
Sementara itu Zulham berbicaran dengan Ryan melalui
telepon. “Halo pimpinan, perihal rencana kita yang akan menggunakan orang lain
untuk menjalankan tugas ini. Mereka meminta bayaran yang sangat tinggi, karena
mereka tahu siapa targetnya. Dan mereka meminta pembayaran full diawal tanpa
ada DP, saya harus bagaimana pimpinan?” Tanya Zulham kepada Ryan. “Saat ini
kita sedang kekurangan biaya jenderal” imbuh Ryan “jika meraka tidak mau
menerima uang yang kita tawarkan, cari yang lain saja jenderal yang mau nerima
uang kita untuk tugas ini” lanjut Ryan, di ujung telepon Zulham mengerutkan
keningnya “Tapi tidak ada yang akan sanggup menjalankan tugas ini selain orang
ukraina ini pimpinan, dia tahu siapa jenderal Arsean tapi dia tetap mau terima
tugas ini namun dengan bayaran yang jauh dari yang biasanya” imbuh Zulham.
“Maaf jenderal, namun memang benar saat ini kita tidak ada biaya lebih selain
maksimal sepuluh miliar saja” imbuh Ryan, “karena kita sedang memesan senjata
dari rusia untuk keperluan prajurit kita” lanjut Ryan. “Baiklah pimpinan, saya
akan berbicara lagi dengan teman saya, semoga dia mau menerima sepuluh miliar
ini” imbuh Zulham. “Terima kasih jenderal, usahakan bisa maksimal sepuluh
miliar, kalau bisa dibawah itu” perintah Ryan. “Baik pimpinan saya usahakan
yang terbaik” jawab Zulham sambil menutup teleponnya.
Disaat
bersamaan, Aan menelpon Zulham “halo jenderal Zulham, kita bisa bertemu
sekarang?” Tanya Aan. “baiklah gubernur saya bisa, dimana lokasinya?” Tanya
zulham. “ditempat biasa jenderal, saya tunggu jam 3 sore” imbuh Aan. “Baik
Gubernur jam 3 sore” jawab Zulham sambil menutup telepon. Sementara itu, Aan
sedang bersama seorang yang menggunakan baju lengan pendek warna hitam dengan
tattoo di kanan dan kiri tangannya. Dia juga merupakan pembunuh bayarn yang di
sewa langsung oleh Gubernur Aan dari Amerika yang bernama “Alex Cobalt”. “Alex,
nanti jam 3 sore kita akan bertemu dengan jenderal Zulham, dia adalah tangan
kanan pimpinan kami, aku harap kau dapat membuat dia terkesan hingga dia akan
menggunakan jasa mu, dan jangan lupa komisi untuk saya ada 30% dari total uang
yang kamu terima” imbuh Aan sambil tersenyum. “Jangan khawatirkan soal uang,
aku tidak akan menghianatimu hanya karena uang, kamu yang telah membawa dan
memberikan perkerjaan untuk, aku yang harus berterima kasih kepadamu” imbuh
Alex, di barengi anggukan dari Aan.
Tepat
jam 3 sore, pertemuan antara Zulham, Aan dan Alex di sebuah restaurant
langganan para petinggi kelopmpok separatis untuk berkumpul, karena pemilik
restaurant tersebut adalah salah satu anggota kelopmpok separatis. “Selamat
siang jenderal Zulham, saya Alex” sapa Alex sambil menjulurkan tangannya.
“Panggil saja Zulham” jawab Zulham sambil menerima uluran tangan Alez untuk
berjabat tangan. “silahkan duduk” imbuh Aan. “begini Jenderal, Alex mau
menerima tugas ini untuk menghancurkan jenderal Arsean seperti yang kita adakan
sebelumnya” imbuh Aan. Untuk bayarannya silahkan jenderal berbicara langsung
dengan Alex” lanjut Aan. “Baiklah, kamu sudah tahu tugasnya apa? Detailnya
seperti apa? Saya mau dengar langsung dari kamu” Tanya Zulham kepada Alex.
“Saya sudah tahu garis besarnya dari Gubernur Aan, saya mendpatkan tugas untuk
__ADS_1
menghancurkan Jenderal Arsean dari dalam, yang dincar adalah keluarga dan orang
terdekatnya, dan saya sudah ada untuk incaran pertama saya adalah Dr Rafailah,
yang merupakan teman dekatnya jenderal Arsean” imbuh Alex menuturkan apa yang
dia dengar dari Aan. Zulham mengerutkan keningnya mendengar nama Dr Rafailah
disebut oleh Alex, “Ada hubungan apa Dr Naisah dengan jenderal Arsean, bukannya
dia Dia Dokter spesialis bedah otak? Dan kenapa kamu mengincar dia sebagai
target ppertama?” Tanya Zulham. Mendengar ini, Aan pun menjawab “saya dengar
bahwa jenderal Arsean menyukai Dr Rafailah dan mereka terlihat sudah sangat
akrab, untuk itulah saya meminta Alex untuk menjadikan target pertama adalah Dr
Rafailah”. Zulham hanya mendengarkan apa ucapan Aan. “Baiklah, kamu ikuti apa
yang diperintahkan oleh Gubernur Aan” imbuh Zulham “ “untuk biaya, berapa yang
kamu minta Alex” Tanya Zulham. “cukup bayar saya 8 Miliar saja untuk tugas ini”
imbuh Alex “namun hanya untuk target Dr Rafailah saja, jika ada Target lain
biayanya tinggal diakumulasikan saja, mengeti maksud saya jenderal?” Tanya
Alex. “Saya hanya bisa bayar kamu lima Miliar bagaimana?” Tanya Zulham. “jika
tidak bersedia tidak masalah, saya akan cari orang lain yang mau dibayar lima
Miliar” lanjut Zulham. “maaf jenderal, silahkan jendaral cari orang lain, dan
saya yakin tidak akan mau. Jikalaupun mau menerima tugas ini, saya yakin mereka
akan meminta bayaran lebih dari 10 miliar” seloroh Alex menggoda Zulham seperti
seorang marketing. Mendengar ini zulham terdiam dan bergumam dalam hatinya “apa
yang dikatannya benar Yuri meminta diatas 10 miliar sedang Alex hanya meminta 8
milair”.
“Baiklah
Zulham. “6 miliar untuk seorang jenderal Arsean, itu masih di bawah standar
jendral, aku beri penawaran terakhir 7 miliar dan tidak turun lagi” imbuh Alex,
lalu di jawab langsung oleh Zulham “Deal” sambil menjulurkan tangan untuk berjabat
tangan tanda menerima tawaran Alex. “Oke deal” jawab Alex. Maka mereka pun
lanjut merencanakan detail dan stateginya seperti apa.
Di lain
tempat, Widya bertemu dengan teman-temannya di sebuah restaurant untuk
membicarakan rencana menjebak Dr Rafailah. “Hei Widya, ada masalah apa kamu
dengan Dr cantik itu?” celoteh salah satu teman prianya. Mendengar ini membuat
Widya geram “siapa yang kamu maksud Dr cantik?” gertak Widya sambil gebrak meja
“jauh lebih cantik aku lah daripada dia” lanjut Widya sambil memasang muka
masam. “Ya…ya emang kamu jauh lebih canti kami setuju soal itu” jawab salah
satu temannya. “Memangnya kamu ada masalah dengan dia?” Tanya temannya. “aku
sedang dekat dengan Arsean, namun Dr centil itu mau merebut Arsean dari aku”
imbuh Widya sambil mengepalkan tangannya. “Maksud kamu Arsean itu, jenderal
muda Arsean yang di takuti oleh seluruh dunia itu maksud kamu?” Tanya penasaran
salah satu temannya. “Ya betul emang ada Arsean mana lagi yang jadi jenderal
selain dia?” jawab Widya. “Kamu yakin dia mau sama kamu?” celoteh salah satu
temannya yang langsung membuat Widya geram. “Maksud kamu apa Tanya seperti itu,
hah?” geram Widya sambil menepuk kepala temannya. “ya bukan maksud aku
menjelekan mu, tapi kan kita juga tau kamu kaya gimana dan orang lain yang
kenal kamu juga tau. Apa Arsean mau terima kamu yang udah tidur sama puluhan
__ADS_1
atau mungkin ratusan pria, hah?” Tanya temannya yang tadi kepalanya di tepuk
oleh Widya. Mendengar ini, Widya terdiam untuk beberapa detik, lalu dia pun
menjawab “urusan dia tau atau tidak, itu urusan nanti, setelah dia sudah
merasakan tubuhku dia tidak akan pernah berpaling kepada wanita lain” imbuh
Widya. “ya aku tau dia tidak akan berpaling dari kamu, tapi apa kamu yakin
tidak akan berpaling dari jenderal itu. Setau aku kamu kan ngga bisa hanya
dengan satu pria saja, he…he…he” canda temannya. “setelah aku mendapatkan
jenderal Arsean, tidak akan pernah aku menghianti dia, tidak ada laki-laki
manapun yang selevel dengan dia. Setelah aku mendapatkannya hidup sudah terasa
sempurna dengannya yang selalu aka nada di sisiku” selorah Widya, teman-teman
yang lainnya hanya menganggukan kepalanya saja tanpa menjawab.
“Aku
butuh bantuan kalian untuk merayu dan menggoda Dr centil itu” celoteh Widya
kepada teman prianya. “kalo bisa kalian tidur denganya dan foto saat dia sedang
tidur dengan kalian, apa kalian bisa, hah?” Tanya Widya, namun orang-orang yang
dia Tanya hanya memasang muka mengkerut. “Maaf aku harus tanyakan ini sama kamu
Widya” celetuk salah satu teman prianya. “Apa keuntungan buat kita setelah ini
berhasil?” “karena kamu tau sendiri Dr Rafailah merupakan salah satu Dr bedah
terbaik di Indonesia dan tidak mudah untuk mendekatinya, apa lagi yang aku
dengar dia tidak sembarangan berteman dengan laki-laki” imbuh teman prianya.
Mendengar ini Widya hanya tersenyum kecut, “kalian tidak perlu repot-repot
mendekati dia, biar dia urusan aku. Nanti aku akan buat dia pingsan, setelah
itu kalian bisa puaskan nafsu kalian kepadanya. Kalo bisa bikin dia hamil lebih
bagus, ha…ha…ha…” Seloroh Widya yang membuat semua teman-temannya geleng-geleng
kepala. Salah satu temannya berbicara “aku tidak akan mau melakukan ini, karena
dia bukan dalam jangkaun aku, dan lagipula kalo gagal nyawa akulah yang jadi
taruhannya, aku tidak mau berurusan dengan polisi apalagi dengan jenderal Arsean,
ihh…memikirkannya saja aku sudah merasa aku sudah mati”. Yang lain pun sama
untuk masalah kali ini mereka tidak bisa membantu Widya, karena urusannya bisa
panjang bahkan kematian yang akan mereka temukan jika terus mengikuti rencana
Widya. Mendengar ini Widya geram bukan main “kalian…..pengecut semua dasar para
pria tidak berguna, urusan begini saja sudah takut di awal” geram Widya. “Maaf,
aku tidak mau melanjutkan pertemuan ini, anggap saja aku tidak pernah ada
disini, aku tidak mau terseret nantinya” imbuh salah satu teman prianya
dibarengi dengan perginya teman pria tersebut, efek perkataannya membuat yang
lainnya pun sama pergi meninggal kan Widya karena takut kena masalah nantinya.
Melihat teman-teman prianya pergi meninggalkannya membuat Widya emosi dan
berteriak “Dasar laki-laki pengecut”.
Akhirnya
hanya tersisa Widya dan beberapa teman wanitanya yang masih duduk disana. “Aku
akan membantu mu Widya, untuk masalah pria yang akan kita jadikan teman tidur
Dr centil itu, itu nanti urusan ku, kamu tenang saja” imbuh salah satu teman
wanitanya. “baiklah terima kasih dan aku percayakan masalah si pria sama kamu,
urusan membuat Dr pingsan itu pingsan itu nanti urusan aku” lanjut Widya sambil
menghela napas.
__ADS_1