JENDERAL HAMZAH

JENDERAL HAMZAH
BAB 16 OPERASI SENYAP


__ADS_3

“Kalian


berhenti disini, saya akan berhenti 1KM dari sini.


Selanjutnya kita berjalan” Perintah Arsean kepada lima anggota kopasus. “Siap


laksanakan jendral” jawab ke-lima anggota kopasus. Arsean pun melajukan


mobilnya dengan jarak 1KM dari ke-lima anggota kopasus tadi. “saya akan sendiri


dari sini, kalian berlima jalankan operasi senyap.” Perintah Arsean. “Siap


jenderal” jawab ke-lima anggota kopasus. Tidak berselang lama, HP Arsean berdering “Halo, dimana kita akan bertemu?” Tanya Arsean.


“Hei, kenapa harus saya jawab pertanyaan kamu? Bukannya kamu sudah tahu dan


sudah didekat sini?” Jawab Ryan. “Datanglah kemari sendiri, dan lihatlah calon


istri mu. Dia baik-baik saja kok, kamu tenang saja” ucap Ryan. “Jika kamu


sampai melukai Rafailah sedikitpun, kamu akan menyesalinya” ancam Arsean.


“Ya…ya…ya cepatlah” jawab Ryan sambil menutup teleponnya.


              Sementara


itu ke-lima anggota kopasus sudah berada dekat dengan rumah atau markas


kelompok Ryan. “semua siap, lakukan dengan senyap jangan sampai musuh


mengetahui kalau ada teman-teman mereka yang hilang” ucap Wolfgang. “Maung


Bodas, kamu ambil lokasi paling tinggi yang memungkinkan melihat seluruh area


dan kamu sebagai sniper” perintah wolfgang kepada mau bodas “Siap Kolonel” jawab


maung bodas, Ia pun menaiki pohon yang paling tinggi. “Maung bodas in position”


ucap Maung Bodas. “Baik lah. T-Rex Lion King kamu ambil kearah kanan, sisanya


kuya Hideung ikut saya kearah kiri. Maung bodas kami percayakan kepada mu untuk


membersihkan jalan kita” perintah Wolfgang “Siap Kolonel” jawab Maung Bodas.


Mereka pun mulai melancarkan operasi senyap.


              “wolfgang


berhenti, arah jam 11 kalian ada 3 orang sedang berpatroli, apa kalian


melihatnya?” ucap maung bodas. “ya kami lihat, saya sudah tandai target saya


dengan laser, kuya ambil target tengah, maung bodas ambil target sebelah kiri,


dalam hitungan ke-3 tembak. 1….2…..3” “Sleb…sleb…sleb..”suara tembakan yang


sudah menggunakan peredam suara. 3 pasukan separatis tewas seketika. “Lion king, arah jam 2 kalian ada


sekitar 1lima orang berpatroli, jangan bersuara, biarkan mereka lewat” ucap


maung bodas. Para tentara kelompok separatis melewati tempat persembunyian lion


king dan T-Rex yang hanya berjarak 2 meter saja. “Kalian aman untuk melanjutkan


perjalanan” ucap Maung bodas. Sementara itu Arsean berjalan ke rumah yang dijadikan markas


oleh Ryan. Hingga mereka berempat sudah sampai pada lokasi


sekitar seratus meter dari tempat Dr Rafailah disekap.


              Di


depan gerbang rumah tersebut, Arsean sudah sampai dan langsung di tegur oleh


penjaga yang sedang berjaga di gerbang. “Berhenti, jika tidak berkepentingan


silahkan kembali” teriak penjaga tersebut. “Saya jenderal Arsean, saya kemari atas


undangan pemimpin kalian Ryan” jawab Arsean. Mendengar nama orang yang ada di


depannya membuat penjaga tersebut langsung ketakutan “Sial ternyata jenderal Arsean”


imbuh penjaga tersebut dengan suara pelan. “Tunggu sebentar saya akan periksa


anda terlebih dahulu” jawab penjaga tersebut dan menyuruh dua orang untuk


menggeledah tubuh Arsean. “Aman” ucap kedua penjaga yang menggeledah tubuh Arsean.


“Silahkan ikut dengan kami” ucap salah satu penjaga. Mereka pun berjalan kearah


rumah tersebut. “B1 sudah masuk ke dalam markas musuh” ucap Maung bodas yang


diengar oleh kelima anggota kopasus. “wolfgang, kuya. Lanjutkan perjalanan


kalian, kalian aman” ucap maung bodas. Belum mulai melangkah maung bodas


kembali memberi informasi “stop jangan bersuara, saya melihat ada gerakan


samar-samar di arah jam satu dari kalian” ucap maung bodas sambil melihat lebih


jelas melalui teropong thermalnya. “Sial itu sniper musuh” ucap Maung Bodas.


“wolfgang kalian jangan bergerak sedikit pun, jika kalian bergerak posisi


kalian akan terkonfirmasi oleh musuh” lanjut maung bodas. “bisakah kau


lenyapkan sniper itu?” Tanya wolfgang. “Lokasinya diluar jangkauan tembak saya.


Saya harus mencari lebih dekat” lanjut maung bodas sambil turun dari pohon.


Namun hal terjadi selanjutnya tidak lah terduga, ketika maung bodas turun dari


pohon dibawah sudah ditunggu oleh beberapa pasukan Ryan, hingga maung bodas


tertangkap. “sudah main di atas pohonnya?” Tanya salah satu pasukan kelompok


separatis. “udah malam masih aja naik-naik keatas pohon, ayo ikut kami pulang


kerumah, ha…ha…ha…”ucapnya kembali sambil tertawa dan diikuti oleh yang


lainnya. “katakan dimana teman-teman kamu yang lain?” Tanya salah


satunya. Maung bodas tak bergeming sama sekali dan tidak mengucapkan satu


katapun. “baiklah jika itu mau kamu untuk tidak memberitahukan lokasi


teman-teman kamu” ucapnya kembali. Tanpa diketahui oleh pasukan tersebut, maung


bodas menyalakan speakernya untuk bisa terdengar oleh teman-temannya. Dan benar

__ADS_1


saja, tidak jauh dari sana T-rex dan lion king sudah berada didekat maung bodas


dan bersiap untuk menembak. Namun tidak dengan wolfgang dan kuya, karena takut


posisinya diketahui oleh sniper musuh.


      “In position” imbuh T-Rex dan Lion King. “Jangan


sampai musuh menembakan senjatanya. Lakukan dengan cepat” imbuh Lion King. “On


three, langsung tembak” imbuh Lion King kembali. “saya ambil tiga orang dari


kiri maung, kamu ambil yang kanan dari maung. Maung kamu sisanya jaga mereka


agar mereka tidak menembakan senjatanya.” Lanjut Lion king “Ready?” “Ready”


jawab T-Rex. “1….2….3” “sleb…sleb…sleb…sleb….sleb…sleb…..sleb…..sleb….sleb……sleb”


suara tembakan beruntun dari Lion King dan T-Rex, sepuluh musuh langsung tewas


saat itu juga. “Terima kasih” ucap Maung Bodas. “Jangan berterima kasih, itu


tugas kita. Cepat cari tempat yang tinggi dan lenyapkan sniper musuh” perintah


Lion King dibalas oleh Maung dengan anggukan dan pergi berlari meninggalkan


mereka berdua.


      Sementara


itu Arsean telah sampai di depan pintu rumah yang dijadikan markas oleh Ryan.


Pintu rumah dibuka, disana sudah duduk Ryan. “Selamat datang jenderal, selamat


datang di rumah sepupu mu ini” ucap Ryan. “dimana Rafailah, aku mau melihatnya”


ucap Arsean. “Tidak perlu buru-buru, kita ngobrol lah sebentar. Sebagai


saudara, kita tidak pernah berbicara satu sama lain” ucap Ryan. “Kita memang


saudara, tapi kamu dan keluarga kamu lebih memilih menghianati Indonesia” ucap Arsean.


“lihat siapa yang datang, ho..ho..ho..” ucap Isa sambil menuruni tangga rumah,


“rumah saya diambil paksa oleh pemerintah, tabungan saya pun diambil juga dan


saya beserta keluarga tidak punya apa-apa, siapa sebenarnya yang menghianati


pertama kali, hah?” lanjut Isa. Dan memang benar adanya, bahwa harta yang


dipunya oleh Isa telah diambil paksa oleh Pemerintah Indonesia kala itu, dengan


alasan bahwa Isa berkomplot dengan Negara tetangga untuk mengadakan kudeta dan


ingin mendirikan Negara sendiri.


      “Itu


kesalahan anda sendiri karena berani berkomplot dengan Negara tetangga untuk


mengkudeta pemerintahan waktu itu” jawab Arsean tegas. Mendengar ini membuat


Isa geram dan emosi. “anak sialan, tau apa kamu soal permasalahan waktu itu,


kau saja belum dilahirkan ke dunia ini.” Jawab Isa sambil emosi. “cukup ayah.


Lebih baik ayah dikamar saja, jangan sampai emosi ayah menular kepada ku” ucap Ryan. Isa pun mendengarkan apa


merasa di khianati oleh pemerintaha waktu itu” ucap Ryan sambil tersenyum


masam. “Langsung saja ke intinya, lepaskan Rafailah. Jika kamu mau balas


dendam, lakukan kepada saya. Dia tidak tahu apa-apa” ucap Arsean. “Ha…ha…ha… Apakah


Aku akan melepaskan kartuku? Tidak semudah itu jenderal” ucap Ryan sambil


menggoyangkan telunjuknya. “Aku ingin Dr Rafailah melihat kau mati di tangan ku


dan juga seluruh Indonesia. Siapkan live streamingnya” perintah Ryan. “Semua


sudah siap pimpinan” jawab anak buahnya. “Bagus, bawa dia” perintah Ryan sambil


menujuk ke arah Arsean. Arsean pun sekuat tenaga untuk berontak dan perkelahian


pun tidak terhindarkan antara Arsean dan anak buah Ryan, sedangkan Ryan hanya


duduk melihat perkelahian tersebut. Tidak perlu lama untuk Arsean dapat


melumpuhkan anak buah Ryan. “prok…prok…prok…” Ryan bertepuk tangan. “Memang


benar julukan sebagai jendral muda yang ditakuti seluruh dunia. Anak buah ku


saja dapat kau kalahkan dengan cepat” lanjut Ryan. Arsean memang kuat, namun


tetap saja dia hanyalah manusia biasa yang mempunyai batas kekuatannya. “Tangkap


Dia, Dia sudah kelelahan” perintah Ryan.


              Sementara


itu, Maung bodas sudah mendapatkan posisi yang ideal untuk melacak posisi


sniper musuh. “In Position” ucap Maung bodas, “Sepertinya jenderal sedang


mendapatkan kesulitan” ucap Maung Bodas, “Lion King, T-Rex, cepat kalian bantu


jenderal” perintah Maung Bodas. Mereka berduapun langsung sigap bergerak ke


arah markas musuh. “Maung Bodas, bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan posisi sniper musuh?” Tanya kuya


Hideung. “still searching” jawab maung. “I got You” ucap maung Bodas. “Wolfgang


posisi sniper ada di arah jam 11 kalian. Buat pergerakan di arah 12 kalian


untuk memastikan posisinya” ucap maung bodas. Wolfgang mengambil sebatang kayu


dan melemparnya ke arah jam 12. Dan benar saja sniper tersebut menembak ke arah


kayu yang di lempar oleh wolfgang, sehingga posisinya dapat diketahui oleh


maung dan “sleb….” Suara tembakan dari maung bodas menghujam kepala sniper


musuh. “Tanggo down” ucap maung bodas. “Kalian aman untuk bergerak sekarang,


cepat bantu jenderal” perintah maung bodas. “saya akan pastikan jalan kalian


aman dari sini. Mereka berduapun melanjutkan perjalanan mereka menujun markas


musuh. “Stop dua musuh di arah jam satu kalian, sekitar lima puluh meter.”Ucap

__ADS_1


Maung Bodas. “Sleb…sleb…” suara tembakan sniper dari maung bodas yang membuat


dua musuh tewas seketika. Seluruh pasukan Ryan yang berada di luar rumah tersebut,


telah tewas oleh kelima anggota kopasus tersebut, tanpa menyebabkan suara


sedikitpun. Inilah yang dinamakan dengan operasi senyap. Sekarang keempat


anggota kopasus sedang menunggu di luar untuk menjaga jika dari arah luar


datang pasukan musuh. “Wolfgang lapor ke markas, over” ucap Wolfgang melalui


radio militernya. “disini garuda over” jawab Yusuf. “Kami sudah melumpuhkan


musuh yang berada diluar rumah tersebut, namun jenderal ada di dalam dan


sepertinya membutuhkan bantuan, over” ucap wolfgang. “standby for next order,


over” ucap Yusuf. “Okay standby, over” jawab Wolfgang.


              “Live streaming sudah berjalan, sinyal saluran TV


sudah saya sambungkan. Semua stand by in lima,4,3,2,1 now we’re online” ucap


pasukan Ryan yang ahli dengan digital. “Selamat malam seluruh warga Indonesia”


ucap Ryan di balik camera yang bisa di saksikan seluruh warga Indonesia dan


juga dunia. Seluruh acara TV di dunia telah di acak dan di tampilkannya Ryan


saat ini. “seluruh saluran TV dunia diacak oleh hacker dan semuanya menampilkan yang sama, ini dia yang sedang


tayang saat ini letnan” ucap salah satu anggota kopasus kepada Yusuf. “Kamu


sudah melacak sinyal siaran ini?” Tanya Yusuf. “sedang dikerjakan oleh tim


Intel Letnan” jawab anggota kopasus tersebut. “dan seluruh warga di seluruh


dunia” lanjut Ryan. “Saat ini kalian akan menyaksikan acara yang paling


bersejarah, saya tampilkan jenderal Arsean” ucap Ryan sambil memanggil anak


buahnya untuk membawa jenderal Arsean untuk masukan kedalam live saat ini. “Ini


dia jenderal kebanggaan Indonesia yang sangat ditakuti oleh militer seluruh


dunia. Namun ditangan saya Dia tidak berarti apa-apa, ha…ha…ha…” ucap Ryan


bangga. “sebentar lagi kalian akan menyaksikan kematian jenderal kalian di


depan TV kalian masing-masing, dan ini juga merupakan pertanda bahwa kembalinya


kami yang kalian sebut sebagai kelompok separatis.” Ucap Ryan sambil memegang


bendera kebanggaan kelompok separatis yang ada di belakangnya. “tersenyumlah


jenderal, tersenyumlah untuk terakhir kalinya. Semua mata ingin melihat kamu


tersenyum” ucap Ryan, namun Arsean hanya diam saja dan berusaha berontak,


sekali Arsean berontak, saat itu juga Ia dihajar oleh Ryan. Melihat ini seluruh


warga Indonesia terkejut, apalagi dengan Kolonel hamzah yang melihat ini


langsung pergi ke markas pusat dan bersiap untuk menyelamatkan anaknya. “Pah,


mau kemana?” panggil Hera. “Aku akan menyelamatkan anakku lah, mah” jawab Kolonel


Hamzah. “Tapi pah…..” belum sempat selesai bicara Hera sudah dipotong oleh


Hamzah. “Ayah masih kuat, tenang saja mah” jawab Hamzah. Saat akan mengendarai


mobil, tiba-tiba Hera berada didepan mobil Hamzah. “Mah, minggir aku tidak ada


waktu buat berdebat” ucap Hamzah. “Papa tau dimana Arsean sekarang, hah?” Tanya


Hera sambil menekan emosinya. “jika papa pergi sekarang, apa sempat papa bisa


menyelamatkan Arsean, hah?” Tanya Hera kembali. Mendengar ucapan istrinya


Hamzah pun termenung dan diam, lalu Ia pun turun dari mobilnya sambil terhuyung


ke dalam pelukan Hera. “Papa mau menyelamatkan Arsean anak kita, mah” ucap


Hamzah sambil menahan tangis. Hera pun memeluknya. “Tenang pah, anak kita akan


selamat, lebih baik kita sholat meminta pertolongan kepada Allah SWT. Karena


sebaik-baiknya pertolongan hanya Allah lah yang dapat menolongnya” ucap Hera


sambil memeluk Hamzah, Hamzah pun hanya menganggukan kepalanya, dan mereka


berdua pun melakukan Sholat dan berdoa untuk meminta pertolongan kepada Allah


SWT.


                Markas


TNI di Malang. “Semua bersiap dalam sepuluh menit, kita akan berangkat


menyelamatkan jendral Arsean” Ucap Yusuf. “Siap” jawab prajurit kopasus


serempak. Semua anggota kopasus berkumpul dilapangan. “Semuanya, sebentar lagi


kita akan bertempur dengan kelompok separatis, yang ternyata mereka bersembunyi


di antara kita selama ini.” Ucap Yusuf. “Malam mini kita akan


menyelamatkan jenderal dan calon istrinya. Kelima anggota kita telah dahulu


disana dalam operasi senyap dan sampai saat ini sudah melakukan tugasnya dengan


baik. Saat ini giliran kita yang akan beraksi” ucap Yusuf sambil berteriak


bersemangat.”. semangat dari Yusuf membara dan menular kesemua anggota kopasus. Warga Sekitaran Malang


bingung dengan banyaknya pasukan TNI beserta dengan kendaraan-kendaraan militer


yang melintasi depan rumah-rumah warga. “Ono opo iki, cak?” Tanya salah satu


warga. “ora ono, cak” jawab salah satu warga. “Mohon perhatian kepada warga


sekitarnya, mohon untuk tidak keluar rumah mulai dari saat ini. Karena kami


saat ini sedang ada pelatihan milter. Demi keselamatan warga disini, supaya


tidak terkena oleh proyektil peluru yang menyasar.” Imbuh tentara dari balik


pengeras suara. Warga sekitar pun kebingungan dengan himbauan tersebut, yang

__ADS_1


menyatakan akan melakukan pelatihan militer secara mendadak.


__ADS_2