
...Tetaplah pada jalurmu...
...Maka aku akan tetap pada jalurku...
...Clarissa Jasmine...
Happy Reading ♥️♥️♥️
Sejak malam itu alvaro semakin terlihat aneh untukku. Dia selalu bertanya kegiatanku seharian saat aku tiba dirumah atau saat aku ingin tidur.
Seperti yang terjadi malam ini, setelah pergi seharian aku kembali saat malam sudah tiba.
Aku bergegas mandi untuk membersihkan tubuhku, alvaro sendiri sudah ada dirumah sejak sore tadi. Tumben sekali lelaki itu.
Sekarang dia jadi sering berada dirumah, kalau dia free tidak ada kelas kuliah dia akan tidur seharian atau menyelesaikan tugas kampusnya. Paling mentok nongkrong bersama dengan kelima sahabatnya itu.
Setelah menyelesaikan ritual mandi ku, aku langsung merebahkan diri memunggungi alvaro. Sementara alvaro masih memperhatikanku membuatku risih saja.
"Mine kamu udah mau tidur ?" Tanya alvaro.
"Hem" jawabku dengan deheman saja.
Alvaro menarik tanganku sedikit keras sehingga aku berbalik menghadapnya. Aku mendudukkan diriku menyenderkan punggungku di kepala ranjang.
"Kamu kenapa cuekin aku kayak gitu sih" geram alvaro menatapku tak suka.
Aku menaikkan satu alisku heran, apa-apaan lelaki ini biasanya juga dia yang cuek dan gak pernah menganggap ku ada.
"Maksudnya?" Tanyaku malas. Tubuhku sudah sangat lelah, malas sekali menanggapi tingkah alvaro yang semakin hari semakin aneh saja.
"Kamu seharian pergi gak ngabarin aku kemana" ketus alvaro menatap dalam mataku.
Aku memutar bola mataku malas. Semakin merasa heran saja melihat tingkahnya.
"Bukannya kita udah sepakat untuk gak ikut campur urusan pribadi masing-masing" acuh ku menanggapinya.
Alvaro menatapku tajam saat aku menjawab seperti itu, dia tak suka ! Benar-benar tak suka aku berbicara seperti itu,
"Maksud kamu apa mine ? Aku tetap SUAMI kamu dan berhak tau apa aja yang kamu lakuin diluar sana" ucap alvaro sambil menekan kata SUAMI.
Jujur saja aku semakin bingung dibuatnya. Satu sisi dia seperti mengakui aku ini istrinya walaupun faktanya memang begitu. Tapikan dia sendiri yang memintaku seperti ini.
__ADS_1
"Al, aku juga kan kayak gini karena mau kamu, emang bener status aku itu istri sah kamu tapi hanya diatas kertas aja" ucapku berani menatap dalam mata alvaro.
Alvaro menggeram marah, matanya berkilat emosi mendengar jawabanku.
"Mine !!!" Tukas alvaro meninggikan suaranya. Dia. Memijit pelipisnya yang tiba-tiba pening.
Ada apa dengan dua perempuan ini bisa-bisanya buat kepalanya mau pecah disaat bersamaan.
"Setidaknya kamu bilang kemana kamu pergi, bukannya kamu juga yang minta biar jawaban kita kompak" ujarnya tak habis pikir.
"Tadi pagi aku ke makam orang tua aku, terus ada urusan sama temen aku, udah kan" jawabku mulai lelah.
"Urusan apa sampai selama itu?" Penasaran alvaro.
"Kenapa jadi kepo gini sih ? Biasanya juga kamu gak perduli, lagian juga aku ga pernah nanya detail kamu kalau keluar rumah. Aku capek mau tidur" ketusku sambil merebahkan diriku dan menutup mataku lelah tanpa perduli lagi dengan alvaro.
Alvaro mendengus tak suka sambil menggerutu tak jelas, bibirnya mencebik kesal.
Dengan perasaan dongkol dia ikut merebahkan dirinya juga, bisa gila dia lama-lama.
Sementara aku tak habis pikir dalam hatiku. Sungguh makin hari kelakuan suamiku itu semakin aneh dan kepo kepadaku. Bodo achh !!!
---------
"Hmm... Sorry ya guys gw sibuk banget akhir-akhir ini" ucapku tak enak.
Desi dan cika menatapku jahil.
"Yang udah nikah mah beda iya gak des, sibuk dia berduaan mulu sama alvaro" ujar cika menaik turunkan alisnya menggoda.
Aku hanya tersenyum kecut. 'boro-boro berduan cik, ngobrol berdua aja jarang gw' batinku berteriak sedih.
"Apaan deh lo gak gitu juga ya" delik ku tajam.
"BTW udah ada tanda-tanda belom jass ?" Penasaran desi.
"Tanda apaan ?" Tanyaku heran.
Cika mendengus keras. "Tanda-tanda hamidun lah jass" gemas cika.
Aku tersedak ludahku sendiri mendengar ucapan cika.
__ADS_1
"Berisik lo berdua, tinggal tunggu aja" ucapku ambingu, malas sekali rasanya memperpanjang pembahasan sakral ini.
Seharian aku menghabiskan waktu dengan kedua temanku. Shopping, nongkrong di cafe, nyalon, nonton, sampai ghibah bareng.
Aku sengaja men-silent hpku, jam sudah menunjukkan pukul 8:45 malam. Tak terasa memang jika aku sudah kumpul bareng mereka berdua.
"Lo yakin gak mau bareng kita jass?" Tanya cika sekali lagi yang diangguki desi. Pasalnya jasmine ingin pulang sendiri.
"Gw udah pesen ojek, kasihan abangnya kalau gw cancel" balasku dengan wajah tak enak.
"Yaudin kita duluan yak jass" seru desi sambil memeluk sahabatnya itu.
"Hati-hati jass, kalau ada apa-apa jangan lupa hubungin kita" lanjut cika mengingatkan.
Aku hanya tersenyum dan mengangguk antusias.
"Pasti" ujarku ceria.
________
Aku membuka handphoneku, detik selanjutnya mataku membulat kaget melihat banyaknya pesan serta telepon dari alvaro, ada apa dengan lelaki itu akhir-akhir ini alvaro sering mengirimiku pesan atau telepon sekedar menanyakan keberadaan ku atau bertanya kapan dan jam berapa aku pulang.
Aku harus bergegas sampai rumah kalau tidak mau mendengar ocehan alvaro entahlah aku juga bingung, habis terbentur dimana kepala suamiku itu karena sekarang lebih banyak mengatur dan cerewet kepadaku.
Sementara aku menjadi lebih cuek kepadanya, selalu menatapnya datar.
Tidak ada lagi binar cinta yang biasa terpancar dari kedua mata cantikku.
Alvaro sudah terlalu jauh pikirku dan aku tidak mau lagi menambah rasa sakit dihati ku.
Aku harus tetap terus membiasakan diri tanpa kehadirannya, setidaknya hingga beberapa bulan kedepan sesuai dengan perjanjian yang dia buat.
Walaupun tidak secara tertulis di atas kertas, namun ucapannya terekam dengan jelas di otakku dan membekas dihati ku.
Sulit, sangat sulit memang. Melihat sesuatu yang jelas nyata tapi tidak bisa aku raih. Menganggap sesuatu yang ada menjadi tak ada.
...Alvaro Aldebaran...
...Clarissa Jasmine...
Masih setia kan..
__ADS_1
Vote and Comment Please...
^^^Salam Sayang 😘😘😘^^^