JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 18 HANCURNYA ISTANA NEGARA


__ADS_3

Pertempuran diluar antara TNI dan pasukan separatis


hampir meletus, Sementara itu di markas separatis, “Abel menginformasikan bahwa


senjata telah sampai di markas Jombang pimpinan” ucap prajurit separatis


tersebut, “Bagus, persiapkan senjatanya sekarang juga dan tembakan sesegera mungkin senjata tersebut di titik koordinat yang sudah saya


infokan. Kita akan lihat bagaimana reaksi mereka melihat Istana  Presiden mereka yang mereka banggakan hancur lebur, ha…ha…ha…” Ucap Ryan dengan sambil


tertawa bangga. “Live streaming sudah bisa kita lakukan sekarang pimpinan” ucap


salah satu team IT mereka, yang telah selesai melakukan persiapan dengan


matang dan diap mengudara. “Baiklah sebelum kita penggal kepala jendral, mari


kita lihat bersama-sama hancurnya Istana Presiden mereka" ucap Ryan. “Siap


pimpinan” jawab para prajurit yang ada.


              Sementara itu di Jakarta. Istana Merdeka seperti


hari-hari biasanya, para pegawai, paspampres, dan petugas lainnya melakukan


aktivitas seperti biasanya, tanpa mereka ketahui bahwa sebentar lagi akan


terjadi sesuatu yang membuat sejarah kelam di Indonesia. Presiden bersantap


sarapan bersama Ibu Negara dan pejabat lainnya di meja makan. “Pak,


apakah bapak tau soalnya yang terjadi di Malang?” Tanya sang Istri. “Tau, tapi


tidak terlalu tau. Belum ada yang melaporkan ke bapak sampai sekarang.” Balas


Presiden, sambal sibuk


menyuap sarapan yang ada di meja makan. Beberapa saat kemudian ada salah satu paspampres


berbisik kepada Presiden. “Oh, baiklah” jawab Presiden. “Ada apa pak?” Tanya


sang Istri tersebut. “Kita harus pergi dari sini sekarang juga ya, panggil


anak-anak ya untuk bersiap-siap!” perintah Presiden kepada Istrinya. “Baik,


pak.” Jawab sang Istri. Setelah istrinya pergi untuk bersiap-siap, “apakah info


tersebut valid?” Tanya Presiden kepada Paspampres, “70% valid, pak” jawab Paspampres


“Kita harus melakukan precautionary (pencegahan), pak” lanjut Paspamres.


Presiden hanya menganguk sambil berdiri untuk bersiap-siap.


***(Markas BIN) ***


“Lapor pak, saya mendapatkan info bahwa ada yang


menyelundupkan rudal ballistic Hydra dari Kore Utara, pak” ucap prajurit sambil


terengah-engah, karena


harus segera mengabarkan kabar yang Dia terima. “Ambil napas dengan tenang, bicara perlahan anak


muda” ucap Letjen Rizky. “Siap, pak.” Jawab prajurit tersebut, sambal menstabilkan nafasnya, lalu berdiri tegap

__ADS_1


mengahdap atasannya.


“Salah satu tim intel kita telah menangkap satu orang di pelabuhan, mereka menangkapnya bahwa telah terjadi penyelundupan rudal ballistic


Hydra dari Korea Utara melalui pelabuhan Tanjung Perak.” Ucap prajuit tersebut,


Mendengar berita ini Letjen Rizky seketika moodnya menjadi jelek. “Siapkan pesawat sekarang, saya akan pergi ke Surabaya saat ini


juga, cepat….” Perintah Letjen Rizky.


*** (Markas separatis) ***


“Pimpinan rudal 100% ready to launch” ucap petugas


yang bertugas meluncurkan rudal ke istana Negara. “Baiklah, mari kita lihat


Jakarta membara.” Ucap Ryan sambil tersenyum jahat. Dan persiapan untuk meluncurkan rudal ballistic jarak


jauh telah siap. Dan semua pasukan separatis berkumpul untuk menyaksikan hitung


mundur peluncuran rudal tersebut. “Bersiap, dalam hitungan mundur 3…2…1 luncurkan”


ucap Ryan, begitu Ryan memberi perintah petugas tersebut menekan tombol untuk


meluncurkan rudal tersebut. “rudal telah di luncurkan, ETA to target dalam enam puluh menit” ucap petugas tersebut. “Ha….ha….ha bagus.


Kita tunggu hancurnya istana yang mereka agung-agung itu akan hancur lebur rata


dengan tanah, siapkan kamera setelah istana mereka hancur. Saya akan membuat


pengumuman setelahnya.” Perintah Ryan. “Siap pimpinan” jawab salah satu


prajuritnya.


***(Markas BIN) ***


pendeteksi. “Gawat ada rudal balistik terdeteksi” ucap petugas penjaga tersebut, sambal menumpahkan kpi yang dia pegang dan segera tergesa-gesa


menuju meja atasannya untuk melapor. “Lapor, pak. Saya melihat ada rudal balistik yang


terdeteksi” ucap petugas tersebut, “APA…… Cepat aktifkan anti rudal sekarang”


ucap perwira yang bertugas saat itu. “Lapor Letjen, kami


mendeteksi rudal” ucap perwira tersebut. “Nyalakan alarm, cek kemana rudal tersebut targetnya. Kemungkinan rudal tersebur menuju


Istana Merdeka di Jakarta. Cek ETA nya dan evakuasi orang–orang yang ada di


Istana dan warga disekitarnya dalam radius lima KM, cepat” Perintah Letjen


Rizky. “Sial…” sambil memukul tempat duduk pilot didepannya.


***(Istana Merdeka) ***


Bunyi nyaring alarm terdengar di istana, beruntung


30 menit yang lalu Letjen Rizky memerintahkan Paspampres untuk mengevakuasi


Presiden beserta seluruh orang yang ada di Istana. Karena sebelumnya BIN telah mendapatkan info valid


tentang rudal balistik musuh. Prajurit TNI dibantu oleh Kepolisian mengevakuasi


warga sekitar untuk menjauh dari Istana.

__ADS_1


*** (Markas separatis) ***


Ryan dan para prajurit separatis menonton


detik-detik rudal tersebut akan menhancur leburkan istana Negara kepresidenan. “Pimpinan, ada senjata


anti rudal di daerah Bogor yang dilewati oleh rudal–rudal kita, Pimpinan.”


Prajurit tersebut memberikan informasi kepada Ryan, “Biarkan saja, setelah ada


indikasi rudal–rudal kita mau ditembak jatuh, segera aktifkan flare yang ada di


rudal–rudal tersebut.” Perintah Ryan. ‘Siap Pimpinan.” Jawab prajurit tersebut.


“Beep beep beep beep beep beep beep…..” bunyi alarm, “rudal–rudal kita telah di


locked pimpinan” ucap prajurit tersebut. “Aktifkan


flarenya SEKARANG” perintah Ryan. Tanpa banyak Tanya lagi prajurit tersebut


mengaktifkan flare. Flare pun aktif dan senjata anti rudal tersebut menambaki


flare sebagai umpan, namun ada satu rudal yang tertembak dan meledak di udara. Ledakan


tersebut sangat dahsyat yang menyebabkan beberapa rumah yang di bawah beserta


pohon–pohon hancur, imbas dari ledakan tersebut. “satu rudal kita terkonfirmasi ditembak oleh musuh,


Pimpinan” ucap prajurit tersebut. “tiga rudal berhasil lolos, ETA mencapai target lima


menit” lanjut prajurit tersebut. “Bagus, kita saksi……” belum selesai Ryan


bicara sudah dipotong oleh prajurit tersebut. “ada empat F-16 mendekat, pimpinan” ucap prajurit tersebut.


“Sial, aktifkan mode siluman SEKARANG” perintah Ryan. Prajurit tersebut langsung


mengaktifkan mode siluman pada rudal. “ETA target enam puluh detik, pimpinan” ucap prajurit tersebut. “satu rudal berhasil di tembak musuh, pimpinan” lanjut


prajurit tersebut. Namun


dua rudal tetap lolos dan melesat terus menuju istana negara di Jakarta. “ETA target 3…2…1” Boom ledakan dahsyat meledak di Jakarta, “target hit, pimpinan” lanjut prajurt tersebut.


“Ha…ha…ha… saya tahu mereka sudah mengevakuasi orang-orang disana dan juga


sekitarnya, namun itu bukan lah masalah. Yang lebih penting mereka tahu bahwa


kita ada dan akan menghancurkan mereka.” Ucap Ryan sambil meninggalkan ruang


control. “cepat, selanjutnya Kita akan penggal kepala jendral Arsean” lanjut


Ryan.


Sementara itu di Jakarta telah terjadi kehebohan,


bahwa Istana Merdeka telah hancur di Bom oleh pasukan separatis. Headline


berita penuh oleh berita hancurnya Istana Medeka. Stasiun TV dan surat kabar


sedang sibuk memberitakan kejadian ini. Hingga seluruh dunia tertuju ke


Indonesia.Para


pemimpin dunia yang bersahabat dengan Indonesia dan yang mempunyai hubungan diplomatik

__ADS_1


sibuk menghubungi para diplomat yang ada di Jakarta untuk  mengetahui kabar mereka dan menanyakan apa


yang terjadi di Jakarta.


__ADS_2