JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 7 KEMARAHAN WIDYA


__ADS_3

Melihat kedekatan antara Rafailah dan Arsean yang


semakin intense, membuat Widya Geram dan menyalurkan kekesalannya dengan datang


ke club malam untuk melupakan rasa sakit dihatinya setelah melihat mereka


berdua bersama tadi siang. Di club malam, Widya seperti biasa minum minuman


keras dan berjoget-joget dilantai dansa, namun bedanya saat ini tidak ada


laki-laki yang mendekatinya, yang biasanya laki-laki mengantri untuk dekat


dengannya walaupun hanya sekedar untuk melakukan cinta satu malam. Merasa


bingung dengan keadaan sekarang, Widya pun melihat-lihat sekitar club malam


namun tidak ada laki-laki yang kosong semuanya sudah ada pasangannya


mashing-masing. Disaat bersamaan, datang Herbert dan temannya untuk


bersenang-senang, melihat ada kelompok laki-laki yang datang membuat Widya


mulai untuk mengeluarkan jurusnya untuk memikat laki-laki, dan tidak menunggu


lama Herbert dan temannya menghampiri Widya sambil berkenalan dan berjoget ria.


“Hai, mau bersenang dengan kita?” Tanya teman Herbert, “maksud kamu kalian


berdua mau lawan aku sendiri gitu?” Tanya Widya sambil menunjuk dirinya


sendiri. Dan temannya Herbert hanya mengangguk saja. Melihat itu Widya pun


mengeritkan keningnya, selama ini dia belum pernah melakukan hubungan badan


dengan dua laki-laki sekaligus. Widya pun berfikir dan melayang-layang pikirannya,


“jika dua laki-laki sekaligus, sepertinya seru nih” gumam Widya dalam hatinya.


“Bagaimana mau tidak?” Tanya temannya Herbert yang membangunkan Widya dari


lamunannya. “Oke siapa takut, awas aja kalau kalian keluarnya cepet, aku potong


nanti senjata mu itu, he…he..he…” celetuk Widya sambil tertawa di balas dengan


senyuman oleh temannya Herbert.


             Di pagi harinya, setelah bangun, Widya


hanya mendapatkan satu laki-laki saja yang masih tertidur, sedang satu


laki-laki yang mana adalah Herbert sudah tidak ada di kamar atau di kamar


mandi. Melihat ada laki-laki disampingnya tertidur pulas tanpa busana yang


dipakainya sama dengan apa yang Widya sekarang, dengan sigap Widya langsung


memegang senjata laki-laki itu hingga langsung bangun dalam sekejap, dan pergulatan


panas di pagi hari pun dimulai. Itulah Widya, entah itu laki-laki manapun


selama laki-laki itu dapat memuaskan nafsunya, dia akan selalu melayaninya.


Bahkan dia yang mambayar laki-laki yang tidur denganya.


      Setelah


selesai melakukan pergulatan panas pada malam hari dan pagi hari, Widya pun


pulang untuk berbicara dengan ayahnya untuk segera melakukan lamaran dengan

__ADS_1


Jenderal Arsean. Sesampainya di rumah, Widya memanggil papanya “pah…papa


dimana?” panggil Widya, namun orang yang dipanggil tidak memunculkan batang


hidungnya sama sekali, karena kesal papanya dipanggil tidak keluar, kemudian


Widya memanggil asisten rumah tangganya, “Bi Asoh…..Bi papa gada dirumah?”


Tanya Widya kepada Asoh. “Bapak tidak pulang dari semalam Teh” Jawab Asoh sambil menunduk takut melihat wajah


Widya yang sepertinya sedang kesal. “Apa papa tidak pulang dari semalam?” Tanya


Widya, Aosh hanya jawab dengan anggukan kepalanya. “Papa bilang pergi kemananya


Bi?” Tanya kembali Widya kepada Asoh. “Bibi tidak tau the, bapak tidak bilang


mau pergi kemana” jawab Asoh sambil menunduk. “Akhhh…kemana lagi tuh


bapak-bapak, lagi ada yang penting malah tidak ada dirumah” gerutu Widya sambil


menghentakan kakinya.


      “Aku


coba telepon papa dulu ya Bi” imbuh Widya, “Ya the, bibi balik kebelakang dulu


ya” pinta Asoh, hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Widya. Sementara itu


Widya coba menelpon papanya namun tidak diangkat-angkat, “akhhhh kemana lagi


tuh bapak tua?” gerutu Widya sambil menghentakan kakinya. Setelah menelpon


beberapa kali tidak ada jawaban membuat Widya marah semarah-marahnya, Widya pun


jalan ke kamarnya lalu masuk ke kamarnya sambil menutup pintu sekeras-kerasnya


karena saking kesalnya. Widya pun coba untuk Mandi dulu sambil merefresh


pria yang kembali tidak dia kenal.


      Semantar


itu ditempat Aan Suhaimi berada, dia melihat notifikasi di HP ada beberapa kali


telepon masuk dari anaknya, “tuh anak pagi-pagi udah ganggu aja” seloroh Aan.


“Kenapa pagi-pagi udah ditekuk gitu mukanya, hah?” imbuh wanita di sampingnya


sambil memeluk Aan. Ternyata Aan tidak pulang semalaman karena sedang bercinta


dengan wanita simpanannya disebuah hotel. “oh, ini biasa si Widya pagi-pagi


udah telepon aku” imbuh Aan. “yaudah telepon balik atuh anaknya, mungkin ada


yang lebih penting sepertinya” imbuh wanita tersebut. “dia udah gede, dia bisa


selesaikan masalah dia sendiri, sepenting apa sih masalahnya, masih lebih


penting kamu lah yang selalu melayani ku dengan sangat baik.” Rayu Aan kepada


wanita itu sambil mencium bibir wanita tersebut.


      “Kamu


bisa aja, baru juga bangun pagi udah ngerayu-rayu aja sih, jadi bikin kepengan


di masukin lagi nih, he…he…he” seloroh wanita tersebut. “kalo itu mah ngga usah


ditanya, sekarang juga kita lanjutin ya” imbuh Aan dengan semangat sambil mulai

__ADS_1


menyingkap selimut dan mulai mengambil posisi di atas wanita tersebut, lalu


terjadilah pergulatan panas antara dua orang tersebut.


      Maka


jangan heran jika Widya pun sering melakukan hubungan intim dengan laki-laki


manapun, karena papanya sendiri pun seperti itu sering gonta ganti wanita untuk


memuaskan nafsu birahinya, ibarat pepatah “buah tidak akan jatuh jauh dari


pohonnya”.


      Setelah


selasai membersihkan diri, Widya mencoba menelpon papanya kembali dan langsung


di angkat oleh papanya. “Halo pah, papa dimana?” Tanya Widya. “papa lagi ada


acara dengan teman-teman papa, kenapa pagi-pagi sudah telepon papa?” Tanya


balik Aan kepada Widya. “Pah, gimana rencana kita untuk melamar Arsean?” Tanya


balik Widya. “Papa sudah bilang sama kamu sabar dulu, kita tunggu waktu yang


tepat, dan papa masih kecewa sama kamu yang masih belum bisa berubah, papa


dengar kamu kembali tidur pria lain lagi?” Tanya balik Aaan, “loh emang kenapa


kalo aku tidur lagi sama pria lain, toh ini kan badan aku ya bebas dong mau


tidur sama siapa saja sesuai keinginan ku?” jawab santai Widya, yang membuat


Aan kesal “papa sudah bilang sama kamu, berubahlah dulu sikap kamu untuk


sementara saja setelah kita mendapatkan jenderal Arsean” jawab Aan. “setelah


kamu mendapatkan Arsean, kamu bebas mau ngapain aja terserah kamu.” Lanjut Aan.


“ya…ya…ya…aku ikutin permintaan papa, tapi kapan aku bisa ketemu Arsean lagi


pah?” Tanya Widya. “Tunggu moment yang tepat, papa sedang merencanakan sesuatu


dengan teman-teman papa” imbuh Aan. “aku tidak suka jika haru s menunggu lama,


karena papa tahu?” Tanya Widya ke Aan “Tahu apa?” Tanya balik Aan. “Aku melihat


Arsean dengan Dr Rafailah bercengkrama di sebuah restaurant dan aku melihat


mereka sangat akrab dan terlihat sangat dekat, aku tidak mau keduluan Dr sok


cantik itu” imbuh Widya sambil memanyunkan bibirnya. “Baiklah papa akan segera


berbicara untuk rencana yang akan digunakan untuk mendapatkan Arsean dipellukan


mu, Nak” imbuh Aan. “baiklah papa pergi dulu, nanti papa kabari kamu


secepatnya” lanjut Aan sambil menutup teleponnya.


      “Dr sok


cantik, apa sih bagsunya kamu, cantikan aku daripada kamu, badan juga lebih


sexy dan berisi aku daripada kamu. Sedangkan kamu, kurus, tidak ada bagus-bagusnya


badan kamu. Hanya menang gelar dokter saja kamu mau ambil hati Arsean, hemmm


tidak mungkin. Lihat saja jika Arsean sudah tidur dengan ku, dia tidak akan

__ADS_1


melupakan aku atas pelayanan aku diranjang, ha…ha..ha…” imbuh Widya sambil


berbicara depan cermin kepada dirinya sendiri.


__ADS_2