JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 6 KENCAN PERTAMA ARSEAN & RAFAILAH


__ADS_3

Entah kebetulan atau memang sengaja Jenderal Arsean


mendatangi RS Rafailah yang mana disana adalah tempat prakteknya Dr Rafailah.


“Apa yang harus aku katakan ketika bertemu dengan Dr Rafailah ya?” gumam Arsean


dalam hati. “Hai Dr apakah kamu ada waktu untuk makan siang?” gumam Arsean


“ahhh….tidak begitu tidak begitu cara mengajaknya bambang” gumam Arsean sambil


menepuk kepalanya sendiri. Sementara itu Dr Rafailah melihat dari kejauhan


orang yang dia kenal terlihat seperti kebingungan mondar-mandir sesekali


menepuk kepalanya, ya yang di lihat oleh Dr Rafailah adalah jenderal Arsean


yang katanya sangat ditakuti oleh militer dan musuh-musuhnya di dunia, namun di


mata Dr Rafailah jenderal Arsean tidak seperti apa yang dikatakan oleh


orang-orang, menakutkan, wajah yang garang dan seram. Malahan yang dilihat


adalah muka bingungnya, muka datarnya, tidak sama sekali menakutkan. Hingga Dr Rafailah


tersenyum sendiri memikirkan muka seramnya Arsean seperti apa. “itu jenderal


yang ditakuti seluruh dunia? Hehh apanya yang menakutkan, lucu yang ada,


he…he…he…” gumam Dr Rafailah “huissh apa sih yang kamu pikirkan Rafailah”


lanjut gumam Dr Rafailah.


      Rafailah


pun berjalan menghampiri Arsean yang terlihat kebingungan, sedangkan Arsean


masih saja bergejolak dengan jalan pikirannya, harus bagaimana mengajak Dr Rafailah


supaya mau di ajak pergi makan siang bareng. Lalu tiba-tiba ada sebuah tangan


menepuk pundak Arsean yang sontak membuat Arsean terkejut dan tiba-tiba


berbicara, “apakah kamu mau makan siang bareng dengan saya?” celetuk Arsean


sambil terkejut dan sambil menoleh kearah orang yang menepuk pundaknya, dan


alangkah kagetnya Arsean melihat sesosok wanita cantik yang akan di ajak makan


siang justru ada didepan matanya. Mendengar celetukan ajakan Arsean yang tanpa


di sengaja mengajaknya makan, justru diterima oleh Dr Rafailah, sambil


tersenyum manis Rafailah pun menjawab “boleh mau makan siang dimana kita?”


imbuh Dr Rafailah, namun orang yang ditanya malah bengong seperti tidak ada


jiwanya didalam tubuh kekarnya. Sambil menggoyangkan telapak tangannya di depan


muka Arsean Rafailah pun kembali bertanya, “hallo, apakah ada orang disini?”


celetuk Rafailah, namun orang yang ditanya tetap tak bergeming sedikit pun,


selang beberpa detik Arsean pun sadar dari ketertegunanannya dan malah

__ADS_1


salting. “eh….apa….apa?” celetuk Arsean sambil tergagap, yang mana membuat Dr Rafailah


tertawa. “ha…ha…ha…ini yang namanya jenderal bintang lima yang ditakuti oleh


seluruh dunia itu?” canda Dr Rafailah “gada seram-seramnya sama sekali, malah


kamu tuh lucu tau” lanjut Dr Rafailah. Mendengar ini membuat wajah Arsean


menjadi merah merona seperti udang rebus, kembali melihat tingkah dan wajah Arsean


yang memerah, membuat Dr Rafailah terus menggodanya. “hei….muka kamu abis di


rebus yak ok merah banget sih, ha…ha…ha…” canda Dr Rafailah kembali kepada Arsean.


Mendengar candaan dari Dr Rafailah membuat Arsean kembali normal dan malah


balik meledek Dr Rafailah, “digodain sama Dr Cantik siapa yang tidak gugup


coba?” Tanya balik Bilesa sambil mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Dr Rafailah,


melihat jarak antara muka mereka sedakat ini membuat jantung Rafailah bedetak


cepat tak karuan dan mendandak rona pipi Rafailah menjadi merah seperti udang


rebus, dan melihat ini menjadi kesempatan Arsean untuk balik menggoda Rafailah.”Hei…ngga


usah gugup juga dong, pipi kamu merah tuh kaya udang rebus, he…he…he…” canda Arsean,


“apa jangan-jangan kamu suka sama aku ya? Heehh” lanjut Arsean. Mendengar ini


mebuat Rafailah gemas dan marah lalu balik badan dan pergi meninggalkan Arsean.


Melihat Rafailah pergi secara naluri Arsean mengerjarnya. “Hei…mau kemana,


ngajakin makan siang deh” celetuk Rafailah sambil berjalan kedepan tanpa


menoleh ke belakang. Sedangkan di belakangnya mendengar celetukan Rafailah


membuat Arsean kegirangan dan meloncat sambil bilang “Yessss” dengan suara


pelan, mendengar suara berisik dibelakang membuat Rafailah nengok dan sekejap Arsean


pun kembali normal posisinya badannya. “jadi makan siang apa tidak?” Tanya Rafailah.


“ya jadi dong” jawab Arsean. “Yaudah ayo aku udah laper, lagian kamu yang


bayarin makan siangnya kan? Tanya Rafailah kembali. “iya aku dong yang bayar


masa calon istri ku yang bayar” celetuk Arsean, Mendengar celetukan Arsean


kembali membuat pipi Rafailah perah lalu membuang mukanya sambil berjalan


menjauh takut kelihatan oleh Arsean sambil bilang “Jangan mimpi aku mau jadi


istri jenderal tukang bengong kaya kamu” celetuk Rafailah. Sedangkan Arsean


sendiri mendengar apa yang keluar dari mulutnya pun sama kagetnya dan bengong


lagi “ngomong apa sih saya aduh nih mulut ngga pernah sekolah kayanya” sambil


memukul mulutnya sendiri.


      Di

__ADS_1


sebuah restaurant, sambil menunggu makanan dihidangkan mereka berdua hanya diam


saja, suasana canggung melekat dengan mereka, saking sunyinya mungkin suara


jangkri bisa terdengar “krik…krik….krik”, setelah makan datang pun mereka hanya


focus makan tanpa berbicara sama sekali, sekali lagi jangkri lewat


“krik…krik…krik…”. Setelah selesai makan siang barulah pembicaraan dimulai oleh


Arsean untuk mencairkan suasana. “ehmmm…ehmmm…ehmmm…” gumam Arsean, “Ehmm apa?”


jawab Rafailah. “ehmm…anu….itu ehmmm” kembali bergumam Arsean seperti bingung


mau bicara atau bertanya apa. “ehmmm…apa sih, masa jenderal kaya gini gugupnya,


he…he…he…”canda Rafailah, yang malahan membuat Arsean kembali normal dan


langsung bertanya “Apakah kamu sudah punya pacar?” kata-kata yang tiba-tiba


saja keluar dari mulut Arsean, dan sekali lagi jangkrik lewat


“krik…krik…krik…”. “Aku belum punya pacar, ngga sempet pacaran sibuk belajar


ambil spesialis bedah otak 4 tahun, belum pas kuliah kedokteran saja udah 6


tahun, jadi ya 10 tahun lah aku tidak punya pacar” jawab Rafailah “kalo kamu


gimana apakah kamu punya pacar?” Tanya balik Rafailah. “Aku punya pacar?”


celetuk Arsean sambil menunjuk dirinya sendiri, “mana sempat aku pacaran


setelah selesai Akademi militer aku lanjut sekolah lagi untuk meningkat kan


jabatan aku, lalu aku terbang ke Negara-negara konflik untuk menjkaga perdamain


disana, dan aku baru cuti sekarang-sekarang ini, yah mungkin sama seperti kamu


10 tahun lah aku ngga pacaran juga” celetuk Arsean supaya bisa sama dengan Rafailah,


padahal dari semenjak sekolah Arsean tidak pernah pacaran. “tidak perlu


menyamakan lamanya jomblo deh, kalo emang lebih dari 10 tahun bilang aja sih,


tidak perlu malu” canda Rafailah yang membuat Arsean tersenyum. Lalu mereka


lanjut mengobrol tentang masa lalu mereka dan mereka pun sudah mulai mencair


saling lempar canda.


      Di saat bersamaan, disebrang jalan


restaurant dimana Rafailah dan Arsean berada. Terdapat sosok wanita yang


melihat mereka sambil mengepalkan tanganya. Ya disebrang sana Widya melihat


keakraban Arsean dan Rafailah yang begitu cair sambil terlihat tertawa bersama,


ini yang membuat Widya geram, “Rafailah awas aja kamu berani mengambil Arsean


dari tangan ku, tidak akan aku maafkan kamu, lihat saja nanti” gumam Widya


sambil pergi meninggalkan tempat dia berada baru saja.

__ADS_1


__ADS_2