
Berawal perkelahian di suatu club malam di Bandung,
dimana saat itu Herbert di keroyok oleh lima orang yang ada di club malam tersebut,
melihat perkelahian tidak seimbang Ryan pun mencoba untuk melerai. Namun
bukannya berhasil melerai, malah Ryan terkena bogem dari salah satu pemuda
tersebut yang membuat Ryan naik pitam dan mulai menghajar pemuda-pemuda
tersebut hingga semuanya terkapar. Melihat aksi beladiri Ryan yang sanggup
menjatuhkan lima pemuda sekaligus membuat Herbert terkesima dan langsung
berkenalan dan menjadi sahabat sejak saat itu. Herbert adalah anak orang kaya, orang tuanya
mempunyai beberapa hotel di Bandung, mulai dari hotel bintang 3, 4 dan 5 adalah
kepunyaan orang tua Herbert, belum lagi punya villa di Lembang, restaurant khas
sunda ada banyak cabang di Bandung bahkan di luar kota juga ada, dan lainnya.
Dan Herbert pun mempunyai usahanya sendiri, ya bisa dibilang illegal karena
memperdagangkan mojang-mojang Bandung untuk di pelihara dan dijajakan kepada
setiap pria hidung belang, tanpa terkecuali dia sendiri. Sehingga kehadiran
Ryan membuat usahanya makin lancer karena semua pesaing-pesaingnya hancur luluh
lantah oleh Ryan, oleh sebab itu Herbert menganggap Ryan sebagai saudara
kandungnya sendiri. “Ryan setelah lulus kuliah, kau jangan pergi dari samping
ku yah, aku akan memberikan apapun yang kau mau asal kau selalu ada disamping
ku sebagai sahabat ku, saudara ku” imbuh Herbert kepada Ryan. “Aku harus pulang
kepada orang tua ku di Majalengka” imbuh Ryan. “tapi aku mempunyai permintaan
dan semoga kau bisa mengabulkannya kawan?” Tanya Ryan. “apa itu, apapun itu
akan aku kabulkan untuk mu kawan” jawab Herbert.
“Apakah
kau pernah dengar kelompok separatis?” Tanya Ryan kepada Herbert, “Sepertinya
aku pernah mendengarnya, tapi kapan ya?” Tanya balik Herbert sambil menggaruk
kepalanya. Ryan pun enggan memberberkan asal usulnya kepada Herbert untuk
sekarang, suatu saat nanti di saat yang tepat dia akan memberitahukan kepada
Herbert siapa dia sebenarnya. “Ryan, apa permintaan mu, apapun itu akan aku
kabulkan, walaupun aku harus mati demi kau kawan” imbuh Herbert, ini mebuat
hati Ryan merasa hangat atas perkataan Herbert. “Kau tidak perlu mati untuk ku
kawan, akulah yang akan siap mati untuk memperjuangkan mu, kau telah membantu
ke banyak selama aku kuliah disini, dimana aku termasuk dari keluarga yang
tidak mampu” imbuh Ryan sambil memasang muka melasnya. “kau pertama kali
menyelamatkan nyawa ku, kau telah aku anggap sebagai saudara kandung ku
sendiri, jadi kita akan bersama-sama sampai kapan pun sehidup semati sebagai
sahabat sejati” imbuh Herbert, yang membuat hati Ryan merasa hangat.
Persahabatan
kedua orang ini telah membuat usaha illegal Herbert berkambang pesat dan
membuat para pesaingnya iri dan menyimpan dendam terhadap Herbert. Salah satu
pesaingnya adalah Danu, dia adalah pemilik club malam yang dijadikan sebagai
kedok praktek prostitusi, sebelumnya dia adalah raja club malam dan makelar
untuk mojang-mojang Bandung. Namun karena sikapnya yang keras dan arogan, yang
tidak segan-segan menyakiti wanita bahkan ada yang sampai di bunuh hanya karena
tidak mau mengikuti permintaannya. Setelah adanya Herbert yang sangat menjaga
asset para mojang-mojangnya, yang tidak segan-segan keluar uang untuk
mempercantik mereka dan membayar mereka dengan lebih tinggi dari pada di tempat
lain, sehingga banyak mojang-mojang yang berpindah ke Herbert. Inilah yang
membuat para pesaingnya kebakaran jenggot hingga suatu hari terjadi perseteruan
antara Herbert dan salah satu pesaingnya. “Hei…anak baru jangan sok kamu di
sini, ini daerah kekuasaan ku. Gara-gara kamu aku kehilangan wanita-wanita ku,
kembalikan mereka kalau tidak kamu akan menanggung akibatnya” selorah salah
satu pesaingnya yang bernama David. “Kamu mau meminta mereka kembali padamu?
Silahkan jika mereka mau, saya tidak akan memaksa mereka untuk menolak,
silahkan Tanya mereka apakah mereka mau pergi dari tempat ku setelah apa yang
aku berikan kepada mereka apa yang tidak mereka dapat dari tempat mu, hah…”
Jawab Ryan sambil menekan nada suaranya, yang membuat David emosi dan mulai
menyerang Herbert. “Sialan, brengsek kau, mati kau” sambil berteriak David
sambil mengayunkan tangannya untuk memukul Herbert, namuan dengan sigap Ryan
menahan tangan David dan mematahkannya “Krak” suara tulang patah terdengar
nyaring di telinga, dan saat itu David pun berteriak kesakitan karena tangannya
di patahkan oleh Ryan “ahhhhhhhh, brengsek kau patahkan tangan ku, ahhhhhhh”
teriak David, belum sempat berbicara David sudah di tending tepat di dadanya
dengan sangat kencang “Bughhh” suara tendangan Ryan ke David, hingga david
terpental ke tiang lampu jalan dan langsung tidak sadarkan diri. Melihat ini,
semua anak buah David menolong David dan melirik kea rah Ryan dan Herbert,
salah satu dari mereka menyeru “serang mereka, patah tangan dan kaki mereka”
perintah salah satu dari mereka. “Hiaattt…” mereka mulai menyerang Herbert dan
Ryan, sebenarnya Herbert datang dengan anak buahnya, namun Herbert
memerintahkan untuk bersembunyi dan hanya boleh bantu jika mereka berdua sedang
dalam keadaan genting saja. Tidak butuh waktu lama perkelahian jalanan pun
terjadi antara dua orang melawan 8 orang. Dan tidak butuh waktu lama, kedelapan
orang tersebut sudah tersungkur di jalanan dengan wajah bengkak dan
berdarah-darah, namun tidak ada yang luka fatal. Karena Herbert sengaja untuk
tidak melukai para anak buah pesaingnya, karena Herbert rencananya akan
membajak mereka untuk menjadi anak buahnya. Itu pun yang dilakukan oleh
Herbert, dia tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk melawan anak buah
David. “hebat kang Ryan euy. Urang mun ngalawan si kang ryan, geus paeh sigana
mah” (hebat bang Ryan, saya kalau lawan bang Ryan bisa mati) seloroh anak buah
Herbert di tempat persembunyian.
Setelah
musuh tidak ada perlawanan lagi, Herbert pun berbicara kepada anak buah David,
“kalian bergabunglah dengan saya, saya akan menjaga kalian seperti keluarga di
tempat saya bagaimana?” Tanya Herbert. “Kalian tidak usah hiraukan David, nanti
anak buah saya yang akan membawa dia ke rumah sakit” lanjut Herbert. Mendengar
ini, semua anak buah David tergoda untuk bergabung dengan Herbert, dan mereka
pun setuju untuk bergabung dengan Herbert. “Jajang keluar” teriak Herbert, lalu
keluarlah Jajang beserta seleurh anak buah Herbert yang berkisar lima puluh
orang yang membuat kaget anak buah David. “Kalian jangan takut, kalian sudah
jadi keluarga kami, dan mereka tidak akan menyakiti keluarga sendiri” imbuh
David. “ya tuan ada yang bisa saya bantu?” Tanya Jajang. “Kamu bawa David ke
rumah sakit setelah itu, kamu langsung balik ke markas ajak dua orang untuk
membantu kamu” perintah Herbert kepada Jajang. “siap tuan” jawab Jajang sambil
__ADS_1
memanggil dua orang untuk membantunya.
Setelah
satu tahun dari kejadian tersebut, usaha club malam Herbert menajadi ramai dan
semakin banyak laki-laki hidung belang yang mau menyewa para mojang-mojangnya
Herbert yang terkenal cantik-cantik, bersih dan wangi, itu karena Herbert
memberikan fasilitas dan bayaran yang tinggi untuk mereka hingga mereka dapat
merwat diri mereka dengan baik, bahkan ada beberapa yang sudah menikah dengan
laki-laki yang pernah menjadi pelanggannya, dan ini pun Herbert tidak marah
malahan dia senang jika ada mojangnya yang keluar dari dunia hitam ini. Dengan sikapnya
yang seperti ini membuat dia banyak di sukai oleh karyawannya namun di benci
oleh para pesaingnnya.
Di pojok
ruangan club malam Herbert, disana ada beberapa orang sedang mengawasi sekitar.
Dia adalah Danu dan anak buahnya yang datang untuk membuat onar di club
malamnya Herbert. “Semakin ramai saja tempat ini, sialan” geram Danu sambil
mengertakan giginya dan mengepalkan tangannya. “Kamu pesen satu wanita untuk
kamu, setelah itu aku kabari aku setelah kamu dapat wanitanya” perintah Danu,
“siap tuang” jawab anak buahnya. Setelah mendapatkan Wanita juga ruangan untuk
tempat bersenang-senang, Danu menelpon salah satu temannya yang ad di
kepolisian Bandung. “Halo pak, saya sekarang ada di club malam jalan Braga”
imbuh Danu “saya mau melaporkan ada tindakan prostitusi disini” lapor Danu
kepada polisi di ujung telepon. Sebenarnya Danu sudah mengadakan pertemuan
dengan polisi korup tersebut untuk menangkap dan menghancurkan usaha Herbert.
Setelah
itu, polisi datang dengan membawa personil lengkap dan beberapa mobil tahanan.
Mereka memaksa masuk ke club malam dan mengeluarkan tembakan peringatan ke atas
“door” suara letusan tembakan yang nyaring ditengah bisingnya suara music di
club itu. Semua orang panic dan menengok kearah suara letusan tersebut. Mereka
hendak lari, namun terlambat Karena club tersebut sudah terkepung. Di saat itu,
Danu menghampiri polisi korup tersebut “saya ada bukti jika saat ini sedang ada
dua sejoli yang bukan suami istri sedang bercinta" imbuh Danu. “Bawa saya
kesana sekarang” perintah Polisi tersebut. “Baik pak, ikuti saya” jawab Danu.
Di saat Danu berhenti di salah satu pintu ruangan, terdengar erangan suara
Wanita yang membuat bulu kuduk berdiri dan membuat laki-laki manapun akan
berimajinasi liar. “Benarkan pak disini sedang ada yang sedang bercinta” imbuh
Danu. Tanpa menunggu lama-lama “Dobrak pintunya, jangan kasih di ketuk saya
ingin melihat mereka sedang telanjang bulat dan siapkan kamera untuk video
sebagai bukti” perintah polisi tersebut.
“Bughhh”
suara pintu di tending oleh polisi, lalu pintu pun terbuka dan terlihat dua
orang sedang bermain kuda-kudaan sementara yang wanita terkaget melihat banyak
polisi, merekapun terkejut dan mencari-cari pakaian untuk menutupi diri mereka.
“Bawa yang pria keluar, kamu ikut dengan saya untuk tunjukan dimana tempat yang
lainnya” perintah polisi tersebut.
Sang
pria yang mana adalah anak buah Danu hanya tersenyum, karena dia tahu semua ini
sudah direncanakan oleh bosnya. Sementar itu polisi korup dan juga wanita itu
yang lain mendobrak setiap ruangan yang ada untuk menangkap pasangan-pasangan
yang bukan suami istri tersebut. Setelah melewati beberapa ruangan, polisi
tersebut membawa wanita tersebut ke salah satu ruangan kosong. “Mau ngapain
pak?” Tanya wanita tersebut. “Kalo kamu ngga mau di tahan, kamu layanin aku
sekarang” perintah polisi tersebut sambil membuka seluruh pakaiannya. Si wanita
pun mengeritkan keningnya karena dia baru saja selesai melayani pria lain dan
sekarang harus melayani polisi ini. Lalu berjalanlah hubungan badan antara mereka.
Sementara
itu, salah satu anak buah Herbert menelponnya. “Halo tuan, ada kabar buruk club
kita di datangi oleh polisi dan menangkap para wanita dan juga
pelanggan-pelanggan disini” imbuh anak buahnya.mendengar ini Herbert pun
terbangun dan emosi seketika. “Baik tunggu saya disana, saya kesana sekarang
juga” imbuh Herbert. “Sialan, siapa polisi yang berani-beraninya merusak usaha
saya?” geram Herbert sambil berbicara sendiri. “Halo Ryan, ada maslash di club,
katanya ada polisi mendatangi club kita dan menangkap wanita-wanita dan para
pelanggang disana, kamu bisa datang kesana?” pinta Herbert kepada Ryan.
Mendengar ini Ryan pun emosi “sial polisi mana yang berani menggangu club kita?
Oke saya kesana sekarang” jawab Ryan. Herbert lalu melakukan panggilan kepada
polisi kenalan dia yang jabatannya tinggi “Halo pak, saya mau melaporkan bahwa
ada salah satu anak buah bapak menggerebek club saya saat ini, saya minta bapak
turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini ya” perintah Herbert kepada polisi
tersebut. “Apa…ada polisi yang berani melakukan itu?” seloroh polisi tersebut
sambil sambil terkejut. “Baik saya akan cari tahu siapa yang beran-beraninya
melakukan ini dan saya selesaikan hari ini juga, kamu tenang saja ya” imbuh
polisi tersebut, “kamu ikuti saja prosedur dari kepolisian, untuk setelahnya
biar saya yang urus dari dalam, oke” lanjut polisi tersebut. “Baik pak, saya
percayakan kepada bapak, terima kasih” jawab Herbert.
Setelah
beradegan ranjang dengan wanita tersebut, polisi yang di bawa oleh Danu pun
melanjutkan tugasnya dan membiarkan wanitu itu pergi. “Pak nomor bapak berapa,
atau bapak bisa kesini kapan aja saya kasih gratis ngga perlu bayar pak
gimana?” pinta wanita tersebut yang sepertinya ketagihan dengan senjatanya
polisi tersebut. “tidak perlu, nanti jika saya mau saya akan datang kesini
menemui kamu saja” jawab polisi tersebut sambil pergi meninggalkan wanita
tersebut. “semuanya bawa mereka ke kantor polisi” perintah polisi tersebut.
Setelah polisi tersebut pergi membawa orang-orang yang ada di clus tersebut,
tidak berselang lama datang Herbert dan juga Ryan, yang disambut langsung oleh
Danu. “Hai kawan, club kamu baru saja di datangin oleh polisi dan mereka baru
saja pergi” imbuh Danu sambil tersenyum menyeringai dengan merasakan
kemenangannya. Mendengar ini Herbert pun emosi dan menarik kerah baju Danu “ini
pasti perbuatan mu, benar kan?” Tanya Herbert yang sudah mulai emosi namun Ryan
dengan sigap mereda emosi Herbert. “Tenang, sebentar lagi kita akan mendapatkan
kabar siapa dalan semua ini, dan setelah kita tau siap dalangnya, kita akan
bunuh mereka semua” imbuh Ryan, yang sebenarnya hanya bergurau saja, hanya
ingin melihat reaksi Danu setelah mendengarnya, jika Danu emosi berarti memang
__ADS_1
benar Danu lah dalang semua kejadian saat ini, jika tidak emosi berarti bukan
Danu dalangnya. Mendengar perkataan Ryan, tanpa diduga Danu emosi “hei, maksud
kamu apa dengan membunuh dalang dari semua ini? Hah” Tanya Danu dengan nada
tinggi, namun di jawab santai oleh Ryan “kenapa kamu emosi kawan, saya hanya
menunggu kabar siapa dalangnya. Apa mungkin kamu dalangnya? Hah” Tanya Ryan
sambil memicingkan matanya. Mendengar ini membuat Danu gelagapan
“Hei…hei…jangan asal menuduh kamu, mana buktinya” elak Danu dengan nada tinggi.
“kalau memang bukan kamu, kenapa kamu harus emosi kawan?” Tanya Ryan, yang
membuat Danu mendengus kasar dan melepaskan tangan Herbert dari kerah bajunya
“ini adalah karma yang telah kamu perbuat kawan” imbuh Danu sambil melangkah
pergi, sebelum melangkah pergi jauh Ryan berkata “siap-siap saja siapa dalang
semua ini akan aku musnahkan beserta dengan keluarga-keluarganya hingga tidak
ada keturunannya lagi di bumi ini” ancam Ryan. Mendengar ini membuat Danu
merinding dan langsung memberi pesan kepada keluarganya untuk pergi jauh dari
Bandung kalau bisa pergi dari Indonesia untuk sementara ini. Danu pun menoleh
kebelakang “jika kamu melakukan itu, siap-siap saja akan balasan yang kamu
terima suatu saat nanti” ancam balik Danu kepada Ryan. “dan satu lagi saya
beritahu, bahwa saya bukan dalang dari semua ini” imbuh Danu berbohong sambil
memasang muka santai walaupun dalam hatinya dia gelisah.
Setelah
seharian menunggu kabar dari kepolisian, akhirnya kabar yang ditunggu oleh
Herbert datang. “Halo Herbert, saya sudah menyelesaikan masalah mu dan
orang-orang mu sudah saya bebaskan” imbuh polisi tersebut, “sebagai gantinya
saya minta harga yang mahal untuk masalah ini, bagaimana?” lanjut polisi
tersebut. “Tidak masalah untuk soal uang, yang penting bapak selesaikan
masalahnya dan jangan sampai ada masalah seperti ini lagi kedepannya” pinta
Herbert, “dan juga siapa dalang dari semua ini?” Tanya Herbert. “Danu
dalangnya, dan polisi yang di bayar oleh Danu pun sudah saya mutasi dan tidak
akan pernah menyentuh kamu lagi” jawab polisi tersebut. “Baik pak, saya
berterima kasih untuk masalah ini” imbuh Herbert, “Tidak perlu berterima kasih,
semua ada harganya, kamu sanggupi saya pun akan bantu kamu, ha…ha…ha…” jawab
polisi tersebut sambil tertawa di ujung telepon Herbert. “Danu sialan” imbuh
Herbert sambil mengepalkan tinjunya, dan Ryan pun mendengar semua percakapan
antara Herbert dan polisi tersebut. “kamu tenang saja, biar saya yang bereskan
si brengsek Danu itu” imbuh Ryan, yang di tanggapi anggukan oleh Herbert.
Ryan
datang seorang diri kekediaman Danu, yang di jaga ketat oleh anak buahnya,
namun semua itu bukan lah halangan berarti bagi Ryan, semua anak buah Danu yang
berjaga dirumahnya tergelatak di tanah, tanpa ada yang masih hidup satupun.
Setelah itu Ryan mendobrak rumah Danu sambil berteriak. “ Danuuuuuuu. Terimalah
ajal mu mala mini, kau sudah berbohong bahwa kamu bukan lah dalang dari
kejadian kemarin” teriak Ryan. Mendengar suara Ryan di bawah membuat Danu
bergemetar, dia pun segera menelpon semua anak buah dan teman-temannya untuk
datang menolong dia. “Halo, cepat tolong aku, aku akan di bunuh oleh Ryan
dan….” Belum selesai bicara, pintu kamar Danu sudah hancur di tendang oleh
Ryan, yang membuat Danu terkejut. “Ngapain kamu ada disini, bagaimana kamu bisa
masuk kesini?” imbuh Danu sambil ketakutan.
“Danu
Danu Danu, sudah ku bilang tempo hari bahwa aku akan membunuh siapa dalang dari
semua ini beserta keluarganya, dan sepertinya kamu sudah mengungsikan seluruh
keluarga kamu ya?” Tanya Ryan. “Tenang saja, setelah aku menghabis kamu malam ini, aku akan mencari semua keluarga kamu dan aku
akan habisi mereka semua” lanjut Ryan sambil mengancam Danu. Mendengar ancaman
Ryan, Danu pun berlutut dan memohon ampun kepada Ryan. “Ampun Ryan, baiklah
saya mengaku bahwa saya lah yang telah membuat kekacauan di club Herbert
kemarin, saya mohon ampuni saya dan jangan ganggu keluarga saya” pinta Danu
lirih kepada Ryan. “Nasi sudah jadi bubur, seandainya kamu mengakuinya kemarin
mungking saya masih bisa memaafkan kamu, namun sekarang semua sudah terjadi dan
terima ajal mu” ancam Ryan. Mendengar ini Danu pun berjalan dan memeluk kaki
Ryan untuk memohon ampun kepadanya. “Ampuni kesalah ku Ryan, saya mohon saya
tidak akan melakukannya lagi saya mohon lepas saya dan keluarga ku?” pinta Danu
liirh sambil menangis di hadapan Ryan.
Melihat
Danu menangis tidak membuat rasa iba dalam diri Ryan, yang ada hanya nafsu
membunuh. “Aku akan mengabulkan permintaan mu untuk tidak menggangu keluarga
mu, namun aku tidak bisa melepaskan mu yang bisa saja dikemudian hari akan
melakukan balas dendam” ancam Ryan sambil berjalan keluar kamar lalu berbali
badan dan “doooor door door” suara letusan tembakan tiga kali menembus kepala
dan badan Danu, seketika juga Danu tewas. Setelah itu Ryan pun pergi meninggal
rumah Danu dan pergi jauh dari Bandung untuk sementara waktu sampai keadaan
kondusif. “Herbert, aku akan pergi sementara waktu, nomor ini tidak akan aktif, nanti aku akan menghubungi
mu” imbuh Ryan “dan juga Danu sudah tewas dan tidak akan menganggu mu lagi,
sampai jumpa lagi kawan” lanjut Ryan sambil membongkar HP nya dan mengeluarkan
kartunya lalu mematahkan dan memotongnya berkeping-keping dan membuangnya di
beda tempat. Setelah itu Ryan dan Herbert tidak bertemu dalam waktu yang lama
Setelah
sekian lama Herbert mencari Ryan bertahun-tahun namun tidak menemukannya, sudah
berapa orang yang di hubungi yang dulunya pernah dekat atau kenal dengan Ryan,
namun semuanya hanya jalan buntu, tanpa Ryan usaha Herbert sempat terkendala,
namun semuanya sudah kembali lancer dan tetap saja Herbert mencari keadaan
Ryan, hingga akhirnya dia dapat menelpon sahabat sejatinya itu.
Kembali ke masa sekarang saat Herbert menelpon
Ryan. “Halo Ryan, ini aku Herbert kawan lama mu, apa kabar kawan?” tanya
Herbert “Hai Herbert, kabar baik , bagaimana kabar mu kawan?” Tanya balik Ryan.
“ha…ha…ha…aku sangat baik kawan, akhirnya aku mendapatkan nomor mu, setelah
sekian lama aku mencari kamu Ryan” imbuh Herbert. “Aku ingin menginformasikan
kepada mu tentang ajakan mu tempo dulu saat masih kuliah, aku akan ikut dengan
mu dan bergabung dengan mu” lanjut Herbert yang di tanggapi oleh Ryan dengan
sangat bahagia, namun tidak mau mengeluarkannya supaya tetap terlihat berwibawa
sebagai pimpinan tertinggi. “Kabar yang sangat aku tunggu-tunggu selama ini”
jawab Ryan. “Bagaimana kalo kita ketemuan, sekarang kamu ada dimana biar aku
saja yang mendatangi mu” imbuh Herbert. “Aku ada di Kalimantan selatan
sekarang, untuk detail lokasi pertemuan akan akau kirim melalui pesan” jawab
__ADS_1
Ryan. “baiklah aku tunggu kawan” jawab Herbert.