
Happy Reading 💖💖💖
Safira dan leo sedang menatap sengit satu sama lain, mereka berada disebuah taman yang tak jauh dari lokasi pemotretan leo.
Safira terus saja merengek, meminta bertemu dengan leo tapi lelaki itu dengan tegas juga menolaknya. Sampai puncaknya hari ini, safira datang langsung ke lokasi pemotretan lelaki itu. Dan itu membuat leo sangat murka kepadanya.
Mereka sekarang sedang berdebat masalah kelanjutan hubungan mereka berdua.
Safira yang tidak terima karena diacuhkan dan digantung oleh leo, sebaliknya leo merasa terganggu dengan kehadiran safira.
"Leo" seru safira marah, safira menarik kasar lengan leo agar mau menatapnya.
"Apalagi sih?" Jawab leo jengah, dengan wajah yang benar-benar terganggu, dia melepaskan paksa tangan safira dengan sedikit kasar.
"Kamu mau sampai kapan sih menghindari aku kayak gini leo?!" tanya safira geram dengan sikap seenaknya leo.
Leo tersenyum sinis, menatap bengis kearah safira.
"Bukannya kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi? jadi gw minta stop hubungi gw dan jangan pernah cari gw lagi" jawab leo, kelewat santuy.
"Jangan mimpi!!! kamu pikir aku setuju dengan keputusan sepihak dari kamu, le?" geram safira marah, dia maju selangkah sehingga mereka berhadapan.
"Gw nggak perduli itu! denger baik-baik ya fir, gw gak sudi berhubungan dengan perempuan murahan kayak lo" seru leo menunjuk bahu safira.
Plak
Safira menampar leo kencang, hingga wajah lelaki itu terlempar kesamping, dan meninggalkan bekas merah di pipinya.
Leo memegang pipinya yang terasa perih lalu menatap tajam safira.
"Cuma karena making love! oh ayolah le, jangan berlagak kayak anak pesantren kamu" ejek safira enteng.
"Safira gw memang bukan lelaki baik-baik, gw sadar kalau gw ini brengsek. Tapi gw akan mencari wanita baik-baik untuk mendampingi gw kedepannya, dan jelas itu bukan elo!!" hardik leo, menatap remeh safira.
Safira terpaku, apakah dia serendah itu dimata leo.
"Setelah satu tahun ini le, kamu mau ninggalin aku gitu aja? kamu mau ngelupain semua kenangan kita?" tanya safira dengan mata berkaca-kaca, dia kembali meraih tangan leo.
Leo menepis kasar tangan safira, dia menatap lekat wanita yang ada dihadapannya saat ini.
"Justru karena itu gw bersyukur sekarang fir, lo tau? tadinya gw sudah niat untuk serius sama lo, menata masa depan berdua sama lo, bahkan gw udah rencana buat ngelamar lo fir. Dan lo tau, fir? bahkan orangtua gw sudah setuju dengan hubungan kita. Tapi setelah kejadian kemarin gw sadar, bukan, bukan lo wanita yang diutus Allah buat mendampingi gw. Lo bukan wanita yang akan mendampingi gw sekarang ataupun nanti"
"Kamu jahat le, apa serendah itu aku dimata kamu? please leo aku janji nggak akan ngelakuin hal itu lagi, asal kamu nggak ninggalin aku. Aku sayang banget sama kamu leo" balas safira dengan air mata yang mulai turun membasahi pipinya.
"Maaf fir, sebaiknya kita nggak perlu berhubungan lagi. Anggap aja lo gak pernah kenal sama gw, begitupun sebaliknya" sahut leo datar tanpa perduli perasaan safira, lalu bergegas pergi dari sana meninggalkan safira yang sedang meraung tidak terima.
"Leo tunggu!!!" Jerit safira frustasi, dia tidak perduli lagi dengan pengunjung taman yang menatap aneh padanya.
Dia menghentakkan kakinya dan terus memanggil nama leo, namun lelaki itu tetap tidak perduli. Leo terus berjalan tanpa menghiraukan safira yang terus memanggil namanya.
Safira berfikir keras, dia terduduk lemas di kursi taman itu sambil meratapi nasib hubungannya dengan leo.
"Gw harus gimana sekarang, sialan tuh cowok dikasih enak malah sok gak mau" gumam safira frustasi.
...--------...
Setelah kejadian jasmine menyerahkan diri seutuhnya kepada alvaro, suaminya semakin lengket padanya. Susah lepas darinya, dimana pun jasmine berada di sana juga alvaro berada.
"Makin hari pengunjung makin banyak jass, kita tinggal cari konsep baru nih biar tambah rame lagi" ucap dira menatap jasmine lekat.
"Hem iya, gw sih setuju aja, cuma sekarang konsepnya apa?" tanya jasmine tak mengerti.
"Tenang aja bu bos, entar gw yang cari, lu tinggal liat hasil aja" jawab dira sombong.
Dira melipat tangannya di dada menaik turunkan alisnya.
"Sip lah, pokoknya gw serahin sama lu, dir" seru jasmine tersenyum geli.
"Siap laksanakan!!" sahut dira begitu bersemangat.
Jasmine tertawa dibuatnya "oke lah, gw jalan dulu masih ada janji lain lagi"
"Ciee janji sama laki lu ya, ck tau deh yang masih bau-bau pengantin baru" goda dira nyeleneh.
__ADS_1
"Hahaha, sinting lu, gw ada janji sama desi dan cika, masih ingat kan?"
"Ohh, inget lah, kalian kan kalo jalan bertiga mulu disekolah kayak lempengan magnet gak bisa misah"
"Ada-ada aja lu, yaudah gw jalan ya dir, Bye!" Jasmine melambaikan tangannya.
"Hati-hati bu, di gondol brondong" kata dira terbahak.
"Sedeng!"
Jasmine sedang hangout bersama kedua sahabatnya, menghabiskan waktu bersama. Setelah bertemu dengan dira, teman SMP sekaligus karyawan di cafe miliknya.
Mumpung alvaro ada jam kuliah, jadi dia bisa istirahat sejenak dari kelakuan bayi besarnya, yang semakin hari semakin mesum kepadanya.
"Woii jass, gimana perkembangan lo sama alvaro? kayaknya makin happy aja itu muka" tanya desi kepo.
"Iya, jadi lebih bersinar gitu muka lo" timpal cika membenarkan.
"Yeee pea, lo kira muka jasmine lampu neon hah!!" seru desi mendelik.
"Ya ampun, kalian berdua tuh nggak bisa akur kalau ketemu ya?" tanya jasmine heran, terkekeh kecil.
"Ck, lo liat aja tuh jass, mukanya aja gak pernah santai gitu. Bawaannya pengen gw bully mulu" seru desi jutek.
"Heh! muka gw udah cantik gini tau dari zigot, manis, lucu, ngangenin, ngegemesin" sahut cika dengan percaya dirinya.
"Cantik pala lo! ngaca mbaknya!" sungut desi dongkol.
"Dih sirik aja lu!" balas cika menjulurkan lidahnya.
"Eyuhh ngapain juga gw harus sirik sama muka lu yang ngepas gitu, cakepan gw kemana-mana kalee" sahut desi bergidik jijik.
Cika menoyor kepala desi "kepedean amat lu"
"Stop heh kok jadi pada ribut gini sih?" lerai jasmine geleng-geleng kepala.
Jasmine menatap desi dan cika bergantian.
"Dia duluan tuh yang mulai" seru cika ngegas, menunjuk wajah desi kesal.
Jasmine menggeleng tak percaya "duh udah deh, pala gw sakit liat lu berdua"
Desi dan cika menatap sengit satu sama lain kemudian saling membuang muka.
Jasmine menghela nafas melihat kelakuan kedua sahabatnya.
Memang ada saja kelakuan kedua temannya, mereka mampu membuat jasmine nyaman dengan kelakuan super absurd mereka.
Drt drt drt
Ponsel jasmine bergetar tanda ada pesan masuk.
Jasmine memutar bola matanya malas, melihat chat yang baru saja dia terima dan dia baca saat ini.
Alvaro ♥️
Kamu dimana? Share lock aku kesana sekarang.
Jasmine mendengus jengah, baru sebentar rasanya dia berkumpul dengan teman-temannya, bayi besarnya sudah mencarinya lagi.
Jasmine ♥️
Aku ada di mall, aku share lock sekarang.
Setelah membalas pesan dari alvaro, kini fokusnya beralih pada cika dan desi yang sejak tadi heboh liat cowok ganteng kata mereka.
"Astaga ganteng bener des" cika berseru heboh, menggoyangkan lengan desi dengan tidak santai.
Desi mengangguk setuju "banget cik, ya Allah sisain satu aja cowok kayak dia buat hamba"
"Dasar betina" ucap jasmine malas melihat kelakuan kedua temannya.
"Ihhhh jass, ini tuh bukan cowok sembarangan. Namanya leo pradipta artis yang lagi naik daun itu" seru cika antusias.
__ADS_1
"Iya jass, coba lo perhatiin baik-baik deh, gw bisa hamil online kalau kayak gini" balas desi semangat.
"Gini nih kalo kelamaan jomblo" celetuk jasmine enteng.
"Sombong!!!!"
Desi dan cika berseru kompak didepan wajah jasmine.
"Ck, gantengan juga gw kemana-mana kale'' celetuk jordan, yang entah kapan kelima teman alvaro sudah ada dibelakang kami.
Jasmine memutar bola matanya malas, sementara desi dan cika mendelik sinis pada kelima lelaki itu.
"Ck, ngaca dong mana ada cowok ganteng yang jomblo abadi" cibir cika jutek.
"Ngapain lo pada disini hah?" tanya desi sinis.
"Yailah, lo kira ini mall nenek moyang lo" balas rian judes.
Jasmine menghela nafas ketika kedua sahabatnya sudah adu debat dengan teman alvaro, sungguh sangat tak berfaedah pikirnya.
Fokus jasmine teralihkan, ketika dress yang dia kenakan terasa dingin dan basah.
"Sorry ya, aku nggak sengaja" ucap seseorang dengan wajah tidak enak.
"Ehh, nggak papa kok" balas jasmine sambil tersenyum manis.
"Bersihin dulu bajunya, atau mau ganti yang baru aja?" tanya seseorang itu lagi.
"Nggak usah, ini nggak basah-basah amat kok" balas jasmine tersenyum tulus.
Jasmine mengambil tisu dari dalam tasnya dan mulai membersihkan dress-nya.
Leo, ya seseorang yang menumpahkan minuman ke dress yang jasmine pakai itu leo.
Leo tertegun sesaat melihat senyum cantik wanita dihadapannya. Cantik, sungguh sangat cantik dan sederhana. Senyuman itu mampu mengalihkan dunia leo.
"Beneran nggak papa??" tanya leo, masih tetap ngotot.
"Hem" gumam jasmine, mengangguk lalu tersenyum kembali.
Jangan ditanya gimana muka desi dan cika. Antara cengo, bingung, senang jadi satu.
Sementara para cowok disitu hanya menatap malas kearah leo.
"Biasa aja liatin nya, nggak usah segitunya" celetuk jordan geram, dia tau arti tatapan leo ke jasmine.
Tatapan seorang pria yang menyukai lawan jenisnya, tatapan penuh kekaguman yang terlihat jelas dimata leo.
Leo menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil berucap "sekali lagi sorry ya" balasnya salah tingkah.
"Mine....!!!" panggil alvaro tiba-tiba, dia langsung menutup erat mata jasmine dengan telapak tangannya yang besar.
"Gak usah liat lama-lama" sambung alvaro ketus, melirik sinis leo.
"Apa sih al, lepasin dulu ihh aku lagi bersihin dress aku ini" keluh jasmine memberontak.
Jasmine memberontak mencoba melepaskan tangan besar alvaro yang menutupi matanya.
Alvaro membalik tubuh jasmine menghadapnya, mata tajamnya menyusuri tubuh istrinya dari atas sampai bawah.
"Kamu nggak pa-pa?" alvaro bertanya dengan raut wajah cemas.
"Nggak, cuma ketumpahan air sedikit doang" jawab jasmine malas, dia melirik kearah semua temannya yang sedang memperhatikannya.
Alvaro mengalihkan tatapannya kepada leo "nggak punya mata lo? nggak bisa hati-hati hah?" tanya alvaro sinis.
Leo melirik jasmine sekilas "sorry ya, gw beneran nggak sengaja" ucap leo tidak enak.
"Al, udah ih malu tau nggak!" jasmine merenggut, menarik ujung kaos yang dipakai alvaro.
"Malu apaan!" sahut alvaro tak terima.
"Alvaro!!" jerit jasmine geram.
__ADS_1
Semua teman-temannya menganga tak percaya dengan tingkah alvaro.
Tingkah ajaib dan langka kalau menurut mereka, seumur-umur menjadi teman alvaro mereka tidak pernah melihat alvaro seperti ini, bahkan dengan safira sekalipun.