JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 23 WAKIL PRESIDEN SEORANG PENGHIANAT


__ADS_3

Tim intel BIN telah mendapatkan nama-nama yang ada di lingkaran


internal TNI yang menjadi penghianat, nama-nama tersebut ternyata lebih banyak


anggotanya dari apa yang sebelumnya di perkirakan. Kepala BIN Letjen Rizky,


mulai memisahkan nama para penghianat, di pisahkan berdasarkan pangkatnya.


Melihat semua data yang dipegangnya dan melihat nama-nama yang sangat begitu


familiar baginya, yang mana beberapa adalah merupakan teman berkumpul dan


berolahraga bareng selama ini, dan selama ini pula Dia tidak mengetahui bahwa


orang-orang tersebut selama ini menyembunyikan wajah asli mereka. “Saya tidak


menyangka, selama ini Saya berkumpul dengan orang-orang ini, dan selama ini


pula Saya tertipu oleh mereka. Mereka tidak akan pernah lolos dari tanganku”


ucap Letjen Rizky. “Pak, saya baru mendapatkan nama baru yang mungkin akan


membuat bapak tidak percaya, saya mendapatkan Namanya setelah semua kata kunci


yang bapak kasih ke saya, berujung kepada nama ini” ucap salah satu anggota BIN


sambal menyerahkan kertas kepada Letjen Rizky. Begitu melihat laporan dari


anggotanya, Rizky begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya, “Kamu yakin


dengan apa yang kamu berikan kepada saya ini, hah? Nama ini sangat berbahaya


jika kita harus bertindak tanpa bukti yang kuat” ucap Rizky kepada anggotanya,


“Siap pak, saya hanya mengikuti perintah sesuai kata kunci yang bapak berikan,


dan nama tersebut keluar dengan nama-nama yang lainnya pak.” Ucap anggotanya


tersebut. “Baiklah, saya harus segera ketemu dengan Arsean sekarang juga” ucap


Rizky sambil mengeluarkan telepon dan mulai memencet nomor tujuan, tidak lama


kemudian teleponya diangkat. “Halo jenderal, kita harus ketemu saat ini juga,


ada laporan yang harus saya berikan kepada anda, dan ini,


ini, ini sangatlah confidential. Ini menyangkut masa depan negara kita” ucap


Rizky. Tidak lama berselang pembicaraan lewat telepon selesai dan Rizky


siap-siap pergi menemui jenderal yang barusan Ia telepon.


Sementara itu di Malang. Arsean


mendapatkan telepon dari Rizky mengenai penghianatan dan mereka akan bertemu.


“Baik, kita bertemu di Surabaya” ucap Arsean melalui telepon. “Joshua panggil


Yusuf sekarang” perintah Arsean kepada Joshua. “Siap Jenderal” jawab Joshua dan


mulai balik kanan pergi meninggalkan Arsean untuk memanggil Yusuf. Tidak lama


berselang, Joshua datang Bersama Yusuf, “Siap jenderal” ucap Yusuf sambil


memberikan hormat. “Yusuf, ikut Saya ke Surabaya sekarang dan Kamu Josh, jaga


Rafailah disini ajak Wolfgang dan Maung untuk berjaga juga” perintah Arsean


kepada Joshua, “Siap laksanakan jenderal” jawab Joshua, “Kita berangkat Yusuf”


ucap Arsean, “Siap jenderal” jawab Yusuf sambil berjalan dibelakang Arsean.


Dalam perjalanan menuju


Surabaya, Arsean di temani dengan Yusuf untuk menemui Letjen Rizky, info dari


Letjen Rizky ada informasi penting dan sangat berbahaya yang harus segera


dilaporkan kepada Arsean. “Ada jenderal? Anda terlihat tidak nyaman?” tanya


Yusuf. Arsean hanya menggelengkan kepalanya saja, lalu menjawab “saya ada


firasat buruk tentang semua ini Yusuf. Semua tampak begitu mudah kita


mengalahkan musuh dan juga markasnya” ucap Arsean sambil merenungkan dan


memikirkan sesuatu yang ganjil dari semua peristiwa ini. “Maksud jenderal buruk


bagaimana?” tanya Yusuf. “Ryan tidak semudah itu dikalahkan Yusuf dan juga


pasukan separatis, ini sepertinya ada konspirasi dan taktik musuh. Ini hanya


pengalihan atas terjadinya kejadian yang lebih massive di kemudian hari” lanjut


Arsean menjelaskan kekhawatirannya kepada Yusuf. Yusuf hanya bisa mendengarkan tanpa


bisa menjawab atau memberikan solusi atas semua kekhawatiran Arsean. “sebaiknya


informasi yang akan diberikan oleh Rizky bisa mematahkan kekhawatiran saya


tentang semua ini. Saya akan istirahat, bangunkan saya jika sudah dekat” ucap


Arsean.


Apa yang menjadi kekhawatiran


Arsean sepertinya benar terjadi, saat Letjen Rizky sedang dalam perjalanan


menuju Surabaya. Kendaraan yang ditumpanginya diikuti oleh tiga kendaraan


dibelakang, melihat ini Rizky sontak meminta anak buahnya untuk mempercepat laju


kendaraan. “kamu lihat ada tiga mobil dibelakang?” tanya Rizky kepada anak


buahnya yang sedang menyetir. “Siap jenderal, saya melihatnya dari tadi” jawab


anak buahnya. “kalo begitu tunggu apalagi? Cepat ngebut” perintah Rizky. “siap


jenderal laksanakan” jawab anak buahnya. Begitu melihat kendaraan Letjen Rizky


memacu kendaraannya, tiga mobil yang mengikutinya kemudian memacu kendaraan


mereka untuk mengejarnya. Terjadi kejar-kejaran di jalan raya menuju Surabaya,


membuat semua pengendara memilih untuk menyingkir, bunyi kelakson bersautan di


jalan raya. Tiga mobil tersebut mulai mendekati mobil Rizky, Rizky melihat


kendaran tersebut dan melihat musuh mulai menurunkan kaca mobil dan


mengeluarkan senjata otomatis M416. Lalu musuh mulai menembaki kendaraan Rizky,

__ADS_1


“Menunduk” ucap Rizky setelah melihat musuh akan mulai menembak. “Rama,


percepat laju mobil, jika tidak kita akan mati sebentar lagi dan kamu Husen


balas tembak mereka” perintah Rizky, sambil Rizky mengeluarkan senjata miliknya


untuk membalas menembak musuh. Kendaraan Rizky lebih dahulu ditembaki oleh


musuh dari arah sebelah kanan dan belakang. Suara rentetan senjata api otomatis


dari musuh mengudara di jalan raya sudah seperti suara kembang api, warga yang


ada dijalan yang mendengar suara tersebut berlarian mencari perlindungan,


takutnya terkena peluru nyasar. “Rama, Husen, kalo kalian tidak membalas


mereka, kita akan mati. Cepat balas tembak” perintah Rizky, lalu kemudian Rama


dan Husen mengeluarkan senjata otomatis mereka buatan dalam negeri yaitu PM3, senjata


otomatis untuk pertempuran jarak dekat, cocok untuk pertempuran yang sedang


terjadi saat ini dimana anggota BIN dan musuh dalam posisi berdekatan dana


saling kejar mengejar menggunakan kendaraan masing-masing. Kedua anggota BIN


mulai membalas tembakan kepada musuh. Saling balas menembak terjadi, pertempuran


jalan raya ini menjadi  perhatian warga


sekitar untuk memviralkannya di social media. Rizky ikut dalam pertempuran ini,


Ia mengeluarkan pistol G2 Combat dan mulai menembak. Tiga puluh menit berlalu


kejar-kejaran di jalan raya sambil tembak menembak masih belum selesai, musuh


mulai mengepung kendaraan Rizky dari arah kiri, kanan dan belakang. “Rama,


musuh di sebelah kiri kamu, David bisakah kamu memacu kendaraan ini lebih


cepat, hah?” tanya Rizky. Yang ditanya tidak menjawab, hanya berkonsentarsi


kedepan memegang stir mobil dengan kuat sambil meliuk-liukan mobil yang


dikendarainya untuk menghindari dari kejaran dan peluru musuh.


Disaat sedang dikejar oleh


musuh, Rizky masih sempat untuk menelpon Arsean, begitu telepon terjawab Rizky


langsung berbicara dengan lantang “maaf jenderal sepetinya saya akan terlambat


atau mungkin bisa jadi saya tidak akan selamat dari kejaran musuh. Saya sudah


mengirim dokumen soft copynya ke email jenderal dan whatapp, silahkan dicek dan


sampai jumpa lagi jenderal” ucap Rizky sambil melempar sembarang teleponnya,


mendengar suara rentetan senjata di balik teleponnya, Arsean meminta Yusuf


untuk melacak lokasi Rizky saat ini. Kemudian Yusuf menelpon Joshua di markas


untuk mengirimkan lokasi Letjen Rizky Saat ini, tidak lama berselang Yusuf


telah mendapatkan lokasi Letjen Rizky. “Cepat kita bantu meeka, ngebut Yusuf”


perintah Arsean. Kemudian Yusuf memacu kendaraannya lebih cepat lagi menuju


lokasi dimana Rizky berada. Dari arah berlawanan, Arsean melihat ada satu


balik” perintah Arsean. Yusuf membanting stirnya secara mendadak yang membuat


kendaraan-kendaraan dari arah berlawanan terkejut dan mengerem mendadak dan


suara klakson membahana. Namun Yusuf tidak memperdulikannya dan terus memacu


kendaraannya untuk mengejar Rizky. Ketiga kendaraan musuh tidak mengetahui


bahwa Arsean dan Yusuf ada dibelakang mereka, mereka terlalu fokus terhadap


kendaran Rizky tanpa memperdulikan bahwa ada kendaraan dibelakang mereka yang


siap membalas mereka. Begitu Yusuf mengejar kendaraan musuh dan masuk dalam


jangkaun tembak. Kemudian Arsean menurunkan jendala kaca mobil dan memnembak


kendaraan musuh, namun yang di tembak bukanlah musuhnya namun ban kendaraan


musuh yang menjadi target Arsean, yang membuat kendaraan musuh terbalik bergulingan


dijalan raya dan baru berhenti setelah beberapa kali berguling. Musuh baru


nenyadari setelah salah satu kendaraan meraka agak tertinggal akibat ban


kendaraannya pecah ditembaki oleh Arsean, “sial, siapa mereka?” ucap salah satu


musuh. Melihat kebelakang hanya ada dua mobil yang melambat, Rizky meminta


David memutar balik untuk melawan balik musuh. “Firasat saya, ada yang membantu


kita di belakang, David putar balik kita lawan balik musuh dari depan” perintah


Rizky, “Siap jenderal” jawab David dan langsung memutar stir kekanan secara


tajam, hingga membuat mobil mendrift mengepulkan asap pekat akibat gesekan ban


dengan aspal, yang membuat kendaraan lainnya mengerem mendadak. “Rama, Husen, sini


kasih saya PM3 juga” ucap Rizky kepada anak buahnya. Husen memberikan senjata


otomatis PM3 kepada Rizky. “David berhenti” perintah Rizky, Kendaraan berhenti


disisi jalan, dan Rizky keluar dari kendaraan sambil menenteng senjata


otomatis, melihat ada orang keluar dari kendaraan membawa senjata, sontak saja


warga sekitar ketakutan dari lari menyelamatkan diri mereka, takutnya ada


penembakan secara sporadis. Disusul oleh Rama, Husen dan David yang sama-sama


keluar dari kendaraan membawa senajata otomatis. Dibelakang Arsean dan Yusuf


keluar dari kendaraan dan menuju kendaraan yang terbalik akibat tembakan Arsean


tadi, melihat ada musuh yang keluar dari kendaraan sambil meringis kesakitan


dan siap menembakan senjata kearah Arsean, dengan sigap Arsean menembaknya


tepat di kepalanya, musuhpun tersungkur tidak bernyawa dan saat bersamaan ada


musuh juga yang keluar dari kendaraan sambil meringis kesakitan, sepertinya

__ADS_1


kakinya patah, Ia kesulitan untuk mencoba keluar dari kendaraan yang mulai


mengeluarkan api, dan sepertinya akan terbakar sebentar lagi. Melihat ini,


Arsean memerintahkan Yusuf untuk menyelamatkan musuh yang mencoba menyelamatkan


dirinya sendiri dari kendaraan tersebut. Yusuf berlari dan mengeluarkan musuh


dari dalam kendaraan yang mulai mengobarkan api dan Yusuf menarik tubuh musuh menjauh


dari kendaraan dan kemuadian setelah ditempat yang aman Yusuf dan mush


tersebut, kendaraan tersebut mulai mengeluarkan gemeretuk suara dan sesaat


kemudian “BOOM” kendaraan tersebut meledak dengan mengeluarkan suara yang


sangat kencang dan kendaraan tersebut terlempar keudara beberapa meter. Didepan


terjadi baku tembak antara pasukan BIN yang dipimpin oleh Rizky melawan pasukan


musuh yang melihat target keluar dari kendaraan mereka dan menuju arah mereka


sambil berjalan. Dengan menggunakan kendaran lain untuk berlindung, musuh mulai


menembak pertama kali kearah Rizky dan pasukannya, “berlindung, David arah jam


sebelas ada anak kecil, cepat selamatkan” perintah Rizky, David hanya menganggukan


kepalanya dan berlari kearah anak tersebut, sambil Rizky dan yang lainnya menembak


balik musuh sebagai perlindungan kepada David, setelah mendapatkan anak


tersebut David berlari menuju tempat aman, namun sambil menggendong anak tersebut,


kaki David terkena tembakan musuh dan tersungkur jatuh Bersama anak yang digendongnya.


Bersyukur anak tersebut tidak apa-apa dan peluru tersebut hanya menyempet


betisnya, namun tetap saja rasa perih akibat serempetan peluru membuatnya


tertatih untuk berdiri. “Kamu sudah aman, nak. Jangan menangis ya” ucap David,


seketika datang kedua orangtua anak tersebut sambil memeluk anaknya dan terus


bilang terima kasih kepada David berkali-kali. David hanya menganggukan kepalanya


dan mulai balik kanan, balik kemedan pertempuran.


Terjadi baku tembak antara BIN dan


musuh, peluru berseliweran dimana-mana, desingan peluru terdengar. Hamper lima


belas menit saling tembak menembak, masih belum ada yang menang dan belum ada


yang tertembak sama sekali dari kedua kubu. Namun musuh tidak mengetahui bahwa


nyawa mereka terancam dari arah belakang muncul Arsean dan Yusuf, salah satu


pasukan musuh tersungkur tidak bernyawa dijalan akibat terkena tembakan Yusuf.


Melihat ini, musuh terkejut bukan main. Mereka terjebak oleh musuh, dari depan


ada BIN dan dari arah belakang ada Arsean dan Yusuf, musuhpun terbagi pikiranya


untuk melawan balik kea rah Arsean. “kamu tembak musuh yang datang dari


belakang” perintah yang sepertinya merupakan leadernya, Musuh ada delapan


orang, empat menembak kearah belakang dan tiga lagi melawan tembakan dari arah


depan. Lalu Kembali terjadi baku tembak antara musuh melawan BIN dan Arsean,


namun keadaan tidak berpihak kepada pihak musuh, satu persatu anggotanya


bertumbangan hanya tersisa dua orang saja dengan amunisi yang mulai menipis. Mereka


memberikan tanda menyerah dengan menangkat tangan mereka sambil melempar


senjata mereka dijalanan. Drama baku tembak dijalan raya akhirnya berhasil dan


musuh menyerah setelah hanya tersisa dua orang saja. Rizky memerintahkan anak


buahnya untuk menahan kedua orang tersebut. “Terima kasih banyak jenderal


Arsean telah menyelamatkan kami dari musuh” ucap Rizky sambil memberikan hormat


kepada Arsean, “jangan sungkan Letjen Rizky, ini sudah merupakan tugas kita


sebagai anggota untuk saling membantu. Kalian gimana keadaannya baik-baik saja?”


tanya Arsean kepada Rizky dan anak buahnya, “jika bertanya baik atau tidak,


sepertinya hanya saya disini jenderal yang agak kurang baik, soalnya betis saya


kena serempetan peluru tadi, he..he..he” ucap David bercanda yang dibalas oleh


Arsean dan yang lainnya juga tertawa.


Setelah drama dijalan raya,


Arsean dan Rizky melanjutkan percakapan soal apa yang sebelumnya disiapkan oleh


Rizky, “Letjen sepertinya ini masalah semakin pelik dan semakin berbahaya.” Ucap


Arsean kepad Rizky, Rizky hanya bisa menghelas nafas dan mulai memberikan


laporannya kepada Arsean, “anda silahkan lihat sendiri jenderal, anda juga


pasti akan terkejut melihatnya” jawab Rizky, Arsean mulai membuka amplop coklat


yang diberikan oleh Rizky dan memulai membacanya, ekspresi Arsean biasanya saja


pada saat awal-awal membaca, namun beberapa saat kemudian mukanya berubah


ekspresinya dengan mengerutkan keningnya. “Ini apakah valid Letjen? Ini sangat


berbahaya sekali laporan ini, dan sepertinya kita harus segera bertindak


sebelum terjadi sesuatu dengan bapak presiden kita” ucap Arsean kepada Rizky. “Sangat


valid jenderal, untuk itulah saya harus memberikan langsung laporan ini kepada


anad asecara personal, diawalpun saya tidak percaya, namun anak buah saya telah


beberapa kali mencocokannya dengan semua kata kuncinya dan bukti yang ada di


media social dan peretasan telepon pribadinya, semuanya valid jenderal” jawab


Rizky. Arsean mendengarkan penjelasan Rizky dan hanya bisa mengela nafas “jadi


kita punya musuh dalam selimut, serigala berbulu domba di negara kita, lalu

__ADS_1


WAKIL PRESIDEN kita adalah ternyata seorang penghianat” ucap Arsean sambil


mengusap mukanya tanda tidak percaya.


__ADS_2