
...Takdirku sudah ditentukan...
...Semesta dan alam akan menjadi saksi bisu...
...Bagaimana aku menjalaninya...
...Clarissa Jasmine....
Happy Reading...
Jasmine menatap kosong langit malam, saat ini dia sedang berada di taman belakang rumah alvaro, sore tadi alvaro menghubunginya agar kerumahnya karena ada yang hal penting yang harus dibicarakan.
Pikiran jasmine sudah berkelana kemana-mana pikiran negatif lebih mendominasi, setelah apa yang dia langsung dengar dari mulut alvaro sendiri saat bersama safira di resto tadi.
Jasmine tidak pernah menyangka bahwa alvaro hanya merasa kasian dan terpaksa menerimanya, lalu buat apa mereka menikah ??.
Buat jasmine pernikahan adalah sesuatu yang sakral, yang akan dijalaninya sekali seumur hidup. Lalu bagaimana nasib pernikahannya kedepan dengan alvaro.
Alvaro menatap lekat pada jasmine "Mine" panggil alvaro, mine adalah panggilan khusus dari alvaro hanya alvaro yang memanggilnya seperti itu, namun jasmine tetap diam tanpa menjawab panggilannya, kening alvaro berkerut dalam bertanya dalam hati apa yang sedang dipikirkan wanita riang disebelahnya saat ini. Karena biasanya jika sudah bertemu dengan alvaro dia akan lebih banyak berbicara atau bertanya berceloteh hingga dia lelah.
"Jasmine" panggil alvaro ulang. "Kamu kenapa ? Tumben diem, biasanya udah kayak kereta nanya ga berhenti" tanya alvaro heran, menatap intens kearah jasmine.
Jasmine mengalihkan tatapannya ke arah alvaro, dia terdiam linglung. "Kamu mau ngomong apa al ? Hal apa yang penting ?" Tanya jasmine mengalihkan pembicaraan.
Alvaro diam, dia menatap lekat mata bening yang biasanya berbinar riang itu. Sekarang terlihat ada keraguan dan ketakutan didalam matanya. Alvaro menghela nafas pelan.
"Sebentar lagi kita akan nikah, aku mau kamu gak larang-larang aku. Aku bakal jarang banget ada dirumah, kamu tau safira juga butuh aku untuk nemenin dia pemotretan baik di dalam maupun luar kota, jadi aku harap kamu bisa mengerti posisi aku" ucap alvaro tanpa perasaan dengan muka datarnya.
Jasmine menghela nafas sesak, menghirup udara kemudian menghembuskan nya pelan. Dia tersenyum getir. "Al memang kalaupun aku larang, kamu bakal kamu mau dan dengerin ?, aku paham posisi aku disini jadi kamu gak perlu khawatir" lirih jasmine sendu, hatinya terasa sesak. Jasmine mengalihkan tatapannya ke arah lain enggan menatap alvaro.
"Bagus kalau kamu paham, karena aku gak mau ini akan menjadi masalah kedepannya" jawab alvaro tegas "Lebih baik kamu sekarang pulang, sudah larut malam. Maaf aku gak bisa antar kamu, hari ini aku capek banget" ujarnya tanpa memikirkan perasaan jasmine.
__ADS_1
"Gapapa al, aku bisa pesen ojek online, aku pulang sekarang" pamit jasmine lalu bangkit dan berlalu begitu saja meninggalkan alvaro disana yang memandangnya heran.
Sepi, selalu seperti ini setiap dia kembali kerumahnya. Jasmine menghela nafas berat kenapa tuhan memberikan cobaan seberat ini kepadanya. Dia tidak bisa bergantung terus kepada alvaro dan keluarganya, dia harus mencari pekerjaan karena dia sadar suatu saat nanti cepat atau lambat alvaro akan meninggalkannya.
Hubungan yang terjalin karena rasa kasihan hanya akan menyakiti hati salah satu pasangannya, namun dia terjebak pada posisinya saat ini. Mami dan papi alvaro sangat baik kepadanya, tidak mungkin dia membatalkan pernikahan sepihak dan mengecewakan mereka. Biarlah untuk saat ini dia mengorbankan hatinya, dia harus siap dan kuat untuk menghadapi dan menjalani takdirnya.
-------
Hari ini adalah hari yang seharusnya paling dinantikan oleh pasangan tersebut, namun berbeda dengan jasmine dan alvaro. Jasmine sibuk dengan ketakutannya, alvaro sibuk dengan keraguannya.
Sejak malam pembicaraan dengan alvaro, jasmine jauh lebih pendiam. Dia jadi jarang telepon atau sekedar mengirimkan pesan untuk alvaro, tidak seperti jasmine yang biasanya. Hatinya sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran alvaro.
Jasmine tampak cantik dengan gaun pengantin putih yang membalut tubuh indahnya, rambutnya dijepit kesamping hingga memperlihatkan bahunya yang indah. Penampilannya sangat cantik dan elegan.
... ...
... ANGGAP SAJA ITU MUKA JASMINE ...
"Lo harus bahagia ya jass !, sekarang kan udah ada mami dan papinya alvaro yang ngegantiin posisi ortu lo, gw liat mereka nerima lo dan sayang banget sama lo jass" kata desi serius.
"Makasih ya guys, lo berdua emang sahabat terbaik gw" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Yah, jangan nangis dong jass ntar makeup lo berantakan gimana ?" Panik desi dan cika.
"Pokonya hari ini lo harus kasih senyuman terbaik lo buat semua orang" ucap desi semangat.
"Nah tuh, tumben lo pinter des" ucap cika tanpa perasaan sambil tersenyum mengejek.
"Gw emang pinter ya" sungut desi tak terima.
"SAH" seruan itu membuat mereka bertiga tersenyum lebar.
__ADS_1
"Akhirnya....." Seru desi dan cika kompak sambil tersenyum pepsodent. Sementara jasmine menangis dalam hatinya.
Pintu kamar terbuka menampilkan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun. "Duh, mantu mami emang ga ada yang ngalahin deh cantiknya" kekeh mami alvaro sambil memeluk erat jasmine.
Sementara jasmine hanya tersipu malu "mami juga ga kalah cantik kok" ujar jasmine tersenyum malu malu.
Tak pernah terbayangkan dalam hidupnya menikah di usia yang masih sangat muda menjelang 20 tahun dengan lelaki yang dia kagumi sejak dulu, 'aku pasti bisa membuatmu benar-benar jatuh cinta padaku al' batinnya berseru sendu.
"Ayo kita keluar sayang, proses ijab kabul sudah selesai. Sekarang kamu udah jadi istri sahnya alvaro, mami bahagia banget" kalimat itu menyadarkan jasmine dari lamunannya.
Mereka keluar beriiringan jasmine diapit oleh ibu mertuanya sedangkan kedua sahabatnya berada persis dibelakangnya.
Pandangan alvaro terpaku, menatap takjub pada perempuan cantik yang sedang menuju kearahnya. Hatinya mengakui bahwa jasmine sangat cantik dan elegan, tapi egonya menepis keras hal itu. 'gw gak boleh sampai kebawa perasaan, ini cuma sementara aja. Perempuan yang gw sayang dan gw cinta tetap safira' lirihnya didalam hati.
Begitu pandangan mereka bertemu, alvaro segera memutuskan kontak matanya dan kembali berwajah datar. Menepis semua perasaan yang baru saja dia rasakan.
Alvaro memakaikan cincin ke jari manis jasmine lalu mengecup singkat dahinya, begitupun jasmine memakaikan cincin ke jari manis alvaro dan mengecup punggung tangan lelaki yang sudah sah menjadi suaminya itu. Bulir air mata itu tidak bisa ditahan, jasmine menangis bukan karena bahagia tapi fakta bahwa suaminya menikahinya karena kasihan semata, tapi jasmine tetap tersenyum tulus ke semua orang yang hadir disana.
'semoga ini penikahan pertama dan terakhirku' Batin jasmine berdoa.
... ...
...Alvaro Aldebaran...
... ...
...Clarissa Jasmine...
Hei hei kalian yang masih setia membaca Jasmine..
Jangan lupa Vote and Comment kalian....
__ADS_1
^^^Salam Sayang...^^^