JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 21 TERBONGKARNYA PENYAMARAN GUNARTO


__ADS_3

Seluruh mata di dunia melihat apa yang sedang


terjadi saat ini, dimana Jenderal termuda dan terhebat di dunia sedang ditawan


oleh kelompok separatis, dan akan segera di eksekusi secara langsung. “Hai


people around the world, morning or evening or afternoon. Be a witness of


history of Your life, at this very moment You’ll seeing this machete and do You


know who he is?” ucap Ryan sambil mulai melepaskan penutup kain yang di kepala


Jenderal Arsean. “Yah, He is the great General Arsean. Every milter around the


world stood in fear of Him, shrunk from Him.” Lanjut Ryan sambil memainkan


goloknya di leher Jenderal Arsean. “And now take a look of His face, there is


no need to scare anymore. His like a wet cat right now, karena


kamu Arsean, karena kamu… Begitu ditakuti oleh seluruh militer diseluruh dunia


ini. Ada beberapa Negara yang mengingkan kepalamu, dan sekarang keinginan


Mereka akan Aku kabulkan. Mereka akan membayar mahal untuk kepalamu.” Lanjut


Ryan sambil menjambak kepala Arsean dan memasang golok tepat dileher Arsean


yang mengeluarkan darah sedikit akibat gesekan golok tersebut. “Maung Bodas, if


You clear to shoot, tidak perlu perintah dari saya, just kill Him straightaway”


perintah Lion King “copy that” jawab Maung Bodas. “T-Rex, Kuya. It’s time to


rumble” perintah Lion King. “Roger that, ready to rumble” jawab T-Rex sambil


menepuk pundak Kuya Hideung tanda untuk bergerak, begitupun dengan Lion King


menepuk pundak Wolfgang. Maka setelah dari perintah Lion King, perperangan pun


dimulai. Lima anggota kopasus versus kelompok separatis. Dimulai dengan


merangseknya Lion King dan Wolfgang dari arah timur, mereka mulai menembaki


musuh, karena senjata mereka menggunakan silencer (peredam) suara yang


dikeluarkan tidak terlalu bising yang membuat Ryan dan yang lainnya tidak bisa


mendengarkan secara jelas apa yang terjadi diluar. Begitupun T-Rex dan Kuya


Hideung, mereka merangsek masuk dari arah barat menembaki musuh, musuh tidak bisa


membalas karena kecepatan keempat anggota kopasus dibantu oleh sniper, tidak


ada sedetikpun yang terbuang dan amunisi yang terbuang, karena slogan mereka


adalah one bullet one life (satu peluru satu nyawa). Puluhan musuh meregang


nyawa oleh kelima anggota kopasus tersebut, dimana keempatnya mulai dekat


dengan ruangan siaran langsung, ada salah satu pasukan separatis melihat


pergerakan anggota kopasus dan menyalakan alarm bahaya sambil menembaki anggota


kopasus. Begitu bunyi alarm berbunyi semuanya panik termasuk Ryan yang secara


langsung mengambil senjatanya dan melemparkan sembarang goloknya. Maung Bodas


mulai menembaki musuh yang ada diruangan tersebut, namun saat akan menembak


Ryan, ada salah satu pasukannya yang menghalangi dan menjadi tameng hidup untuk


Ryan, melihat itu Ryan langsung menepi kepinggir tembok untuk menghindari


tembakan dari sniper. Ada salah satu pasukan mau mengangkat Jenderal Arsean


namun tidak dapat menyentuhnya sama sekali karena Maung Bodas menembaki siapaun


yang akan mendekati Arsean. “Sial. Arrgghhhhh” teriak Ryan dibelakang tembok


yang menutupinya dari pandangan Maung Bodas. Keempat anggota kopasus sudah


berada diluar ruangan tersebut, dari arah timur Lion King dan wolfgang


bersiap-siap begitupula dari arah barat T-Rex dan Kuya Hideung bersiap-siap.


“saya akan melemparkan stunt grenade” ucap T-Rex, lalu


melemparkannya ke dalam ruangan yang membuat musuh didalamnya pengang kupingnya dan buyar penglihatannya akibat stunt grenade tersebut. Lalu keempat anggota


kopasus tersebut merangsek masuk dan menembaki musuh yang ada didalamnya, namun


Ryan berhasil lolos melalui ruangan rahasia yang telah disiapkan sebagai akses


untuk melarikan diri.


Lion king berhasil membawa Arsean kesisi tembok


untuk menghindari tembakan dari musuh, dan mulai melepaskan ikatan yang ada


dibadannya. “Halo Lion, kenapa lama sekali hah?” Tanya Arsean sambil memasang


mata melotot kearah Lion “Maaf Jenderal agak tersendat tadi sambil


menyelamatkan DR Rafailah” jawab Lion, mendengar Pasangannya telah diselamatkan,


mukanya Arsean pun mulai kendur dan rileks. “Kerja bagus kawan” jawab Arsean


sambil mengambil sembarang senjata dan amunisi. “Maung Bodas situation?”


perintah Lion King. “All clear” jawab Maung Bodas. “Baiklah segera bergabung


dengan kami disini” jawab Lion King. “Roger that” jawab Maung sambil turun dari


pohon dan mulai bergabung dengan yang lainnya. Setelah Maung Bodas bergabung,


kelima anggota kopasus dan Arsean mengadakan breefing on the spot. “Ryan telah


kabur melalui celah dari kamar sana” ucap Arsean, yang ternyata pada saat baku


tembak tadi, Dia masih sempat melihat Ryan kabur. “Semuanya ikuti saya, tidak


yang berpencar kali ini, kita akan menangkap Ryan hidup atau mati” perintah


Arsean “Siap Jenderal” jawab kelima anggota kopasus tersebut. “Tapi


Jenderal…..” belum sempat menyelesaikannya Maung Bodas sudah di sikut oleh Lion


King “ada apa?” jawab ketus Arsean, “jika ada yang ingin dibicarakan sekarang


waktunya, jika tidak ada kita lanjut” ucap Arsean. Hanya dibalas gelengan


kepala oleh Maung Bodas. Disaat semua akan masuk ke celah tersebut, tiba-tiba


dari balik ruangan tersebut ada yang menggedor pintu ruangan tersebut dari


dalam “Hei siapapun diluar sana, cepat keluarkan saya, kalian tidak tau siapa


saya, hah?” ucap orang tersebut yang ternyata adalah suara Gunarto. Begitu Lion


King mendobrak pintu tersebut, terlihat Gunarto bersiap akan menyerang dan


berhenti begitu melihat siapa yang ada didepannya. “Jenderal Gunarto?” Tanya


selidik Arsean “Arsean kamu selamat nak?” ucap Gunarto, dijawab anggukan oleh


Arsean. “Kenapa Jenderal ada disini?” Tanya Arsean. “Saya juga tidak tau, saya


diajak makan malam oleh kolega di restoran di Kemang, tiba-tiba kepala saya


pusing dan bangun-bangun saya ada disini, ini dimana Arsean?” Tanya Gunarto,


ternyata Gunarto sedang menyamar sebagai korban penculikan agar Arsean dan


kelima anggota kopasus tersebut tidak mencurigainya, namun Ia salah besar,


bahwa kelima anggota kopasus telah mengetahui kedok aslinya, hanya Arsean saja


yang belum mengetahuinya, nantipun Arsean akan mengetahuinya dan Gunarto akan


menyesali perbuatannya kelak segera. Melihat sandiwara ini, Maung Bodas hampir


menarik pistolnya untuk menodongkan kea rah Gunarto, namun di tahan oleh


Wolfgang sambil menggelengkan kepala tanda “tidak sekarang” mungkin itu maksud


dari gelengan kepala Wolfgang. Sudah cukup dengan sandiwara Gunarto, Mereka


melanjutkan perjalanan melalui celah yang ternyata dibawahnya adalah terowongan


yang sudah disediakan sebelumnya oleh kelompok separatis sebagai jalan keluar


dari serbuan musuh.


Penerangan diterowongan tersebut sangat minim,


udara pengap dan lembab, membuat bulu kuduk merinding jika orang biasa yang

__ADS_1


melewatinya. Sementara itu, Ryan dan beberapa anak buahnya yang berhasil


melarikan diri dan keluar dari terowongan tersebut, “Kita istirahat ditempat


persembunyian kita, sambil menunggu mereka lewat. Biar mereka kita sudah jauh,


persembunyian yang aman adalah didekat musuh itu sendiri.” Ucap Ryan, namun


sesaat kemudian Ia akan menyesalinya. “Telepon kontak kita di Australia, kita


butuh helicopter segera” perintah Ryan. “Siap pimpinan” jawab salah satu anak


buahnya sambil menelpon.


Dr Rafailah telah tiba dimarkas TNI Malang, dan


langsung dibawa ketempat persembunyian oleh anak buah Gunarto, disaat


helicopter mendarat, saat itu pula Joshua telah menunggunya dan memantau dari


jauh, Ia harus melihat situasinya, tempat Dr Rafailah dimana akan ditempatkan,


dan yang paling penting ada berapa pasukan Gunarto. Karena salah perhitungan


sedikit saja, nyawa Dr Rafailah taruhannya. Joshua hanya mengikuti dari jarak


aman yang tidak dicurigai oleh pasukan Gunarto, setelah mengetahui tempat


dimana Dr Rafailah ditempatkan, setelahnya adalah memantau berapa orang yang


berjaga dan berapa orang pasukan Gunarto. Setelah memantau semuanya Joshua


kembali ke baraknya untuk memberitahukan kepada Lion King. “Halo Capt… Dr


Rafailah sudah tiba di markas dan saya juga sudah tau dimana tempatnya, namun


yang jadi masalah adalah berapa orang yang menjadi kaki tangan Jenderal Gunarto”


ucap Joshua. “Jangan bertindak, jika tidak mendesak Josh. Saya yakin Dr


Rafailah sudah ditempat yang aman saat ini” jawab Lion King, “Maksudnya Capt?


Bukannya tadi bilang Dr Rafailah belum sepenuhnya terselamatkan ada penghianat


disini?” jawab Joshua heran. “Percayalah, Dia aman untuk saat ini, keep eyes on


Her” ucap Lion sambil menutup teleponnya. “Siapa yang telepon Lion?” Tanya


Arsean selidik. “Oh… itu Joshua, katanya pasukan lain minta ikut juga untuk


menyelamatkan Jenderal” jawab Lion King asal.


Ditempat persembunyian Ryan dan pasukannya yamg


selamat, Mereka mulai menelpon asset mereka di Australia. “Hallo, Ace siapkan


heli dan beberapa pasukan untuk menjemput kami, lokasi sudah saya kirim.” Ucap


salah satu pasukan Ryan. “Siap laksanakan” jawab Ace dari balik telepon satelit


mereka. “Bagaimana?” Tanya Ryan, “Mereka sedang mempersiapkannya pimpinan”


jawab anak buahnya, “Bagus, kamu suruh dua atau tiga orang untuk berjaga di


luar, saya yakin mereka sedang dalam terowongan yang tad kita lewati, hanya


masalah waktu mereka akan menemukan kita, dan siapkan persenjataan, sebelum tim


jemputan kita dating. Saya yakin mereka akan menemukan kita” Perintah Ryan,


“Siap laksanakan pimpinan” jwab serentak anak buahnya yang ada di ruangan


tersebut. Jenderal Arsean dan pasukan kopasus telah keluar dari terowongan.


“Kemana kita sekarang Arsean?” Tanya Gunarto, Sambil melihat sekeliling Arsean


sambil memberikan perintah kepada Maung Bodas untuk melacak jejak musuh.


"Maung lacak kemana musuh pergi, saya percayakan tugas ini kepadamu”


Perintah Arsean “Siap Jenderal laksanakan” jawab Maung Bodas, dijawab oleh


Arsean dengan anggukan. “Kuya kamu ikut dengan Maung” perintah Arsean kepada


Kuya “Siap laksanakan Jenderal” jawab Kuya. “Saya mau buang air kecil dulu,


kalian tunggu disini” ucap Gunarto “Biar saya ikut Jenderal” ucap Lion King.


“Tidak perlu, Saya bisa sendiri. Saya bukan anak kecil” dengus Gunarto, namun


menghina Jendral Gunarto, namun dengan keadaan seperti ini, musuh dapat melihat


keadaan kita dan jika Anda pergi sendirian tanpa penjagaan, Saya khawatir


terjadi apa-apa dengan Anda Jenderal” ucap Lion King dengan memasang muka tulus


sambil memegang pundak Gunarto dan memasang mini speaker untuk bias


mendengarkan pembicaran Gunarto dan supaya Jenderal Arsean tahu bahwa Gunarto


adalah seorang penghianat musuh dalam selimut dalam tubuh TNI selama ini.


“TIDAK PERLU”sanggah Gunarto sambil melepaskan tangan Lion King dari pundaknya,


lalu Gunarto balik kanan dan pergi meninggalkan Lion King. Begitu punggung


Gunarto tidak terlihat oleh Lion King, segera Dia memberikan alat pendengar


kepada Jenderal Arsean “pakai ini Jenderal, nanti Anda akan terkejut


mendengarnya” ucap Lion King, Arsean mengambil alat tersebut dan memasanganya


dikupingnya “terkejut akan hal apa heh?” ucap Arsean. “dipasang saja dulu


Jenderal, nanti Anda akan tahu sendiri” jawab Lion King. Alat pendengar itu


terpasang dikuping Arsean dan mulai mendengarkan suara Gunarto yang sedang kesal


tadi dengan Lion King, namun sesaat kemudian, Gunarto mulai berbicara dengan


orang lain sepertinya dia sedang menelpon seseorang. Pambicaraan Gunarto bukan


hanya di dengarkan oleh Arsean, namun dengan kelima anggota kopasus juga dapat


mendengarkan pembicaraan tersebut “Halo, gimana amankah target?... baik jangan


sampai ada yang mengetahuinya tentang Dokter itu kita sembunyikan, namun dengan


Dokter itu kalian harus memperlakukan dengan baik supaya Dia tidak merasa kita


sekap, mengerti?...” ucap Gunarto yang akan menjadi pemicu kematiannya segera,


mendengarkan ini Arsean mengerenyitkan dahinya, “apa yang dimaksud dengan


dokter yang harus disembunyikan dan harus diperlakukan dengan baik?” ucap


Arsean dalam hatinya. “Heh, Lion maksudnya apa ini, kenapa gunarto membicarakan


tentang dokter? Siapa dokter yang Ia maksudkan?” Tanya Arsean sambil melotot


kepada Lion. Melihat ini Lion merasa ketakutan “Maaf Jenderal, yang Gunarto


maksud dokter itu adalah Dr Rafailah calon istri jenderal” jawab Lion sambil


menunduk tidak mau melihat mata Arsean karena ketakutan. “Apaaaaa, Kamu bilang


Rafailah sudah aman sudah terselamatkan? Bagaimana bisa Dia kembali diculik


hah?” ucap Arsean sambil menarik kerah Lion. Melihat ini membuat Wolfgang dan


T-Rex reflek menghampiri mereka berdua “Sebelumnya memang seperti itu jenderal,


namun saya mengetahui bahwa tim penyelamat yang menyelamatkan calon istri Anda


ternyata anak buah Gunarto, namun jendral jangan cemas, Saya sudah


memerintahkan Joshua untuk memantau dan menyelamatkan Dr Rafailah. Untuk saat


ini sebaiknya Anda tenang jangan terbawa emosi, karena saat ini pun calon istri


anda dalam keadaan aman dan tidak dikat, karena sekarang Beliau ada dimarkas


TNI di Malang. Saya sarankan Jenderal tenagkan diri, tetap seperti sebelumnya,


karena saya takut jika Gunarto mengetahuinya. Keselamatan calon istri Anda


dalam bahaya, biarkan Joshua bekerja disana untuk menyelamatkan Dr Rafailah”


Ucap Lion King, mendengarkan penjelasan ini membuat Arsean reda emosinya dan


kembali tenang seperti sebelumnya, dan mulai mengambil nafas panjang. Sesaat


kemudian Gunarto kembali dari balik pohon. Bagaimana sudah ketemu tempat


persembunyian musuh?” Tanya Gunarto. “Belum jenderal, saya belum dapat


konfirmasi dari Maung” Jawab Arsean dengan tenang, padahal dalam hatinya Arsean

__ADS_1


emosinya menggebu-gebu. “Maung bagaimana apakah sudah ketemu jejak musuh?”


Tanya Arsean. “Kami baru menemukan beberapa jejak yang kesembarang arah


jenderal, berikan kami waktu lima belas menit” jawab Maung. “Baik lima belas


menit” jawab Arsean Namun tidak butuh waktu sampai lima belas menit Maung sudah


mendapatkan jejak musuh. “Jenderal saya sudah mendapatkannya” ucap Maung Bodas.


“Baik, segera saya kesana” jawab Arsean. Arsean dan yang lainnya menuju lokasi


Maung. Ditempat persembunyian Ryan dan pasukannya, “Pimpinan heli lima menit


lagi tiba” ucap salah pasukannya. “Baiklah…” belum sempat selesai berbicara,


terdengar suara rentetan senapan dari luar “Pimpinan musuh mulai mendekati”


ucap salah satu pasukannya sambil terngah-engah bernafas. “Baiklah, kamu cepat


hubungi tim extractdition, dan berikan koordinat musuh supaya mereka bisa


mneghabisi mereke, sekarang” perintah Ryan, “Siap laksanakan pimpinan” jawab


anak buahnya sambil berlari keluar. “Arsean, kamu sepertinya keberuntunganmu


hanya sampai disini, saudaraku” gumam Ryan. Sementara itu Arsean telah kembali


berkumpul dengan Maung Bodas, “Jenderal persembunyian mereka ada didepan sana


sekitar dua ratus meter dari tempat kita saat ini” ucap Maung Bodas. “Tangkap


Ryan hidup-hidup….” Ucap Jenderal namun sebelum bergerak mereka sudah ditembaki


oleh musuh, salah satu peluru mengenai dada Wolfgang, namun beruntung terhalang


oleh rompi anti peluru, namun tetap saja sakitnya sangat terasa di dada. “Are


You okay, Wolfgang?” Tanya T-Rex, “Never been better” jawab Wolfgang sambil


berdiri kembali dan membalas menembak kearah musuh. Saling balas menembak


terjadi, kesiung suara peluru berterbangan mengenai pohon-pohon, dedaunan,


batu. Beberapa ada yang melintas hanya beberapa centi dari kepala


masing-masing. Suara ledakan geranat terdengar memekakan telinga, saling lempar


geranat antara kedua belah pihak, namun persenjataan musuh lebih kuat dan lebih


banyak, sedangkan amunisi Arsean dan timnya mulai menipis, “Need a mag” teriak


Lion King, T-Rex melemparkan amunisi kepada Lion King sambil menjawab “Last


Mag”. Disela-sela pertempuran tersebut Arsean menyelinap diantar tingginya


dahan rumput, Arsean menyelinap agak memutar untuk melumpuhkan musuh. Setelah


menyelinap dan memutar beberapa menit, Arsean mulai menyergap musuh satu per


satu. “Jleb” bunyi Pisau yang digunakan Arsean menghujam ketubuh musuh, musuh


pun langsung jatuh seketika, namun masih sadar. Belum sempat kembali bangun


musuh tersebut, Arsean kembali menyerangnya dan kembali menghujamkan pisaunya.


Musuh pun tewas bersimbah darah, senjata yang digunkan musuh diambil oleh


Arsean untuk menyerang musuh dari belakang. Arsean mulai bergerak lincah,


menembaki musuh dengan cepat dan tepat. “Dor…dor…dor” suara senjata colt yang


digunakan Arsean untuk menembak dari jarak dekat ke musuh, tiga musuh


tersungkur terkena tembakan Arsean. Arsean masih melanjutkan keahliannya dalam


menyelinap dan menghabisi musuh tanpa suara, seperti hantu. Satu per satu musuh


tewas ditangan Arsean. Keadaan mulai hening setelah Arsean menghabisi musuh


yang terakhir. “Hold Your fire” Teriak Arsean, kelima anggota kopasus berhenti


menembak setelah mendengar suara Arsean. Yang lain langsung berkumpul dengan


Arsean setelah terjadi baku tembak, “Welldone jenderal, keren banget tadi” ucap


Maung sambil meberikan dua jempol. “Tidak masalah” Jawab Arsean singkat. “Ambil


senjata dan amunisi musuh” perintah Arsean, dijawab oleh kelima anggota kopasus


dengan langsung jalan melakukan perintah tanpa suara. “Sudah semuanya?” Tanya


Arsean, “sudah jenderal” jawab Lion King. Tidak jauh dari lokasi Arsean,


terdengar suar helikopter. “Itu sepertinya heli musuh, akan menjemput Ryan.


Cepat, cepat, cepat” perintah Arsean sambil berlari menuju kearah suara


helikopter.


Ada tiga helikopter mengudara, satu helikopter


mendarat untuk menyelamatkan Ryan sisanya tetap mengudara sambil berjaga-jaga. “Cepat,


musuh semakin dekat dengan lokasi kita” perintah Ryan. Ryan dan pasukannya yang


selamat telah menaiki helikopter. Sisa pasukannya tetap dibawah menunggu heli


yang lainnya untuk turun menjemput mereka. Begitu helikopter kedua akan


mendarat, salah satu pasukan yang ada didalam heli tewas tertembak oleh Maung


Bodas. “Enemies is coming” teriak salah satu pasukan yang ada didalam heli


sambil membalas tembakan menggunakan senapan mesin M134 yang dapat menembak


dengan cepat hingga 2,000 hingga 6,000 putaran permenit. Saling tembak menembak


kembali terjadi antara pasukan kopasus dan pasukan Ryan, “Hurry up, hurry up.


Shoot back, shoot back” teriak pasukan yang ada di dalam heli tersebut, yang


sepertinya bukan orang Indonesia. Karena perawakannya yang tinggi dan berkulit


putih. Menerima serangan balik dari musuh, Arsean dan pasukannya berlindung


diantara pepohonan dan batu, “Maung tahan tembakan, kamu foto tiga pesawat


tesebut. Siapa mereka dan dari mana mereka!” perintah Arsean. Among hanya


menganggukan kepalanya dan mengeluarkan alat seperti DSLR namun versi khusus


untuk militer. “Yang lain shoot back” perintah Arsean.


Didalam heli, Ryan mulai memberikan perintah untuk


tembak musuh dengan roket. “Shoot Them, shoot with rocket” perintah Ryan. “But,


there is still Our Man down there” jawab salah satu pasukan yang ada di dalam


heli, “I don’t care, They are just mercenaries, they knew what’s gonna happen”


perintah Ryan. Dibalas anggukan kepala oleh pasukan tersebut, sesaat kemudian


Dia memberikan komando kepada heli yang ketiga utuk menembakan rocket kearah


Arsean. Bunyi suara rocket ditembakan, “siuuu…siuuuu” dua rocket ditembakan. Melihat


ada rocket mengarah kearah mereka, Arsean berteriak “its coming, lari,


berlindung” perintah Arsean. Merekapun mulai menyelamatkan diri, lalu diikuti


suara ledakan dua kali yang sangat besar. Seketika hening setelah ledakan


tersebut, “Roll out” perintah Ryan sambil memutarkan telunjuk keatas. Tiga


helikopter tersebut pergi meninggalkan lokasi yang masih terbakar hebat akibat


ledakan tersebut.


Dibalik kepulan asap dan kobaran api yang masih


menyala, Arsean bangkit sambil terbatuk-batuk melihat sekeliling dan memanggil


anak buahnya "Semuanya baik-baik saja?” Tanya Arsean. “Lion good” jawab


Lion, “Maung good” jawab Maung, “I’M okay” ucap Gunarto sambil mengangkat


tangannya. “WOLFGANG, T-REX, KUYA?” teriak Arsean, “Wolfgang good, but T-Rex


dan Kuya, They didn’t made it” jawab Wolfgang, mendengar ini, semuanya


menghampiri Wolfgang, dan ternyata T-Rex dan Kuya Hideung mereka tewas akibat


ledakan tadi. Melihat ini membuat Arsean emosi. “RYAAAAAAAAAANNNNN,


ARGGGGHHHHH” Teriakan Arsean menggema dihutan.

__ADS_1


__ADS_2