JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 15 RENCANA MENYELAMATKAN DR RAFAILAH


__ADS_3

Di pusat markas militer,


“Yusuf, coba kamu lacak sinyal GPS ini. Aku menaruh alat GPS di kalung Rafailah”


ucap Arsean kepada Yusuf sambal menyerahkan nomor GPS. “Baik komandan” jawab


Yusuf, setelah itu Ia melakukan pelacakan. Beberapa menit kemudian Yusuf kembali, “Jenderal, saya


mendapatkan sinyal GPS tersebut dan saat ini masih terus berjalan dan sudah


keluar Bandung. Saat ini mereka sepertinya sedang menuju ke jawa tengah


jenderal.” Ucap Yusuf. “Bagus kamu terus pantau sinyal GPS itu dan beri saya


alat untuk melacak GPS itu, saya akan mengikutinya” perintah Arsean. Kemudian Arsean memanggil anggota


kopasus untuk menemaninya menyelamatkan Rafailah. “Saya minta bantuan kalian


untuk membantu saya menyelamatkan calon istri saya, saya hanya butuh lima orang


saja supaya tidak terlalu mencolok dalam menjalankan aksi penyelamatan ini.”


Ucap Arsean, namun tanpa di sangka semua anggota kopasus bersedia mengikuti


sang jenderal muda ini. Karena bagi mereka, mengikuti sang jenderal sama juga


mendapatkan langsung pengalaman dibimbing oleh Arsean langsung di medan


pertempuran, karena Arsean tidak memberikan kuliah pagi kepada anggota kopasus.


Maka dari itu mereka semua berlomba-lomba untuk dapat menarik sang jenderal


untuk bertempur bersisian, “seperti yang saya beritahukan, bahwa saya hanya


butuh lima orang saja. Kalian semua adalah elite militer terbaik di Indonesia.


Seluruh dunia pun tahu itu” ucap Arsean “namun saya hanya perlu lima orang saja, supaya


upaya penyelamatan ini bisa berlangsung senyap. Sisanya bersiap jika suatu


waktu kelompok separatis mengeluarkan semua pasukannya” lanjut Arsean. “Siap


jenderal” jawab semua anggota kopasus. Dan Arsean pun memilih lima orang


anggota kopasus “Wolfgang, Lion King, T-Rex, Maung Bodas, Kuya Hideung. Kalian


ikut dengan saya, siapkan perlengkapan kalian.” Perintah Arsean “Kalian akan satu


mobil dan ikuti saya dari belakang dan jaga jarak. Saya akan di mobil sendiri


saja.” Lanjut Arsean,


lalu memberikan sedikit briefing. Lalu kelima anggota


kopasus tersebut pergi


untuk menyiapkan perlengkapan tempur, berupa senjata laras


Panjang, senjata sniper, senjata laras pendek, pisau militer, rompi anti


peluru, night vision, granat, dan keperluan bertempur lainnya. Melihat kelima

__ADS_1


anggota kopasus tersebut sibuk mempersiapkan diri,


anggota lain yang tidak terpilih terlihat iri dalam artian bukan iri dengki


namun iri dalam sisi positif bisa bertempur bersisian dengan sang jenderal


muda, “hei Wolfgang” ucap salah satu anggota kopasus, wolfgang menengok kearah


suara tersebut “ng” jawab singkat Wolfgang, lalu terjadi perbincangan antara


Wolfgang dengan anggota kopasus tersebut. Ketika semua persiapan di rasa sudah cukup, Arsean menggunakan mobil


sedan biasa dan kelima anggota kopasus lainnya menggunakan mobil kijang


mengikutinya dari belakang dengan jarak dua puluh meter.


      Sementara itu di kendaraan Ryan yang sedang menuju ke Jombang


Jawa Timur. “Kita istirahat sebentar di Brebes, setelah itu kita lanjut


perjalanan kita” ucap Ryan. “siap pimpinan” jawab anak buah Ryan. Sementara itu, Yusuf matanya tidak lepas dari sinyal


GPS dan terus memberikan informasi kepada Arsean “Mereka berhenti di daerah


Brebes,


komandan” Ucap Yusuf memberi info kepada Arsean. “Baik, terima


kasih infonya” jawab Arsean. Kemudian Arsean dan teamnya memacu


kendaraan dengan cepat di jalan tol supaya bisa segera


menyelamatkan Rafailah.


buang-buang waktu” ucap Ryan sambil memberi makan kepada Rafailah, Seketika Rafailah pun mengambil


makanan tersebut dan memakannya, karena dia tahu dengan pasti  jika memberontak Ia tidak akan bisa menang,


untuk saat ini lebih baik menuruti apa yang di pinta oleh Ryan. Karena dia tahu


bahwa Arsean tidak akan tinggal diam dan akan menyelamatkannya. Untuk itu Rafailah


lebih baik menghemat energi untuk nanti jika ada kesempatan untuk kabur.


              “Ayo


kita berangkat lagi, saya takutnya kita sudah ada yang mengikuti” perintah Ryan


yang segera dilakukan oleh anak buahnya. Kemudian Yusuf Kembali memberikan informasi kepada Arsean “Jenderal mereka


sudah kembali memacu kendaraan mereka, aku sudah minta izin kepada markas Angkatan Udara untuk meminjamkan drone mereka untuk mengawasi dari udara, jika nanti sinyal GPS


suatu saat menghilang” ucap Yusuf. “Baik, kamu sangat pintar dan cekatan Yusuf,


terima kasih” jawab Arsean. “sama-sama jenderal” jawab Yusuf. “Rafailah, tunggu


aku akan menyelamatkan kamu” imbuh Arsean sambil fokus dan memacu kendaraannya dengan cepat.


              Tidak lama kemudian, Ryan telah sampai di tujuan di


Jombang. “Kalian berjaga malam ini, saya punya firasat bahwa malam ini kita

__ADS_1


akan bertempur” ucap Ryan kepada anak buahnya. “persiapkan diri kalian dan


keluarkan semua senjata kalian” perintah Ryan. “Siap pimpinan” jawab serentak


semua anak buahnya. “Bagus, Ahmad bawa wanita ini ke ruangan bawah tanah, jaga ruangan tersebut dengan nyawa kamu dan bawa


beberapa orang untuk berjaga dengan kamu. Awas jangan sampai kabur perempuan


ini, mengerti?” perintah Ryan kepada Ahmad. “Mengerti pimpinan” jawab Ahmad.


Dan Ahmad pun membawa Rafailah ke ruangan bawah tanah. Sementara itu Arsean dan


lima orang anggota kopasus masih sedang dalam perjalan ke Jombang. “Jenderal,


mereka berhenti di daerah Jombang” Ucap Yusuf. “Mereka ada di salah satu


kawasan terpencil jarang ada rumah di daerah tersebut. Kemungkinan ini adalah


markas mereka jenderal” lanjut Yusuf. “Baiklah terima kasih infonya Yusuf”


jawab Arsean. “Perhatian, jarak lima kilometer dari lokasi kita berhenti dan dilanjutkan dengan


berjalan. Persiapkan perlengkapan” perintah Arsean. “Kita akan melakukan


operasi senyap” Lanjut Arsean. “Siap jenderal” jawab ke lima anggota kopasus


tersebut. “Yusuf perintahkan yang di markas untuk berangkat ke markas kita yang


di Malang, sepertinya ini akan menjadi pertempuran hebat di Jawa Timur”


perintah Arsean kepada Yusuf. “Siap jenderal laksanakan” jawab Yusuf. Yusuf pun


memberitahukan kepada seluruh anggota kopasus yang ada di Bandung, Jakarta,


Yogya, Semarang untuk berkumpul di Malang.


              Melihat pergerakan anggota kopasus dari beberapa


daerah, membuat beberapa kompi di TNI bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi? Jendral


Gunarto langsung bertanya kepada Yusuf apa yang terjadi hingga anggota kopasus digerakan.


“Letnan Yusuf, apa yang sedang terjadi?” Tanya Gunarto kepada Yusuf “Siap


Jenderal, kami sedang mengadakan misi menyelamatkan Dr Rafailah dari cengkaraman


Ryan dan kelompok separatisnya, dan kita kemungkinan mendapatkan markas pusat mereka. Saat ini jenderal Arsean dan lima


anggota kopasus sedang dalam misi operasi senyap untuk menyelamatkan Dr Rafailah.  Dari pantaun drone yang saya pinjam dari Angkatan Udara, terdapat ratusan orang bersenjata di rumah yang


kemungkinan adalah markas mereka jenderal. Sesuai perintah jenderal Arsean, anggota


kopasus diperintahkan untuk bersiap-siap di Malang” Jawab Yusuf. Mendengar ini


membuat Gunarto terkejut “Dr Rafailah, dokter ahli bedah otak termuda itu


maksud kamu?” Tanya kembali Gunarto. “Benar jenderal” Jawab Yusuf. “Wah cari


mati mereka dengan membangunkan singa yang sedang tertidur. Baiklah kalau


begitu cepat lakukan tugasmu dengan baik. Jika butuh apa-apa hubungi saya

__ADS_1


segera. Mengerti?” ucap Gunarto. “Siap jendral laksanakan” jawab Yusuf dengan


lantang sambil memberi hormat.


__ADS_2