
...Aku mencoba tersenyum dibalik wajah senduku...
...Aku mencoba menerima dengan semua ikhlasku...
...Clarissa Jasmine...
Happy Reading....
Acara resepsi diadakan di salah satu hotel ternama milik keluarga alvaro, acara diadakan sangat meriah. Mengingat bahwa alvaro adalah anak semata wayang, jadi mami dan papinya memberikan yang tebaik untuk alvaro dan jasmine.
Saat ini jasmine dan alvaro sedang berada di kamar hotel mempersiapkan diri untuk acara resepsi mereka. Alvaro nampak gagah dengan balutan jas bludru biru tua, dan jasmine menggunakan gaun dengan warna yang senada dengan jas alvaro. Gaun dengan model sabrina yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna, dengan model duyung bagian bawahnya serta ekor panjang bagian belakangnya. Kulitnya yang putih bersih sangat kontras dengan warna gaun yang dipakainya, sehingga jasmine lebih terlihat sempurna.
Lagi kedua kali alvaro merasakannya, jantungnya berdegup kencang begitu melihat penampilan istrinya, tapi dia segera menepis jauh perasaan aneh itu.
Mereka keluar beriringan, jasmine melingkarkan tangannya pada lengan kokoh suaminya dengan senyum yang mengembang sempurna. Para tamu menatap takjub padanya, tak bisa di pungkiri hampir semua tamu khususnya kaum adam yang ada disana terpaku melihat kecantikan jasmine, aura kecantikan perempuan itu keluar dengan sempurna. Bahkan banyak dari mereka sampai tidak berkedip menatap jasmine.
Saat ini mereka sedang berada diatas pelaminan menyambut para tamu yang ingin memberikan ucapan selamat serta doa kepada mereka.
Dari arah depan terlihat 5 orang laki-laki berwajah tampan dengan penampilan sempurna sedang berjalan kearah mereka dengan tatapan jahil serta menggoda, dibelakang mereka ada dua sahabat jasmine yang ikut serta mengantri.
Rian, Akbar, Dean, Jordan dan Bayu kelima lelaki tersebut adalah sahabat alvaro. Mereka satu sekolah semenjak SMP. Begitupun dengan Cika dan Desi mereka adalah sahabat terbaik jasmine sejak SMP hingga sekarang.
"Wih gak nyangka gw bro, lo bisa-bisanya ngedahuluin gw" seru akbar dengan kerlingan menggoda kearah jasmine.
"Yeuh ganjen amat tuh mata, inget udah ada yang punya ini" sungut jordan sambil menoyor keras kepala akbar. "Selamat ya jass lo harus bahagia, dan lo al harus bahagian jasmine karena jasmine udah gw anggep adik gw sendiri, kalau lo nyakitin dia lo akan berhadapan dengan gw" ucapnya tegas dengan muka serius.
"Ckckck serius amat muka lo tong, pastilah dia bahagiain jasmine dodol" cibir dean gemas.
"Selamat ya bro semoga samawa, jangan lupa pelan-pelan pas awalnya" ucap rian ambingu sambil terkekeh.
"Woiii bro gw udah siapin kado spesial nih buat lo" ucap bayu sambil menaik turunkan alisnya menggoda.
Desi dan cika tak banyak berucap mereka hanya memberikan doa terbaik untuk sahabatnya itu sambil berpelukan ala teletubies. "selamat ya jass, bahagia selalu" ucap cika yang diangguki oleh desi.
"Ck bikin malu aja lo berdua pake pelukan begitu" cibir rian yang mendapatkan delik kan tajam dari ketiga wanita tersebut.
__ADS_1
Di belakang desi dan cika ada wanita cantik yang langsung menerjang alvaro dengan pelukan erat yang disambut dengan senyum antusias oleh alvaro.
Ketujuh orang temannya yang lain hanya menatap datar pada wanita itu, entah kenapa mereka juga merasa tidak suka dengan safira. Mungkin karena wanita itu terlalu sombong, bahkan dengan kelima sahabat alvaro pun safira tidak pernah bertegur sapa. Boro-boro tegur sapa, melirik merekapun safira enggan.
"Selamat ya al, kamu ganteng banget malam ini" ucap safira jujur. Tak ada doa yang disematkan untuk kedua mempelai, bahkan menoleh kearah jasmine dan memberikannya selamat pun tidak dilakukan oleh safira. Entahlah dia juga bingung dengan perasaannya, namun yang pasti safira memang tidak berniat melihat jasmine. Safira datang kesini murni hanya untuk menghargai alvaro padahal sebenarnya dia malas setengah mati.
"Makasih fir, kamu juga cantik malam ini" balas alvaro tersenyum lembut pada safira.
"Gak usah lama-lama pelukannya, masih banyak yang antri di belakang" ucap mami jutek alvaro menatap tidak suka pada safira.
Mereka semua menahan tawa karena suara mami alvaro yang lantang itu, dari dulu memang maminya tidak pernah suka dengan safira entah mungkin perasaan seorang ibu, begitupun papinya alvaro.
Sementara jasmine hanya bisa tersenyum kecut melihat kedekatan mereka berdua.
"Mi.." tegur alvaro yang mendapatkan delik kan tajam dari mami dan papinya. Alavaro hanya menghembuskan nafas berat menghadapi kelakuan mami dan papinya itu. Entah karena apa mereka selalu saja menatap tidak suka kepada safira, padahal safira itu anak sahabat mereka sendiri.
Sementara safira menatap kedua orang tua itu dengan tatapan yang dibuat semanis mungkin untuk menghargai alvaro. padahal dalam hatinya sudah dongkol setengah mati.
"Kuy lah makan kita" seru jordan mencairkan suasana tegang diantara mereka.
"Ck, dasar perut karet" cibir bayu jutek, menatap sinis jordan.
"Tau nggak kasian apa sama makanan yang ada dilambung lo itu udah pada desek-desekan sangking sempitnya" seru akbar menggeleng tak habis pikir.
"Dia mah lambungnya kembar tiga bro jadi muat banyak" ujar dean tertawa geli.
"Kambing lo semua ! awas aja kalau pada ngikut makan" sungut jordan misuh misuh sendiri.
Sementara Jasmine sudah tersenyum geli melihat kelakuan teman alvaro, buat jasmine mereka sangat menghibur. Mereka selalu bersikap baik dan lebih perduli terhadapnya dibandingkan dengan alvaro.
----------
Malam semakin larut dan para tamu undangan sudah beranjak pulang. Saat ini jasmine dan alvaro sudah berada didalam kamar hotel, keluarga sudah menyiapkan kamar pengantin yang dihias dengan sempurna untuk pasangan pengantin tersebut.
"Al aku atau kamu duluan yang mandi" ucap jasmine gugup
__ADS_1
"Kamu aja duluan" ujar alvaro datar.
Jasmine menghela nafasnya merutuki sikapnya yang gugup, memangnya dia berharap apa? Seperti pengantin lainnya saat malam pertama? Tentu aja itu gak akan mungkin terjadi, mengingat perasaan alvaro kepadanya.
Jasmine berjalan gontai kearah kamar mandi, setelah membersihkan riasan wajahnya serta mengambil pakaian gantinya. Didalam kamar mandi jasmine menangis dalam diam, faktanya saat ini dia sudah menikah dengan laki-laki yang tidak mencintainya. Bahkan lelaki itu dengan jelas mencintai perempuan lain.
Cukup lama jasmine berada didalam kamar mandi, selain membersihkan tubuhnya, dia juga termenung sedih dia harus bisa mengikhlaskan takdirnya. Menerima alvaro apa adanya, segala kebaikan maupun kejelekan lelaki itu. Jasmine memantapkan dirinya, mencoba untuk mejalani takdir kedepannya.
Sudah terlambat jika dia harus menyesal sekarang, toh dia sendiri yang menerima pernikahan ini walaupun dia tau fakta yang sebenarnya.
...Kenalan Dulu Yukk.....
...Alvaro Aldebaran...
...Clarissa Jasmine...
...Safira Mahendara...
...Cika Marisa...
...Desi Salsabila...
...Rian Utama...
...Akbar Zidane...
...Jordan Hendrico...
...Dimas Bayu...
...Dean Zicco...
...See U ❤️❤️❤️...
Terima kasih yang sudah mau menyempatkan membaca jasmine...
__ADS_1
Vote dan Comment Kalian aku tunggu...
^^^Salam Sayang...^^^