
Perang antara pasukan Letnan Yusuf dan pasukan
Dadang (separatis) telah dimulai. Adu kekuatan dan adu strategi sangat sengit. Saling
tembak menembak, hilir mudik dan suara desingan peluru bedesing diantara
mereka, beberapa korban berjatuhan dari kedua kubu, suara bom mengelegar
menghancurkan tempat yang dijatuhi olehnya. “Letnan, musuh mendapatkan bantuan
dari sisi sebelah tenggara.” Ucap dari pasukan tersebut. “seberapa jauh pasukan
bantuan musuh itu dari posisi kita?” Tanya Yusuf. “ETA 2 jam Letan” jawab salah
satu prajuritnya. “Jimmy, kerahkan pasukan setan untuk menghadang pasukan
musuh” perintah Yusuf kepada saah satu pasukannya. “Siap laksanakan Letnan”
jawab Jimmy. “eagle one, disini cobra one over” suara Jimmy memanggil memalui
sambungan radio militer. “disini eagle one copy” jawab suara yang ada di radio
tersebut. “jalankan pasukan setan, hadang musuh di arah tenggara dari posisi
kami, titik koordinat 2lima,7 LT – 2lima LB, 33 BT – 33,2 BB, over” jawab
Jimmy. “Peintah diterima, eagle one out” jawab suara yang ada di radio
tersebut. “Pasukan setan telah dikerahkan Letna” Ucap Jimmy kepada Yusuf.
“Terima kasih jimmy” jawab Yusuf.
Pertempuran antara pasukan setan dan pasukan musuh
terjadi di sisi tenggara. Pasukan setan (Pasukan setan TNI adalah Batalyon
Infanteri 31lima/Garuda Salah satu satuan yang masuk dalam kategori pasukan
elit infanteri TNI AD) hanya beranggotakan lima0 prajurit yang mana
perbandingannya adalah 1 prajurit setan sama dengan 100 prajurit TNI biasa. Sedangkan
musuh ada 800 prajurit termasuk persenjataan berat berupa tank. Kekuatan utama
dari pasukan setan adalah gerilya dan menngunakan medan pertempuran untuk
berkamuflase dan menyerang tanpa suara (silent attack), pasukan musuh tidak
mengetahui bahwa pasukan setan sudah menunggu mereka didepan mereka yang
jaraknya 200 meter dari mereka, pasukan setan berpencar menjadi lima kelompok. lima
Orang menjadi sniper bertempat sesuai arah mata angin. Cara berkamuflase
pasukan setan memang sangat mneyatu dengan alam sekitar ditambah dengan suasana
yang gelap. Shingga membuat kamuflase pasukan setan semakin tidak terlihat.
Pasukan musuh mulai dalam jangkauan para sniper pasukan setan, lalu…. Sleb,
sleb, sleb, sleb, sleb, bunyi suara senapan para sniper terdengar seperti suara
angina namun sangat mematikan, beberapa pasukan musuh tergeletak tak bernyawa
yang membuat pasukan musuh terkejut dan juga takut dan menembak ke sembarang
arah. Dimana pasukan setan muali beraksi dalam senyap (silent attack), tidak sampai
lima menit pasukan musuh mulai tewas dan tercerai berai sehingga pasukan setan
dengan mudahnya menyapu seluruh pasukan musuh yang ada dalam jangkauan mereka
hanya dalam waktu 1lima menit saja. Namun pasukan musuh yang di belakang yang
menggunakan tank dan persenjataan berat lainya mulai mengisi dengan amunisi.
Pasukan musuh mulai menembakan peluru-peluru berat dan juga meriam kearah
pasukan mereka yang tenlah tewas didepan, namun mereka hanya menembak area
kosong dan mereka tidak tahu bahwa dibelakang meraka sudah ada pasukan setan
yang mulai melakukan tindakan. Pasukan setan mulai menghabisi satu per satu
pasukan musuh, persenjataan berat pasukan musuh sudah diambil alih oleh pasukan
setan. “Lapor Letkol Raffi, pasukan musuh sudah kami lumpuhkan dan persenjataan
berat mereka sudah kami kuasai” ucap salah satu pasukan setan dalam radio
militer. “Good job guys, saya akan mentarktir kalian all you can eat setelah
perang ini usai, kalian bawa persenjataan berat mereka dan bantu Yusuf segera.”
Perintah LetkoL Raffi. “Siap laksanakan” jawab pasukan setan. “Cobra one disini
eagle one, over” ucap salah satu pasukan setan di radio militer. “eagle one
disini cobra one bagaimana status? Over” jawab Jimmy. “Pasukan musuh sudah kami
eliminasi, sisi tenggara clear, over” jawab pasukan setan. “Good job guys and
__ADS_1
thanks, cobra one out” ucap Jimmy. “Letnan, pasukan musuh dari arah tenggara
sudah dieliminasi oleh pasukan setan” ucap Jimmy kepada Yusuf. “Bagus, berita
yang sangat bagus, terima kasih Jimmy” Jawab Yusuf.
“Mari kita basmi para penghianat Negara kita” Ucap
Yusuf. Pertempuran pun dimulai anatar pasukan TNI dengan pasukan separatis.
Hilir mudik suara peluru berdesingan dimana, suara bom yang meledak memekakan
telinga, Batu Malang sangat malang nasibnya menjadi tempat pertempuran berdarah antara saudara sebangsa. Pasukan separatis mulai terpukul mundur oleh pasukan Yusuf,
pasukan musuh mundur hingga ke benteng pertahanan mereka yang kedua. Dadang
dan pasukan separatis yang masih bertahan mulai mundur, “Siapkan Arteleri,
tembak setelah aba-aba dari saya” perintah Dadang, pasukan separais mulai
menyiapkan Arteleri. Sepuluh Arteleri berdaya ledak tinggi disiapkan dengan
moncongnya mengahadap pasukan TNI yang dipimpin oleh Yusuf. “Semua berhenti”
Perintah Yusuf. “kembali siapkan drone, kali ini minta pusat untuk menerbangkan
drone pengebom” perintah Yusuf. “Siap laksanakan Letnan” jawab salah satu pasukan yang bertugas membawa
radio komunikasi militer. “Cobra one disini, over” ucap pasukan tersebut.
“Silahkan cobra one” jawab salah seorang dibalik radio. “kami butuh drone
pengebom untuk mengahancurkan benteng musuh, dengan koordinat 41,lima LT – 38
LB, 30 BT – 33 BB dan juga kami tandai dengan laser.” Ucap pasukan tersebut.
“Koordinak confirm, ETA lima menit, over” jawab pasukan yang ada diradio. “ETA
lima menit Letnan” ucap pasukan tersebut kepada Yusuf. “Baiklah, sambil beri
tembakan balasan supaya merak tidak curiga kenapa kita tidak membalas tembakan
mereka, atau kita yang duluan memberikan tembaka sebagai pengalihan.” Ucap
Yusuf. “Siap laksanakan Letnan” jawab psaukan TNI serentak. Lima menit kemudian, drone
pengebom sudah tida di Batu Malang dan mulai meluncurkan Bom sesuai titik
koordinat, ketika bom dijatuhkan sekeliling area terkena dampak bom hangus
terbakar, entah ada yang selamat atau tidak, api membara akibat ledakan dari
bom tersebut, seketika hening.
Tanya Yusuf. “Siap laksanakan Letnan” jawab pasukan yang bertugas menerbangkan
drone. Begitu drone terbang melewati kobaran api, belum sempat merekam drone
tersebut ditembak jatuh oleh musuh. “Drone ditembak
jatuh oleh musuh Letnan, sepetinya masih ada yang selamat dari serangan
bom tersebut....Sleb” belum sempat melanjutkan pembicaraan pasukan TNI tersebut
tewas tertembak peluru musuh. “Semua berlindung, ada sniper musuh” perintah
Yusuf sambil berteriak. “Sial, musuh masih ada yang selamat ternyata” gumam
Yusuf dalam hatinya. “Jimmy, coba kamu tanya dimana posisi pasukan setan?”
Tanya Yusuf kepada Jimmy. “Eagle one posisi? Kami sedang berindung dari sniper
musuh.” Ucap Jimmy dalam radio. “Cobra this is eagle one, ETA fifteen minute,
over” jawab pasukan setan dalam radio. “ETA fifeen minute Letnan” Jawab Jimmy sambil
berteriak, karena desingan peluru dan hujan bom terjadi. Pasukan Yusuf yang
tadinya dalam posisi unggul mendadak menjadi terpukul mundur dan hanya bisa berlindung dari serangan sniper musuh dan arteleri
berat musuh. Beberapa anggota TNI berguguran terkena tembakan sniper atau
terkena ledakan akbiat arteleri musuh. Lima belas menit yang sangat lama bagi
Yusuf dan anggotanya, “Sial, Jimmy bilang pasukan setan kita terjepit tidak bisa
membalas musuh, minta mereka habisi sniper musuh dan persenjataan berat mereka”
perintah Yusuf kepada Jimmy. Jimmy segera mengambil radio yang sebelumnya
terlepas dari badannya akibat sibuk mencari perlindungan, bergitu Jimmy akan
mengambil radionya, seketika juga ada peluru dari arteleri mengenai area
tersebut dan membuat ledakan yang cukup dahsyat, hingga Jimy dan anggota
lainnya yang ada disekitar gugur. “Jimmy……….” Teriak Yusuf memekakan telinga
dan menyata hati meihat anggotanya gugur didepan matanya. Tanpa radio, Yusuf
dan sisa pasukannya hanya dapat menunggu pasukan setan tiba dilokasi. Sisa
__ADS_1
angota TNI dan Yusuf hanya bisa berlindung dan sesekali membalas tanpa mengenai
musuh sama sekali, dalam keadaan terdesak tiba-tiba dari arah belakang Yusuf
tedengar suara dentuman dari sebuah tank, tank tersebut menembakan rudal yang
mengenai musuh, pertempuran pun kembali seimbang dengan sama-sama mempunyai
persenjataan berat. “Maaf kami terlambat Letnan” ucap salah satu petinngi si
pasukan setan. “Saya Timo kapten pasukan setan, bagaimana kondisi sisa anggota
yang lainnya” Timo kembali bertanya kepada Yusuf. “Kamu lihat sendiri bagaimana kondisi saya dan anak buah
saya, lebih baik kamu urus musuh terlebih dahulu, jangan tanya kondisi saya dan
anggota saya” ucap Yusuf sebal. Lagi keadaan gini masih aja menanyakan kondisi “gumam
Yusuf dalam hatinya”. “Ada sniper musuh, namun saya tidak tahu lokasi persisnya,
bisa kamu lumpuhkan mereka segera?” perintah Yusuf kepada Timo. “Bisa letnan, tenang
saja, silahkan beristirahat sejenak. Biarkan kami yang ambil alih sekarang”
jawab Timo sambil tersenyum. “ehh dasar setan sombong” ucap Yusuf dalam hatinya
kembali, namun itulah faktanya bahwa anggota pasukan setan sangat sombong
karena keahlian dan kekuatan yang merak miliki memang sangat menakutkan.
Timo
mulai melakukan tindakan dengan mengatur anak buahnya, “jaga perimeter disini
sampai lima puluh meter ke kanan dan kekiri, sniper posisi kalian sudah baik?”
Tanya Timo dengan radio yang digunakan dikupingnya. “Sudah kapten” jawab para
sniper. “Baiklah, marilah kita hajar mereka teman-teman” ucap Timo sambil
mengokang senjatanya dengan senyuman diwajahnya, seolah-olah mereka tidak takut
sama sekali dengan musuh. Seketika pasukan setan merangsek masuk kedalam kobaran
aip dan mereka berkamuflase dengan keadaan sekitar. Teknik kamuflase pasukan
setan dan kopasus memang diatas rata-rata prajurit TNI lainnya. Pertempuran
anatar pasukan setan dan pasukan separatis dimulai, dengan teknik kamuflase dan
gerilyanya pasukan setan mulai melumpuhkan musuh dengan cepat. Pasukan musuh
mulai kewalahan meawan pasukan setan yang begitu lihai menghindari
peluru-peluru meraka, tanpa disadari oleh musuh pasukan setan sudah berada di
belakang mereka dan melumpuhkan mereka. Terasa agak sunyi dari sebelumnya
walaupun masih terdengar desingan peluru dimana. “Sepertnya pasukan setan sudah
melumpuhkan persenjataan berat musuh” Ucap salah satu anak buah Yusuf. “Jangan
gegabah keluar dari sini, kita belum tahu situasi jelasnya” ucap Yusuf. “Kita
tunggu sampai situasi benar-benar aman dan konfirmasi dari pasukan setan” ucap
Yusuf kembali. Memang benar sudah tidak terdengar lagi ledakan akibat dari arteleri musuh,
itu dikarenakan Timo dan pasukannya telah melumpuhkannya. “Kita berhasil
menguasai persenjataan musuh, kamu cepat beritahu Letnan Yusuf untuk ikut
bergabung dengan kita” perintah Timo kepada anak buahnya. “Dan kamu, kamu, kamu
jaga perimeter sekitar area sini sejauh dua puluh meter, bawa pasukan maksimal
lima orang” perintah Timo kepada anak buahnya yang lain. “Siap laksanakan
kapten” jawab serentak pasukannya. “Kapten kami menangkap pemimpin pasukan
separatis” ucap salah satu pasukan setan yang membawa Dadang. "O…… Halo
Dadang, apa kabar heh?” Ucap Timo, “Kapten kenal dengan ini orang?” Tanya salah
satu pasukannya. “Ya pasti saya kenal, beliau ini adalah Dadang sebelumnya
beliau adalah anggota TNI sama seperti kita, bahkan beliau adalah salah satu
pasukan setan dulunya” jawab Timo. “Oh pantas pasukan Letnan Yusuf kesulitan
mengalahkannya, karena ini orang toh ternyata, hebat sekali stategi perangnya.”
Ucap pasukannya yang lain. “Kamu borgol dia dan jaga dengan baik, atau nyawa
kamu jadi taruhannya, beliau sangat lihai dalam melarikan diri dan juga ahli
dalam beladiri. Kamu belum kuat sebagai tandingannya, sayapun tidak yakin dapat
mengalahkannya dalam
pertarungan tangan kosong” perintah Timo. Mendengar ini semua pasukan setan memperketat penjagaan terhadap
__ADS_1
Dadang, kejadian selanjutnya justru akan lebih mencengangkan bagi pasukan setan.