
Di rumah sakit pusat Rafailah Hospital, Dokter Rafailah
baru saja selesai melakukan operasi bedah otak dan hasilnya sangat memuaskan.
Pasiennya dalam keadaan normal setelah operasi selesai, dan ini membuat nama Dr
Rafailah semakin terkenal di Indonesia bahkan dunia kedoteran di seluruh dunia
mengagumi kecerdasan Dr Rafailah. “Hufftt, Alhamdulillah operasi ini berjalan
dengan lancar. Terima kasih ya Allah atas pertolongan Mu terhadap pasien saya” seloroh Dr Rafailah
berbicara dengan dirinya sendiri di ruangannya. Ya Dr Rafailah sangat taat
terhadap Agama yang dianutnya, bukannya hanya cantik dan cerdas tapi juga
sangat bagus Agamanya. Inilah yang membuat semua kolega-kolega dokter yang
praktek disana beserta seluruh karyawan RS Rafailah sangat menghormati Dr Rafailah,
walaupun sebenarnya orang jutek, tapi sikapnya terhadap karyawan sangat baik.
“Assamualaikum pih” jawab Dr Rafailah sambil
memegang HP nya, ternyata Dr Rafailah sedang melakukan VC dengan Papi nya.
“Walaikumsalam sayang, gimana operasinya lancar” Tanya papi nya, “Alhamdulillah
lancar pih, berkat pertolongan Allah juga yang mengizinkan pasien aku untuk
melanjutkan hidupnya di dunia ini” jawab Dr Rafailah. “Alhamdulillah, papi ikut
senang dengarnya” jawab papi nya. “Oh iya, nanti malam papi sama mami mau ajak
kamu makan malam bisa?” Tanya papi nya. “Bisa dong pih, masa makan malam sama
keluarga aku ngga bisa” jawab Dr Rafailah, tanpa menanyakan makan malam dimana
dan dengan siapa saja. Itu lah Dr Rafailah, tidak pernah menolak ajakan orang
tuanya selama itu bukan yang buruk, karena selama ini orang tuanya tidak pernah
berbuat yang membuat Dr Rafailah kecewa, maka dari itu Dr Rafailah tidak pernah
menolak ajakan Orang tuanya jika bukan karena alasan penting seperti Operasi
dadakan misalnya.
Di malam hari di kediaman Dr Rafailah, “Pih kita
jadi makan malamnya?” Tanya Rafailah “Jadi dong” jawab papinya. “Tapi kok kita
ngga keluar pih?” kembali Rafailah bertanya, “kita makan malam dirumah saja,
tidak apa-apa kan?” Tanya balik papinya. “Oh…. Ya tidak apa-apa pih” jawab Rafailah.
“Kita akan kedatangan tamu istimewa untuk makan malam bareng dengan kita”
lanjut papinya, yang membuat kening Rafailah mengkerut kebingungan “ngga usah
bingung gitu mukanya” canda papinya sambil menyentil kening Rafailah. “aduh
sakit pih” kata Rafailah sambil memanyunkan bibirnya. “Emangnya siapa tamu kita
pih?” Tanya Rafailah, tanpa di jawab oleh papinya dan papinya langsung bangun
dan meninggalkan Rafailah yang kebingungan, karena penasaran Rafailah pun
akhirnya bertanya ke mami nya. “Mah, mami tahu siapa tamu yang diundang papi
untuk makan malam dengan kita?” Tanya penasaran Rafailah, “nanti kamu juga tahu
sendiri, nak” jawaban sederhana maminya, yang kembali membuat Rafailah bingung
sambil memanyunkan bibirnya.
Tepat sebelum makan malam dimulai, tamu yang
ditunggu sudah hadir di kediaman keluarga Dr Rafailah. “Assalamualaikum” salam Kolonel
Hamzah, “Walaikumsalam, mari masuk Kolonel Hamzah” jawab papinya Dr Rafailah.
Melihat siapa yang dating, Dr Rafailah memasang muka datar hanya memberikan
senyuman tipis saja, namun dalam hatinya dia sangat senang bahwa yang datdang
adalah keluarga Kolonel Hamzah yang man pasti ada Jenderal Arsean. Sebenarnya Rafailah
menyukai Arsean, namun karena menjaga sikapnya dan tidak mau mempelihatkan
bahwa dia suka dengan Arsean, dia ingin tahu terlebih dahulu apakah Arsean
__ADS_1
mempunyai perasaan yang sama dengan apa yang dia rasakan terhadapnya.
Melihat Dr Rafailah dengan tampilan sederhana
dengan make-up tipis, tidak mengurangi aura kecantikan dalam diri Dr Rafailah,
ini membuat hati sang Jenderal muda berdebar-debar dan menjadi gugup. Pertama
kalinya sang jenderal yang ditakuti di seluruh dunia begitu gugup dihadapkan
dengan wanita secantik Dr Rafailah. “Aku lebih baik berperang melawan musuh
daripada harus berhadapan dengan Rafailah, ya Allah apakah ini yang dinamakan
cinta, kenapa adrenalin dalam diri saya begitu bergejolak hingga aku gugup
begini, apakah wanita di depan ini adalah jodoh yang Engkau berikan kepada
saya? Jika memang bukan jodoh hamba maka dekatkan lah, jika memang jodoh hamba
maka jadikanlah” gumam Arsean dalam hati sambil tersenyum. Melihat tingkah laku
anaknya yang bengong sambil senyum-senyum sendiri, membuat Hera tersenyum
melihatnya hinga dia menyenggol anaknya untuk terbangun dari lamunannya.
“Eh….ya saya juga senang diundang makan malam disini om, tante” seloroh Arsean
setelah sadar dari lamunannya tanpa ada yang menanyakan apapun kepadanya.
Mendengar ini, semua yang ada disitu tertawa melihat tingkah laku sang jenderal
yang terkenal ditakuti oleh mush-musuhnya ini. “kamu ngomong sih, nak” jawab
Hera sambil menahan tawanya sambil menutup mulutnya supaya tidak terlalu
tertawa lebar, sementara Kolonel Hamzah tertawa lebar melihat tingkah laku
anaknya, “ha…..ha….ha….baru pertama kalo papa melihat kamu salting dan gugup
seperti ini” seloroh Kolonel hamzah, “wajar memang jika melihat kecantikan Dr Rafailah
siapa yang tidak terpukau” lanjut Kolonel hamzah di barengi dengan memerahnya
pipi Dr Rafailah karena malu di puji oleh calon papa mertuanya, “dulu papa juga
gitu melihat mama untuk pertama kalinya, saking cantiknya mama kamu papa juga
Melihat tingkah laku jenderal Arsean, membuat keluarga Dr Rafailah tertawa
lebar, “ha…ha…ha…ternyata jenderal muda yang ditakuti oleh seluruh dunia, bisa
gugup juga ya, ha…ha…ha…” goda papinya Rafailah, di barengi tawa semua yang ada
kecuali Arsean yang mukanya merah menahan malu.
“Mari masuk, makannya sudah siap, mari kita makan
malam dahulu setelah itu kita lanjut ngobrol-ngobrol santai” pinta papinya Rafailah.
Merekapun jalan berbarengan kea rah meja makan yang sudah siap dengan makan
malamnya. Makan malampun dimulai dengan hangat dan ceria sambil melempar senyum
antara Jenderal Arsean dan Dr Rafailah. Setelah makan malam selesai mereka
lanjut mengobrol di ruang tamu, “terima kasih atas makan malamnya om, tante,
makannya enak-enak banget, kapan-kapan boleh ya saya makan malam disini lagi,
he…he…he” seloroh Arsean yang di jawab dengan tawa semua orang yang ada disini,
“husss. Kamu tuh emang masakan mama ngga enak apa?” Tanya Hera, “atau
jangan-jangan kamu mau makan malam disini hanya untuk ketemu Dr Rafailah?”Tanya
canda Hera yang membuat muka sang jenderal merah menahan malu. “mama apaan sih,
masakan mama enak kok, enak” jawab Arsean. “tidak apa-apa kalo kamu mau sering
makan malam disini, atau mau makan malam setiap hari disini juga boleh kok,
betul tidak Rafailah?” jawab maminya Rafailah yang membuat pipi Rafailah merah
“Kok malah Tanya aku mah, kan ini rumah mama sama papi bukan rumah aku” jawab Rafailah
sambil memanyunkan bibirnya.
Canda tawa dua keluarga ini begitu hangat dan enak
dilihat, malam semakin larut keluarga Kolonel Hamzah pamit untuk pulang. “Terima
__ADS_1
kasih atas undangan makan malamnya pak RD bu Novi” kata Kolonel hamzah, “sudah
makin larut, kami izin pulang dahulu ya, takut mengganggu istirahat keluarga
bapak apalagi Dr Rafailah yang seorang dokter pasti butuh istirahat yang
banyak, betul begitu Dr Cantik?” Tanya Kolonel Hamzah. “tidak kok Om, saya juga
seneng om dan keluarga datang makan malam dengan kami malam ini” jawab Rafailah
sambil tersenyum manis di hadapan calon mertuanya. “sama-sama Kolonel hamzah,
saya dan keluarga merasa sangat terhormat keluarga Kolonel hamzah dapat hadir
memenuhi undangan makam malam sederhana bersama keluarga kami” jawab papinya Rafailah,
“Baiklah kami pamit pulang, semoga dikemudian hari kami bsia sering datang
kemari bukan hanya sebagai tamu tapi sebagai besan, he…he…he…” canda Kolonel
hamzah.
Mendengar perjataan Kolonel Hamzah, membuat hati Dr
Rafailah berbunga-bunga mendengar kata-kata “BESAN”, “Apakah aku bisa jadi
menantunya Kolonel hamzah?” Tanya Rafailah dalam hati, begitupun dengan Arsean
“Apakah aku bisa jadi menantunya pak RD?” Tanya Arsean dalam hatinya juga.
Sementara itu di semua club malam, Widya bersama
teman-temannya sedang asik hangout sambil berjoget-joget di lantai dansa,
sambil berpegangan pada pundak seorang laki-laki yang tidak dia kenal sama
sekali. Itulah Widya yang begitu gampangnya didekati laki-laki yang hanya
menginginkan tubunya saja dan melewati cinta satu malam, begitupun dengan Widya
yang entah sudah berapa banyak laki-laki yang tidur denganya, hingga semua
orang di Bandung pun tahu dia seperti apa orangnya, hanya Karena dia anak
seorang gubernur dia bisa mendapatkan apapu dan siapapun yang dia kehendaki. Di
topang dengan paras yang cantik, body yang aduhai semampai, membuat laki-laki
manapun tidak akan bisa menolaknya.
Setelah melakukan cinta satu malam dengan seorang
pria yang tidak dia kenal, Widya terbangun dari tidurnya dan langsung terpikir
olehnya wajah tampan jenderal Arsean. Dia pun langsung menelpon papanya untuk
melakukan lamaran secepatnya karena dia takut Arsean akan di ambil oleh Dr Rafailah.
“Halo pah, kapan papa akan melamar jenderal Arsean untuk aku? Aku sudah tidak
sabar nih untuk menjadi istrinya jenderal Arsean” seloroh Widya di HP nya, ini
membuat sang gubernur emosi baru bangun pagi sudah mendengar ocehan anaknya,
“Sabar, tidak mudah membalikan telapak tangan untuk membuat Arsean mau dengan
mu” jawab Aan, “pertama-tama kamu harus merubah sifat urakan mu yang suka gonta
ganti pria dan sering ke club malam, karena Jenderal Arsean tidak suka wanita
seperti itu” lanjut Aan, sementara itu di ujung telepon Widya mengerutkan
keningnya mendengar permintaan papanya untuk berubah, yang mana itu tidak
mungkin bisa dia lakukan karena dia sudah terlanjur kecanduan *** bebas dan
tidak bisa 1 haripun tanpa melakukan hubungan suami istri. Tidak mendengar
jawaban dari anaknya gubernur pun menegurnya “kenapa kamu tidak bisa berubah
hanya untuk sementara sampai rencana kita berhasil, hah?” Tanya Aan
“Baiklah pah, aku akan coba berubah, tapi hanya
untuk sementara ya pah, kan papa tahu aku tidak bisa jika ****** ku
tidak ada yang nengokin?” seloroh Widya yang membuat Aan gusar “kamu
itu ya, sudah lah jangan ganggu papa, papa mau berangkat kerja” jawab Aan
sambil tutup teleponnya.
__ADS_1