Jasmine

Jasmine
Hukuman Untuk Jasmine


__ADS_3

Happy Reading 💖💖💖


Mereka sempat berdebat soal masalah tadi saat berjalan menuju parkiran.


Jasmine sampai sebal sendiri dibuatnya, lelaki itu selalu saja tak pernah mau mengalah. Jasmine hanya minta agar alvaro tidak berbicara seperti tadi lagi kepada semua teman-teman mereka di sana, kan dia malu!


Tapi alvaro mikirnya bahwa jasmine tidak mau mengakui hal itu, dia sungguh takjub dengan isi kepala suaminya.


"Al, kamu kenapa diem aja sih dari tadi?" tanya jasmine geram sudah sangat jengkel.


"Hem" alvaro hanya menanggapinya dengan berdehem saja.


"Ck, ditanya juga cuma hamhem aja jawabannya, kamu mau kolaborasi sama nisa syaban?" seru jasmine berdecak kesal.


Alvaro masih diam tidak menanggapi ucapan istrinya, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju pulang ke rumah.


Jasmine semakin gondok sendiri dibuatnya, harusnya kan dia yang marah, kenapa jadi lelaki itu yang kelihatan lebih marah padanya. Seenak jidatnya saja suaminya itu, berbicara frontal didepan semua orang tadi, kan dia malu banget! mau ditaruh dimana nanti wajahnya saat bertemu lagi dengan desi dan cika. Pasti dia akan habis diledek oleh kedua sahabatnya, belum lagi dengan kelima sahabat suaminya ck, habis sudah!


Mobil berhenti di halaman rumah.


"Turun" perintah alvaro dingin tanpa menatap kearah jasmine.


Jasmine menatap sebal suaminya.


"Hem" balas jasmine jutek, membuka pintu mobil dengan kasar dan menutupnya dengan sedikit membantingnya.


Jasmine menghentakkan kedua kakinya sambil menggerutu sebal, bibirnya tak berhenti komat kamit sejak turun dari mobil tadi.


Bik imah yang tidak sengaja melihat majikannya begitu jadi penasaran.


"Kenapa atuh non mukanya cemberut gitu?" tanya bik imah bingung.


"Alvaro tuh bik nyebelin" adu jasmine dengan bibir mencebik.


Bik imah tersenyum lega, sebagai orang yang sudah merawat alvaro dari kecil, dia sangat paham sifat jahil yang dimiliki oleh tuannya. Dan sifat itu hanya ditunjukkan kepada orang-orang terdekatnya saja, terutama kepada orang yang disayanginya saja.


"Bik ihh, kenapa malah senyum-senyum gitu sih?" tanya jasmine makin cemberut.


"Den al, emang gitu non dari dulu, jahilnya minta ampun" bik imah membeberkan kelakuan alvaro.


Alvaro berjalan cuek melewati istrinya dan bik imah, yang membuat jasmine ternganga tak percaya dan semakin jengkel melihat kelakuan suaminya.


"Aku naik ya bik, mau mandi gerah banget" ucap jasmine memberitahu.


Bik imah tersenyum dan mengangguk "jangan diambil hati non, den al emang begitu" kata bik imah menasehati.


"Gak tau deh bik" jawab jasmine mendengus malas.


Jasmine berjalan malas kearah kamar mereka, masih membawa sejuta rasa kesalnya dengan kelakuan aneh suaminya. Dengan ogah-ogahan dia membuka pintu kamar perlahan.


Jasmine melengos begitu melihat alvaro yang baru saja keluar dari kamar mandi, walaupun penampilan lelaki itu membuatnya hampir saja ngeces.


Tapi jasmine lebih memilih memalingkan wajahnya dan berlalu begitu saja untuk segera mandi, otaknya mendadak panas melihat penampilan suaminya, jasmine butuh air dingin untuk menghilangkan bayangan mesum yang sempat melintas di otak cantiknya.


Jasmine mendesah lega saat merasakan dinginnya air mengucur dari shower, dia menggelengkan kepalanya saat mengingat tubuh kekar alvaro tadi, kenapa otaknya jadi ikut gresek juga seperti suaminya.


Sementara alvaro hanya terkekeh geli melihat kelakuan istri cantiknya itu, dia memperhatikan semua gerakan jasmine tanpa disadari wanita itu.


'Kamu harus dihukum cantik' batinnya berseru semangat.


Setelah tiga puluh menit, jasmine keluar dari kamar mandi dengan tubuh lebih segar. Tapi dia langsung mengelus dadanya kaget, karena begitu membuka pintu kamar mandi dia langsung saja dihadapkan dengan wajah alvaro.


"Astaga!! untung aja aku nggak punya penyakit jantung dan asma!" pekik jasmine, mengelus dadanya.


Alvaro hanya diam saja memandang penuh arti pada istrinya.


"Ngapain sih al, kamu mau jadi penunggu toilet berdiri disitu?" tanya jasmine kesal

__ADS_1


"Nungguin kamu lah, emang ngapain lagi" balas alvaro santai, sambil tersenyum mesum pada istrinya.


Jasmine menatap horor senyum suaminya, dia sangat paham arti senyuman yang suaminya berikan. Tubuhnya tiba-tiba merinding, dia bergidik melihat senyuman suaminya yang semakin lebar.


Setelahnya jasmine langsung melotot, karena alvaro tiba tiba menarik pinggangnya dan menciumnya tak sabaran. Matilah dia, mana cuma pakai handuk doang lagi.


Jasmine menggeram saat alvaro makin dalam menciumnya.


Jasmine berusaha mendorong dada suaminya, namun sayang tenaga suaminya lebih kuat dari pada dirinya.


Jasmine memekik, reflek mengalungkan kedua tangannya ke leher alvaro dan melingkarkan kakinya di pinggang suaminya, ketika lelaki itu mengangkatnya seperti koala.


"Kamu harus dihukum" ucap alvaro setelah melepas ciumannya.


"Ehh, aku salah apa?" tanya jasmine bingung masih terengah.


"Kamu senyum sama cowok lain, dan aku nggak suka itu" balas alvaro jutek, sambil merebahkan istrinya di kasur.


Jasmine tersenyum hangat saat mendengarnya


"Aku suka" gumam jasmine sambil membelai pipi dan rahang alvaro.


"Aku suka lihat kamu cemburu" ucapnya lagi masih dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.


Alvaro memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut tangan istrinya. Rasanya berbeda saat safira pernah melakukan hal yang sama, ini lebih nyaman, lembut dan tulus sama seperti sentuhan maminya.


"Hem" gumam alvaro membuka matanya, lalu melepas handuk yang jasmine kenakan dengan tidak sabaran.


"Ehh tunggu, aku malu al" ucap jasmine dengan wajah memerah sambil menutupi area sensitifnya.


"Hah, malu kenapa??" tanya alvaro bingung.


"Ck, terang gini al. Keliatan semua kan" jawab jasmine cemberut.


Alvaro tertawa kencang mendengarnya.


"Iihh, ahh al"


Dan rengekan lirih jasmine, menjadi awal kegiatan panas mereka, ditemani senja yang mulai tampak, mereka saling berlomba dan berusaha untuk meraih puncak kenikmatan bersama.


Kali ini jasmine yang berada di atas tubuh alvaro, dan itu membuatnya bergerak menjadi lebih liar. Rasanya berbeda, lebih terasa nikmat, dia sangat menyukainya, dan sepertinya hal itu juga berlaku untuk alvaro.


Alvaro sampai merem melek sangking keenakan, dan jangan lupakan suara geraman beratnya yang meluncur begitu saja dari bibirnya dengan kencang, dia tidak mampu mengontrol rasa nikmatnya.


Mereka sama-sama terengah, masih memejamkan kedua mata, sambil menetralkan nafas mereka yang memburu hebat.


Jasmine menjatuhkan kepalanya di atas bahu kekar alvaro, yang dibalas alvaro dengan dekapan erat dan usapan lembut di rambut panjangnya.


"Thanks dear, i love you" lirih alvaro tulus.


Jasmine tersenyum mendengarnya, kata-kata itu setelah sekian lama, akhirnya dia mendengarnya meluncur dari bibir alvaro dengan nada tulus untuknya.


"I love you too, al" balas jasmine tersenyum, mengecup singkat rahang tegas suaminya.


Alvaro semakin mempererat pelukannya pada jasmine, yang jasmine balas juga tak kalah erat.


Mereka beristirahat sejenak, mengisi ulang tenaga yang sempat habis terkuras.


Jasmine memejamkan kedua matanya, menikmati saat-saat seperti ini dengan suaminya.


Jasmine menyukai semua perlakuan suaminya yang sekarang, semoga ini bukan hanya sesaat, semoga alvaro bersikap seperi ini seterusnya bahkan selamanya padanya.


Jasmine tidak mau kehilangan apapun dari sosok alvaro. Sosok suaminya saat ini yang selalu membuatnya dihargai, diterima dan dicintai dengan tulus.


Saat jasmine membuka matanya, keadaan diluar sudah gelap sudah pukul delapan malam, alvaro masih tidur disampingnya.


Perutnya sudah berbunyi, jasmine sudah sangat lapar. Perlahan dia memindahkan tangan besar alvaro yang memeluk pinggangnya erat.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri, jasmine mengambil ponselnya dan turun menuju ruang makan. Keningnya berkerut membaca pesan dari cika yang mengajak bertemu kembali, padahal mereka baru saja bertemu siang tadi dan yang bikin dia tambah bingung ada sesuatu yang penting yang akan cika dan desi bicarakan dengannya.


Jasmine membalas pesan cika, harus izin dulu dengan suaminya jika ingin keluar bertemu mereka besok.


"Udah mau makan non? tumben banget jam segini baru turun?" tanya bik imah, menyiapkan semua makanan di atas meja.


"Iya bik aku ketiduran tadi habis mandi" jawab jasmine tersenyum kaku.


Nggak mungkin kan jasmine bilang habis bercinta dengan alvaro.


"Udah bibi siapin non makanannya, den al nggak sekalian diajak makan non?" tanya bik imah lagi.


"Aku bawa ke kamar aja deh bik, al masih tidur" kilah jasmine menutupi keadaan alvaro, walaupun tak sepenuhnya bohong, memang benar kan alvaro masih tidur saat dia tinggalkan.


"Ohh yaudah bibi ambilkan nampan dulu" sahut bik imah, mengambil nampan yang tersimpan di rak piring.


"Makasih ya bik" ucap jasmine begitu bik imah kembali membawa nampan.


"Ah si non, kayak sama siapa aja" kekeh bik imah.


Jasmine ikut terkekeh, bik imah membantunya menyiapkan makanan dan buah di nampan.


"Sini atuh bibi yang bawain, berat itu non" cegah bik imah sewaktu jasmine mengangkat nampan yang terisi penuh.


"Ehh nggak usah bik, aku aja" tolak jasmine halus. Bisa runyam kalau bik imah sampai liat alvaro "Sekali lagi makasih ya bik" lanjutnya lagi dengan senyuman kecil.


"Sama-sama non" balas bik imah ikut tersenyum.


Jasmine segera membawa nampan yang berisi makanan, menaiki tangga hati-hati.


Sebelah tangannya membuka pintu kamar dengan pelan, ternyata alvaro masih asik memejamkan mata.


Jasmine mengusap lembut rambut tebal alvaro, wajah damai suaminya mampu membuatnya menyunggingkan senyum manis.


"Al, bangun dulu" kata jasmine lembut, jari-jarinya tak berhenti bermain di rambut suaminya.


Alvaro menggeliat, matanya terbuka perlahan, dia mengelus pipi istrinya.


"Jam berapa sekarang?" tanya alvaro dengan suara seraknya.


"Hem, udah hampir jam sembilan, makan dulu yuk, aku udah bawain buat kamu, ayo bangun dulu" sahut jasmine memberitahu.


Alvaro mengerutkan keningnya "udah malem banget, kok baru bangunin aku" dia perlahan bangkit duduk bersandar pada ranjang.


"Aku juga baru kebangun tadi jam delapan al, udah sekarang kamu cuci muka dulu sana" titahnya, memukul lengan suaminya pelan.


Alvaro menurut, dia memakai kembali boxer dan kaosnya, jasmine merapikan ranjang mereka selagi menunggu alvaro mencuci wajahnya.


"Al, cika sama desi ngajak ketemuan lagi" kata jasmine sambil mengunyah makanan.


Alvaro mengalihkan tatapannya dari layar ponsel, dia mengangkat sebelah alisnya.


"Bukannya tadi udah ketemu?" tanyanya heran.


"Nggak tau, katanya ada yang mau diomongin, tadi cika chat aku" balas jasmine jujur.


"Kapan mau ketemuan?"


"Besok sih katanya, cuma aku bilang izin kamu dulu"


Jasmine melirik wajah alvaro yang sudah masam.


"Emang mau ngomongin apa sih? penting banget sampai harus besok?"


"Nggak tau al, gimana kamu izinin apa gak?" Jasmine kembali melirik suaminya, tidak yakin akan jawaban yang akan diberikan suaminya.


"Nggak!" jawab alvaro tanpa berpikir lagi, udah dikasih ketemu sekali mau minta nambah lagi, mana mungkin alvaro bakal izinin, mengingat istrinya yang suka kalap waktu kalau bertemu dengan kedua sahabatnya pasti akan lama.

__ADS_1


Jasmine hanya mampu menghela nafas dan mengangguk saja, sudah dia duga, alvaro tidak mungkin akan mengijinkannya pergi lagi.


__ADS_2