Jasmine

Jasmine
Rencana Jasmine


__ADS_3

...Salahkah aku jika aku mencoba menyelamatkan hatiku...


...Clarissa Jasmine...


Happy Reading ♥️♥️♥️


Sudah terhitung hampir 3 bulan pernikahanku dengan alvaro, tidak ada yang berubah. Al masih dengan sifat acuhnya seakan tidak pernah menganggap aku ada. Pagi ini safira datang yang sukses membuatku terkejut bukan main.


"Pagi jass" dengan senyuman cantik yang mengembang "gw numpang sarapan disini ya, al tadi hubungin gw supaya sarapan bareng disini aja soalnya dia bangun telat jadi gak bisa ke apartemen gw" ujarnya cuek.


Belum sempat ku jawab suara alvaro mengalihkan perhatianku. "Pagi fir" ujarnya sambil tersenyum.


"Kenapa bangun telat sih al" balasnya dengan wajah cemberut.


Alvaro berjalan kearah safira mengecup pucuk kepalanya dan mengusapnya dengan sayang. "Sorry aku kerjain tugas kampus semalem karena harus aku email pagi ini ke dosenku, jangan marah dong" ucapnya sambil terkekeh.


Aku hanya mampu tersenyum kecut. Apalagi ini ya Tuhan, mereka berbicara tanpa menghiraukan keberadaan ku. Sesakit ini ya kenyataannya.


Safira menghela nafas "yaudah sekarang sarapan dulu, abis itu kita langsung jalan" ucap safira pasrah.


"Siap princess" balas alvaro sambil tersenyum manis.


"Aku duluan" ucapku jengah, lalu berjalan cepat tanpa di jawab atau dihiraukan oleh alvaro dan safira.


Aku harus cepat melaksanakan rencana ku, pagi ini tujuanku berkunjung ke makan kedua orang tuaku. Aku harus minta izin kepada mereka terlebih dahulu, walaupun tidak akan pernah mendapatkan balasan setidaknya aku sudah mengatakannya. Angin berhembus menerpa tubuh dan rambut panjangku,  luruh semua pertahananku kala melihat dua buah nisan didepanku. Aku menangis terisak mengeluarkan seluruh isi hatiku.


"Assalamualaikum ma, pa" ucapku parau. "Apa kabar kalian disana ? "Jass rindu sekali" ujarku sesengukan "ma, pa maafin aku, aku harus melakukan ini. Ini terlalu berat untukku ma, pa. Aku pikir dia mencintai aku dengan tulus tenyata aku salah besar. Dia hanya kasihan dengan nasibku, tolong izinin aku melakukan ini ma, pa" kataku dengan air mata yang sudah berderai di pipiku. Setelah memanjatkan doa, aku pergi untuk melaksanakan rencanaku.


Aku sudah memotret rumahku sebelumnya, dan membuat iklan untuk menjualnya melalui situs online. Setelah melakukan nego dengan beberapa pembeli, akhirnya aku menemukan pembeli yang pas untuk menjual rumah ini.


Hari ini sesuai dengan kesepakatan bersama, mereka akan bertemu di rumah jasmine.


Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan di rumah ini, "aku pasti akan sangat merindukan suasana ini, terlalu banyak kenangan indah bersama kedua orang tuaku" gumamku dalam hati sambil tersenyum sendu.


Suara ketukan pintu membuat aku tersadar


"Dengan bapak indra?" sapaku sambil tersenyum sopan.


"Ya benar, kamu yang bernama jasmine?" tanya pak indra.


"Betul pak" ucapku ramah.

__ADS_1


"Kenalkan ini mira istri saya" kata pak indra sambil merangkul mesra istrinya.


Aku tersenyum ramah "silahkan masuk pak, bu mari dilihat dulu rumahnya" ujarku sopan.


Aku sudah berniat dan bertekad untuk menjual rumah peninggalan orang tuaku untuk memulai rencana yang sudah aku susun sebelumnya.


"Sesuai kesepakatan ya nak jasmine, istri saya juga sepertinya menyukai rumah ini" ucap pak indra tersenyum ramah.


"Baik pak, kalau begitu beri saya waktu satu minggu untuk membereskan barang-barang saya" pintaku kepada pasangan suami istri itu.


Pak indra dan bu mira mengangguk setuju "baiklah kalau begitu, saya akan melakukan setengah dari pembayaran rumah ini sisanya saya lunas kan setelah kamu menyerahkan kunci" ujar pak indra dengan tegas.


"Baik pak" balasku tak kalah tegas.


"Kalau begitu kami pamit dulu" ujar bu mira dengan senyuman hangatnya.


"Silahkan pak, bu hati-hati dan terimakasih" ujarku balas tersenyum.


--------


"Ini sebulannya 2 juta belum termasuk biaya listrik dan maintenance" ucap seorang pria bernama rudi.


"Baik kalau begitu anda bisa menyelesaikan pembayarannya segera" ujar pak rudi setelah itu pergi.


Setelah menimbang dengan baik, aku memutuskan untuk menyewa apartemen saja. Lebih baik dan lebih aman menurutku, toh aku akan jarang berkunjung kesini. Ini hanya tempat persinggahan sementara dan yang terpenting ada tempat untuk menaruh barang-barang milik orang tuaku.


-------


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku baru saja tiba dirumah alvaro. Aku akan segera mandi dan istirahat badanku sudah sangat lengket dan lelah setelah seharian ini memindahkan sebagian barang ku dan barang kedua orang tuaku ke apartemen yang baru saja aku sewa.


"Dari mana aja jam segini baru pulang ?" Tanya alvaro heran pasalnya jasmine pergi seharian tanpa memberitahunya.


Aku menolehkan kepalaku kearah alvaro, aku cukup terkejut menemukan sosok itu didalam kamar kami, karena biasanya alvaro akan pulang tengah malam saat aku sudah terlelap.


"Ada urusan" jawabku datar aku masih kesal dengan kejadian pagi tadi.


Alvaro mengerutkan dahi heran karena biasanya istrinya tidak pernah pergi seharian apalagi tanpa memberitahunya " urusan apa ?" Tanya alvaro penasaran.


"Ada urusan penting" jawabku cuek sambil berlalu ke kamar mandi.


Rahang alvaro mengeras dia tak suka jasmine cuek begitu padanya, ada rasa tak nyaman dihatinya seperti ada yang hilang saat jasmine cuek kepadanya.

__ADS_1


Belum lagi tadi saat safira dengan enteng mengenalkan pacarnya, sudah hampir satu tahun mereka berpacaran dan alvaro baru saja mengetahui fakta itu. Kesal dan marah saat dia mengetahui fakta itu, lalu selama ini dia hanya dianggap sebagai ban serep saja ketika kekasih safira sibuk ? Cih menyebalkan.


Aku keluar dari kamar mandi dengan santai menggunakan bathrobes kearah walk in closet yang ada didalam kamar alvaro. lalu memakai pakaian santai ku, pakaian favoritku yaitu celana pendek dan tanktop.


Alvaro memandangku dari atas kebawah dengan tatapan yang sulit aku artikan.


Aku hanya mengangkat kedua bahuku acuh menuju meja rias untuk menyisir rambutku.


Alvaro memperhatikanku dalan diam, sebenarnya dia kepo. Tapi dia sadar pasti aku kesal setengah mati dengan kejadian tadi pagi. Jadi alvaro lebih memilih jalur aman saja lebih baik diam.


Setelah menyisir rambutku, aku segera merebahkan diriku diatas ranjang. Sebelumnya aku bertanya kepada alvaro karena sejak tadi dia hanya diam melihatku.


"Kenapa ? Ada yang mau diomongin ?" Tanyaku penasaran.


"Nggak" sahut alvaro lalu ikut merebahkan dirinya.


Jika sebelumnya kami tidur saling memunggungi, tidak dengan malam ini.


Malam ini hanya aku yang memunggunginya, tapi alvaro terus menghadap kearahku membuatku jadi salah tingkah saja.


Tunggu buat apa aku harus salah tingkah, mungkin saja dia pegal karena harus tidur menghadap kanan terus kan. Sudahlah aku malas mencari tau. Mataku sudah berat ingin segera beristirahat.


Sebelum aku benar-benar terlelap aku samar mendengar dia berucap.


"Good night mine, sweet dream" kata alvaro lembut.


Aku pasti berkhayal ! Mana mungkin seorang alvaro mengucapkan kata manis itu kepadaku kan. Akhirnya aku tertidur pulas, setelah lelah menjalani hariku yang cukup berat.


...Clarissa Jasmine...


...Safira Mahendara...


...Alvaro Aldebaran...


Masih penasaran kan..


Ditunggu next part ya...


Vote and Comment 😁😁😁


^^^Salam sayang 😘😘😘^^^

__ADS_1


__ADS_2