
Sementara itu kuya dan Wolfgang sudah melumpuhkan
musuh yang sedang berjaga dan posisinya sekarang sudah di depan jendela kamar
Dr Rafailah yang sedang di sekap. “Stop jangan bergerak kuya” perintah wolfgang
sambil menunjuk kearah atas pintu kamar. “Lihat ada kabel melintang, lebih
berhati-hati kawan, saya tidak mau harus memberikan surat wasiat kepda keluarga
Kamu nanti.” Ucap wolfgang. “T-Rex, Kamu ambil musuh arah jam sebelas, Saya
ambil arah jam satu, Maung Bodas musuh dua orang Saya serahkan padamu” ucap Lion
King. “Roger” jawab T-Rex. “On three, one…two…three”, sleb…sleb…sleb…sleb…sleb…sleb.... “Tangos down” ucap Maung Bodas. “Welldone kawan,
saatnya kita berkumpul dengan wolfgang dan kuya, Maung
Bodas tetap waspada” perintah Lion King. “Roger that” jawab Maung Bodas. Disaat Wolfgang dan kuya
sedang berkutat untuk menjinakan bom yang ada di pintu ruangan dimana Dr
Rafailah disekap, tanpa diketahui oleh mereka ada musuh yang siap untuk
menembak Wolfgang dan Kuya. Sleb….Sleb… Suara tembakan yang ternyata berasal
dari Lion King yang menembak musuh yang sudah siap akan menembak Wolfgang.
“Terima kasih kawan” ucap Wolfgang kepada Lion King. “Nanti saja terima
kasihnya, kita berkutat dengan waktu saat ini. Karena Jendral masih disekap
oleh musuh dan sebentar lagi akan dieksekusi secara online” ucap Lion King.
“Kami sedang mencoba melumpuhkan bom ini. Agak sulit, kalian coba cari dimana
keberadaan Jendral Arsean” Ucap Wolfgang. “Maung bodas posisi?” tanya T-rex.
“going to the new point, two minute ETA” jawab Maung Bodas. Seiring berjalannya
waktu yang kian menipis, pasukan Kopasus mulai berpencar kembali.
Setelah
melihat Istana Merdeka hancur, Ryan kembali ke ruangan dimana Jendral Arsean
disekap. “Cepat kita tidak punya waktu lebih banyak lagi” perintah Ryan kepada
anak buahnya. “Siap pimpinan” jawab anak buahnya serempak. Setelah itu,
seseorang datang menghampiri Ryan. Seseoang yang tidak diduga-duga akan hadir
dimarkas separatis. “Halooo Jendral Gunarto, selamat datang Jendral” Ucap Ryan sambil menjabat tangannya.
Iya benar seseorang tersebut adalah Gunarto Jendral bintang tiga TNI AD,
“Kenapa lama sekali Kamu untuk menghabisi satu orang saja hah?” Jawab Gunarto
ketus. “Tenang Jendral, sebentar lagi Arsean hanyalah tinggal nama saja!” jawab
Ryan. “Lalu dokter itu bagaimana? Saya tidak mau ada masalah dikemudian hari
jika dokter itu juga masih berkeliaran diluar.” Ucap Gunarto. “Aduh Jendral,
wanita secantik itu sangat sayang sekali jika harus dibunuh. Biarkan dia
menjadi urusan Saya nantinya, tak perlu risau lah.” Jawab Ryan. “Saya tidak mau
di lain
waktu jadi boomerang buat Saya, mengerti!!!” Sanggah Gunarto.
Maung Bodas tiba diposisi untuk memantau sekitar
area, tiba - tiba Ia melihat pemandangan yang mengejutkan baginya.
“Jendral Gunarto??? Buat apa Dia ada di markas kelompok separatis?” Ucap Maung
Bodas berbicara kepada dirinya sendiri. “Wolfgang, Lion King or anybody, over” ucap Maung Bodas. “Ada
apa Maung?” Tanya Wolfgang. “I saw someone important, dan sepertinya Dia musuh
dalam selimut dalam TNI AD” Ucap Maung. “Apa maksudmu?” Tanya Wolfgang. “I saw
Jendral Gunarto inside enemies fortress” Jawab Maung Bodas. “You Kidding right?
Jawab Wolfgang. “He is Our Jendral, I’m kidding for what? Saya melihat Dia
berbincang dengan pemimpin mereka Ryan” Ucap Maung Bodas yang membuat keempat
orang lainnya yang mendengarnya terkejut. “Jangan bocorkan dulu info ini kepada
siapapun, sebelum kita mendapatkan bukti yang kuat” Jawab Wolfgang. “Easy
brother, I got the picture for evidence” Jawab Maung Bodas. “Baiklah, tapi
tetap saja kita keep saja dulu informasi ini sampai kita face on with Him later
on” Jawab Wolfgang. “Siap” jawab serempak keempat lainnya. “Gunarto, You’ll be
finish after this” Ucap Maung Bodas. Sementara itu di ruangan Dr Rafailah disekap. Wolfgang dan Kuya berhasil
menjinakan bom yang ada di pintu. “Dr jangan berteriak, kami anggota Kopasus
anak buah jendral Arsean” Ucap Wolfgang sambil perlahan melepas penutup kepala
Dr Rafailah. Setelah itu melepaskan ikatan dimulut Dr Rafailah. “Terima kasih”
__ADS_1
Ucap lirih Dr Rafailah. “Sama-sama Dokter, apakah dokter masih kuat untuk
berjalan?” Tanya Wolfgang. Hanya dijawab dengan anggukan Dr Rafailah. “Baiklah
saatnya kita menjauh dari sini, selamatkan Dr Rafailah dulu” Ucap Wolfgang.” Kuya hideung
hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan Wolfgang. “Hostage
one on hand, we’ll be out to secure hostage one first” Ucap Kuya Hideung di
radionya. “Yes” Maung Bodas berseru sambail mengepalkan tangannya. “Kalian aman
lewat pintu tadi, saya awasi dari atas, leave right now guys” perintah Maung
Bodas. “Roger that” jawab Kuya sambil menepuk pundak wolfgang sebagai pertanda
untuk bergerak sekarang. Hingga mereka bisa keluar dengan aman dari tempat
penyekapan hingga tempat aman untuk menyelamatkan Dr Rafailah. “Sambil berhenti di antar
pepohonan lebat, Wolfgang memberi tanda kepalan tangan keatas sebagai tanda berhenti. Lalu wolfgang tiarap sambil
menjaga Dr Rafailah, namun wolfgang menyuruh Kuya untuk memutar dan melumpuhkan musuh, karena
Wolfgang melihat ada musuh sedang patroli lima orang. Namun dengan keahlian
kuya yang memang diatas rata-rata pasukan TNI lainnya, sehingga lima orang
musuh dapat ditaklukan hanya kurang dari semenit saja. “Clear” ucap Kuya
Hideung. Meihat kejadian didepan mata, Dr Rafailah merasakan kengerian dan
kehebatan anggota kopasus tersebut. “Eagle one, this is wolfgang over” Uap
Wolfgang dalam radioa militernya. “This is Eagle one over” ucap salah seorang
dalam radio militer tersebut. “We got the hostage one, we need air redemption” Ucap Wolfgang.
“Location?” Tanya salah seorang dalam radio militer tersebut. “koordinat 20 LT
– 22,2 LB, 32 BT – 33,6 BB, kami menandai dengan laser ke langit, kalian pasti
akan melihatnya, over” jawab Wolfgang. “Roger that, ETA fifteen minutes” jawab
salah seorang dalam radio militer tersebut. “fifteen minute” ucap wolfgang
kepada Kuya dan Dr Rafailah. Sementara itu Lion King dan T-Rex sedang menyisir
markas kelompok separatis unuk menyelamatkan Jendral Arsean. “Maung Bodas,
bagaimana keadaan dilihat dari atas sana?” Tanya Lion King. “Musuh masih
terlihat ada di depan markas mereka dari arah belakang gunung hanya ada
beberapa yang berjaga. Dr Rafailah sudah sampai tujuan extractdition. Sementara
disekap. Melihat penghuninya tidak ada, pasukan tersebut mencoba berbicara melalui
radio, namun sebelum Ia menggunakannya Maung Bodas sudah terlebih dahulu
melumpuhkannya. “Sleb…” suara tembakan sniper dari Maung Bodas yang langsung
menewaskan musuh. “Tango down, better hurry up. Soon enemies will know that
they are hostage has gone” Ucap Maung Bodas melalui radio. “Roget that” jawab
Lion King. Suara helikopter terdengar dari jauh. “jemputan Anda
telah datang Dokter, Anda sudah aman” Ucap Wolfgang, sementara Kuya berjaga
dibelakang, helikpter mendarat dengan aman. “Kalian tidak ikut?” Tanya Dr
Rafailah, dibalas gelengan kepala oleh Wolfgang. “Our Boss still in the enemies
fortress. We not gonna leave him alone. We gonna save him” jawab Wolfgang, Dr
Rafailah hanya bisa membalas dengan anggukan. “Mari dokter kita tidak punya
banyak waktu, mari ikut dengan saya” ucap salah satu pasukan penyelamat TNI.
Dan melihat Dr Rafailah menaiki helikopter dan pergi menjauh dari lokasi,
membuat Wolfgang dan Kuya Hideung lega. “satu sudah terselamatkan, it’s show
time guys. Kita selamatkan jendral kita” ucap Wolfgang melalui radio militer.
“Perasaan saya tidak enak nih dengan helikopter barusan” ucap Kuya Hideung,
“Itu hanya perasaan kamu saja kawan” jawab Wolfgang. Namun Wolfgang juga
merasakan hal yang sama dengan Kuya Hideung, namun Ia hanya berbicara dalam
hatinya saja.
Sementara itu didalam helikopter, “Jenderal, kami
sudah mendapatkan target” ucap salah satu pilot. “Bawa kemarkas di Malang
terlebih dahulu, untuk mengurangi kecurigaan orang lain.” Ucap Gunarto. “Siap
Jenderal, laksanakan”. Ternyata firasat Kuya Hideung benar bahwa helikopter
tersebut mencurigakan, Ternyata Dr Rafailah belum sepenuhnya terselamatkan, didalam internal TNI sendiri
ternyata ada anak buah Jenderal Gunarto yang setia kepadanya. Ryan bahkan tidak
mengetahui bahwa Dr Rafailah telah keluar dari markasnya, Jenderal Gunarto
__ADS_1
sengaja tidak memberitahukannya karena dengan kejadian ini Jenderal sudah
mengetahui kekuatan pasukan Ryan yang dengan mudahnya dikalahkan oleh segelintir
pasukan TNI. Di saat Jenderal Gunarto berbicara dengan pilot tersebut, ternyata
Maung Bodas mendengarkan pembicaraan tersebut. “Sial dasar Jenderal penghianat,
jenderal laknat. Guys this is emergency situation, over.” Ucap Maung Bodas
melaui radio militer. “Speak up, over” Jawab Lion King. “Dr Rafailah has not
fully rescue, over” jawab Maung Bodas, “maksudnya apa Maung?” Tanya Lion King.
“Dr Rafailah masih disandera, namun oleh pihak kita sendiri” kali ini yang
menjawab Kuya Hideung. “That is true” Jawab Maung Bodas. “Baik, akan saya sampaikan
kepada tim kita di Malang untuk menyelamatkannya” Jawab Lion King, “Kita focus
menyelamatkan Jenderal Arsean terlebih dahulu” Lanjut Lion King. Sebelum
helicopter mendarat dimarkas TNI di Malang, Lion King telah memberitahukan
situasinya kepada anggota kopasus yang ada di Malang. Melalui telepon satelit
yang tidak bisa dilacak oleh siapapun. “Halo Josh” Ucap Lion King melalui
telepon satelit milik kopasus. “Halo, Capt” Jawab Josh. “Listen, Kami baru saja
menyelamatkan Dr Rafailah….” Belum selesai bicara sudah dipotong oleh Joshua. “Good job Capt….” Belum selesai Joshua
bicara sudah dipotong kembali oleh Lion King “Shut it, listen, this important
and emergency. Dr Rafailah belum sepenuhnya selamat, internal kita ada
penghianat, di helikopter itu semuanya adalah penghianat. Save Her with quietly,
that is Your task” ucap Lion King. “Tapi Capt, jika
pasukan yang di helicopter mengetahui jika saya mencoba menyelamatkannya dan
mereka bertindak, What should I do?” Tanya Joshua. “What do You Think, hah?”
jawab ketus Lion King. “Think fast, dude. If You not kill them first, They gonna kill You first” lanjut
Lion King. “I’m out, I counting on You Josh” ucap Lion King sambil menutup
telepon satelitnya. “Bagaimana?” Tanya Wolfgang. “Berdoa saja, semoga Joshua
bisa melaksanakan tuganya dengan baik” jawab Lion King. Kemudian keempat anggota
kopasus tersebut mulai menjalankan misi untuk menyelamatkan jenderal Arsean.
Sementara itu dimarkas pasukan separatis.
“Pimpinan, semua sudah ready untuk online.” Ucap salah satu pasukan yang
menangani bidang IT dan media. “Bagus, Jenderal Gunarto mau ikut melihatnya
langsung, hah?” ucap Ryan sambil menaikan alis matanya. “Jenderal Gunarto hanya
menggelengkan kepalanya, tanda tidak mau ikut. “Baiklah kalo begitu saya pamit
dahulu jenderal” ucap Ryan sambil meninggalkan ruangan. “Siaran langsung akan
segera dimulai pimpinan, kita hitung mundur..lima…4…3…2…1. Mulai” ucap pasukan
spesialis IT tersebut. Maka semua acara
TV di seluruh dunia telah berhasil di hack oleh pasukan separatis dan
memperlihatkan Jenderal Arsean yang masih dibungkus kepalanya oleh kain
penutup. Semua orang yang melihat tayangan tersebut terhenyak kaget. Begitu
pula di ruangan BIN dan Markas TNI. “Cepat cari tahu lokasi markas musuh dan
cepat beritahu Yusuf untuk segera merangsek. “Perintah Mayjen Irvan. “Siap,
Mayor” ucap salah satu pasukan yang ditugasi mencari lokasi markas musuh. “IP
nya terlalu banyak dan akan memakan waktu lebih dari lima jam jenderal, musuh
sepertinya telah sengaja membuat IP banyak supaya kita kehabisan waktu untuk mengetahui lokasi musuh” ucap pasukan tersebut.
“Sial, cepat hubungi kapten Lion King, dimana Dia sekarang posisi” perintah Mayjen Irvan.
“Disini Lion King Mayor, posisi sudah berada di dalam markas musuh. Situasi
terlihat jelas oleh sniper kita, Mayor. Lion King out”
jawab Lion King tanpa menunggu perintah dari Mayjen Irvan. “Maung Bodas,
situation?” Tanya Lion King. “Jenderal masih tertutup mukanya oleh kain, semua
terlihat jelas dari sini.” Jawab Maug Bodas. “T-Rex, Kuya Hideung position?”
Tanya Lion King. “Kami datang dari arah barat daya, kami akan masuk dalam dua
menit” jawab T-Rex. “Good, saya mauk dari arah timur laut, pastikan jenderal
aman Maung!!!” perintah Lion King. “Roger that” jawab Maung Bodas. Ketegangan
mulai terasa, para penonton diseluruh duniapun menahan nafas melihat kejadian
di TV mereka masing-masing.
__ADS_1