
Tim intel BIN telah mendapatkan nama-nama yang ada di lingkaran
internal TNI yang menjadi penghianat, nama-nama tersebut ternyata lebih banyak
anggotanya dari apa yang sebelumnya di perkirakan. Kepala BIN Letjen Rizky,
mulai memisahkan nama para penghianat, di pisahkan berdasarkan pangkatnya.
Melihat semua data yang dipegangnya dan melihat nama-nama yang sangat begitu
familiar baginya, yang mana beberapa adalah merupakan teman berkumpul dan
berolahraga bareng selama ini, dan selama ini pula Dia tidak mengetahui bahwa
orang-orang tersebut selama ini menyembunyikan wajah asli mereka. “Saya tidak
menyangka, selama ini Saya berkumpul dengan orang-orang ini, dan selama ini
pula Saya tertipu oleh mereka. Mereka tidak akan pernah lolos dari tanganku”
ucap Letjen Rizky. “Pak, saya baru mendapatkan nama baru yang mungkin akan
membuat bapak tidak percaya, saya mendapatkan Namanya setelah semua kata kunci
yang bapak kasih ke saya, berujung kepada nama ini” ucap salah satu anggota BIN
sambal menyerahkan kertas kepada Letjen Rizky. Begitu melihat laporan dari
anggotanya, Rizky begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya, “Kamu yakin
dengan apa yang kamu berikan kepada saya ini, hah? Nama ini sangat berbahaya
jika kita harus bertindak tanpa bukti yang kuat” ucap Rizky kepada anggotanya,
“Siap pak, saya hanya mengikuti perintah sesuai kata kunci yang bapak berikan,
dan nama tersebut keluar dengan nama-nama yang lainnya pak.” Ucap anggotanya
tersebut. “Baiklah, saya harus segera ketemu dengan Arsean sekarang juga” ucap
Rizky sambil mengeluarkan telepon dan mulai memencet nomor tujuan, tidak lama
kemudian teleponya diangkat. “Halo jenderal, kita harus ketemu saat ini juga,
ada laporan yang harus saya berikan kepada anda, dan ini,
ini, ini sangatlah confidential. Ini menyangkut masa depan negara kita” ucap
Rizky. Tidak lama berselang pembicaraan lewat telepon selesai dan Rizky
siap-siap pergi menemui jenderal yang barusan Ia telepon.
Sementara itu di Malang. Arsean
mendapatkan telepon dari Rizky mengenai penghianatan dan mereka akan bertemu.
“Baik, kita bertemu di Surabaya” ucap Arsean melalui telepon. “Joshua panggil
Yusuf sekarang” perintah Arsean kepada Joshua. “Siap Jenderal” jawab Joshua dan
mulai balik kanan pergi meninggalkan Arsean untuk memanggil Yusuf. Tidak lama
berselang, Joshua datang Bersama Yusuf, “Siap jenderal” ucap Yusuf sambil
memberikan hormat. “Yusuf, ikut Saya ke Surabaya sekarang dan Kamu Josh, jaga
Rafailah disini ajak Wolfgang dan Maung untuk berjaga juga” perintah Arsean
kepada Joshua, “Siap laksanakan jenderal” jawab Joshua, “Kita berangkat Yusuf”
ucap Arsean, “Siap jenderal” jawab Yusuf sambil berjalan dibelakang Arsean.
Dalam perjalanan menuju
Surabaya, Arsean di temani dengan Yusuf untuk menemui Letjen Rizky, info dari
Letjen Rizky ada informasi penting dan sangat berbahaya yang harus segera
dilaporkan kepada Arsean. “Ada jenderal? Anda terlihat tidak nyaman?” tanya
Yusuf. Arsean hanya menggelengkan kepalanya saja, lalu menjawab “saya ada
firasat buruk tentang semua ini Yusuf. Semua tampak begitu mudah kita
mengalahkan musuh dan juga markasnya” ucap Arsean sambil merenungkan dan
memikirkan sesuatu yang ganjil dari semua peristiwa ini. “Maksud jenderal buruk
bagaimana?” tanya Yusuf. “Ryan tidak semudah itu dikalahkan Yusuf dan juga
pasukan separatis, ini sepertinya ada konspirasi dan taktik musuh. Ini hanya
pengalihan atas terjadinya kejadian yang lebih massive di kemudian hari” lanjut
Arsean menjelaskan kekhawatirannya kepada Yusuf. Yusuf hanya bisa mendengarkan tanpa
bisa menjawab atau memberikan solusi atas semua kekhawatiran Arsean. “sebaiknya
informasi yang akan diberikan oleh Rizky bisa mematahkan kekhawatiran saya
tentang semua ini. Saya akan istirahat, bangunkan saya jika sudah dekat” ucap
Arsean.
Apa yang menjadi kekhawatiran
Arsean sepertinya benar terjadi, saat Letjen Rizky sedang dalam perjalanan
menuju Surabaya. Kendaraan yang ditumpanginya diikuti oleh tiga kendaraan
dibelakang, melihat ini Rizky sontak meminta anak buahnya untuk mempercepat laju
kendaraan. “kamu lihat ada tiga mobil dibelakang?” tanya Rizky kepada anak
buahnya yang sedang menyetir. “Siap jenderal, saya melihatnya dari tadi” jawab
anak buahnya. “kalo begitu tunggu apalagi? Cepat ngebut” perintah Rizky. “siap
jenderal laksanakan” jawab anak buahnya. Begitu melihat kendaraan Letjen Rizky
memacu kendaraannya, tiga mobil yang mengikutinya kemudian memacu kendaraan
mereka untuk mengejarnya. Terjadi kejar-kejaran di jalan raya menuju Surabaya,
membuat semua pengendara memilih untuk menyingkir, bunyi kelakson bersautan di
jalan raya. Tiga mobil tersebut mulai mendekati mobil Rizky, Rizky melihat
kendaran tersebut dan melihat musuh mulai menurunkan kaca mobil dan
mengeluarkan senjata otomatis M416. Lalu musuh mulai menembaki kendaraan Rizky,
__ADS_1
“Menunduk” ucap Rizky setelah melihat musuh akan mulai menembak. “Rama,
percepat laju mobil, jika tidak kita akan mati sebentar lagi dan kamu Husen
balas tembak mereka” perintah Rizky, sambil Rizky mengeluarkan senjata miliknya
untuk membalas menembak musuh. Kendaraan Rizky lebih dahulu ditembaki oleh
musuh dari arah sebelah kanan dan belakang. Suara rentetan senjata api otomatis
dari musuh mengudara di jalan raya sudah seperti suara kembang api, warga yang
ada dijalan yang mendengar suara tersebut berlarian mencari perlindungan,
takutnya terkena peluru nyasar. “Rama, Husen, kalo kalian tidak membalas
mereka, kita akan mati. Cepat balas tembak” perintah Rizky, lalu kemudian Rama
dan Husen mengeluarkan senjata otomatis mereka buatan dalam negeri yaitu PM3, senjata
otomatis untuk pertempuran jarak dekat, cocok untuk pertempuran yang sedang
terjadi saat ini dimana anggota BIN dan musuh dalam posisi berdekatan dana
saling kejar mengejar menggunakan kendaraan masing-masing. Kedua anggota BIN
mulai membalas tembakan kepada musuh. Saling balas menembak terjadi, pertempuran
jalan raya ini menjadi perhatian warga
sekitar untuk memviralkannya di social media. Rizky ikut dalam pertempuran ini,
Ia mengeluarkan pistol G2 Combat dan mulai menembak. Tiga puluh menit berlalu
kejar-kejaran di jalan raya sambil tembak menembak masih belum selesai, musuh
mulai mengepung kendaraan Rizky dari arah kiri, kanan dan belakang. “Rama,
musuh di sebelah kiri kamu, David bisakah kamu memacu kendaraan ini lebih
cepat, hah?” tanya Rizky. Yang ditanya tidak menjawab, hanya berkonsentarsi
kedepan memegang stir mobil dengan kuat sambil meliuk-liukan mobil yang
dikendarainya untuk menghindari dari kejaran dan peluru musuh.
Disaat sedang dikejar oleh
musuh, Rizky masih sempat untuk menelpon Arsean, begitu telepon terjawab Rizky
langsung berbicara dengan lantang “maaf jenderal sepetinya saya akan terlambat
atau mungkin bisa jadi saya tidak akan selamat dari kejaran musuh. Saya sudah
mengirim dokumen soft copynya ke email jenderal dan whatapp, silahkan dicek dan
sampai jumpa lagi jenderal” ucap Rizky sambil melempar sembarang teleponnya,
mendengar suara rentetan senjata di balik teleponnya, Arsean meminta Yusuf
untuk melacak lokasi Rizky saat ini. Kemudian Yusuf menelpon Joshua di markas
untuk mengirimkan lokasi Letjen Rizky Saat ini, tidak lama berselang Yusuf
telah mendapatkan lokasi Letjen Rizky. “Cepat kita bantu meeka, ngebut Yusuf”
perintah Arsean. Kemudian Yusuf memacu kendaraannya lebih cepat lagi menuju
lokasi dimana Rizky berada. Dari arah berlawanan, Arsean melihat ada satu
balik” perintah Arsean. Yusuf membanting stirnya secara mendadak yang membuat
kendaraan-kendaraan dari arah berlawanan terkejut dan mengerem mendadak dan
suara klakson membahana. Namun Yusuf tidak memperdulikannya dan terus memacu
kendaraannya untuk mengejar Rizky. Ketiga kendaraan musuh tidak mengetahui
bahwa Arsean dan Yusuf ada dibelakang mereka, mereka terlalu fokus terhadap
kendaran Rizky tanpa memperdulikan bahwa ada kendaraan dibelakang mereka yang
siap membalas mereka. Begitu Yusuf mengejar kendaraan musuh dan masuk dalam
jangkaun tembak. Kemudian Arsean menurunkan jendala kaca mobil dan memnembak
kendaraan musuh, namun yang di tembak bukanlah musuhnya namun ban kendaraan
musuh yang menjadi target Arsean, yang membuat kendaraan musuh terbalik bergulingan
dijalan raya dan baru berhenti setelah beberapa kali berguling. Musuh baru
nenyadari setelah salah satu kendaraan meraka agak tertinggal akibat ban
kendaraannya pecah ditembaki oleh Arsean, “sial, siapa mereka?” ucap salah satu
musuh. Melihat kebelakang hanya ada dua mobil yang melambat, Rizky meminta
David memutar balik untuk melawan balik musuh. “Firasat saya, ada yang membantu
kita di belakang, David putar balik kita lawan balik musuh dari depan” perintah
Rizky, “Siap jenderal” jawab David dan langsung memutar stir kekanan secara
tajam, hingga membuat mobil mendrift mengepulkan asap pekat akibat gesekan ban
dengan aspal, yang membuat kendaraan lainnya mengerem mendadak. “Rama, Husen, sini
kasih saya PM3 juga” ucap Rizky kepada anak buahnya. Husen memberikan senjata
otomatis PM3 kepada Rizky. “David berhenti” perintah Rizky, Kendaraan berhenti
disisi jalan, dan Rizky keluar dari kendaraan sambil menenteng senjata
otomatis, melihat ada orang keluar dari kendaraan membawa senjata, sontak saja
warga sekitar ketakutan dari lari menyelamatkan diri mereka, takutnya ada
penembakan secara sporadis. Disusul oleh Rama, Husen dan David yang sama-sama
keluar dari kendaraan membawa senajata otomatis. Dibelakang Arsean dan Yusuf
keluar dari kendaraan dan menuju kendaraan yang terbalik akibat tembakan Arsean
tadi, melihat ada musuh yang keluar dari kendaraan sambil meringis kesakitan
dan siap menembakan senjata kearah Arsean, dengan sigap Arsean menembaknya
tepat di kepalanya, musuhpun tersungkur tidak bernyawa dan saat bersamaan ada
musuh juga yang keluar dari kendaraan sambil meringis kesakitan, sepertinya
__ADS_1
kakinya patah, Ia kesulitan untuk mencoba keluar dari kendaraan yang mulai
mengeluarkan api, dan sepertinya akan terbakar sebentar lagi. Melihat ini,
Arsean memerintahkan Yusuf untuk menyelamatkan musuh yang mencoba menyelamatkan
dirinya sendiri dari kendaraan tersebut. Yusuf berlari dan mengeluarkan musuh
dari dalam kendaraan yang mulai mengobarkan api dan Yusuf menarik tubuh musuh menjauh
dari kendaraan dan kemuadian setelah ditempat yang aman Yusuf dan mush
tersebut, kendaraan tersebut mulai mengeluarkan gemeretuk suara dan sesaat
kemudian “BOOM” kendaraan tersebut meledak dengan mengeluarkan suara yang
sangat kencang dan kendaraan tersebut terlempar keudara beberapa meter. Didepan
terjadi baku tembak antara pasukan BIN yang dipimpin oleh Rizky melawan pasukan
musuh yang melihat target keluar dari kendaraan mereka dan menuju arah mereka
sambil berjalan. Dengan menggunakan kendaran lain untuk berlindung, musuh mulai
menembak pertama kali kearah Rizky dan pasukannya, “berlindung, David arah jam
sebelas ada anak kecil, cepat selamatkan” perintah Rizky, David hanya menganggukan
kepalanya dan berlari kearah anak tersebut, sambil Rizky dan yang lainnya menembak
balik musuh sebagai perlindungan kepada David, setelah mendapatkan anak
tersebut David berlari menuju tempat aman, namun sambil menggendong anak tersebut,
kaki David terkena tembakan musuh dan tersungkur jatuh Bersama anak yang digendongnya.
Bersyukur anak tersebut tidak apa-apa dan peluru tersebut hanya menyempet
betisnya, namun tetap saja rasa perih akibat serempetan peluru membuatnya
tertatih untuk berdiri. “Kamu sudah aman, nak. Jangan menangis ya” ucap David,
seketika datang kedua orangtua anak tersebut sambil memeluk anaknya dan terus
bilang terima kasih kepada David berkali-kali. David hanya menganggukan kepalanya
dan mulai balik kanan, balik kemedan pertempuran.
Terjadi baku tembak antara BIN dan
musuh, peluru berseliweran dimana-mana, desingan peluru terdengar. Hamper lima
belas menit saling tembak menembak, masih belum ada yang menang dan belum ada
yang tertembak sama sekali dari kedua kubu. Namun musuh tidak mengetahui bahwa
nyawa mereka terancam dari arah belakang muncul Arsean dan Yusuf, salah satu
pasukan musuh tersungkur tidak bernyawa dijalan akibat terkena tembakan Yusuf.
Melihat ini, musuh terkejut bukan main. Mereka terjebak oleh musuh, dari depan
ada BIN dan dari arah belakang ada Arsean dan Yusuf, musuhpun terbagi pikiranya
untuk melawan balik kea rah Arsean. “kamu tembak musuh yang datang dari
belakang” perintah yang sepertinya merupakan leadernya, Musuh ada delapan
orang, empat menembak kearah belakang dan tiga lagi melawan tembakan dari arah
depan. Lalu Kembali terjadi baku tembak antara musuh melawan BIN dan Arsean,
namun keadaan tidak berpihak kepada pihak musuh, satu persatu anggotanya
bertumbangan hanya tersisa dua orang saja dengan amunisi yang mulai menipis. Mereka
memberikan tanda menyerah dengan menangkat tangan mereka sambil melempar
senjata mereka dijalanan. Drama baku tembak dijalan raya akhirnya berhasil dan
musuh menyerah setelah hanya tersisa dua orang saja. Rizky memerintahkan anak
buahnya untuk menahan kedua orang tersebut. “Terima kasih banyak jenderal
Arsean telah menyelamatkan kami dari musuh” ucap Rizky sambil memberikan hormat
kepada Arsean, “jangan sungkan Letjen Rizky, ini sudah merupakan tugas kita
sebagai anggota untuk saling membantu. Kalian gimana keadaannya baik-baik saja?”
tanya Arsean kepada Rizky dan anak buahnya, “jika bertanya baik atau tidak,
sepertinya hanya saya disini jenderal yang agak kurang baik, soalnya betis saya
kena serempetan peluru tadi, he..he..he” ucap David bercanda yang dibalas oleh
Arsean dan yang lainnya juga tertawa.
Setelah drama dijalan raya,
Arsean dan Rizky melanjutkan percakapan soal apa yang sebelumnya disiapkan oleh
Rizky, “Letjen sepertinya ini masalah semakin pelik dan semakin berbahaya.” Ucap
Arsean kepad Rizky, Rizky hanya bisa menghelas nafas dan mulai memberikan
laporannya kepada Arsean, “anda silahkan lihat sendiri jenderal, anda juga
pasti akan terkejut melihatnya” jawab Rizky, Arsean mulai membuka amplop coklat
yang diberikan oleh Rizky dan memulai membacanya, ekspresi Arsean biasanya saja
pada saat awal-awal membaca, namun beberapa saat kemudian mukanya berubah
ekspresinya dengan mengerutkan keningnya. “Ini apakah valid Letjen? Ini sangat
berbahaya sekali laporan ini, dan sepertinya kita harus segera bertindak
sebelum terjadi sesuatu dengan bapak presiden kita” ucap Arsean kepada Rizky. “Sangat
valid jenderal, untuk itulah saya harus memberikan langsung laporan ini kepada
anad asecara personal, diawalpun saya tidak percaya, namun anak buah saya telah
beberapa kali mencocokannya dengan semua kata kuncinya dan bukti yang ada di
media social dan peretasan telepon pribadinya, semuanya valid jenderal” jawab
Rizky. Arsean mendengarkan penjelasan Rizky dan hanya bisa mengela nafas “jadi
kita punya musuh dalam selimut, serigala berbulu domba di negara kita, lalu
__ADS_1
WAKIL PRESIDEN kita adalah ternyata seorang penghianat” ucap Arsean sambil
mengusap mukanya tanda tidak percaya.