Jasmine

Jasmine
Perubahan Besar Alvaro


__ADS_3

Happy Reading ♥️♥️♥️


Alvaro berjalan mondar-mandir di kamarnya hatinya sangat resah saat ini.


"Kemana sih tuh orang di telepon gak diangkat, di chat gak dibalas sesibuk itu apa" gerutunya jengkel dengan raut wajah masam.


"Liat aja mine malam ini aku akan buat kamu jadi milik aku, gak akan aku biarin kamu pergi ninggalin aku" gumamnya lagi sambil tersenyum setan.


Setelah merasakan perubahan jasmine kepadanya dia tersadar bahwa selama ini dia membutuhkan perhatian jasmine, seperti ada yang hilang dari dirinya saat jasmine tak lagi memandangnya dengan tatapan memuja penuh cinta. Dan alvaro benar-benar tidak menyukai hal itu.


Dia harus segera mengatakan perasaannya kepada istrinya itu, bagaimana hatinya berdebar saat memandang wajah cantiknya, bagaimana gugupnya dia saat ditatap intens oleh istrinya.


Perasaan ini lebih besar dari perasaanya ke safira dan dia tau betul apa artinya, ya dia tidak akan membiarkan jasminenya pergi meninggalkannya entah akan sehancur apa dirinya saat itu semua terjadi.


----------


Pintu utama terbuka, bik imah ter gopoh-gopoh menyambut aku, yang kubalas dengan tatapan bingungku.


"Aduh non dari mana aja? Den alvaro dari tadi uring-uringan nungguin non pulang" ujar bik imah dengan raut cemas yang terlihat jelas dimataku.


"Hehehe aku abis jalan sama desi dan cika bik" ucapku terkekeh geli melihat raut wajah bik imah.


"Sok atuh samperin dulu den al nya, takut makin ngambek" ujarnya tak sabaran.


Aku hanya mengangguk seraya tersenyum manis "aku ke kamar ya bik" jawabku ramah.


Sesampainya aku didalam kamar aku melihat alvaro sedang memandangku sengit. Dahi ku berkerut heran, apa lagi masalahnya coba pikirku.


"Dari mana?" Ketus alvaro ketika melihat istrinya itu masuk kedalam kamar.


"Kan tadi aku udah bilang al, aku jalan sama desi dan cika" jawabku sebal.


"Jam segini baru pulang ? Ngapain aja sih mine ?" Tanyanya dengan wajah cemberut.


Aku melongo melihat tampangnya yang terlihat lucu, fix ini mah alvaro beneran kepentok kepalanya.


"Iya" jawabku sambil berlalu "aku mau mandi dulu al, nanti lagi nanyanya" balasku cuek.


Mukanya makin merenggut masam, aku gak perduli. Sekarang yang aku butuhkan mandi dengan air dingin untuk menyegarkan tubuhku yang sudah sangat lengket.


Setelah mandi aku langsung duduk manis didepan meja rias melakukan ritual ku sebelum tidur, memakai cream malam.


Aku melihatnya dari pantulan cermin, ada yang berbeda dari tatapan matanya seakan menelanjangi tubuhku. Aku sampai merinding melihatnya, tapi aku masih diam belum membuka suara begitupun dengan alvaro.


Setelah menyelesaikan ritual malam ku, aku berjalan ke arah kasur. Lelah juga ternyata jalan seharian dengan temanku, mungkin karena sudah lama aku tidak berkumpul dengan mereka.

__ADS_1


Malam ini aku menggunakan tanktop hitam dan hotpants putih setengah paha, alvaro masih menatap lapar kearahku tapi aku tidak perduli toh biasanya aku tiap malam pakai baju begini dan dia biasa-biasa saja.


"Kenapa sih kamu ngeliatin aku gitu al?" Risihku menatapnya balik.


"Nggak" ketusnya galak.


"Dih aneh banget tau gak, kalau gitu ngeliatin nya biasa aja" jawabku malas.


"Emang salah kalau suami mandangin istrinya?" Jawab alvaro santai.


Pipiku bersemu, tapi tetap menatap aneh kepadanya.


"Yaaa... Kalau pasangan suami istri pada umumnya sih gak salah al,  masalahnya kita itu beda" jawabku gugup.


Alvaro mendekatiku "bedanya apa?" Tanyanya menatap mataku intens.


Aku berdecak keras, mendorong dadanya pasalnya saat ini posisi kami sangat intim, bahkan aku bisa merasakan hembusan nafas alvaro, jantungku berdebar keras pipiku semakin merah.


"Minggir dulu al.." lirihku gugup.


Namun alvaro tetap bergeming ditempatnya membuat jantungku semakin berdetak cepat.


Hei dia tau gak sih saat ini jantungku seperti mengadakan konser tunggal besar.


Ya tuhan aku bukannya gak mau jawab cuma kalau posisinya kayak gini bikin aku bingung.


"Ya geseran dulu sebentar al, posisinya gak enak kalau begini" ucapku jujur.


"Salahnya dimana dengan posisi kita?" Jawabnya santai.


Apa katanya ? Dia gak tau apa udah buat jantungku konser dadakan sedari tadi, bisa runtuh lama-lama pertahananku dibuatnya.


"Mau kamu apa sih al ?" Tanyaku gusar.


Alvaro menaikkan satu alisnya sambil tersenyum mesum kepadaku.


"Kamu, aku mau kamu mine" ucapnya serak.


Mataku membulat sempurna, mulutku ternganga melihat senyum mesumnya. Aku sudah cukup mengerti soal arah pembicaraannya itu.


"Mak-makksudnya apa al" kataku tergagap.


Alvaro menjatuhkan tubuhnya diatasku, menenggelamkan kepalanya di curuk leherku sambil menciumnya.


"Aku mau minta hakku malam ini" pintanya dengan suara teredam dileherku.

__ADS_1


Jeder !!!!


Tubuhku meremang, apalagi ini ya Tuhan. Aku bukannya tidak paham maksudnya, tapi aku belom siap. Hatiku masih resah, bagaimana nasibku setelah aku menyerahkan semuanya?


"Tunggu al, kita harus bicara" ucapku tegas.


"Apa?" Jawabnya tak sabaran.


"Kamu minggir dulu" ucapku gemas.


Alvaro berdecak "hmm apa?" Tanyanya tak sabaran.


"Aku mau tanya gimana hubungan kita, maksudku selanjutnya. Aku gak mau setelah aku nyerahin semuanya ke kamu, kamu tinggal gitu aja al. Bagaimana dengan perjanjian yang kamu buat ? Bagaimana kalau kaa..."


Ucapanku terpotong saat dia mengecup singkat bibirku. 'manis' batinnya.


'sialan kenapa gw jadi ngebet gini'


Mataku melotot kaget 'apa lagi ini Tuhan' batinku berteriak protes.


Aku menerjabkan mataku, memicingkan mataku menatap penuh selidik kepadanya.


Mau apa lagi lelaki ini, rencana apa lagi yang dibuatnya pikirku curiga. Pasalnya tak ada hujan badai dia meminta haknya. HAK nya sebagai suamiku begitu ??? Otakku mendadak blank sekarang, aku seperti orang bodoh dibuat olehnya.


Ya Tuhan rasanya aku ingin menghilang saja dari sini.


...


...


...Alvaro Aldebaran...


...


...


...Clarissa Jasmine...


Yang penasaran sama next part siapa ???


Ditunggu Vote kalian...


Comment juga 😁😁😁


^^^Salam Sayang ♥️♥️♥️^^^

__ADS_1


__ADS_2