
Pertempuran diluar antara TNI dan pasukan separatis
hampir meletus, Sementara itu di markas separatis, “Abel menginformasikan bahwa
senjata telah sampai di markas Jombang pimpinan” ucap prajurit separatis
tersebut, “Bagus, persiapkan senjatanya sekarang juga dan tembakan sesegera mungkin senjata tersebut di titik koordinat yang sudah saya
infokan. Kita akan lihat bagaimana reaksi mereka melihat Istana Presiden mereka yang mereka banggakan hancur lebur, ha…ha…ha…” Ucap Ryan dengan sambil
tertawa bangga. “Live streaming sudah bisa kita lakukan sekarang pimpinan” ucap
salah satu team IT mereka, yang telah selesai melakukan persiapan dengan
matang dan diap mengudara. “Baiklah sebelum kita penggal kepala jendral, mari
kita lihat bersama-sama hancurnya Istana Presiden mereka" ucap Ryan. “Siap
pimpinan” jawab para prajurit yang ada.
Sementara itu di Jakarta. Istana Merdeka seperti
hari-hari biasanya, para pegawai, paspampres, dan petugas lainnya melakukan
aktivitas seperti biasanya, tanpa mereka ketahui bahwa sebentar lagi akan
terjadi sesuatu yang membuat sejarah kelam di Indonesia. Presiden bersantap
sarapan bersama Ibu Negara dan pejabat lainnya di meja makan. “Pak,
apakah bapak tau soalnya yang terjadi di Malang?” Tanya sang Istri. “Tau, tapi
tidak terlalu tau. Belum ada yang melaporkan ke bapak sampai sekarang.” Balas
Presiden, sambal sibuk
menyuap sarapan yang ada di meja makan. Beberapa saat kemudian ada salah satu paspampres
berbisik kepada Presiden. “Oh, baiklah” jawab Presiden. “Ada apa pak?” Tanya
sang Istri tersebut. “Kita harus pergi dari sini sekarang juga ya, panggil
anak-anak ya untuk bersiap-siap!” perintah Presiden kepada Istrinya. “Baik,
pak.” Jawab sang Istri. Setelah istrinya pergi untuk bersiap-siap, “apakah info
tersebut valid?” Tanya Presiden kepada Paspampres, “70% valid, pak” jawab Paspampres
“Kita harus melakukan precautionary (pencegahan), pak” lanjut Paspamres.
Presiden hanya menganguk sambil berdiri untuk bersiap-siap.
***(Markas BIN) ***
“Lapor pak, saya mendapatkan info bahwa ada yang
menyelundupkan rudal ballistic Hydra dari Kore Utara, pak” ucap prajurit sambil
terengah-engah, karena
harus segera mengabarkan kabar yang Dia terima. “Ambil napas dengan tenang, bicara perlahan anak
muda” ucap Letjen Rizky. “Siap, pak.” Jawab prajurit tersebut, sambal menstabilkan nafasnya, lalu berdiri tegap
__ADS_1
mengahdap atasannya.
“Salah satu tim intel kita telah menangkap satu orang di pelabuhan, mereka menangkapnya bahwa telah terjadi penyelundupan rudal ballistic
Hydra dari Korea Utara melalui pelabuhan Tanjung Perak.” Ucap prajuit tersebut,
Mendengar berita ini Letjen Rizky seketika moodnya menjadi jelek. “Siapkan pesawat sekarang, saya akan pergi ke Surabaya saat ini
juga, cepat….” Perintah Letjen Rizky.
*** (Markas separatis) ***
“Pimpinan rudal 100% ready to launch” ucap petugas
yang bertugas meluncurkan rudal ke istana Negara. “Baiklah, mari kita lihat
Jakarta membara.” Ucap Ryan sambil tersenyum jahat. Dan persiapan untuk meluncurkan rudal ballistic jarak
jauh telah siap. Dan semua pasukan separatis berkumpul untuk menyaksikan hitung
mundur peluncuran rudal tersebut. “Bersiap, dalam hitungan mundur 3…2…1 luncurkan”
ucap Ryan, begitu Ryan memberi perintah petugas tersebut menekan tombol untuk
meluncurkan rudal tersebut. “rudal telah di luncurkan, ETA to target dalam enam puluh menit” ucap petugas tersebut. “Ha….ha….ha bagus.
Kita tunggu hancurnya istana yang mereka agung-agung itu akan hancur lebur rata
dengan tanah, siapkan kamera setelah istana mereka hancur. Saya akan membuat
pengumuman setelahnya.” Perintah Ryan. “Siap pimpinan” jawab salah satu
prajuritnya.
***(Markas BIN) ***
pendeteksi. “Gawat ada rudal balistik terdeteksi” ucap petugas penjaga tersebut, sambal menumpahkan kpi yang dia pegang dan segera tergesa-gesa
menuju meja atasannya untuk melapor. “Lapor, pak. Saya melihat ada rudal balistik yang
terdeteksi” ucap petugas tersebut, “APA…… Cepat aktifkan anti rudal sekarang”
ucap perwira yang bertugas saat itu. “Lapor Letjen, kami
mendeteksi rudal” ucap perwira tersebut. “Nyalakan alarm, cek kemana rudal tersebut targetnya. Kemungkinan rudal tersebur menuju
Istana Merdeka di Jakarta. Cek ETA nya dan evakuasi orang–orang yang ada di
Istana dan warga disekitarnya dalam radius lima KM, cepat” Perintah Letjen
Rizky. “Sial…” sambil memukul tempat duduk pilot didepannya.
***(Istana Merdeka) ***
Bunyi nyaring alarm terdengar di istana, beruntung
30 menit yang lalu Letjen Rizky memerintahkan Paspampres untuk mengevakuasi
Presiden beserta seluruh orang yang ada di Istana. Karena sebelumnya BIN telah mendapatkan info valid
tentang rudal balistik musuh. Prajurit TNI dibantu oleh Kepolisian mengevakuasi
warga sekitar untuk menjauh dari Istana.
__ADS_1
*** (Markas separatis) ***
Ryan dan para prajurit separatis menonton
detik-detik rudal tersebut akan menhancur leburkan istana Negara kepresidenan. “Pimpinan, ada senjata
anti rudal di daerah Bogor yang dilewati oleh rudal–rudal kita, Pimpinan.”
Prajurit tersebut memberikan informasi kepada Ryan, “Biarkan saja, setelah ada
indikasi rudal–rudal kita mau ditembak jatuh, segera aktifkan flare yang ada di
rudal–rudal tersebut.” Perintah Ryan. ‘Siap Pimpinan.” Jawab prajurit tersebut.
“Beep beep beep beep beep beep beep…..” bunyi alarm, “rudal–rudal kita telah di
locked pimpinan” ucap prajurit tersebut. “Aktifkan
flarenya SEKARANG” perintah Ryan. Tanpa banyak Tanya lagi prajurit tersebut
mengaktifkan flare. Flare pun aktif dan senjata anti rudal tersebut menambaki
flare sebagai umpan, namun ada satu rudal yang tertembak dan meledak di udara. Ledakan
tersebut sangat dahsyat yang menyebabkan beberapa rumah yang di bawah beserta
pohon–pohon hancur, imbas dari ledakan tersebut. “satu rudal kita terkonfirmasi ditembak oleh musuh,
Pimpinan” ucap prajurit tersebut. “tiga rudal berhasil lolos, ETA mencapai target lima
menit” lanjut prajurit tersebut. “Bagus, kita saksi……” belum selesai Ryan
bicara sudah dipotong oleh prajurit tersebut. “ada empat F-16 mendekat, pimpinan” ucap prajurit tersebut.
“Sial, aktifkan mode siluman SEKARANG” perintah Ryan. Prajurit tersebut langsung
mengaktifkan mode siluman pada rudal. “ETA target enam puluh detik, pimpinan” ucap prajurit tersebut. “satu rudal berhasil di tembak musuh, pimpinan” lanjut
prajurit tersebut. Namun
dua rudal tetap lolos dan melesat terus menuju istana negara di Jakarta. “ETA target 3…2…1” Boom ledakan dahsyat meledak di Jakarta, “target hit, pimpinan” lanjut prajurt tersebut.
“Ha…ha…ha… saya tahu mereka sudah mengevakuasi orang-orang disana dan juga
sekitarnya, namun itu bukan lah masalah. Yang lebih penting mereka tahu bahwa
kita ada dan akan menghancurkan mereka.” Ucap Ryan sambil meninggalkan ruang
control. “cepat, selanjutnya Kita akan penggal kepala jendral Arsean” lanjut
Ryan.
Sementara itu di Jakarta telah terjadi kehebohan,
bahwa Istana Merdeka telah hancur di Bom oleh pasukan separatis. Headline
berita penuh oleh berita hancurnya Istana Medeka. Stasiun TV dan surat kabar
sedang sibuk memberitakan kejadian ini. Hingga seluruh dunia tertuju ke
Indonesia.Para
pemimpin dunia yang bersahabat dengan Indonesia dan yang mempunyai hubungan diplomatik
__ADS_1
sibuk menghubungi para diplomat yang ada di Jakarta untuk mengetahui kabar mereka dan menanyakan apa
yang terjadi di Jakarta.