
...Aku berdoa ini bukan mimpi...
...Aku berharap ini adalah pasti...
...Clarissa Jasmine...
Happy Reading 😘😘😘
"Lah kok malah diem lagi, jadi ngomong gak sih?" tanya alvaro sekali lagi.
"Ya, tapi gak usah cium-cium juga kali!!" jawab jasmine judes.
Sumpah demi apapun jasmine mau lari saja, itu first kiss jasmine, ya Allah main sosor aja.
Alvaro tertawa lalu menatap kedua bola mata istrinya lekat, lelaki itu mengusap lembut bibir istrinya.
"Aku mau mulai semuanya dari awal sama kamu, aku mau coba untuk menerima dan sayang sama kamu mine" ucap alvaro tegas, dengan sorot mata tajam yang menatap lembut kearah mata jasmine.
Jasmine menahan senyumnya, pipinya pasti sudah merona sekarang. Jujur dia sangat terkejut mendengar ucapan alvaro barusan, tapi jasmine tidak boleh senang dulu, dia harus benar-benar memastikan dugaannya. Untung saja hanya lampu tidur yang menyala jika tidak pasti dia sudah malu setengah mati.
'Salting woiii... Bener-bener deh nih laki satu, ck hati terbangnya jangan jauh-jauh ya'
Jasmine mencoba untuk menetralkan suaranya, agar tidak terdengar jelas suara gugupnya.
"Kamu yakin al, eum maksudku gimana perasaan kamu ke wanita yang kamu cintai itu? aku nggak mau cuma jadi pelarian atau pelampiasan kamu aja" tanya jasmine dengan tatapan serius dan sedikit sendu.
Alvaro sedikit kaget dan tertohok atas kalimat yang jasmine ucapkan barusan.
'Benarkah ini cuma pelarian, benarkan ini cuma pelampiasan' batinnya berseru bimbang.
Cukup lama terdiam, akhirnya alvaro menjawab tegas.
"Yakin!" Jawab alvaro tegas, menatap lurus kearah mata jasmine, tidak ada keraguan sama sekali di matanya.
"Kamu itu perempuan yang berbeda mine, kamu mencintaiku dengan caramu sendiri, kamu tidak pernah mengeluh walaupun aku tidak pernah merespon secara langsung isi hati kamu, kamu mau menerima semua sikap dan kekurangan aku tanpa protes" lanjutnya lagi dengan wajah serius.
Jasmine tersenyum samar mendengar pengakuan suaminya barusan.
"Tapi kenapa tiba-tiba?" tanya jasmine penasaran.
Alvaro mengangkat bahunya seraya menggeleng tidak mengerti.
__ADS_1
"Aku juga bingung sejak kapan ini dimulai, aku selalu merasa nggak suka kalau kamu bersikap acuh sama aku, aku selalu menunggu perhatian kamu walau sekecil apapun itu, mungkin karena aku sudah terbiasa mendapatkan perhatian dari kamu sejak dulu. Dan aku nggak pernah suka, kamu pergi tanpa memberitahu aku, apalagi cuek kepadaku, rasanya aneh seperti ada sesuatu yang hilang. Aku rasa aku mulai sayang sama kamu mine, mungkin ini terdengar aneh dan klise, tapi aku tidak bisa menyangkal apa yang aku rasakan sekarang dan aku nggak bisa memendamnya lebih lama lagi " jawab alvaro jujur menatap istrinya serius.
'Secepat ini'
"Apa jaminannya kalau kamu serius ngomong ini ke aku, bisa aja kan ini hanya emosi sesaat kamu" jasmine bertanya dan menatap tak kalah serius kearah suaminya.
"Aku gak bisa kasih kamu jaminan apapun mine, aku juga nggak mau menjanjikan apapun ke kamu" sahut alvaro jujur.
"Terus gimana aku bisa yakin sama omongan kamu?" tanya jasmine lagi dengan wajah bingung.
Alvaro mengecup kening jasmine sekilas, kemudian menatapnya lekat.
"Aku hanya manusia biasa mine, aku bisa saja melakukan kesalahan tanpa aku sadari. Aku mungkin juga menyakiti hatimu tanpa aku sengaja, tapi aku minta satu hal sama kamu. Tolong tetap di samping aku apapun yang terjadi, jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku, dan beri aku kesempatan untuk memperbaiki apa yang harus aku perbaiki. Jangan pernah pergi sebelum aku yang memintanya" ucap alvaro panjang lebar.
"Bagaimana jika aku tidak sanggup, aku hanya wanita biasa al, yang khatam terhadap rasa sakit, al" balas jasmine lirih.
"Aku akan tetap mempertahankan kamu mine apapun yang terjadi, kamu sudah menjadi bagian dari hidupku sejak lama. Ingat kamu adalah istriku sekarang, kamu tercipta dari tulang rusukku. Akan ada yang hilang dari diriku saat kamu menghilang pergi. Bantu aku mine, bantu aku untuk belajar mencintai kamu sama besar seperti kamu mencintaiku" kata alvaro meyakinkan.
'Achh ya ampun hati, untung aja dia gak tau kalau lu lagi melayang'
Jasmine memeluk tubuh suaminya dengan erat, tidak pernah menyangka kalau hari ini, lelaki yang menjadi pujaan hatinya sejak lama menyatakan perasaannya.
"Aku akan sabar menunggu rasa itu tumbuh di hati kamu al, aku akan belajar menjadi istri yang baik dan sempurna dimata kamu" jawab jasmine tersenyum manis.
Nyaman, hangat saat dia berada dalam dekapan suaminya.
"Kita akan sama-sama belajar ya mine" ucap alvaro sambil mengecup lama pucuk kepala istrinya.
Jasmine mengangguk dan menangis terharu mendengar ucapan suaminya, sungguh ini adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Rasanya lengkap sudah, cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, mimpinya dan angannya sudah menunggu didepan mata.
"Aku sayang kamu al, sayang banget sama kamu" ungkap jasmine didalam pelukan hangat suaminya, sulit rasanya menghentikan air matanya yang masih saja mengalir.
Alvaro melonggarkan pelukannya, menangkup pipi jasmine dengan kedua tangan besarnya, menghapus air mata bahagia dan menatap istrinya dengan sayang.
"Aku juga sayang sama kamu mine, you are mine and always be mine" sahut alvaro dengan senyum manis yang menghiasi wajah tampannya.
Mereka berdua tersenyum cukup lama saling menatap penuh cinta, alvaro mengikis jarak diantara mereka kemudian memiringkan kepalanya.
Tubuh jasmine secara reflek juga ikut bermain mengikuti naluri wanitanya.
Jasmine menutup matanya saat merasakan hembusan nafas alvaro tepat didepan bibirnya.
__ADS_1
Alvaro mencium lembut, menggigit pelan, nafas mereka mulai memburu, ciuman lembut itu berubah menjadi lebih menuntut.
Jasmine mendorong bahu alvaro pelan saat pasokan udaranya menipis. Masih memejamkan kedua matanya menikmati ciuman dari alvaro, yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Alvaro mengusap bibir istrinya, jasmine reflek membuka matanya perlahan menatap mata alvaro dan sangat jelas tersirat gejolak besar di sana. Detik selanjutnya lelaki itu tersenyum padanya, membuat jasmine jadi merona dan salah tingkah.
"Aku mau kamu, sekarang mine" ucap alvaro tidak sabaran.
'Sialan kenapa seksi bener dah bini gw'
Jasmine tersenyum sambil mengangguk malu-malu, menundukkan kepalanya dengan wajah yang pasti sudah merah padam sekarang.
'Mungkin ini sudah saatnya aku menyerahkan diriku untuk alvaro'
Jasmine menggigit bibir bawahnya gugup, masih menunduk malu tanpa berani menatap kedua bola mata alvaro yang terus menatap intens padanya.
'Ck, pengen banget gw ******'
Alvaro mengangkat dagu jasmine perlahan, menatap istrinya lekat malah semakin membuat jasmine jadi salah tingkah.
"Jangan digigit bibirnya, nanti luka" ucapnya dengan suara berat.
"Boleh?" tanya alvaro memastikan.
Jasmine seperti terhipnotis oleh tatapan alvaro, terbuai oleh setiap sentuhan lembut dari suaminya.
Jasmine mengangguk kaku, detik selanjutnya alvaro kembali mencium bibirnya dengan rakus, dia sampai kewalahan membalas ciuman suaminya itu.
Mereka berdua terhanyut dalam ciuman mereka, ini adalah pengalaman pertama untuk jasmine, namun dia masih bisa mengimbanginya dengan sangat baik.
Tangan besar alvaro sudah menjelajah kesana kemari.
Awalnya jasmine terkejut, dan sedikit risih karena lelaki itu menyentuh bagian sensitif tubuhnya, tetapi lama kelamaan dia makin menikmati setiap sentuhan suaminya.
"Al..." Jasmine mengeluh tertahan, nafasnya memburu.
'Aduh ternyata begini rasanya'
Pakaian keduanya masih sangat lengkap, jasmine meremas lengan alvaro, saat tangan suaminya semakin tak bisa diam.
Kedua tangan jasmine reflek terangkat, mengelus rahang kokoh suaminya.
__ADS_1
Jasmine benar-benar sudah tidak dapat berpikir logis, dia terbuai jauh oleh permainan suaminya.Â