
...Ini baru awal...
...Aku harus kuat...
...Semoga jalanku dipermudah...
...Semoga saja...
...Clarissa Jasmine...
Happy Reading....
Jasmine terbangun dari tidur lelapnya, saat menoleh kesamping pemandangan pertama yang dilihatnya adalah alvaro suaminya.
Tapi hanya suami sementaranya selama setahun ini, dibilang suami kontrak bukan tapi dibilang suami sungguhan juga tidak. Sudahlah jasmine malas memikirkannya.
Jasmine bergegas bangun untuk membersihkan dirinya, setelah rapih jasmine membangunkan alvaro.
Jasmine menepuk pelan bahu alvaro "al bangun dulu" ucap jasmine hati-hati.
"Hem" gumam alvaro menerjabkan kedua matanya.
"Bangun dulu, terus sarapan" ucap jasmine menatap alvaro.
"Hem" balas alvaro dengan gumaman, dan berjalan gontai kearah kamar mandi dengan wajah yang masih mengantuk.
"Mau makan apa ?" Tanya jasmine sebelum alvaro masuk kedalam kamar mandi.
"Nasi goreng sama susu aja" balas alvaro menoleh sekilas kepada jasmine, lalu berjalan kembali ke kamar mandi.
Mereka berdua akan sarapan terlebih dahulu. Jasmine lebih memilih sarapan didalam kamarnya, toh keluar juga buat apa pikirnya. sambil menunggu alvaro mandi dia memesan makanan untuk mereka berdua yang tentu saja sudah jasmine tanyakan terlebih dahulu ingin makan apa kepada suaminya itu.
Setelah sarapan mereka langsung membereskan barang bawaan mereka. Tentu saja jasmine semua yang membereskannya, dia sudah meminta kepada alvaro semalam untuk tetap melayani suaminya itu yang disetujui oleh alvaro.
Mereka berjalan beriringan menuju lobby hotel dan disambut senyum ramah dari seluruh karyawan disana, sebelumnya alvaro meminta jasmine untuk bersikap sebagaimana pengantin baru pada umumnya. Agar mami dan papinya tidak curiga, karena sudah pasti maminya itu akan kepo bertanya pada pihak hotel.
__ADS_1
Alvaro mengendarai mobilnya dalam diam, setelah tadi berakting didepan karyawan hotel kini mereka kembali ke awal. Sama-sama diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Saat ini alvaro dan jasmine sudah berada dirumah alvaro yang disambut dengan senyum ceria bik imah selaku art yang sudah lama bekerja di kediaman alvaro dan juga pak husein satpam rumah alvaro. Mereka sudah cukup dekat dengan jasmine.
"Selamat datang non, bibik gak nyangka akhirnya non jass udah jadi istri den alvaro" ucap bik imah dengan sumringah.
"Makasih bik imah" ujar jasmine sambil terkekeh.
"Kalau gitu bibik kembali kebelakang ya non, kalau butuh bantuan jangan sungkan panggil bibik" ujar bik imah yang dibalas anggukan dari jasmine.
Alvaro, lelaki itu sudah berjalan duluan setelah berbincang dengan bik imah dan pak husein. Dengan alasan lelah dia mendahului jasmine untuk berlalu ke kamarnya yang sekarang menjadi kamar jasmine juga.
-------
Saat ini alvaro dan jasmine sedang berada dikamar alvaro, pemandangan pertama saat memasuki kamar ini adalah rapih, bersih dan harum maskulin khas Alvaro.
Alvaro memang lelaki penyuka kebersihan, rasanya jasmine insecure kalau harus membandingkan dengan kamarnya dulu. Jasmine sedang merapikan pakaiannya ke dalam lemari.
"Aku mau pergi, mungkin pulangnya terlambat, kamu gak perlu nungguin" ujar alvaro tiba-tiba.
Jasmine mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada suaminya itu sambil tersenyum kecut, baru sehari saja sudah seperti ini bisakah dia bertahan sampai satu tahun.
Alvaro terdiam sesaat sebelum menganggukkan kepala samar "safira mau pemotretan hari ini, nanti kalau ada yang tanya bilang aja aku ada kerkom tugas kampus" jawab alvaro acuh tak acuh.
Safira tertegun sesaat bahkan statusnya pun tak bisa merubah apapun "oke" ujarnya singkat.
Dia harus segera merencanakan sesuatu, gak mungkin dia terus bergantung hidup dengan alvaro terus-menerus apalagi hanya atas dasar kasihan Jasmine benci itu.
"Aku berangkat mine" ucap alvaro membuyarkan lamunan jasmine. Yang dibalas hanya dengan anggukan kepala saja.
Jasmine harus memulai rencanyanya besok, dia tidak mau terlalu lama mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Kalau alvaro saja tidak perduli dengannya buat apa dia harus perduli dengan lelaki itu. Masa bodo !! yang penting dia menjalankan tugasnya sebagai istri itu saja !!.
Jasmine segera menyelesaikan membereskan bajunya, dia harus berfikir cepat usaha apa yang akan dibuatnya untuk menghasilkan uang. Setidaknya dia tidak harus bergantung dengan uang yang alvaro berikan.
Harta satu-satunya yang dimiliki jasmine adalah rumah peninggalan orang tuanya, dia berperang keras dengan batinnya yang tak rela jika harus menjual rumah penuh kenangan itu. Mudah-mudahan jalannya dipermudah kedepannya.
__ADS_1
--------
"Ck gw kepo amat ini, kira-kira jasmine udah buka segel belom ya?" Ucap desi kepo.
"Lah iya ya, gimana ya rasanya? gw denger-denger sakit ya kan pas diawal ampe susah jalan gitu katanya" penasaran cika sambil menerawang.
"Menurut lo alvaro romantis gak sih cik ? Secara gw gak pernah denger jasmine cerita hal-hal yang romantis gitu deh" tanya desi bingung.
"Kaga tau gw, kaku gitu sih orangnya ck jasmine berasa married sama kulkas yak ?" Ujar cika sambil tertawa.
"Gw juga mau kali punya suami yang ganteng kayak alvaro, kaya pula tapi gw maunya yang romantis, baik, perhatian gak kaku gitu" ujar cika lagi sambil menghayal.
Desi hanya memutar bola matanya malas sambil menoyor keras pipi cika "khayalan lo kejauhan neng" gemas desi.
Cika menatap desi sengit "emangnya lo, cita-cita punya suami kayak rian noh yang mesumnya tanpa batas" balas cika sambil tertawa kencang.
"Heh amit-amit, mending gw jomblo terhormat deh dari pada sama si rimes itu" ujar desi melotot sambil mengetuk jarinya dimeja.
"Hahahaa.... Bae-bae kemakan omongan sendiri lo" balas cika sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
"Dasar temen lucknut" teriak desi berapi-api.
Sementara cika tidak dapat menghentikan tawanya melihat wajah jengkel desi.
Haiii pembaca setia Jasmine..
Seneng banget kalian mau menyempatkan diri membaca cerita pertamaku, semoga suka 😊😊
Satu kata untuk Alvaro 😁
Satu kata untuk Jasmine 😁
Jangan lupa klik Vote dan Comment ya...
...
__ADS_1
...
^^^See U ❤️❤️❤️❤️^^^