JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 5 SAHABAT SEJATI RELA MATI


__ADS_3

Berawal perkelahian di suatu club malam di Bandung,


dimana saat itu Herbert di keroyok oleh lima orang yang ada di club malam tersebut,


melihat perkelahian tidak seimbang Ryan pun mencoba untuk melerai. Namun


bukannya berhasil melerai, malah Ryan terkena bogem dari salah satu pemuda


tersebut yang membuat Ryan naik pitam dan mulai menghajar pemuda-pemuda


tersebut hingga semuanya terkapar. Melihat aksi beladiri Ryan yang sanggup


menjatuhkan lima pemuda sekaligus membuat Herbert terkesima dan langsung


berkenalan dan menjadi sahabat sejak saat itu. Herbert adalah anak orang kaya, orang tuanya


mempunyai beberapa hotel di Bandung, mulai dari hotel bintang 3, 4 dan 5 adalah


kepunyaan orang tua Herbert, belum lagi punya villa di Lembang, restaurant khas


sunda ada banyak cabang di Bandung bahkan di luar kota juga ada, dan lainnya.


Dan Herbert pun mempunyai usahanya sendiri, ya bisa dibilang illegal karena


memperdagangkan mojang-mojang Bandung untuk di pelihara dan dijajakan kepada


setiap pria hidung belang, tanpa terkecuali dia sendiri. Sehingga kehadiran


Ryan membuat usahanya makin lancer karena semua pesaing-pesaingnya hancur luluh


lantah oleh Ryan, oleh sebab itu Herbert menganggap Ryan sebagai saudara


kandungnya sendiri. “Ryan setelah lulus kuliah, kau jangan pergi dari samping


ku yah, aku akan memberikan apapun yang kau mau asal kau selalu ada disamping


ku sebagai sahabat ku, saudara ku” imbuh Herbert kepada Ryan. “Aku harus pulang


kepada orang tua ku di Majalengka” imbuh Ryan. “tapi aku mempunyai permintaan


dan semoga kau bisa mengabulkannya kawan?” Tanya Ryan. “apa itu, apapun itu


akan aku kabulkan untuk mu kawan” jawab Herbert.


      “Apakah


kau pernah dengar kelompok separatis?” Tanya Ryan kepada Herbert, “Sepertinya


aku pernah mendengarnya, tapi kapan ya?” Tanya balik Herbert sambil menggaruk


kepalanya. Ryan pun enggan memberberkan asal usulnya kepada Herbert untuk


sekarang, suatu saat nanti di saat yang tepat dia akan memberitahukan kepada


Herbert siapa dia sebenarnya. “Ryan, apa permintaan mu, apapun itu akan aku


kabulkan, walaupun aku harus mati demi kau kawan” imbuh Herbert, ini mebuat


hati Ryan merasa hangat atas perkataan Herbert. “Kau tidak perlu mati untuk ku


kawan, akulah yang akan siap mati untuk memperjuangkan mu, kau telah membantu


ke banyak selama aku kuliah disini, dimana aku termasuk dari keluarga yang


tidak mampu” imbuh Ryan sambil memasang muka melasnya. “kau pertama kali


menyelamatkan nyawa ku, kau telah aku anggap sebagai saudara kandung ku


sendiri, jadi kita akan bersama-sama sampai kapan pun sehidup semati sebagai


sahabat sejati” imbuh Herbert, yang membuat hati Ryan merasa hangat.


      Persahabatan


kedua orang ini telah membuat usaha illegal Herbert berkambang pesat dan


membuat para pesaingnya iri dan menyimpan dendam terhadap Herbert. Salah satu


pesaingnya adalah Danu, dia adalah pemilik club malam yang dijadikan sebagai


kedok praktek prostitusi, sebelumnya dia adalah raja club malam dan makelar


untuk mojang-mojang Bandung. Namun karena sikapnya yang keras dan arogan, yang


tidak segan-segan menyakiti wanita bahkan ada yang sampai di bunuh hanya karena


tidak mau mengikuti permintaannya. Setelah adanya Herbert yang sangat menjaga


asset para mojang-mojangnya, yang tidak segan-segan keluar uang untuk


mempercantik mereka dan membayar mereka dengan lebih tinggi dari pada di tempat


lain, sehingga banyak mojang-mojang yang berpindah ke Herbert. Inilah yang


membuat para pesaingnya kebakaran jenggot hingga suatu hari terjadi perseteruan


antara Herbert dan salah satu pesaingnya. “Hei…anak baru jangan sok kamu di


sini, ini daerah kekuasaan ku. Gara-gara kamu aku kehilangan wanita-wanita ku,


kembalikan mereka kalau tidak kamu akan menanggung akibatnya” selorah salah


satu pesaingnya yang bernama David. “Kamu mau meminta mereka kembali padamu?


Silahkan jika mereka mau, saya tidak akan memaksa mereka untuk menolak,


silahkan Tanya mereka apakah mereka mau pergi dari tempat ku setelah apa yang


aku berikan kepada mereka apa yang tidak mereka dapat dari tempat mu, hah…”


Jawab Ryan sambil menekan nada suaranya, yang membuat David emosi dan mulai


menyerang Herbert. “Sialan, brengsek kau, mati kau” sambil berteriak David


sambil mengayunkan tangannya untuk memukul Herbert, namuan dengan sigap Ryan


menahan tangan David dan mematahkannya “Krak” suara tulang patah terdengar


nyaring di telinga, dan saat itu David pun berteriak kesakitan karena tangannya


di patahkan oleh Ryan “ahhhhhhhh, brengsek kau patahkan tangan ku, ahhhhhhh”


teriak David, belum sempat berbicara David sudah di tending tepat di dadanya


dengan sangat kencang “Bughhh” suara tendangan Ryan ke David, hingga david


terpental ke tiang lampu jalan dan langsung tidak sadarkan diri. Melihat ini,


semua anak buah David menolong David dan melirik kea rah Ryan dan Herbert,


salah satu dari mereka menyeru “serang mereka, patah tangan dan kaki mereka”


perintah salah satu dari mereka. “Hiaattt…” mereka mulai menyerang Herbert dan


Ryan, sebenarnya Herbert datang dengan anak buahnya, namun Herbert


memerintahkan untuk bersembunyi dan hanya boleh bantu jika mereka berdua sedang


dalam keadaan genting saja. Tidak butuh waktu lama perkelahian jalanan pun


terjadi antara dua orang melawan 8 orang. Dan tidak butuh waktu lama, kedelapan


orang tersebut sudah tersungkur di jalanan dengan wajah bengkak dan


berdarah-darah, namun tidak ada yang luka fatal. Karena Herbert sengaja untuk


tidak melukai para anak buah pesaingnya, karena Herbert rencananya akan


membajak mereka untuk menjadi anak buahnya. Itu pun yang dilakukan oleh


Herbert, dia tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk melawan anak buah


David. “hebat kang Ryan euy. Urang mun ngalawan si kang ryan, geus paeh sigana


mah” (hebat bang Ryan, saya kalau lawan bang Ryan bisa mati) seloroh anak buah


Herbert di tempat persembunyian.


      Setelah


musuh tidak ada perlawanan lagi, Herbert pun berbicara kepada anak buah David,


“kalian bergabunglah dengan saya, saya akan menjaga kalian seperti keluarga di


tempat saya bagaimana?” Tanya Herbert. “Kalian tidak usah hiraukan David, nanti


anak buah saya yang akan membawa dia ke rumah sakit” lanjut Herbert. Mendengar


ini, semua anak buah David tergoda untuk bergabung dengan Herbert, dan mereka


pun setuju untuk bergabung dengan Herbert. “Jajang keluar” teriak Herbert, lalu


keluarlah Jajang beserta seleurh anak buah Herbert yang berkisar lima puluh


orang yang membuat kaget anak buah David. “Kalian jangan takut, kalian sudah


jadi keluarga kami, dan mereka tidak akan menyakiti keluarga sendiri” imbuh


David. “ya tuan ada yang bisa saya bantu?” Tanya Jajang. “Kamu bawa David ke


rumah sakit setelah itu, kamu langsung balik ke markas ajak dua orang untuk


membantu kamu” perintah Herbert kepada Jajang. “siap tuan” jawab Jajang sambil

__ADS_1


memanggil dua orang untuk membantunya.


      Setelah


satu tahun dari kejadian tersebut, usaha club malam Herbert menajadi ramai dan


semakin banyak laki-laki hidung belang yang mau menyewa para mojang-mojangnya


Herbert yang terkenal cantik-cantik, bersih dan wangi, itu karena Herbert


memberikan fasilitas dan bayaran yang tinggi untuk mereka hingga mereka dapat


merwat diri mereka dengan baik, bahkan ada beberapa yang sudah menikah dengan


laki-laki yang pernah menjadi pelanggannya, dan ini pun Herbert tidak marah


malahan dia senang jika ada mojangnya yang keluar dari dunia hitam ini. Dengan sikapnya


yang seperti ini membuat dia banyak di sukai oleh karyawannya namun di benci


oleh para pesaingnnya.


      Di pojok


ruangan club malam Herbert, disana ada beberapa orang sedang mengawasi sekitar.


Dia adalah Danu dan anak buahnya yang datang untuk membuat onar di club


malamnya Herbert. “Semakin ramai saja tempat ini, sialan” geram Danu sambil


mengertakan giginya dan mengepalkan tangannya. “Kamu pesen satu wanita untuk


kamu, setelah itu aku kabari aku setelah kamu dapat wanitanya” perintah Danu,


“siap tuang” jawab anak buahnya. Setelah mendapatkan Wanita juga ruangan untuk


tempat bersenang-senang, Danu menelpon salah satu temannya yang ad di


kepolisian Bandung. “Halo pak, saya sekarang ada di club malam jalan Braga”


imbuh Danu “saya mau melaporkan ada tindakan prostitusi disini” lapor Danu


kepada polisi di ujung telepon. Sebenarnya Danu sudah mengadakan pertemuan


dengan polisi korup tersebut untuk menangkap dan menghancurkan usaha Herbert.


      Setelah


itu, polisi datang dengan membawa personil lengkap dan beberapa mobil tahanan.


Mereka memaksa masuk ke club malam dan mengeluarkan tembakan peringatan ke atas


“door” suara letusan tembakan yang nyaring ditengah bisingnya suara music di


club itu. Semua orang panic dan menengok kearah suara letusan tersebut. Mereka


hendak lari, namun terlambat Karena club tersebut sudah terkepung. Di saat itu,


Danu menghampiri polisi korup tersebut “saya ada bukti jika saat ini sedang ada


dua sejoli yang bukan suami istri sedang bercinta" imbuh Danu. “Bawa saya


kesana sekarang” perintah Polisi tersebut. “Baik pak, ikuti saya” jawab Danu.


Di saat Danu berhenti di salah satu pintu ruangan, terdengar erangan suara


Wanita yang membuat bulu kuduk berdiri dan membuat laki-laki manapun akan


berimajinasi liar. “Benarkan pak disini sedang ada yang sedang bercinta” imbuh


Danu. Tanpa menunggu lama-lama “Dobrak pintunya, jangan kasih di ketuk saya


ingin melihat mereka sedang telanjang bulat dan siapkan kamera untuk video


sebagai bukti” perintah polisi tersebut.


      “Bughhh”


suara pintu di tending oleh polisi, lalu pintu pun terbuka dan terlihat dua


orang sedang bermain kuda-kudaan sementara yang wanita terkaget melihat banyak


polisi, merekapun terkejut dan mencari-cari pakaian untuk menutupi diri mereka.


“Bawa yang pria keluar, kamu ikut dengan saya untuk tunjukan dimana tempat yang


lainnya” perintah polisi tersebut.


      Sang


pria yang mana adalah anak buah Danu hanya tersenyum, karena dia tahu semua ini


sudah direncanakan oleh bosnya. Sementar itu polisi korup dan juga wanita itu


yang lain mendobrak setiap ruangan yang ada untuk menangkap pasangan-pasangan


yang bukan suami istri tersebut. Setelah melewati beberapa ruangan, polisi


tersebut membawa wanita tersebut ke salah satu ruangan kosong. “Mau ngapain


pak?” Tanya wanita tersebut. “Kalo kamu ngga mau di tahan, kamu layanin aku


sekarang” perintah polisi tersebut sambil membuka seluruh pakaiannya. Si wanita


pun mengeritkan keningnya karena dia baru saja selesai melayani pria lain dan


sekarang harus melayani polisi ini. Lalu berjalanlah hubungan badan antara mereka.


      Sementara


itu, salah satu anak buah Herbert menelponnya. “Halo tuan, ada kabar buruk club


kita di datangi oleh polisi dan menangkap para wanita dan juga


pelanggan-pelanggan disini” imbuh anak buahnya.mendengar ini Herbert pun


terbangun dan emosi seketika. “Baik tunggu saya disana, saya kesana sekarang


juga” imbuh Herbert. “Sialan, siapa polisi yang berani-beraninya merusak usaha


saya?” geram Herbert sambil berbicara sendiri. “Halo Ryan, ada maslash di club,


katanya ada polisi mendatangi club kita dan menangkap wanita-wanita dan para


pelanggang disana, kamu bisa datang kesana?” pinta Herbert kepada Ryan.


Mendengar ini Ryan pun emosi “sial polisi mana yang berani menggangu club kita?


Oke saya kesana sekarang” jawab Ryan. Herbert lalu melakukan panggilan kepada


polisi kenalan dia yang jabatannya tinggi “Halo pak, saya mau melaporkan bahwa


ada salah satu anak buah bapak menggerebek club saya saat ini, saya minta bapak


turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini ya” perintah Herbert kepada polisi


tersebut. “Apa…ada polisi yang berani melakukan itu?” seloroh polisi tersebut


sambil sambil terkejut. “Baik saya akan cari tahu siapa yang beran-beraninya


melakukan ini dan saya selesaikan hari ini juga, kamu tenang saja ya” imbuh


polisi tersebut, “kamu ikuti saja prosedur dari kepolisian, untuk setelahnya


biar saya yang urus dari dalam, oke” lanjut polisi tersebut. “Baik pak, saya


percayakan kepada bapak, terima kasih” jawab Herbert.


      Setelah


beradegan ranjang dengan wanita tersebut, polisi yang di bawa oleh Danu pun


melanjutkan tugasnya dan membiarkan wanitu itu pergi. “Pak nomor bapak berapa,


atau bapak bisa kesini kapan aja saya kasih gratis ngga perlu bayar pak


gimana?” pinta wanita tersebut yang sepertinya ketagihan dengan senjatanya


polisi tersebut. “tidak perlu, nanti jika saya mau saya akan datang kesini


menemui kamu saja” jawab polisi tersebut sambil pergi meninggalkan wanita


tersebut. “semuanya bawa mereka ke kantor polisi” perintah polisi tersebut.


Setelah polisi tersebut pergi membawa orang-orang yang ada di clus tersebut,


tidak berselang lama datang Herbert dan juga Ryan, yang disambut langsung oleh


Danu. “Hai kawan, club kamu baru saja di datangin oleh polisi dan mereka baru


saja pergi” imbuh Danu sambil tersenyum menyeringai dengan merasakan


kemenangannya. Mendengar ini Herbert pun emosi dan menarik kerah baju Danu “ini


pasti perbuatan mu, benar kan?” Tanya Herbert yang sudah mulai emosi namun Ryan


dengan sigap mereda emosi Herbert. “Tenang, sebentar lagi kita akan mendapatkan


kabar siapa dalan semua ini, dan setelah kita tau siap dalangnya, kita akan


bunuh mereka semua” imbuh Ryan, yang sebenarnya hanya bergurau saja, hanya


ingin melihat reaksi Danu setelah mendengarnya, jika Danu emosi berarti memang

__ADS_1


benar Danu lah dalang semua kejadian saat ini, jika tidak emosi berarti bukan


Danu dalangnya. Mendengar perkataan Ryan, tanpa diduga Danu emosi “hei, maksud


kamu apa dengan membunuh dalang dari semua ini? Hah” Tanya Danu dengan nada


tinggi, namun di jawab santai oleh Ryan “kenapa kamu emosi kawan, saya hanya


menunggu kabar siapa dalangnya. Apa mungkin kamu dalangnya? Hah” Tanya Ryan


sambil memicingkan matanya. Mendengar ini membuat Danu gelagapan


“Hei…hei…jangan asal menuduh kamu, mana buktinya” elak Danu dengan nada tinggi.


“kalau memang bukan kamu, kenapa kamu harus emosi kawan?” Tanya Ryan, yang


membuat Danu mendengus kasar dan melepaskan tangan Herbert dari kerah bajunya


“ini adalah karma yang telah kamu perbuat kawan” imbuh Danu sambil melangkah


pergi, sebelum melangkah pergi jauh Ryan berkata “siap-siap saja siapa dalang


semua ini akan aku musnahkan beserta dengan keluarga-keluarganya hingga tidak


ada keturunannya lagi di bumi ini” ancam Ryan. Mendengar ini membuat Danu


merinding dan langsung memberi pesan kepada keluarganya untuk pergi jauh dari


Bandung kalau bisa pergi dari Indonesia untuk sementara ini. Danu pun menoleh


kebelakang “jika kamu melakukan itu, siap-siap saja akan balasan yang kamu


terima suatu saat nanti” ancam balik Danu kepada Ryan. “dan satu lagi saya


beritahu, bahwa saya bukan dalang dari semua ini” imbuh Danu berbohong sambil


memasang muka santai walaupun dalam hatinya dia gelisah.


      Setelah


seharian menunggu kabar dari kepolisian, akhirnya kabar yang ditunggu oleh


Herbert datang. “Halo Herbert, saya sudah menyelesaikan masalah mu dan


orang-orang mu sudah saya bebaskan” imbuh polisi tersebut, “sebagai gantinya


saya minta harga yang mahal untuk masalah ini, bagaimana?” lanjut polisi


tersebut. “Tidak masalah untuk soal uang, yang penting bapak selesaikan


masalahnya dan jangan sampai ada masalah seperti ini lagi kedepannya” pinta


Herbert, “dan juga siapa dalang dari semua ini?” Tanya Herbert. “Danu


dalangnya, dan polisi yang di bayar oleh Danu pun sudah saya mutasi dan tidak


akan pernah menyentuh kamu lagi” jawab polisi tersebut. “Baik pak, saya


berterima kasih untuk masalah ini” imbuh Herbert, “Tidak perlu berterima kasih,


semua ada harganya, kamu sanggupi saya pun akan bantu kamu, ha…ha…ha…” jawab


polisi tersebut sambil tertawa di ujung telepon Herbert. “Danu sialan” imbuh


Herbert sambil mengepalkan tinjunya, dan Ryan pun mendengar semua percakapan


antara Herbert dan polisi tersebut. “kamu tenang saja, biar saya yang bereskan


si brengsek Danu itu” imbuh Ryan, yang di tanggapi anggukan oleh Herbert.


      Ryan


datang seorang diri kekediaman Danu, yang di jaga ketat oleh anak buahnya,


namun semua itu bukan lah halangan berarti bagi Ryan, semua anak buah Danu yang


berjaga dirumahnya tergelatak di tanah, tanpa ada yang masih hidup satupun.


Setelah itu Ryan mendobrak rumah Danu sambil berteriak. “ Danuuuuuuu. Terimalah


ajal mu mala mini, kau sudah berbohong bahwa kamu bukan lah dalang dari


kejadian kemarin” teriak Ryan. Mendengar suara Ryan di bawah membuat Danu


bergemetar, dia pun segera menelpon semua anak buah dan teman-temannya untuk


datang menolong dia. “Halo, cepat tolong aku, aku akan di bunuh oleh Ryan


dan….” Belum selesai bicara, pintu kamar Danu sudah hancur di tendang oleh


Ryan, yang membuat Danu terkejut. “Ngapain kamu ada disini, bagaimana kamu bisa


masuk kesini?” imbuh Danu sambil ketakutan.


      “Danu


Danu Danu, sudah ku bilang tempo hari bahwa aku akan membunuh siapa dalang dari


semua ini beserta keluarganya, dan sepertinya kamu sudah mengungsikan seluruh


keluarga kamu ya?” Tanya Ryan. “Tenang saja, setelah aku menghabis kamu malam ini, aku akan mencari semua keluarga kamu dan aku


akan habisi mereka semua” lanjut Ryan sambil mengancam Danu. Mendengar ancaman


Ryan, Danu pun berlutut dan memohon ampun kepada Ryan. “Ampun Ryan, baiklah


saya mengaku bahwa saya lah yang telah membuat kekacauan di club Herbert


kemarin, saya mohon ampuni saya dan jangan ganggu keluarga saya” pinta Danu


lirih kepada Ryan. “Nasi sudah jadi bubur, seandainya kamu mengakuinya kemarin


mungking saya masih bisa memaafkan kamu, namun sekarang semua sudah terjadi dan


terima ajal mu” ancam Ryan. Mendengar ini Danu pun berjalan dan memeluk kaki


Ryan untuk memohon ampun kepadanya. “Ampuni kesalah ku Ryan, saya mohon saya


tidak akan melakukannya lagi saya mohon lepas saya dan keluarga ku?” pinta Danu


liirh sambil menangis di hadapan Ryan.


      Melihat


Danu menangis tidak membuat rasa iba dalam diri Ryan, yang ada hanya nafsu


membunuh. “Aku akan mengabulkan permintaan mu untuk tidak menggangu keluarga


mu, namun aku tidak bisa melepaskan mu yang bisa saja dikemudian hari akan


melakukan balas dendam” ancam Ryan sambil berjalan keluar kamar lalu berbali


badan dan “doooor door door” suara letusan tembakan tiga kali menembus kepala


dan badan Danu, seketika juga Danu tewas. Setelah itu Ryan pun pergi meninggal


rumah Danu dan pergi jauh dari Bandung untuk sementara waktu sampai keadaan


kondusif. “Herbert, aku akan pergi sementara waktu, nomor ini tidak akan aktif, nanti aku akan menghubungi


mu” imbuh Ryan “dan juga Danu sudah tewas dan tidak akan menganggu mu lagi,


sampai jumpa lagi kawan” lanjut Ryan sambil membongkar HP nya dan mengeluarkan


kartunya lalu mematahkan dan memotongnya berkeping-keping dan membuangnya di


beda tempat. Setelah itu Ryan dan Herbert tidak bertemu dalam waktu yang lama


      Setelah


sekian lama Herbert mencari Ryan bertahun-tahun namun tidak menemukannya, sudah


berapa orang yang di hubungi yang dulunya pernah dekat atau kenal dengan Ryan,


namun semuanya hanya jalan buntu, tanpa Ryan usaha Herbert sempat terkendala,


namun semuanya sudah kembali lancer dan tetap saja Herbert mencari keadaan


Ryan, hingga akhirnya dia dapat menelpon sahabat sejatinya itu.


Kembali ke masa sekarang saat Herbert menelpon


Ryan. “Halo Ryan, ini aku Herbert kawan lama mu, apa kabar kawan?” tanya


Herbert “Hai Herbert, kabar baik , bagaimana kabar mu kawan?” Tanya balik Ryan.


“ha…ha…ha…aku sangat baik kawan, akhirnya aku mendapatkan nomor mu, setelah


sekian lama aku mencari kamu Ryan” imbuh Herbert. “Aku ingin menginformasikan


kepada mu tentang ajakan mu tempo dulu saat masih kuliah, aku akan ikut dengan


mu dan bergabung dengan mu” lanjut Herbert yang di tanggapi oleh Ryan dengan


sangat bahagia, namun tidak mau mengeluarkannya supaya tetap terlihat berwibawa


sebagai pimpinan tertinggi. “Kabar yang sangat aku tunggu-tunggu selama ini”


jawab Ryan. “Bagaimana kalo kita ketemuan, sekarang kamu ada dimana biar aku


saja yang mendatangi mu” imbuh Herbert. “Aku ada di Kalimantan selatan


sekarang, untuk detail lokasi pertemuan akan akau kirim melalui pesan” jawab

__ADS_1


Ryan. “baiklah aku tunggu kawan” jawab Herbert.


__ADS_2