir dengan perempuan-perempuan tersebut, bahkan sampai ada yang rela menyerahkan dirinya hanya untuk seorang alvaro..


Hingga ada satu sosok perempuan yang dikenalnya semenjak dia masuk SMA perempuan tangguh yang ingin menaklukkan hati seorang alvaro, ya dia Clarissa Jasmine. Perempuan cantik dengan rambut coklat bergelombang, kulit putih bersih, mata bulat, hidung bangir dan bulu mata yang indah.


Saat ini usia alvaro baru akan beranjak 20 tahun, begitupun dengan jasmine. Mereka menikah karena paksaan dan dari kedua orang tua alvaro. Jasmine itu baik dan sopan sehingga dengan mudahnya dia mengambil hati kedua orang tua alvaro.


Berbeda dengan safira, dia adalah model yang cukup naik daun saat ini. Rambutnya panjang sepunggung warna coklat terang, matanya indah, hidung mancung dan kulit yang putih bersih. Di dunia model dia disebut barbie hidup karena kecantikannya yang tidak bisa diragukan.

__ADS_1


Alvaro memang sudah menyukai safira sejak dulu, namun perempuan itu bersikeras menolaknya dengan alasan persahabatan. Tapi dimana pun ada safira disana lah alvaro berada.


Hampir setiap hari, waktu alvaro dihabiskan untuk menemani safira kemanapun perempuan itu mau. Bahkan alvaro tidak segan membatalkan janjinya dengan orang tuanya, jasmine, maupun sahabatnya yang lain demi menemani safira.


Namun sayang ada masa lalu dari orang tua safira yang membuat dia tidak disukai oleh kedua orang tua alvaro, khususnya mami alvaro. Safira juga sombong dengan orang sekitarnya, namun masih saja banyak fans yang mau menerimanya.


"Al, hmm....kamu yakin mau nerusin acara pernikahan kita? Ucap jasmine dengan suara gugup yang terdengar sangat jelas.


"Aku cuma ngerasa makin kesini kamu semakin jauh al, mungkin hanya perasaanku aja, tapi aku ngerasa kamu mulai ngejaga jarak ke aku " lirihnya sendu, menatap lurus kebawah sambil memilin jari-jari lentiknya.

__ADS_1


Alvaro bergeming tak berniat untuk menjawabnya, toh hatinya tidak bisa dibohongi. Dia hanya sayang dan cinta kepada Safira Mahendara sahabat perempuan satu-satunya.


Toh selama dia pacaran hingga sampai tahap sekarang adalah paksaan dari safira dengan sedikit ancaman tak mau berbicara lagi dan bertemu alvaro lagi, tentu saja alvaro dengan perasaan yang amat terpaksa mengabulkan permintaan safira, karena buat alvaro safira itu adalah hidupnya, cintanya. Walaupun dia harus mengorbankan statusnya.


"Ga usah mikir macem-macem, mending kamu sekarang tetap fokus sama acara pernikahan ini" ucapnya sebelum meninggalkan jasmine sendiri.


"Aku takut al, aku punya  perasaan yang ga enak tentang kelanjutan pernikahan ini" Batinnya berucap.


Jasmine merenung memandang langit gelap ditemani angin malam, setelahnya dia kembali kerumahnya.

__ADS_1


Rumah yang sepi tak berpenghuni hanya jasmine yang tinggal rumah itu sendiri, semenjak orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, kemudian membaringkan tubuhnya diatas ranjang sambil berucap didalam hati semoga esok lebih baik lagi.


__ADS_2