Jasmine

Jasmine
Kejujuran Leo


__ADS_3

Happy Reading 💖💖💖


Tanpa mereka semua sadari, ada orang lain yang memperhatikan gerak gerik mereka, terutama pergerakan leo. Dia sempat mengambil beberapa foto dan video saat leo mencoba untuk berinteraksi dengan jasmine.


"Lumayan, duit tambahan!! Berita bagus" gumamnya seraya tersenyum miring.


Orang itu kembali mengecek hasil video dan jepretan fotonya.


...-------...


"Jadi, kenapa lo bisa putus sama safira?" tanya jordan tanpa basa basi, masih sangat penasaran dengan alasan leo.


Setelah jasmine dan alvaro pergi, mereka masih tetap duduk di sana, tentu saja bersama leo dan ben.


"Kan tadi dia udah bilang, itu privasi malih" sahut desi gemas.


"Diem lo" balas jordan sengit.


Leo menaikkan sebelah alisnya, menatap lekat kearah jordan.


"Urusannya sama lo apa? kenapa juga gw harus cerita sama lo?" tanya leo santai, sambil menyeruput minumannya.


Jordan menghela nafasnya, membuang semua keraguan dihatinya.


"Sepupu gw hampir cerai sama istrinya, karena ketahuan tidur bareng safira" jawab jordan dengan satu tarikan nafas.


Leo sampai tersedak minumannya sangking kagetnya, desi langsung menyodorkan kotak tisu yang ada di depannya, sementara ben menepuk punggung leo dengan raut cemas.


Fakta yang baru saja jordan ucapkan cukup membuat mereka tercengang, terutama desi dan cika, mereka harus waspada terhadap perempuan itu! Jangan sampai sahabatnya mengalami hal yang sama.


"Serius dan? sepupu lo gitu? tidur bareng? ahh sumpah ini sih gak nyangka gw" cika menggeleng tak percaya, bahunya langsung merosot lemas.


"Dibayar apa gimana dan? dia ****** gitu maksud lo?" desi bertanya dengan wajah yang benar-benar syok.


"Bukan, dijebak dia sama tuh cewek" balas jordan sewot, ketika mengingat kejadian itu.


"Gilaaaa" umpat cika menggebrak meja.


Leo sempat syok mendengar kalimat yang dilontarkan oleh jordan barusan, tapi dengan cepat leo kembali menetralkan wajahnya.


"Well, gw pikir dia cuma main sama sutradara doang, ternyata lebih liar" ucap leo menggeleng santai.


"Lo tau kelakuannya? kenapa lo masih pacarin juga tuh cewek?" geram rian tak habis pikir.


"Sebenarnya gw juga tau baru-baru ini, setelah gw mutusin dia" jawab leo seenaknya.


"Wait..wait, maksudnya lo yang mutusin safira gitu?" pekik desi kembali syok.


Leo tertawa mendengar suara teriakan desi "lo lucu juga ya" ujar leo terkekeh.


"Ehh...." desi salah tingkah, desi berdehem mengalihkan rasa gugupnya.


"Lanjut elah, diem dulu lo maemunah" gemas jordan melirik desi sebal.


Desi mendelik, sambil mengerucutkan bibirnya.


"Santai dong bambang!!!" sungut desi berapi-api.


Leo kembali tertawa, merasa lucu dengan sikap natural desi.


"Gw boleh minta nomer lo kan? siapa nama lo tadi? desi kan ya?" tanya leo, menatap lekat desi.


"Ehh, nomor gw bo-oleh kok" jawab desi gugup, sambil tersenyum malu.


Cika menoyor kepala desi geregetan "ganjen lo"


Desi melotot, lalu membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.


Akbar berdehem keras "jadi??" tanyanya, yang sedari tadi sudah menahan kepo, sekaligus jengah melihat leo malah pdkt sama desi.


"Jasmine itu udah gw anggap kayak adik gw sendiri, jadi gw gak mau kejadian yang udah sepupu gw alami, ke ulang lagi sama jasmine" celetuk jordan mencoba menjelaskan.

__ADS_1


"Nah iya! bener tuh" seru cika, dengan wajah cemas.


Leo melirik kearah ben, lalu mengangguk pelan. Dia juga tidak mau safira membuat ulah kepada jasmine.


"Jadi......... Dia jebak gw, dia masukin obat perangsang kedalam minuman gw, waktu gw anter dia pulang ke apartemennya. Dan lo semua pasti udah nebak apa yang terjadi selanjutnya kan?


Besoknya begitu gw bangun dan sadar, gw langsung putusin dia. Dia sempet nolak, nggak mau gw putusin, berkali-kali dia maksa gw untuk balik lagi sama dia, sampai akhirnya gw tau kelakuan aslinya dari beberapa artis lain yang gw temuin. Tadinya gw nggak langsung percaya gitu aja sama mereka, tapi begitu mereka kasih bukti video, ya gw langsung percaya. Pokoknya intinya gw dijebak sama dia" jelas leo panjang lebar.


Semua yang mendengar menggeleng tak percaya. Syok, bingung, cengo, jijik beragam ekspresi mewakili perasaan mereka.


"Lo gak bohong kan?" tanya cika memastikan, bisa aja kan leo sengaja jelekin nama safira di depan dia dan semua temannya.


"Nggak ada untungnya juga gw bohong, lagian gw gak mau kejadian yang sama menimpa temen lo" sahut leo santai.


"Bener-bener tuh perempuan binal" geram desi, matanya berkilat penuh amarah.


"Setidaknya kita udah tau kelakuannya, jadi bisa jaga jasmine sama al bareng-bareng" sahut jordan sedikit lega, ternyata ada bukti lain tentang kelakuan safira.


"Ck, tapi gw nggak yakin kalau al bakal percaya" kata dean, memainkan gelas dihadapannya.


Akbar mengangguk setuju "lo kan pada tau, gimana al ke safira, gw sih juga ragu"


"Ya, lo semua kan sahabatnya, coba dong bikin al mau percaya sama kalian. Pokoknya jangan sampai tuh cewek binal, sampai rusak hubungan jasmine sama al. Ihh, liat aja kalau sampai jasmine sakit hati dikit aja, gw umpetin sekalian biar al gak bisa temuin jasmine lagi" cerocos desi, antara kesal dan gemas.


"Iya lah, gw juga gak mau sampai sahabat gw sakit hati, apalagi gara-gara tuh ******" sahut cika mengangguk setuju.


"Gw udah ceritain semua yang gw tau, intinya lo semua harus kasih warning ke jasmine sama al, jangan sampai mereka ngalamin yang kayak sepupu lo itu alami" ucap leo, menatap jordan lekat.


"Gw bingung sih mau mulai dari mana dulu, kalau gw liat, si al udah nempel banget sama jasmine. Pokoknya kita gak boleh lengah lah, jangan kasih celah tuh cewek" balas jordan.


Mereka semua mengangguk setuju dengan ucapan jordan.


"Gw siap bantu, kalau kalian butuh bantuan gw" ujar leo mantap.


Sementara orang misterius itu, sedari tadi merekam secara diam-diam pengakuan jordan dan leo, dia tersenyum semakin lebar.


"Makin kaya gw" batinnya tertawa senang.


...--------...


"Lelaki itu" geramnya murka.


Ya, safira sudah mendapat pesan berisi beberapa foto dan video yang menampilkan leo dan jasmine. Amarahnya memuncak, saat dia melihat keduanya saling melempar senyum, sebab leo bukan tipe cowok yang gampang tersenyum kepada wanita lain. Belum lagi foto-foto yang menunjukkan, seberapa posesifnya alvaro kepada jasmine.


"Aarghhh sialan!! lo liat aja jass, gw bakal buat lo nyesel karena udah ngambil kebahagiaan yang harusnya jadi milik gw!!"


Safira berteriak marah dengan wajah merah padam dan nafas memburu, kilatan dendam dan emosinya terlihat jelas dikedua bola matanya.


"Kamu nggak akan pernah bisa lepas dari aku al! dan kamu leo, kamu itu cowok ter-brengsek yang pernah aku kenal!"


Safira memandang bergantian foto alvaro dan leo yang berada dalam galeri ponselnya.


Kemudian dia tersenyum miring, otaknya sudah memikirkan cara untuk menyingkirkan jasmine dari sisi alvaro.


"Liat apa yang bakal gw lakuin sama lo! ck, temen-temen lo pikir mereka bisa gitu pengaruhin otak alvaro semudah itu. Jangan harap, sebelum itu terjadi gw duluan yang akan pengaruhin otak al"


Safira tertawa kencang, dia meneguk wine langsung dari botol yang sejak tadi dia pegang.


...------- ...


Desi dan cika melanjutkan acara ghibah mereka di rumah cika.


"Gw gak nyangka loh cik, safira perempuan kayak gitu" ucap desi, masih tak percaya.


"Lah apa lagi gw, lo liat kan gimana anggunnya itu cewek, walaupun dia sombongnya udah sampai ke akar-akar sama kita. Dan dia juga bebas dari gosip miring di dunia model" sahut cika, tak habis pikir.


"Ehh gak taunya?? emang gitu kali ya rata-rata model yang pengen cepet tenar" celetuk desi, menggeleng masih tak percaya.


"Maybe...tapi kita harus ambil ancang-ancang nih, sebelum safira ngerusak hubungan alvaro sama jasmine" balas cika serius.


"Nah itu, gimana kita ngomongnya ke jasmine coba?" tanya desi tak kalah serius.

__ADS_1


Ponsel desi bergetar, ada pesan masuk yang membuatnya senyum seperti orang gila.


62817----


Hai, di save ya ini no gw -leo-


Desi


Okay siap


62817----


Lagi dimana? ganggu gak?


Desi


Nggak kok, lagi dirumahnya cika


62817----


oohh, sampai malem gini?


Desi


Iyaa.... Mau nginep disini


62817----


Okee.... See u des, have a nice dream ya.. kalau bisa mimpiin gw gitu, hahaha canda


Desi


Hehehe, siaaapp komandan!


Cika menatap aneh sahabatnya yang satu ini, kesambet dimana dia tadi? kenapa senyum-senyum sendiri.


"Des! Desi woii!" panggil cika dengan suara keras.


"Apaan sih lo, ngagetin gw aja" sungut desi jengkel.


"Ngagetin mata lo, gw udah manggil lo dari tadi pea. Kenapa sih lo? aneh banget tau nggak?" tanya cika heran, cika menatap lekat sahabatnya itu, takut kesambet jin perawan makanya jadi aneh.


"Barusan leo chat gw, ya amppuunnn cik. Lo bayangin coba LEO!!!" pekik desi girang, mengguncang badan cika dengan heboh, sampai cika sebal dibuatnya.


"Duh, biasa aja kali! gw sih semenjak denger cerita leo tadi jadi gimana gitu sama dia, emangnya lo nggak?" tanya cika penasaran.


"Yaelah, kan tadi dia udah jelasin, kalau dia dijebak sama tuh nenek lampir! lagian juga kan, dia langsung mutusin tuh cewek gatel, dan setelah gw denger cerita dari jordan tadi, gw sih percaya sama dia" terang desi panjang lebar.


Cika hanya manggut-manggut saja, malas menanggapi orang yang lagi jatuh cinta, tai aja bisa jadi rasa coklat kalau kata mereka.


"Cinta oh cintaaa" cika bernyanyi, yang sama sekali tidak dihiraukan oleh desi.


Sementara desi melanjutkan senyum gilanya, hatinya berbunga-bunga saat ini, jadi berasa pengen panen bunga saja.


Cika semakin menatap desi aneh, dia sampai merinding sendiri melihat kegilaan sahabatnya itu.


"Des, lo gak kesambet kan?" tanya cika polos, menatap ngeri senyum desi.


"Gila lo ya!!!" sahut desi kesal, menoyor pipi cika sebal.


"Dih, lo tuh yang gila dari tadi senyum sendiri" balas cika tidak terima.


"Ck, bacot bat lo! nggak bisa banget liat temen senang" sahut desi, berdecak sinis.


"Pulang sono lu, dasar sinting" cika menendang kaki desi kesal.


Desi tidak perduli, dia memeluk erat ponselnya sambil menatap langit-langit kamar cika, tak lupa senyum yang belum luntur.


"Woii nyet, kapan kita mau ngomong sama jasmine elah, ini tuh lebih penting!" ucap cika sedikit sewot.


Desi mengalihkan perhatiannya, menatap lekat cika "lo mending chat jasmine aja dulu deh, kita janjian dimana gitu yang enak buat ngobrol"

__ADS_1


Cika mengangguk, dengan cepat dia mengirimkan pesan kepada jasmine.


Sedangkan desi, sibuk dengan pikirannya, ingin menambahkan nama leo di kontak, tapi bingung mau pakai emoticon apa nggak.


__ADS_2