JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 19 PERTEMPURAN BATU MALANG PART 2


__ADS_3

Perang antara pasukan Letnan Yusuf dan pasukan


Dadang (separatis) telah dimulai. Adu kekuatan dan adu strategi sangat sengit. Saling


tembak menembak, hilir mudik dan suara desingan peluru bedesing diantara


mereka, beberapa korban berjatuhan dari kedua kubu, suara bom mengelegar


menghancurkan tempat yang dijatuhi olehnya. “Letnan, musuh mendapatkan bantuan


dari sisi sebelah tenggara.” Ucap dari pasukan tersebut. “seberapa jauh pasukan


bantuan musuh itu dari posisi kita?” Tanya Yusuf. “ETA 2 jam Letan” jawab salah


satu prajuritnya. “Jimmy, kerahkan pasukan setan untuk menghadang pasukan


musuh” perintah Yusuf kepada saah satu pasukannya. “Siap laksanakan Letnan”


jawab Jimmy. “eagle one, disini cobra one over” suara Jimmy memanggil memalui


sambungan radio militer. “disini eagle one copy” jawab suara yang ada di radio


tersebut. “jalankan pasukan setan, hadang musuh di arah tenggara dari posisi


kami, titik koordinat 2lima,7 LT – 2lima LB, 33 BT – 33,2 BB, over” jawab


Jimmy. “Peintah diterima, eagle one out” jawab suara yang ada di radio


tersebut. “Pasukan setan telah dikerahkan Letna” Ucap Jimmy kepada Yusuf.


“Terima kasih jimmy” jawab Yusuf.


            Pertempuran antara pasukan setan dan pasukan musuh


terjadi di sisi tenggara. Pasukan setan (Pasukan setan TNI adalah Batalyon


Infanteri 31lima/Garuda Salah satu satuan yang masuk dalam kategori pasukan


elit infanteri TNI AD) hanya beranggotakan lima0 prajurit yang mana


perbandingannya adalah 1 prajurit setan sama dengan 100 prajurit TNI biasa. Sedangkan


musuh ada 800 prajurit termasuk persenjataan berat berupa tank. Kekuatan utama


dari pasukan setan adalah gerilya dan menngunakan medan pertempuran untuk


berkamuflase dan menyerang tanpa suara (silent attack), pasukan musuh tidak


mengetahui bahwa pasukan setan sudah menunggu mereka didepan mereka yang


jaraknya 200 meter dari mereka, pasukan setan berpencar menjadi lima kelompok. lima


Orang menjadi sniper bertempat sesuai arah mata angin. Cara berkamuflase


pasukan setan memang sangat mneyatu dengan alam sekitar ditambah dengan suasana


yang gelap. Shingga membuat kamuflase pasukan setan semakin tidak terlihat.


Pasukan musuh mulai dalam jangkauan para sniper pasukan setan, lalu…. Sleb,


sleb, sleb, sleb, sleb, bunyi suara senapan para sniper terdengar seperti suara


angina namun sangat mematikan, beberapa pasukan musuh tergeletak tak bernyawa


yang membuat pasukan musuh terkejut dan juga takut dan menembak ke sembarang


arah. Dimana pasukan setan muali beraksi dalam senyap (silent attack), tidak sampai


lima menit pasukan musuh mulai tewas dan tercerai berai sehingga pasukan setan


dengan mudahnya menyapu seluruh pasukan musuh yang ada dalam jangkauan mereka


hanya dalam waktu 1lima menit saja. Namun pasukan musuh yang di belakang yang


menggunakan tank dan persenjataan berat lainya mulai mengisi dengan amunisi.


Pasukan musuh mulai menembakan peluru-peluru berat dan juga meriam kearah


pasukan mereka yang tenlah tewas didepan, namun mereka hanya menembak area


kosong dan mereka tidak tahu bahwa dibelakang meraka sudah ada pasukan setan


yang mulai melakukan tindakan. Pasukan setan mulai menghabisi satu per satu


pasukan musuh, persenjataan berat pasukan musuh sudah diambil alih oleh pasukan


setan. “Lapor Letkol Raffi, pasukan musuh sudah kami lumpuhkan dan persenjataan


berat mereka sudah kami kuasai” ucap salah satu pasukan setan dalam radio


militer. “Good job guys, saya akan mentarktir kalian all you can eat setelah


perang ini usai, kalian bawa persenjataan berat mereka dan bantu Yusuf segera.”


Perintah LetkoL Raffi. “Siap laksanakan” jawab pasukan setan. “Cobra one disini


eagle one, over” ucap salah satu pasukan setan di radio militer. “eagle one


disini cobra one bagaimana status? Over” jawab Jimmy. “Pasukan musuh sudah kami


eliminasi, sisi tenggara clear, over” jawab pasukan setan. “Good job guys and

__ADS_1


thanks, cobra one out” ucap Jimmy. “Letnan, pasukan musuh dari arah tenggara


sudah dieliminasi oleh pasukan setan” ucap Jimmy kepada Yusuf. “Bagus, berita


yang sangat bagus, terima kasih Jimmy” Jawab Yusuf.


        “Mari kita basmi para penghianat Negara kita” Ucap


Yusuf. Pertempuran pun dimulai anatar pasukan TNI dengan pasukan separatis.


Hilir mudik suara peluru berdesingan dimana, suara bom yang meledak memekakan


telinga, Batu Malang sangat malang nasibnya menjadi tempat pertempuran berdarah antara saudara sebangsa. Pasukan separatis mulai terpukul mundur oleh pasukan Yusuf,


pasukan musuh mundur hingga ke benteng pertahanan mereka yang kedua. Dadang


dan pasukan separatis yang masih bertahan mulai mundur, “Siapkan Arteleri,


tembak setelah aba-aba dari saya” perintah Dadang, pasukan separais mulai


menyiapkan Arteleri. Sepuluh Arteleri berdaya ledak tinggi disiapkan dengan


moncongnya mengahadap pasukan TNI yang dipimpin oleh Yusuf. “Semua berhenti”


Perintah Yusuf. “kembali siapkan drone, kali ini minta pusat untuk menerbangkan


drone pengebom” perintah Yusuf. “Siap laksanakan Letnan” jawab salah satu pasukan yang bertugas membawa


radio komunikasi militer. “Cobra one disini, over” ucap pasukan tersebut.


“Silahkan cobra one” jawab salah seorang dibalik radio. “kami butuh drone


pengebom untuk mengahancurkan benteng musuh, dengan koordinat 41,lima LT – 38


LB, 30 BT – 33 BB dan juga kami tandai dengan laser.” Ucap pasukan tersebut.


“Koordinak confirm, ETA lima menit, over” jawab pasukan yang ada diradio. “ETA


lima menit Letnan” ucap pasukan tersebut kepada Yusuf. “Baiklah, sambil beri


tembakan balasan supaya merak tidak curiga kenapa kita tidak membalas tembakan


mereka, atau kita yang duluan memberikan tembaka sebagai pengalihan.” Ucap


Yusuf. “Siap laksanakan Letnan” jawab psaukan TNI serentak. Lima menit kemudian, drone


pengebom sudah tida di Batu Malang dan mulai meluncurkan Bom sesuai titik


koordinat, ketika bom dijatuhkan sekeliling area terkena dampak bom hangus


terbakar, entah ada yang selamat atau tidak, api membara akibat ledakan dari


bom tersebut, seketika hening.


Tanya Yusuf. “Siap laksanakan Letnan” jawab pasukan yang bertugas menerbangkan


drone. Begitu drone terbang melewati kobaran api, belum sempat merekam drone


tersebut ditembak jatuh oleh musuh. “Drone ditembak


jatuh oleh musuh Letnan, sepetinya masih ada yang selamat dari serangan


bom tersebut....Sleb” belum sempat melanjutkan pembicaraan pasukan TNI tersebut


tewas tertembak peluru musuh. “Semua berlindung, ada sniper musuh” perintah


Yusuf sambil berteriak. “Sial, musuh masih ada yang selamat ternyata” gumam


Yusuf dalam hatinya. “Jimmy, coba kamu tanya dimana posisi pasukan setan?”


Tanya Yusuf kepada Jimmy. “Eagle one posisi? Kami sedang berindung dari sniper


musuh.” Ucap Jimmy dalam radio. “Cobra this is eagle one, ETA fifteen minute,


over” jawab pasukan setan dalam radio. “ETA fifeen minute Letnan” Jawab Jimmy sambil


berteriak, karena desingan peluru dan hujan bom terjadi. Pasukan Yusuf yang


tadinya dalam posisi unggul mendadak menjadi terpukul mundur dan hanya bisa berlindung dari serangan sniper musuh dan arteleri


berat musuh. Beberapa anggota TNI berguguran terkena tembakan sniper atau


terkena ledakan akbiat arteleri musuh. Lima belas menit yang sangat lama bagi


Yusuf dan anggotanya, “Sial, Jimmy bilang pasukan setan kita terjepit tidak bisa


membalas musuh, minta mereka habisi sniper musuh dan persenjataan berat mereka”


perintah Yusuf kepada Jimmy. Jimmy segera mengambil radio yang sebelumnya


terlepas dari badannya akibat sibuk mencari perlindungan, bergitu Jimmy akan


mengambil radionya, seketika juga ada peluru dari arteleri mengenai area


tersebut dan membuat ledakan yang cukup dahsyat, hingga Jimy dan anggota


lainnya yang ada disekitar gugur. “Jimmy……….” Teriak Yusuf memekakan telinga


dan menyata hati meihat anggotanya gugur didepan matanya. Tanpa radio, Yusuf


dan sisa pasukannya hanya dapat menunggu pasukan setan tiba dilokasi. Sisa

__ADS_1


angota TNI dan Yusuf hanya bisa berlindung dan sesekali membalas tanpa mengenai


musuh sama sekali, dalam keadaan terdesak tiba-tiba dari arah belakang Yusuf


tedengar suara dentuman dari sebuah tank, tank tersebut menembakan rudal yang


mengenai musuh, pertempuran pun kembali seimbang dengan sama-sama mempunyai


persenjataan berat. “Maaf kami terlambat Letnan” ucap salah satu petinngi si


pasukan setan. “Saya Timo kapten pasukan setan, bagaimana kondisi sisa anggota


yang lainnya” Timo kembali bertanya kepada Yusuf. “Kamu lihat sendiri bagaimana kondisi saya dan anak buah


saya, lebih baik kamu urus musuh terlebih dahulu, jangan tanya kondisi saya dan


anggota saya” ucap Yusuf sebal. Lagi keadaan gini masih aja menanyakan kondisi “gumam


Yusuf dalam hatinya”. “Ada sniper musuh, namun saya tidak tahu lokasi persisnya,


bisa kamu lumpuhkan mereka segera?” perintah Yusuf kepada Timo. “Bisa letnan, tenang


saja, silahkan beristirahat sejenak. Biarkan kami yang ambil alih sekarang”


jawab Timo sambil tersenyum. “ehh dasar setan sombong” ucap Yusuf dalam hatinya


kembali, namun itulah faktanya bahwa anggota pasukan setan sangat sombong


karena keahlian dan kekuatan yang merak miliki memang sangat menakutkan.


        Timo


mulai melakukan tindakan dengan mengatur anak buahnya, “jaga perimeter disini


sampai lima puluh meter ke kanan dan kekiri, sniper posisi kalian sudah baik?”


Tanya Timo dengan radio yang digunakan dikupingnya. “Sudah kapten” jawab para


sniper. “Baiklah, marilah kita hajar mereka teman-teman” ucap Timo sambil


mengokang senjatanya dengan senyuman diwajahnya, seolah-olah mereka tidak takut


sama sekali dengan musuh. Seketika pasukan setan merangsek masuk kedalam kobaran


aip dan mereka berkamuflase dengan keadaan sekitar. Teknik kamuflase pasukan


setan dan kopasus memang diatas rata-rata prajurit TNI lainnya. Pertempuran


anatar pasukan setan dan pasukan separatis dimulai, dengan teknik kamuflase dan


gerilyanya pasukan setan mulai melumpuhkan musuh dengan cepat. Pasukan musuh


mulai kewalahan meawan pasukan setan yang begitu lihai menghindari


peluru-peluru meraka, tanpa disadari oleh musuh pasukan setan sudah berada di


belakang mereka dan melumpuhkan mereka. Terasa agak sunyi dari sebelumnya


walaupun masih terdengar desingan peluru dimana. “Sepertnya pasukan setan sudah


melumpuhkan persenjataan berat musuh” Ucap salah satu anak buah Yusuf. “Jangan


gegabah keluar dari sini, kita belum tahu situasi jelasnya” ucap Yusuf. “Kita


tunggu sampai situasi benar-benar aman dan konfirmasi dari pasukan setan” ucap


Yusuf kembali. Memang benar sudah tidak terdengar lagi ledakan akibat dari arteleri musuh,


itu dikarenakan Timo dan pasukannya telah melumpuhkannya. “Kita berhasil


menguasai persenjataan musuh, kamu cepat beritahu Letnan Yusuf untuk ikut


bergabung dengan kita” perintah Timo kepada anak buahnya. “Dan kamu, kamu, kamu


jaga perimeter sekitar area sini sejauh dua puluh meter, bawa pasukan maksimal


lima orang” perintah Timo kepada anak buahnya yang lain. “Siap laksanakan


kapten” jawab serentak pasukannya. “Kapten kami menangkap pemimpin pasukan


separatis” ucap salah satu pasukan setan yang membawa Dadang. "O…… Halo


Dadang, apa kabar heh?” Ucap Timo, “Kapten kenal dengan ini orang?” Tanya salah


satu pasukannya. “Ya pasti saya kenal, beliau ini adalah Dadang sebelumnya


beliau adalah anggota TNI sama seperti kita, bahkan beliau adalah salah satu


pasukan setan dulunya” jawab Timo. “Oh pantas pasukan Letnan Yusuf kesulitan


mengalahkannya, karena ini orang toh ternyata, hebat sekali stategi perangnya.”


Ucap pasukannya yang lain. “Kamu borgol dia dan jaga dengan baik, atau nyawa


kamu jadi taruhannya, beliau sangat lihai dalam melarikan diri dan juga ahli


dalam beladiri. Kamu belum kuat sebagai tandingannya, sayapun tidak yakin dapat


mengalahkannya dalam


pertarungan tangan kosong” perintah Timo. Mendengar ini semua pasukan setan memperketat penjagaan terhadap

__ADS_1


Dadang, kejadian selanjutnya justru akan lebih mencengangkan bagi pasukan setan.


__ADS_2