
Entah kebetulan atau memang sengaja Jenderal Arsean
mendatangi RS Rafailah yang mana disana adalah tempat prakteknya Dr Rafailah.
“Apa yang harus aku katakan ketika bertemu dengan Dr Rafailah ya?” gumam Arsean
dalam hati. “Hai Dr apakah kamu ada waktu untuk makan siang?” gumam Arsean
“ahhh….tidak begitu tidak begitu cara mengajaknya bambang” gumam Arsean sambil
menepuk kepalanya sendiri. Sementara itu Dr Rafailah melihat dari kejauhan
orang yang dia kenal terlihat seperti kebingungan mondar-mandir sesekali
menepuk kepalanya, ya yang di lihat oleh Dr Rafailah adalah jenderal Arsean
yang katanya sangat ditakuti oleh militer dan musuh-musuhnya di dunia, namun di
mata Dr Rafailah jenderal Arsean tidak seperti apa yang dikatakan oleh
orang-orang, menakutkan, wajah yang garang dan seram. Malahan yang dilihat
adalah muka bingungnya, muka datarnya, tidak sama sekali menakutkan. Hingga Dr Rafailah
tersenyum sendiri memikirkan muka seramnya Arsean seperti apa. “itu jenderal
yang ditakuti seluruh dunia? Hehh apanya yang menakutkan, lucu yang ada,
he…he…he…” gumam Dr Rafailah “huissh apa sih yang kamu pikirkan Rafailah”
lanjut gumam Dr Rafailah.
Rafailah
pun berjalan menghampiri Arsean yang terlihat kebingungan, sedangkan Arsean
masih saja bergejolak dengan jalan pikirannya, harus bagaimana mengajak Dr Rafailah
supaya mau di ajak pergi makan siang bareng. Lalu tiba-tiba ada sebuah tangan
menepuk pundak Arsean yang sontak membuat Arsean terkejut dan tiba-tiba
berbicara, “apakah kamu mau makan siang bareng dengan saya?” celetuk Arsean
sambil terkejut dan sambil menoleh kearah orang yang menepuk pundaknya, dan
alangkah kagetnya Arsean melihat sesosok wanita cantik yang akan di ajak makan
siang justru ada didepan matanya. Mendengar celetukan ajakan Arsean yang tanpa
di sengaja mengajaknya makan, justru diterima oleh Dr Rafailah, sambil
tersenyum manis Rafailah pun menjawab “boleh mau makan siang dimana kita?”
imbuh Dr Rafailah, namun orang yang ditanya malah bengong seperti tidak ada
jiwanya didalam tubuh kekarnya. Sambil menggoyangkan telapak tangannya di depan
muka Arsean Rafailah pun kembali bertanya, “hallo, apakah ada orang disini?”
celetuk Rafailah, namun orang yang ditanya tetap tak bergeming sedikit pun,
selang beberpa detik Arsean pun sadar dari ketertegunanannya dan malah
__ADS_1
salting. “eh….apa….apa?” celetuk Arsean sambil tergagap, yang mana membuat Dr Rafailah
tertawa. “ha…ha…ha…ini yang namanya jenderal bintang lima yang ditakuti oleh
seluruh dunia itu?” canda Dr Rafailah “gada seram-seramnya sama sekali, malah
kamu tuh lucu tau” lanjut Dr Rafailah. Mendengar ini membuat wajah Arsean
menjadi merah merona seperti udang rebus, kembali melihat tingkah dan wajah Arsean
yang memerah, membuat Dr Rafailah terus menggodanya. “hei….muka kamu abis di
rebus yak ok merah banget sih, ha…ha…ha…” canda Dr Rafailah kembali kepada Arsean.
Mendengar candaan dari Dr Rafailah membuat Arsean kembali normal dan malah
balik meledek Dr Rafailah, “digodain sama Dr Cantik siapa yang tidak gugup
coba?” Tanya balik Bilesa sambil mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Dr Rafailah,
melihat jarak antara muka mereka sedakat ini membuat jantung Rafailah bedetak
cepat tak karuan dan mendandak rona pipi Rafailah menjadi merah seperti udang
rebus, dan melihat ini menjadi kesempatan Arsean untuk balik menggoda Rafailah.”Hei…ngga
usah gugup juga dong, pipi kamu merah tuh kaya udang rebus, he…he…he…” canda Arsean,
“apa jangan-jangan kamu suka sama aku ya? Heehh” lanjut Arsean. Mendengar ini
mebuat Rafailah gemas dan marah lalu balik badan dan pergi meninggalkan Arsean.
Melihat Rafailah pergi secara naluri Arsean mengerjarnya. “Hei…mau kemana,
ngajakin makan siang deh” celetuk Rafailah sambil berjalan kedepan tanpa
menoleh ke belakang. Sedangkan di belakangnya mendengar celetukan Rafailah
membuat Arsean kegirangan dan meloncat sambil bilang “Yessss” dengan suara
pelan, mendengar suara berisik dibelakang membuat Rafailah nengok dan sekejap Arsean
pun kembali normal posisinya badannya. “jadi makan siang apa tidak?” Tanya Rafailah.
“ya jadi dong” jawab Arsean. “Yaudah ayo aku udah laper, lagian kamu yang
bayarin makan siangnya kan? Tanya Rafailah kembali. “iya aku dong yang bayar
masa calon istri ku yang bayar” celetuk Arsean, Mendengar celetukan Arsean
kembali membuat pipi Rafailah perah lalu membuang mukanya sambil berjalan
menjauh takut kelihatan oleh Arsean sambil bilang “Jangan mimpi aku mau jadi
istri jenderal tukang bengong kaya kamu” celetuk Rafailah. Sedangkan Arsean
sendiri mendengar apa yang keluar dari mulutnya pun sama kagetnya dan bengong
lagi “ngomong apa sih saya aduh nih mulut ngga pernah sekolah kayanya” sambil
memukul mulutnya sendiri.
Di
__ADS_1
sebuah restaurant, sambil menunggu makanan dihidangkan mereka berdua hanya diam
saja, suasana canggung melekat dengan mereka, saking sunyinya mungkin suara
jangkri bisa terdengar “krik…krik….krik”, setelah makan datang pun mereka hanya
focus makan tanpa berbicara sama sekali, sekali lagi jangkri lewat
“krik…krik…krik…”. Setelah selesai makan siang barulah pembicaraan dimulai oleh
Arsean untuk mencairkan suasana. “ehmmm…ehmmm…ehmmm…” gumam Arsean, “Ehmm apa?”
jawab Rafailah. “ehmm…anu….itu ehmmm” kembali bergumam Arsean seperti bingung
mau bicara atau bertanya apa. “ehmmm…apa sih, masa jenderal kaya gini gugupnya,
he…he…he…”canda Rafailah, yang malahan membuat Arsean kembali normal dan
langsung bertanya “Apakah kamu sudah punya pacar?” kata-kata yang tiba-tiba
saja keluar dari mulut Arsean, dan sekali lagi jangkrik lewat
“krik…krik…krik…”. “Aku belum punya pacar, ngga sempet pacaran sibuk belajar
ambil spesialis bedah otak 4 tahun, belum pas kuliah kedokteran saja udah 6
tahun, jadi ya 10 tahun lah aku tidak punya pacar” jawab Rafailah “kalo kamu
gimana apakah kamu punya pacar?” Tanya balik Rafailah. “Aku punya pacar?”
celetuk Arsean sambil menunjuk dirinya sendiri, “mana sempat aku pacaran
setelah selesai Akademi militer aku lanjut sekolah lagi untuk meningkat kan
jabatan aku, lalu aku terbang ke Negara-negara konflik untuk menjkaga perdamain
disana, dan aku baru cuti sekarang-sekarang ini, yah mungkin sama seperti kamu
10 tahun lah aku ngga pacaran juga” celetuk Arsean supaya bisa sama dengan Rafailah,
padahal dari semenjak sekolah Arsean tidak pernah pacaran. “tidak perlu
menyamakan lamanya jomblo deh, kalo emang lebih dari 10 tahun bilang aja sih,
tidak perlu malu” canda Rafailah yang membuat Arsean tersenyum. Lalu mereka
lanjut mengobrol tentang masa lalu mereka dan mereka pun sudah mulai mencair
saling lempar canda.
Di saat bersamaan, disebrang jalan
restaurant dimana Rafailah dan Arsean berada. Terdapat sosok wanita yang
melihat mereka sambil mengepalkan tanganya. Ya disebrang sana Widya melihat
keakraban Arsean dan Rafailah yang begitu cair sambil terlihat tertawa bersama,
ini yang membuat Widya geram, “Rafailah awas aja kamu berani mengambil Arsean
dari tangan ku, tidak akan aku maafkan kamu, lihat saja nanti” gumam Widya
sambil pergi meninggalkan tempat dia berada baru saja.
__ADS_1