
Pagi hari di kediaman Kolonel Hamzah. “Pagi pah,
mah” sapa Arsean sambil tersenyum. Melihat tingkah laku anaknya yang yang senyum-senyum sendiri membuat
Hamzah mengkerutkan kening, “Pagi, sepertinya kamu sedang dapat hadiah besar
ya. Papa lihat kamu senyum terus?” sapa dan tanya Hamzah kepada anaknya. “Biasa pah lagi
kasmaran, paling cintanya diterima sama Dr Cantik Rafailah” celoteh Hera yang
membuat Arsean tersnyum mendengar celotehan mamanya itu. “Kok mama tau sih?”
jawab Arsean sambil senyum. “Pah, mah. Aku mau ajak papa mama ke rumah Rafailah…..”
belum selesai bicara sudah dipotong oleh Hamzah, “Mau apa kita ke rumah pak
RD?” Tanya Hamzah penasaran. “Papa ini, anaknya belum selesai bicara udah
dipotong aja” ucap Hera yang membuat Hamzah terdiam. “Iya nih papa aku belum
selesai” ucap Arsean. “Aku berniat mau melamar Rafailah menjadi istri ku”
lanjut Arsean, yang membuat Hamzah tersedak saat minum dan terbatuk-batuk.
“uhuk…uhuk…uhuk…uhuk”. “Tidak salah dengar papa kamu mau melamar Dr Rafailah,
emangnya dia mau sama kamu? Ucap Hamzah. “Papa ini anaknya mau melamar kok
malah diledekin sih?” ucap Hera. “Kok papa kaget gitu, emangnya tidak boleh aku
melamar Rafailah? Dan asal papa tau aja ya, Rafailah sudah bersedia menjadi
Istriku. Aku tidak mau pacaran aku mau Ta’aruf aja” ucap Arsean. “Mama setuju
dan senang mendengarnya nak” ucap Hera sambil berjalan ke Arsean dan
memeluknya. “Namun mama minta kamu jaga Rafailah dengan baik, karena dengan
menjadi pasangan mu. Dia akan menjadi sasaran musuh-musuhmu, dan mama tidak mau
terjadi apa-apa dengan Rafailah. Kamu paham kan perkataan mama ini, hah?” ucap
Hera memperingatkan akan bahaya yang bisa saja mengintai Rafailah kelak. “Baik
mah aku paham maksudnya mama, dan tenang saja aku akan menjaganya dengan baik”
jawab Arsean. “ Oke, kapan kita kerumah Pak RD?” Tanya Hamzah. “Besok pah, mah.
Apa kalian bisa dan ada waktu?” Tanya Arsean. “Untuk kebahagiaan kamu,
akan selalu ada waktu mama untuk kamu, nak” ucap Hera sambil mengelus punggung
anaknya. “Wow, cepat sekali emang harus besok banget ya? Udah
kebelet banget kamu kayanya, ya?” ledek Hamzah sambal mengedipkan matanya. “Hush,
papa ini masih aja ngeledekin anaknya” jawab Hera setelah mendengar gurauan
__ADS_1
suminya terhadap anaknya. “Iya, papa juga bisa” jawab Hamzah.
Sementara itu di kediaman Rafailah, di pagi hari yang cerah dan sejuk seolah akan ada
kabar baik yang menerpa keluarga ini, Rafailah di pagi hari suasana hatinya
sepertinya sedang sangat baik, berjalan ke arah meja makan dibarengi dengan
bersenandung ria. “Pagi papi, mami” sapa Rafailah. “Pagi sayang” sapa kedua orang tua Rafailah. “Pih, mah. Besok aku mau dilamar” belum duduk dimeja makan tiba-tiba Rafailah
mengejutkan kedua orang tuanya hingga mereka tersedak oleh
makanan dan minuman saking terkejut mendengarnya. Mereka sedang menikmati sarapan pagi seperti
biasanya, namun setelah mendengar perkataan Rafailah secara tiba-tiba membuat
mereka terkejut dan sampai terbatuk-batuk sambal membulatkan matanya karena
terkejut. “Uhuk,,,uhuk,,,uhuk,,, dilamar, dilamar siapa?” Tanya maminya Rafailah. “Setahu mami kamu belum pernah kenalin calon kamu sama papi dan mami
tuh, apalagi melihat kamu
jalan sama cowo juga mami belum pernah tuh?” lanjut maminya Rafailah. “Iya. Apa jangan-jangan
kamu?” kata pak RD sambil melototi Rafailah “hush…papi ini apa-apaan sih
pikirannya negative aja pagi-pagi” jawab Rafailah. “Aku Alhamdulillah masih
perawan dan belum tersentuh sama pria manapun” lanjut Rafailah sambil kesal dan
memanyunkan bibirnya. “Iya terus, kok tiba-tiba kamu mau dilamar dan sama
yang mau melamar aku!!!” imbuh Rafailah yang membuat penasaran orang tuanya.
“kamu itu bikin orang tua kepikiran aja, cepat bilang siapa yang mau melamar
kamu?” Tanya maminya Rafailah. “Iya mah, besok aku mau di lamar oleh Jenderal Arsean
dan orang tuanya besok mau datang kerumah” ucap Rafailah, yang kembali membuat
orang tua Rafailah terkejut. “Jenderal Arsean mau melamar kamu?” Tanya Maminya Rafailah,
di jawab anggukan oleh Rafailah “emang kamu selama ini pacaran samanya?” tanya kembali maminya. “tidak mah, baru kemarin
malam Arsean mengatakan cinta dan dia bilang tidak mau pacaran maunya langsung
menikah” jawab Rafailah. Mendengar perkataan
anaknya yang begiru antusias kedua orang tua Rafailah menyetujui untuk diadakan
acara lamaran esok hari, “Baiklah papi akan siapkan acara sambutan lamaran mereka besok, papi
mau bilang sama keluarga-keluarga papi dulu untuk hadir besok” ucap RD. “Iya
mami juga mau bilang sama kakek kamu dan keluarga mami” ucap maminya
“Mami mau tanya sama kamu, apakah kamu sudah siap
__ADS_1
dengan segala resiko menjadi pasangan Jenderal Arsean?” imbuh maminya “kamu tau Arsean punya banyak musuh, bukan
hanya di luar negeri tapi juga disini di Indonesia juga dia pasti punya musuh,
apakah kamu sudah tau?” Tanya maminya. “Aku sudah tau mah, segala yang hidup di
dunia ini ada resikonya, termasuk menjadi pasangannya Arsean, aku sudah siap
menghadapi segala resikonya” imbuh Rafailah tegas. Mendengar ini kedua orang
tuanya hanya bisa menganggukan kepala tanda setuju dengan perkataan anaknya.
Iya betul segala sesuatu yang hidup di dunia ini ada resikonya, sebagai
dokterpun ada resiko dimana tidak dapat menyelamatkan pasien. Namun apa yang akan
terjadi setelahnya akankah membuat Rafailah pergi meninggalkan Arsean???
Persiapan untuk acara lamaran sedang dipersiapkan,
dikarenakan Rafailah memberikan kabar mendadak, jadi semuanya serba cepat namun
tetap mengedepankan aspek keserdahanaan, tidak ada aspek kemewahan dalam acara
lamaran yang akan diadakan esok hari. Keluarga besar Dr Rafailah akan hadir,
walaupun mereka sibuk dengan keadaannya masing-masing, namun mendengar Rafailah
akan dilamar, mereka semua tetap akan menghadiri acara lamaran Rafailah, karena
keluarga besarnya Rafailah tidak pernah melihat Rafailah pergi Bersama pria
manapun berduaan kecuali pergi Bersama dengan teman-teman yang lainnya.
Begitupun dengan keluarga besar Arsean, walaupun
mereka sibuk dengan keadaannya masing-masing, tetap setelah mendengar Arsean
akan melamar seseorang, seluruh keluarga besarnya sangat antusias mendengarnya.
Mereka penasaran dengan Wanita yang berhasil meluluhkan hati sang jenderal yang
terkenal sangat menakutkan di medan perang, apakah Wanita yang akan dilamarnya
dari kalangan militer juga, supaya bisa mengimbangi kehidupan Arsean??? Semua
besarnya tidak ada bayangan sama sekali siapa Wanita tersebut, akan lebih
mengejutkan jika esok hari mereka semua melihat siapa wanita tersebut adalah
Dokter spesialis beda otak termuda di Indonesia. Namun dibalik semua hingar
bingar kebahagian keluarga Arsean dan Rafailah, ada satu
keluarga yang sangat tidak suka mendengar kabar Bahagia ini, dan sesuatu yang
sangat mengerikan akan segera terjadi setelahnya dan keluarga ini sudah
__ADS_1
mempersiapkan segala kemungkinan cara untuk mencegah pernikahan antara Arsean
dan Rafailah terjadi.