
“Kalian
berhenti disini, saya akan berhenti 1KM dari sini.
Selanjutnya kita berjalan” Perintah Arsean kepada lima anggota kopasus. “Siap
laksanakan jendral” jawab ke-lima anggota kopasus. Arsean pun melajukan
mobilnya dengan jarak 1KM dari ke-lima anggota kopasus tadi. “saya akan sendiri
dari sini, kalian berlima jalankan operasi senyap.” Perintah Arsean. “Siap
jenderal” jawab ke-lima anggota kopasus. Tidak berselang lama, HP Arsean berdering “Halo, dimana kita akan bertemu?” Tanya Arsean.
“Hei, kenapa harus saya jawab pertanyaan kamu? Bukannya kamu sudah tahu dan
sudah didekat sini?” Jawab Ryan. “Datanglah kemari sendiri, dan lihatlah calon
istri mu. Dia baik-baik saja kok, kamu tenang saja” ucap Ryan. “Jika kamu
sampai melukai Rafailah sedikitpun, kamu akan menyesalinya” ancam Arsean.
“Ya…ya…ya cepatlah” jawab Ryan sambil menutup teleponnya.
Sementara
itu ke-lima anggota kopasus sudah berada dekat dengan rumah atau markas
kelompok Ryan. “semua siap, lakukan dengan senyap jangan sampai musuh
mengetahui kalau ada teman-teman mereka yang hilang” ucap Wolfgang. “Maung
Bodas, kamu ambil lokasi paling tinggi yang memungkinkan melihat seluruh area
dan kamu sebagai sniper” perintah wolfgang kepada mau bodas “Siap Kolonel” jawab
maung bodas, Ia pun menaiki pohon yang paling tinggi. “Maung bodas in position”
ucap Maung Bodas. “Baik lah. T-Rex Lion King kamu ambil kearah kanan, sisanya
kuya Hideung ikut saya kearah kiri. Maung bodas kami percayakan kepada mu untuk
membersihkan jalan kita” perintah Wolfgang “Siap Kolonel” jawab Maung Bodas.
Mereka pun mulai melancarkan operasi senyap.
“wolfgang
berhenti, arah jam 11 kalian ada 3 orang sedang berpatroli, apa kalian
melihatnya?” ucap maung bodas. “ya kami lihat, saya sudah tandai target saya
dengan laser, kuya ambil target tengah, maung bodas ambil target sebelah kiri,
dalam hitungan ke-3 tembak. 1….2…..3” “Sleb…sleb…sleb..”suara tembakan yang
sudah menggunakan peredam suara. 3 pasukan separatis tewas seketika. “Lion king, arah jam 2 kalian ada
sekitar 1lima orang berpatroli, jangan bersuara, biarkan mereka lewat” ucap
maung bodas. Para tentara kelompok separatis melewati tempat persembunyian lion
king dan T-Rex yang hanya berjarak 2 meter saja. “Kalian aman untuk melanjutkan
perjalanan” ucap Maung bodas. Sementara itu Arsean berjalan ke rumah yang dijadikan markas
oleh Ryan. Hingga mereka berempat sudah sampai pada lokasi
sekitar seratus meter dari tempat Dr Rafailah disekap.
Di
depan gerbang rumah tersebut, Arsean sudah sampai dan langsung di tegur oleh
penjaga yang sedang berjaga di gerbang. “Berhenti, jika tidak berkepentingan
silahkan kembali” teriak penjaga tersebut. “Saya jenderal Arsean, saya kemari atas
undangan pemimpin kalian Ryan” jawab Arsean. Mendengar nama orang yang ada di
depannya membuat penjaga tersebut langsung ketakutan “Sial ternyata jenderal Arsean”
imbuh penjaga tersebut dengan suara pelan. “Tunggu sebentar saya akan periksa
anda terlebih dahulu” jawab penjaga tersebut dan menyuruh dua orang untuk
menggeledah tubuh Arsean. “Aman” ucap kedua penjaga yang menggeledah tubuh Arsean.
“Silahkan ikut dengan kami” ucap salah satu penjaga. Mereka pun berjalan kearah
rumah tersebut. “B1 sudah masuk ke dalam markas musuh” ucap Maung bodas yang
diengar oleh kelima anggota kopasus. “wolfgang, kuya. Lanjutkan perjalanan
kalian, kalian aman” ucap maung bodas. Belum mulai melangkah maung bodas
kembali memberi informasi “stop jangan bersuara, saya melihat ada gerakan
samar-samar di arah jam satu dari kalian” ucap maung bodas sambil melihat lebih
jelas melalui teropong thermalnya. “Sial itu sniper musuh” ucap Maung Bodas.
“wolfgang kalian jangan bergerak sedikit pun, jika kalian bergerak posisi
kalian akan terkonfirmasi oleh musuh” lanjut maung bodas. “bisakah kau
lenyapkan sniper itu?” Tanya wolfgang. “Lokasinya diluar jangkauan tembak saya.
Saya harus mencari lebih dekat” lanjut maung bodas sambil turun dari pohon.
Namun hal terjadi selanjutnya tidak lah terduga, ketika maung bodas turun dari
pohon dibawah sudah ditunggu oleh beberapa pasukan Ryan, hingga maung bodas
tertangkap. “sudah main di atas pohonnya?” Tanya salah satu pasukan kelompok
separatis. “udah malam masih aja naik-naik keatas pohon, ayo ikut kami pulang
kerumah, ha…ha…ha…”ucapnya kembali sambil tertawa dan diikuti oleh yang
lainnya. “katakan dimana teman-teman kamu yang lain?” Tanya salah
satunya. Maung bodas tak bergeming sama sekali dan tidak mengucapkan satu
katapun. “baiklah jika itu mau kamu untuk tidak memberitahukan lokasi
teman-teman kamu” ucapnya kembali. Tanpa diketahui oleh pasukan tersebut, maung
bodas menyalakan speakernya untuk bisa terdengar oleh teman-temannya. Dan benar
__ADS_1
saja, tidak jauh dari sana T-rex dan lion king sudah berada didekat maung bodas
dan bersiap untuk menembak. Namun tidak dengan wolfgang dan kuya, karena takut
posisinya diketahui oleh sniper musuh.
“In position” imbuh T-Rex dan Lion King. “Jangan
sampai musuh menembakan senjatanya. Lakukan dengan cepat” imbuh Lion King. “On
three, langsung tembak” imbuh Lion King kembali. “saya ambil tiga orang dari
kiri maung, kamu ambil yang kanan dari maung. Maung kamu sisanya jaga mereka
agar mereka tidak menembakan senjatanya.” Lanjut Lion king “Ready?” “Ready”
jawab T-Rex. “1….2….3” “sleb…sleb…sleb…sleb….sleb…sleb…..sleb…..sleb….sleb……sleb”
suara tembakan beruntun dari Lion King dan T-Rex, sepuluh musuh langsung tewas
saat itu juga. “Terima kasih” ucap Maung Bodas. “Jangan berterima kasih, itu
tugas kita. Cepat cari tempat yang tinggi dan lenyapkan sniper musuh” perintah
Lion King dibalas oleh Maung dengan anggukan dan pergi berlari meninggalkan
mereka berdua.
Sementara
itu Arsean telah sampai di depan pintu rumah yang dijadikan markas oleh Ryan.
Pintu rumah dibuka, disana sudah duduk Ryan. “Selamat datang jenderal, selamat
datang di rumah sepupu mu ini” ucap Ryan. “dimana Rafailah, aku mau melihatnya”
ucap Arsean. “Tidak perlu buru-buru, kita ngobrol lah sebentar. Sebagai
saudara, kita tidak pernah berbicara satu sama lain” ucap Ryan. “Kita memang
saudara, tapi kamu dan keluarga kamu lebih memilih menghianati Indonesia” ucap Arsean.
“lihat siapa yang datang, ho..ho..ho..” ucap Isa sambil menuruni tangga rumah,
“rumah saya diambil paksa oleh pemerintah, tabungan saya pun diambil juga dan
saya beserta keluarga tidak punya apa-apa, siapa sebenarnya yang menghianati
pertama kali, hah?” lanjut Isa. Dan memang benar adanya, bahwa harta yang
dipunya oleh Isa telah diambil paksa oleh Pemerintah Indonesia kala itu, dengan
alasan bahwa Isa berkomplot dengan Negara tetangga untuk mengadakan kudeta dan
ingin mendirikan Negara sendiri.
“Itu
kesalahan anda sendiri karena berani berkomplot dengan Negara tetangga untuk
mengkudeta pemerintahan waktu itu” jawab Arsean tegas. Mendengar ini membuat
Isa geram dan emosi. “anak sialan, tau apa kamu soal permasalahan waktu itu,
kau saja belum dilahirkan ke dunia ini.” Jawab Isa sambil emosi. “cukup ayah.
Lebih baik ayah dikamar saja, jangan sampai emosi ayah menular kepada ku” ucap Ryan. Isa pun mendengarkan apa
merasa di khianati oleh pemerintaha waktu itu” ucap Ryan sambil tersenyum
masam. “Langsung saja ke intinya, lepaskan Rafailah. Jika kamu mau balas
dendam, lakukan kepada saya. Dia tidak tahu apa-apa” ucap Arsean. “Ha…ha…ha… Apakah
Aku akan melepaskan kartuku? Tidak semudah itu jenderal” ucap Ryan sambil
menggoyangkan telunjuknya. “Aku ingin Dr Rafailah melihat kau mati di tangan ku
dan juga seluruh Indonesia. Siapkan live streamingnya” perintah Ryan. “Semua
sudah siap pimpinan” jawab anak buahnya. “Bagus, bawa dia” perintah Ryan sambil
menujuk ke arah Arsean. Arsean pun sekuat tenaga untuk berontak dan perkelahian
pun tidak terhindarkan antara Arsean dan anak buah Ryan, sedangkan Ryan hanya
duduk melihat perkelahian tersebut. Tidak perlu lama untuk Arsean dapat
melumpuhkan anak buah Ryan. “prok…prok…prok…” Ryan bertepuk tangan. “Memang
benar julukan sebagai jendral muda yang ditakuti seluruh dunia. Anak buah ku
saja dapat kau kalahkan dengan cepat” lanjut Ryan. Arsean memang kuat, namun
tetap saja dia hanyalah manusia biasa yang mempunyai batas kekuatannya. “Tangkap
Dia, Dia sudah kelelahan” perintah Ryan.
Sementara
itu, Maung bodas sudah mendapatkan posisi yang ideal untuk melacak posisi
sniper musuh. “In Position” ucap Maung bodas, “Sepertinya jenderal sedang
mendapatkan kesulitan” ucap Maung Bodas, “Lion King, T-Rex, cepat kalian bantu
jenderal” perintah Maung Bodas. Mereka berduapun langsung sigap bergerak ke
arah markas musuh. “Maung Bodas, bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan posisi sniper musuh?” Tanya kuya
Hideung. “still searching” jawab maung. “I got You” ucap maung Bodas. “Wolfgang
posisi sniper ada di arah jam 11 kalian. Buat pergerakan di arah 12 kalian
untuk memastikan posisinya” ucap maung bodas. Wolfgang mengambil sebatang kayu
dan melemparnya ke arah jam 12. Dan benar saja sniper tersebut menembak ke arah
kayu yang di lempar oleh wolfgang, sehingga posisinya dapat diketahui oleh
maung dan “sleb….” Suara tembakan dari maung bodas menghujam kepala sniper
musuh. “Tanggo down” ucap maung bodas. “Kalian aman untuk bergerak sekarang,
cepat bantu jenderal” perintah maung bodas. “saya akan pastikan jalan kalian
aman dari sini. Mereka berduapun melanjutkan perjalanan mereka menujun markas
musuh. “Stop dua musuh di arah jam satu kalian, sekitar lima puluh meter.”Ucap
__ADS_1
Maung Bodas. “Sleb…sleb…” suara tembakan sniper dari maung bodas yang membuat
dua musuh tewas seketika. Seluruh pasukan Ryan yang berada di luar rumah tersebut,
telah tewas oleh kelima anggota kopasus tersebut, tanpa menyebabkan suara
sedikitpun. Inilah yang dinamakan dengan operasi senyap. Sekarang keempat
anggota kopasus sedang menunggu di luar untuk menjaga jika dari arah luar
datang pasukan musuh. “Wolfgang lapor ke markas, over” ucap Wolfgang melalui
radio militernya. “disini garuda over” jawab Yusuf. “Kami sudah melumpuhkan
musuh yang berada diluar rumah tersebut, namun jenderal ada di dalam dan
sepertinya membutuhkan bantuan, over” ucap wolfgang. “standby for next order,
over” ucap Yusuf. “Okay standby, over” jawab Wolfgang.
“Live streaming sudah berjalan, sinyal saluran TV
sudah saya sambungkan. Semua stand by in lima,4,3,2,1 now we’re online” ucap
pasukan Ryan yang ahli dengan digital. “Selamat malam seluruh warga Indonesia”
ucap Ryan di balik camera yang bisa di saksikan seluruh warga Indonesia dan
juga dunia. Seluruh acara TV di dunia telah di acak dan di tampilkannya Ryan
saat ini. “seluruh saluran TV dunia diacak oleh hacker dan semuanya menampilkan yang sama, ini dia yang sedang
tayang saat ini letnan” ucap salah satu anggota kopasus kepada Yusuf. “Kamu
sudah melacak sinyal siaran ini?” Tanya Yusuf. “sedang dikerjakan oleh tim
Intel Letnan” jawab anggota kopasus tersebut. “dan seluruh warga di seluruh
dunia” lanjut Ryan. “Saat ini kalian akan menyaksikan acara yang paling
bersejarah, saya tampilkan jenderal Arsean” ucap Ryan sambil memanggil anak
buahnya untuk membawa jenderal Arsean untuk masukan kedalam live saat ini. “Ini
dia jenderal kebanggaan Indonesia yang sangat ditakuti oleh militer seluruh
dunia. Namun ditangan saya Dia tidak berarti apa-apa, ha…ha…ha…” ucap Ryan
bangga. “sebentar lagi kalian akan menyaksikan kematian jenderal kalian di
depan TV kalian masing-masing, dan ini juga merupakan pertanda bahwa kembalinya
kami yang kalian sebut sebagai kelompok separatis.” Ucap Ryan sambil memegang
bendera kebanggaan kelompok separatis yang ada di belakangnya. “tersenyumlah
jenderal, tersenyumlah untuk terakhir kalinya. Semua mata ingin melihat kamu
tersenyum” ucap Ryan, namun Arsean hanya diam saja dan berusaha berontak,
sekali Arsean berontak, saat itu juga Ia dihajar oleh Ryan. Melihat ini seluruh
warga Indonesia terkejut, apalagi dengan Kolonel hamzah yang melihat ini
langsung pergi ke markas pusat dan bersiap untuk menyelamatkan anaknya. “Pah,
mau kemana?” panggil Hera. “Aku akan menyelamatkan anakku lah, mah” jawab Kolonel
Hamzah. “Tapi pah…..” belum sempat selesai bicara Hera sudah dipotong oleh
Hamzah. “Ayah masih kuat, tenang saja mah” jawab Hamzah. Saat akan mengendarai
mobil, tiba-tiba Hera berada didepan mobil Hamzah. “Mah, minggir aku tidak ada
waktu buat berdebat” ucap Hamzah. “Papa tau dimana Arsean sekarang, hah?” Tanya
Hera sambil menekan emosinya. “jika papa pergi sekarang, apa sempat papa bisa
menyelamatkan Arsean, hah?” Tanya Hera kembali. Mendengar ucapan istrinya
Hamzah pun termenung dan diam, lalu Ia pun turun dari mobilnya sambil terhuyung
ke dalam pelukan Hera. “Papa mau menyelamatkan Arsean anak kita, mah” ucap
Hamzah sambil menahan tangis. Hera pun memeluknya. “Tenang pah, anak kita akan
selamat, lebih baik kita sholat meminta pertolongan kepada Allah SWT. Karena
sebaik-baiknya pertolongan hanya Allah lah yang dapat menolongnya” ucap Hera
sambil memeluk Hamzah, Hamzah pun hanya menganggukan kepalanya, dan mereka
berdua pun melakukan Sholat dan berdoa untuk meminta pertolongan kepada Allah
SWT.
Markas
TNI di Malang. “Semua bersiap dalam sepuluh menit, kita akan berangkat
menyelamatkan jendral Arsean” Ucap Yusuf. “Siap” jawab prajurit kopasus
serempak. Semua anggota kopasus berkumpul dilapangan. “Semuanya, sebentar lagi
kita akan bertempur dengan kelompok separatis, yang ternyata mereka bersembunyi
di antara kita selama ini.” Ucap Yusuf. “Malam mini kita akan
menyelamatkan jenderal dan calon istrinya. Kelima anggota kita telah dahulu
disana dalam operasi senyap dan sampai saat ini sudah melakukan tugasnya dengan
baik. Saat ini giliran kita yang akan beraksi” ucap Yusuf sambil berteriak
bersemangat.”. semangat dari Yusuf membara dan menular kesemua anggota kopasus. Warga Sekitaran Malang
bingung dengan banyaknya pasukan TNI beserta dengan kendaraan-kendaraan militer
yang melintasi depan rumah-rumah warga. “Ono opo iki, cak?” Tanya salah satu
warga. “ora ono, cak” jawab salah satu warga. “Mohon perhatian kepada warga
sekitarnya, mohon untuk tidak keluar rumah mulai dari saat ini. Karena kami
saat ini sedang ada pelatihan milter. Demi keselamatan warga disini, supaya
tidak terkena oleh proyektil peluru yang menyasar.” Imbuh tentara dari balik
pengeras suara. Warga sekitar pun kebingungan dengan himbauan tersebut, yang
__ADS_1
menyatakan akan melakukan pelatihan militer secara mendadak.