JERITAN HANTU

JERITAN HANTU
PAK RUDI


__ADS_3

Sore itu Pak Rudi baru balik dari dinas luar. Kesibukannya di luar sekolah akhir-akhir ini sangat menyita energinya. Pak Rudi adalah sosok kepala sekolah yang berprestasi dan sudah banyak memajukan setiap sekolah yang ia pimpin. Pak Rudi lahir dari pasangan suami istri yang serba berkecukupan, tapi sejak kecil ia tidak dilatih untuk menjadi seseorang yang manja. Ia sudah merintis usaha dan karir sejak masih muda. Pergaulan pria itu juga sangat luas mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah.


Semasa kuliah keguruan, Pak Rudi sudah merintis usaha jasa di kampusnya bersama teman-temannya.  Di kampus, ia juga dikenal sebagai sosok aktivis. Di suatu organisasi yang ia ikuti itulah dia berkenalan dengan seorang mahasiswi bernama Wulan yang saat ini sudah menjadi istrinya.


Berbeda dengan dirinya yang biasa hidup sederhana, Bu Wulan sejak kecil sudah terbiasa dengan gaya hidup hedonis dan tentu saja itu tidak jadi masalah bagi kedua orang tua Bu Wulan karena mereka memang berasal dari golongan orang kaya.


Pak Rudi yang sadar bahwa orang yang ia cintai adalah perempuan cantik dengan pengeluaranbulanan yang fantastis, maka Pak Rudi pun bertekad untuk lebih giat belajar dan bekerja agar kelak ia bisa membahagiakan istrinya. Dan perjuangan Pak Rudi membuahkan hasil. Ia lulus dengan predikat Cum Laude dan langsung direkrut oleh sebuah sekolah di kota tesebut. Tak lama kemudian Pak Rudi berhasil lolos menjadi ASN dengan nilai tes tertinggi dibandingkan peserta yang lain.


Setelah menjadi ASN, Pak Rudi barulah berani mempersunting Bu Wulan. Dan karir Pak Rudi pun semakin meroket. Ia berhasil menjadi guru berprestasi, tak lama kemudian ia berhasil menjadi kepala sekolah termuda di kota tersebut. Beberapa tahun kemudia Pak Rudi terpilih menjadi ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah di kota tersebut dan ia dimutasi ke SMUN 14 sebagai sekolah paling favorit di kota ini. Alhasil, karir pria tersebut semakin tidak dapat dikejar oleh yang lain.


“Tidak ada tebu yang kedua ujungnya manis”. Mungkin itu adalah kata pepatah yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Pak Rudi. Dalam hal karir Pak Rudi bisa dibilang orang yang sangat berhasil, tapi dalam hal rumah tangga, ia masih banyak kegagalan. Sebagai seorang suami, ia masih berada di bawah ketiak istrinya. Semakin meningkat karir Pak Rudi, istrinya hidupnya semakin glamor dan sebesar apapun penghasilan Pak Rudi, selalu saja habis oleh istrinya. Bahkan keinginan Pak Rudi untuk memiliki momongan dibantah oleh istrinya dengan alasan istrinya baru mau hamil kalau Pak Rudi bisa menyediakan sekian juta setiap bulan untuk istrinya. Akhirnya Pak Rudi pun memutar otaknya agar bisa membahagiakan istri yang sangat ia cintai dan juga bisa memiliki momongan. Pak Rudi harus mengerjakan pekerjaan lain di luar aktifitasnya menjadi seorang pendidik. Dan berkat kegigihan Pak Rudi itulah, ekonomi pria itu menanjak drastis. Ia bahkan bisa memberikan puluhan juta kepada istrinya setiap bulan dan sesuai janjinya, istrinya pun mau hamil dan akhirnya lengkaplah kebahagiaan hidup Pak Rudi dengan kehadiran momongan di antara mereka.

__ADS_1


Pak Rudi menatap deretan nama-nama siswa yang tertulis di mejanya.


“Kasihan sekali anak-anak itu. Mereka memiliki prestasi akademik yang bagus, tapi mereka lahir dari keluarga yang kurang mampu. Sudah beberapa bulan ini mereka tidak membayar SPP. Kasihan sekali kalau mereka harus putus sekolah. Aku sih setuju sekali kalau mereka dibebaskan dari segala iuran sekolah, tapi komite sekolah menolak. Menurut komite sekolah, mereka masih dianggap mampu. Ya, sepertinya aku harus merogoh uag pribadiku untuk melunasi tanggungan mereka. Tapi, uangku sudah aku berikan semua kepada istriku kemarin karena istriku mau membeli tas branded yang sudah lama ia incar. Ya Tuhan!”


Brak!!


Pak Rudi memukul meja kerjanya dengan kepalan tangannya. Rona kemarahan terpancar dari wajah pria itu. Telinganya tampak memerah sangat kontras dengan kulit mukanya yang berwarna terang. Air mata menetes di pipi pria yang terkenal killer di kalangan peserta didik itu.


Pak Rudi memang sudah menjadi donatur tetap untuk beberapa muridnya sendiri yang berasal dari keluarga tidak mampu tetapi memiliki prestasi belajar yang bagus. Bahkan ia juga kerap memberikan uang saku kepada anak-anak itu. Tentunya uang itu ia peroleh dari penghasilan di luar gajinya sebagai pendidik karena gajinya sebagai pendidik sudah dikuasai secaa penuh oleh Bu Wulan, istri tercintanya.


Pak Rudi bersiap untuk pulang ke rumahnya. Dirapikannya barang-barang yang ada di meja dan ia pun keluar dari ruangan itu setelah menguncinya rapat-rapat.

__ADS_1


Kletek!


Suara anak kunci yang diputar oleh Pak Rudi. Suasana di luar sekolah sudah mulai surup saat itu. Pak Rudi memutar kepalanya ke samping untuk menatap ke arah koridor yang menghubungkan ruangannya dengan ruang perustakaan. Pria itu seperti melihat ada gerakan seseorang di lorong itu, tapi saat ia menoleh tidak ada siapa-siapa di tempat itu. Hanya hembusan angin yang membuat tengkuknya dingin.


Pak Rudi pun melanjutkan rencananya untuk pulang. Ia melangkah meninggalkan ruangannya dengan langkah gontai. Baru beberapa langkah ia berjalan, pria itu kembali merasa ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang. Pak Rudi pun menghentikan langkahnya dan secara perlahan membalikkan badannya. Bola mata pria berpostur cukup tinggi itu pun memeriksa keseluruhan sudut koridor di belakangnya. Namun, lagi-lagi ia tidak melihat ada siapa-siapa di belakangnya.


Setelah yakin tidak ada siapa-siapa, pria itu pun kembali membalikkan badannya untuk kembali berjalan pulang. Namun, hal di luar dugaan terjadi. Saat Pak Rudi membalikkan badannya, tiba-tiba ia melihat seseorang sedang berdiri tepat di depannya.


“Siapa kamu?” teriak Pak Rudi sambil mundur beberapa langkah.


Saking kagetnya, Pak Rudi sampai kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke belakang. Ia terduduk dan menyandar ke tembok. Dalam sepersekian detik, sosok yang ia lihat barusan sudah menghilang dari pandangannya. Pak Rudi mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru koridor untuk mencari sosok pria yang baru saja mengagetkannya. Napas pria itu menjadi ngos-ngosan karena takut.

__ADS_1


Setelah dicari selama berdetik-detik tidak kunjung ditemukan, Pak Rudi pun buru-buru bangkit dan berlari meninggalkan tempat tersebut menuju tempat parkir. Sepanjang ia berlari, Pak Rudi merasa ada seseorang yang mengejarnya dari belakang. Tapi, ia tidak mempedulikan hal itu. Ia fokus untuk segera sampai di mobilnya dan buru-buru meninggalkan area sekolah. Perasaan takutnya semakin memuncak tatkala ia sadar bahwa Satpam sekolah tersebut sedang libur. Jadi, ia benar-benar sendirian di sekolah tersebut. Di dalam mobil, Pak Rudi membunyikan musik keras-keras dan ia juga membalik kaca dashboard karena ia tidak mau diikuti oleh sosok misterius yang ia lihat tadi di sekolah.


BERSAMBUNG


__ADS_2