
Di pusat markas militer,
“Yusuf, coba kamu lacak sinyal GPS ini. Aku menaruh alat GPS di kalung Rafailah”
ucap Arsean kepada Yusuf sambal menyerahkan nomor GPS. “Baik komandan” jawab
Yusuf, setelah itu Ia melakukan pelacakan. Beberapa menit kemudian Yusuf kembali, “Jenderal, saya
mendapatkan sinyal GPS tersebut dan saat ini masih terus berjalan dan sudah
keluar Bandung. Saat ini mereka sepertinya sedang menuju ke jawa tengah
jenderal.” Ucap Yusuf. “Bagus kamu terus pantau sinyal GPS itu dan beri saya
alat untuk melacak GPS itu, saya akan mengikutinya” perintah Arsean. Kemudian Arsean memanggil anggota
kopasus untuk menemaninya menyelamatkan Rafailah. “Saya minta bantuan kalian
untuk membantu saya menyelamatkan calon istri saya, saya hanya butuh lima orang
saja supaya tidak terlalu mencolok dalam menjalankan aksi penyelamatan ini.”
Ucap Arsean, namun tanpa di sangka semua anggota kopasus bersedia mengikuti
sang jenderal muda ini. Karena bagi mereka, mengikuti sang jenderal sama juga
mendapatkan langsung pengalaman dibimbing oleh Arsean langsung di medan
pertempuran, karena Arsean tidak memberikan kuliah pagi kepada anggota kopasus.
Maka dari itu mereka semua berlomba-lomba untuk dapat menarik sang jenderal
untuk bertempur bersisian, “seperti yang saya beritahukan, bahwa saya hanya
butuh lima orang saja. Kalian semua adalah elite militer terbaik di Indonesia.
Seluruh dunia pun tahu itu” ucap Arsean “namun saya hanya perlu lima orang saja, supaya
upaya penyelamatan ini bisa berlangsung senyap. Sisanya bersiap jika suatu
waktu kelompok separatis mengeluarkan semua pasukannya” lanjut Arsean. “Siap
jenderal” jawab semua anggota kopasus. Dan Arsean pun memilih lima orang
anggota kopasus “Wolfgang, Lion King, T-Rex, Maung Bodas, Kuya Hideung. Kalian
ikut dengan saya, siapkan perlengkapan kalian.” Perintah Arsean “Kalian akan satu
mobil dan ikuti saya dari belakang dan jaga jarak. Saya akan di mobil sendiri
saja.” Lanjut Arsean,
lalu memberikan sedikit briefing. Lalu kelima anggota
kopasus tersebut pergi
untuk menyiapkan perlengkapan tempur, berupa senjata laras
Panjang, senjata sniper, senjata laras pendek, pisau militer, rompi anti
peluru, night vision, granat, dan keperluan bertempur lainnya. Melihat kelima
__ADS_1
anggota kopasus tersebut sibuk mempersiapkan diri,
anggota lain yang tidak terpilih terlihat iri dalam artian bukan iri dengki
namun iri dalam sisi positif bisa bertempur bersisian dengan sang jenderal
muda, “hei Wolfgang” ucap salah satu anggota kopasus, wolfgang menengok kearah
suara tersebut “ng” jawab singkat Wolfgang, lalu terjadi perbincangan antara
Wolfgang dengan anggota kopasus tersebut. Ketika semua persiapan di rasa sudah cukup, Arsean menggunakan mobil
sedan biasa dan kelima anggota kopasus lainnya menggunakan mobil kijang
mengikutinya dari belakang dengan jarak dua puluh meter.
Sementara itu di kendaraan Ryan yang sedang menuju ke Jombang
Jawa Timur. “Kita istirahat sebentar di Brebes, setelah itu kita lanjut
perjalanan kita” ucap Ryan. “siap pimpinan” jawab anak buah Ryan. Sementara itu, Yusuf matanya tidak lepas dari sinyal
GPS dan terus memberikan informasi kepada Arsean “Mereka berhenti di daerah
Brebes,
komandan” Ucap Yusuf memberi info kepada Arsean. “Baik, terima
kasih infonya” jawab Arsean. Kemudian Arsean dan teamnya memacu
kendaraan dengan cepat di jalan tol supaya bisa segera
menyelamatkan Rafailah.
buang-buang waktu” ucap Ryan sambil memberi makan kepada Rafailah, Seketika Rafailah pun mengambil
makanan tersebut dan memakannya, karena dia tahu dengan pasti jika memberontak Ia tidak akan bisa menang,
untuk saat ini lebih baik menuruti apa yang di pinta oleh Ryan. Karena dia tahu
bahwa Arsean tidak akan tinggal diam dan akan menyelamatkannya. Untuk itu Rafailah
lebih baik menghemat energi untuk nanti jika ada kesempatan untuk kabur.
“Ayo
kita berangkat lagi, saya takutnya kita sudah ada yang mengikuti” perintah Ryan
yang segera dilakukan oleh anak buahnya. Kemudian Yusuf Kembali memberikan informasi kepada Arsean “Jenderal mereka
sudah kembali memacu kendaraan mereka, aku sudah minta izin kepada markas Angkatan Udara untuk meminjamkan drone mereka untuk mengawasi dari udara, jika nanti sinyal GPS
suatu saat menghilang” ucap Yusuf. “Baik, kamu sangat pintar dan cekatan Yusuf,
terima kasih” jawab Arsean. “sama-sama jenderal” jawab Yusuf. “Rafailah, tunggu
aku akan menyelamatkan kamu” imbuh Arsean sambil fokus dan memacu kendaraannya dengan cepat.
Tidak lama kemudian, Ryan telah sampai di tujuan di
Jombang. “Kalian berjaga malam ini, saya punya firasat bahwa malam ini kita
__ADS_1
akan bertempur” ucap Ryan kepada anak buahnya. “persiapkan diri kalian dan
keluarkan semua senjata kalian” perintah Ryan. “Siap pimpinan” jawab serentak
semua anak buahnya. “Bagus, Ahmad bawa wanita ini ke ruangan bawah tanah, jaga ruangan tersebut dengan nyawa kamu dan bawa
beberapa orang untuk berjaga dengan kamu. Awas jangan sampai kabur perempuan
ini, mengerti?” perintah Ryan kepada Ahmad. “Mengerti pimpinan” jawab Ahmad.
Dan Ahmad pun membawa Rafailah ke ruangan bawah tanah. Sementara itu Arsean dan
lima orang anggota kopasus masih sedang dalam perjalan ke Jombang. “Jenderal,
mereka berhenti di daerah Jombang” Ucap Yusuf. “Mereka ada di salah satu
kawasan terpencil jarang ada rumah di daerah tersebut. Kemungkinan ini adalah
markas mereka jenderal” lanjut Yusuf. “Baiklah terima kasih infonya Yusuf”
jawab Arsean. “Perhatian, jarak lima kilometer dari lokasi kita berhenti dan dilanjutkan dengan
berjalan. Persiapkan perlengkapan” perintah Arsean. “Kita akan melakukan
operasi senyap” Lanjut Arsean. “Siap jenderal” jawab ke lima anggota kopasus
tersebut. “Yusuf perintahkan yang di markas untuk berangkat ke markas kita yang
di Malang, sepertinya ini akan menjadi pertempuran hebat di Jawa Timur”
perintah Arsean kepada Yusuf. “Siap jenderal laksanakan” jawab Yusuf. Yusuf pun
memberitahukan kepada seluruh anggota kopasus yang ada di Bandung, Jakarta,
Yogya, Semarang untuk berkumpul di Malang.
Melihat pergerakan anggota kopasus dari beberapa
daerah, membuat beberapa kompi di TNI bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi? Jendral
Gunarto langsung bertanya kepada Yusuf apa yang terjadi hingga anggota kopasus digerakan.
“Letnan Yusuf, apa yang sedang terjadi?” Tanya Gunarto kepada Yusuf “Siap
Jenderal, kami sedang mengadakan misi menyelamatkan Dr Rafailah dari cengkaraman
Ryan dan kelompok separatisnya, dan kita kemungkinan mendapatkan markas pusat mereka. Saat ini jenderal Arsean dan lima
anggota kopasus sedang dalam misi operasi senyap untuk menyelamatkan Dr Rafailah. Dari pantaun drone yang saya pinjam dari Angkatan Udara, terdapat ratusan orang bersenjata di rumah yang
kemungkinan adalah markas mereka jenderal. Sesuai perintah jenderal Arsean, anggota
kopasus diperintahkan untuk bersiap-siap di Malang” Jawab Yusuf. Mendengar ini
membuat Gunarto terkejut “Dr Rafailah, dokter ahli bedah otak termuda itu
maksud kamu?” Tanya kembali Gunarto. “Benar jenderal” Jawab Yusuf. “Wah cari
mati mereka dengan membangunkan singa yang sedang tertidur. Baiklah kalau
begitu cepat lakukan tugasmu dengan baik. Jika butuh apa-apa hubungi saya
__ADS_1
segera. Mengerti?” ucap Gunarto. “Siap jendral laksanakan” jawab Yusuf dengan
lantang sambil memberi hormat.