JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 8 RENCANA MENJEBAK JENDERAL ARSEAN & DR RAFAILAH


__ADS_3

Sementara itu Zulham berbicaran dengan Ryan melalui


telepon. “Halo pimpinan, perihal rencana kita yang akan menggunakan orang lain


untuk menjalankan tugas ini. Mereka meminta bayaran yang sangat tinggi, karena


mereka tahu siapa targetnya. Dan mereka meminta pembayaran full diawal tanpa


ada DP, saya harus bagaimana pimpinan?” Tanya Zulham kepada Ryan. “Saat ini


kita sedang kekurangan biaya jenderal” imbuh Ryan “jika meraka tidak mau


menerima uang yang kita tawarkan, cari yang lain saja jenderal yang mau nerima


uang kita untuk tugas ini” lanjut Ryan, di ujung telepon Zulham mengerutkan


keningnya “Tapi tidak ada yang akan sanggup menjalankan tugas ini selain orang


ukraina ini pimpinan, dia tahu siapa jenderal Arsean tapi dia tetap mau terima


tugas ini namun dengan bayaran yang jauh dari yang biasanya” imbuh Zulham.


“Maaf jenderal, namun memang benar saat ini kita tidak ada biaya lebih selain


maksimal sepuluh miliar saja” imbuh Ryan, “karena kita sedang memesan senjata


dari rusia untuk keperluan prajurit kita” lanjut Ryan. “Baiklah pimpinan, saya


akan berbicara lagi dengan teman saya, semoga dia mau menerima sepuluh miliar


ini” imbuh Zulham. “Terima kasih jenderal, usahakan bisa maksimal sepuluh


miliar, kalau bisa dibawah itu” perintah Ryan. “Baik pimpinan saya usahakan


yang terbaik” jawab Zulham sambil menutup teleponnya.


      Disaat


bersamaan, Aan menelpon Zulham “halo jenderal Zulham, kita bisa bertemu


sekarang?” Tanya Aan. “baiklah gubernur saya bisa, dimana lokasinya?” Tanya


zulham. “ditempat biasa jenderal, saya tunggu jam 3 sore” imbuh Aan. “Baik


Gubernur jam 3 sore” jawab Zulham sambil menutup telepon. Sementara itu, Aan


sedang bersama seorang yang menggunakan baju lengan pendek warna hitam dengan


tattoo di kanan dan kiri tangannya. Dia juga merupakan pembunuh bayarn yang di


sewa langsung oleh Gubernur Aan dari Amerika yang bernama “Alex Cobalt”. “Alex,


nanti jam 3 sore kita akan bertemu dengan jenderal Zulham, dia adalah tangan


kanan pimpinan kami, aku harap kau dapat membuat dia terkesan hingga dia akan


menggunakan jasa mu, dan jangan lupa komisi untuk saya ada 30% dari total uang


yang kamu terima” imbuh Aan sambil tersenyum. “Jangan khawatirkan soal uang,


aku tidak akan menghianatimu hanya karena uang, kamu yang telah membawa dan


memberikan perkerjaan untuk, aku yang harus berterima kasih kepadamu” imbuh


Alex, di barengi anggukan dari Aan.


      Tepat


jam 3 sore, pertemuan antara Zulham, Aan dan Alex di sebuah restaurant


langganan para petinggi kelopmpok separatis untuk berkumpul, karena pemilik


restaurant tersebut adalah salah satu anggota kelopmpok separatis. “Selamat


siang jenderal Zulham, saya Alex” sapa Alex sambil menjulurkan tangannya.


“Panggil saja Zulham” jawab Zulham sambil menerima uluran tangan Alez untuk


berjabat tangan. “silahkan duduk” imbuh Aan. “begini Jenderal, Alex mau


menerima tugas ini untuk menghancurkan jenderal Arsean seperti yang kita adakan


sebelumnya” imbuh Aan. Untuk bayarannya silahkan jenderal berbicara langsung


dengan Alex” lanjut Aan. “Baiklah, kamu sudah tahu tugasnya apa? Detailnya


seperti apa? Saya mau dengar langsung dari kamu” Tanya Zulham kepada Alex.


“Saya sudah tahu garis besarnya dari Gubernur Aan, saya mendpatkan tugas untuk

__ADS_1


menghancurkan Jenderal Arsean dari dalam, yang dincar adalah keluarga dan orang


terdekatnya, dan saya sudah ada untuk incaran pertama saya adalah Dr Rafailah,


yang merupakan teman dekatnya jenderal Arsean” imbuh Alex menuturkan apa yang


dia dengar dari Aan. Zulham mengerutkan keningnya mendengar nama Dr Rafailah


disebut oleh Alex, “Ada hubungan apa Dr Naisah dengan jenderal Arsean, bukannya


dia Dia Dokter spesialis bedah otak? Dan kenapa kamu mengincar dia sebagai


target ppertama?” Tanya Zulham. Mendengar ini, Aan pun menjawab “saya dengar


bahwa jenderal Arsean menyukai Dr Rafailah dan mereka terlihat sudah sangat


akrab, untuk itulah saya meminta Alex untuk menjadikan target pertama adalah Dr


Rafailah”. Zulham hanya mendengarkan apa ucapan Aan. “Baiklah, kamu ikuti apa


yang diperintahkan oleh Gubernur Aan” imbuh Zulham “ “untuk biaya, berapa yang


kamu minta Alex” Tanya Zulham. “cukup bayar saya 8 Miliar saja untuk tugas ini”


imbuh Alex “namun hanya untuk target Dr Rafailah saja, jika ada Target lain


biayanya tinggal diakumulasikan saja, mengeti maksud saya jenderal?” Tanya


Alex. “Saya hanya bisa bayar kamu lima Miliar bagaimana?” Tanya Zulham. “jika


tidak bersedia tidak masalah, saya akan cari orang lain yang mau dibayar lima


Miliar” lanjut Zulham. “maaf jenderal, silahkan jendaral cari orang lain, dan


saya yakin tidak akan mau. Jikalaupun mau menerima tugas ini, saya yakin mereka


akan meminta bayaran lebih dari 10 miliar” seloroh Alex menggoda Zulham seperti


seorang marketing. Mendengar ini zulham terdiam dan bergumam dalam hatinya “apa


yang dikatannya benar Yuri meminta diatas 10 miliar sedang Alex hanya meminta 8


milair”.


      “Baiklah


Zulham. “6 miliar untuk seorang jenderal Arsean, itu masih di bawah standar


jendral, aku beri penawaran terakhir 7 miliar dan tidak turun lagi” imbuh Alex,


lalu di jawab langsung oleh Zulham “Deal” sambil menjulurkan tangan untuk berjabat


tangan tanda menerima tawaran Alex. “Oke deal” jawab Alex. Maka mereka pun


lanjut merencanakan detail dan stateginya seperti apa.


      Di lain


tempat, Widya bertemu dengan teman-temannya di sebuah restaurant untuk


membicarakan rencana menjebak Dr Rafailah. “Hei Widya, ada masalah apa kamu


dengan Dr cantik itu?” celoteh salah satu teman prianya. Mendengar ini membuat


Widya geram “siapa yang kamu maksud Dr cantik?” gertak Widya sambil gebrak meja


“jauh lebih cantik aku lah daripada dia” lanjut Widya sambil memasang muka


masam. “Ya…ya emang kamu jauh lebih canti kami setuju soal itu” jawab salah


satu temannya. “Memangnya kamu ada masalah dengan dia?” Tanya temannya. “aku


sedang dekat dengan Arsean, namun Dr centil itu mau merebut Arsean dari aku”


imbuh Widya sambil mengepalkan tangannya. “Maksud kamu Arsean itu, jenderal


muda Arsean yang di takuti oleh seluruh dunia itu maksud kamu?” Tanya penasaran


salah satu temannya. “Ya betul emang ada Arsean mana lagi yang jadi jenderal


selain dia?” jawab Widya. “Kamu yakin dia mau sama kamu?” celoteh salah satu


temannya yang langsung membuat Widya geram. “Maksud kamu apa Tanya seperti itu,


hah?” geram Widya sambil menepuk kepala temannya. “ya bukan maksud aku


menjelekan mu, tapi kan kita juga tau kamu kaya gimana dan orang lain yang


kenal kamu juga tau. Apa Arsean mau terima kamu yang udah tidur sama puluhan

__ADS_1


atau mungkin ratusan pria, hah?” Tanya temannya yang tadi kepalanya di tepuk


oleh Widya. Mendengar ini, Widya terdiam untuk beberapa detik, lalu dia pun


menjawab “urusan dia tau atau tidak, itu urusan nanti, setelah dia sudah


merasakan tubuhku dia tidak akan pernah berpaling kepada wanita lain” imbuh


Widya. “ya aku tau dia tidak akan berpaling dari kamu, tapi apa kamu yakin


tidak akan berpaling dari jenderal itu. Setau aku kamu kan ngga bisa hanya


dengan satu pria saja, he…he…he” canda temannya. “setelah aku mendapatkan


jenderal Arsean, tidak akan pernah aku menghianti dia, tidak ada laki-laki


manapun yang selevel dengan dia. Setelah aku mendapatkannya hidup sudah terasa


sempurna dengannya yang selalu aka nada di sisiku” selorah Widya, teman-teman


yang lainnya hanya menganggukan kepalanya saja tanpa menjawab.


      “Aku


butuh bantuan kalian untuk merayu dan menggoda Dr centil itu” celoteh Widya


kepada teman prianya. “kalo bisa kalian tidur denganya dan foto saat dia sedang


tidur dengan kalian, apa kalian bisa, hah?” Tanya Widya, namun orang-orang yang


dia Tanya hanya memasang muka mengkerut. “Maaf aku harus tanyakan ini sama kamu


Widya” celetuk salah satu teman prianya. “Apa keuntungan buat kita setelah ini


berhasil?” “karena kamu tau sendiri Dr Rafailah merupakan salah satu Dr bedah


terbaik di Indonesia dan tidak mudah untuk mendekatinya, apa lagi yang aku


dengar dia tidak sembarangan berteman dengan laki-laki” imbuh teman prianya.


Mendengar ini Widya hanya tersenyum kecut, “kalian tidak perlu repot-repot


mendekati dia, biar dia urusan aku. Nanti aku akan buat dia pingsan, setelah


itu kalian bisa puaskan nafsu kalian kepadanya. Kalo bisa bikin dia hamil lebih


bagus, ha…ha…ha…” Seloroh Widya yang membuat semua teman-temannya geleng-geleng


kepala. Salah satu temannya berbicara “aku tidak akan mau melakukan ini, karena


dia bukan dalam jangkaun aku, dan lagipula kalo gagal nyawa akulah yang jadi


taruhannya, aku tidak mau berurusan dengan polisi apalagi dengan jenderal Arsean,


ihh…memikirkannya saja aku sudah merasa aku sudah mati”. Yang lain pun sama


untuk masalah kali ini mereka tidak bisa membantu Widya, karena urusannya bisa


panjang bahkan kematian yang akan mereka temukan jika terus mengikuti rencana


Widya. Mendengar ini Widya geram bukan main “kalian…..pengecut semua dasar para


pria tidak berguna, urusan begini saja sudah takut di awal” geram Widya. “Maaf,


aku tidak mau melanjutkan pertemuan ini, anggap saja aku tidak pernah ada


disini, aku tidak mau terseret nantinya” imbuh salah satu teman prianya


dibarengi dengan perginya teman pria tersebut, efek perkataannya membuat yang


lainnya pun sama pergi meninggal kan Widya karena takut kena masalah nantinya.


Melihat teman-teman prianya pergi meninggalkannya membuat Widya emosi dan


berteriak “Dasar laki-laki pengecut”.


      Akhirnya


hanya tersisa Widya dan beberapa teman wanitanya yang masih duduk disana. “Aku


akan membantu mu Widya, untuk masalah pria yang akan kita jadikan teman tidur


Dr centil itu, itu nanti urusan ku, kamu tenang saja” imbuh salah satu teman


wanitanya. “baiklah terima kasih dan aku percayakan masalah si pria sama kamu,


urusan membuat Dr pingsan itu pingsan itu nanti urusan aku” lanjut Widya sambil


menghela napas.

__ADS_1


__ADS_2