Jeruk Nipis & Batu Es

Jeruk Nipis & Batu Es
Chapter 1


__ADS_3

Sekolah swasta Sma Dandelion, adalah Sma swasta yang sudah banyak menorehkan prestasi di berbagai bidang dan cabang perlombaan baik tingkat naisonal maupun internaisonal. Dengan jumlah siswanya yang hampir mencapai 3000 siswa per-angkatan, dan yang menjadi daya tarik sekaligus identitas Sma Dandelion ini adalah dua grup ekstrakulikuler ini, yaitu tim basket Sma Dandelion dan tim futsalnya yang sudah berada dilevel naisonal, bahkan keduanya sudah pernah menjuarai tiga kali berturut-turut dikasta tertinggi negara kesatuan Republik Indonesia ini.


    Suatu hari, disaat suasana Sma Dandelion yang tengah berada dijam istirahat, tiba-tiba ada pengumuman dari speaker sekolah yang mengumumkan tentang tahun ajaran baru yang baru saja dimulai, dan karena Sma Dandelion baru saja menerima siswa baru mereka maka dari pihak sekolah dan Osis menginformasikan bahwa semua kegiatan dan cabang ekstrakulikuler akan dilaksanakan kembali dan juga akan diadakan perlombaan antar kelas untuk sekalian seleksi dan persiapan kejuaraan naisonal se-Indonesia tingkat Sma.


    “Terimakasih atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih,” ucap seseorang yang mengumumkannya dari ruang siaran sekolah.


    Disisi lain, tepatnya dikelas dua Ipa 1 yang terkenal dengan kelasnya para atlit elite sekolah, mulai dari kapten tim futsal Sma Dandelion si Faris dan juga kapten tim bola basket putri yaitu si Bielka. Mereka berdua adalah bintang dan sekaligus wajah dari Sma Dandelion yang berhasil menjadi juara dibidang mereka masing-masing.


    “Faris, lo dengerkan pengumuman tadi?” tanya temannya si Delta.


    “Dengerlah, emang gue budeg kaya lo,” jawab Faris mengejek temanya si Delta.


    “Yee ... gak usah emosi juga kali, gue kan cuma nanya Ris ....” sambung Delta.


    Tiba-tiba datanglah si Bielka dan sahabatnya si Renzy yang baru saja dari kantin, Faris yang melihat kedatangan Bielka kapten dari tim basket putri itu langsung pergi menghampirinya.


    “Eh? Mau kemana lo Ris?” tanya si Delta.


    Si Delta tak diacuhkan oleh si Faris yang tengah menghampiri si Bielka, Renzy yang juga melihat si Faris hendak menghampiri mereka pun berkata pada sahabatnya si Bielka yang tak mengetahui hal itu.


    “Eh Ka, kayaknya tuh beruang api mau nyamperin kita deh, kabur aja yuk soalnya gue enggak nyaman kalau dia-“


    Belum selesai bicara ternyata si Faris sudah ada dihadapan mereka berdua dan membuat si Renzy menahan perkataannya yang belum selesai.


    “Yang enggak nyamankan elo bukan si Biel, kan Biel,” sentak si Faris pada Renzy.


    “Ih, apaan sih gak jelas banget,” ucap si Renzy sambil memalingkan bola matanya risih.


    “Faris ...,” panggil Bielka dengan nada imutnya.

__ADS_1


    “Iya Biel?” saut Faris singkat dengan senyumnya.


    “Bisa minta tolong gak?” ucap Bielka pada si Faris.


    “Oh bilang aja, apa itu?” sambung Faris yang udah percaya diri tingkat dewa.


    “Bisa ... tolong minggir dikit gak? Kami mau lewat soalnya,” ucap Bielka pada si Faris.


    “Buuaahahahah!” tawa Delta dan Renzy yang melihat si Faris hilang harga dirinya.


    “A-apa?” ucap Faris tak percaya dan membeku.


    Bielka dan Renzy pun melewatinya begitu saja dan kembali duduk dibangku mereka, sedangkan si Delta teman sebangku Faris masih saja tertawa menertawai temannya sendiri yaitu si Faris. Faris yang merasa malu itu pun langsung menghampiri si Delta lalu menarik kerah bajunya.


    “Apa yang lo ketawain hah!” gertak Faris pada si Delta.


    “Terus apa?!!” sentak Faris yang semakin kesal dengan temannya itu.


    “Jangan gitu dong Ris ... elo kan kapten tim futsal sekolah kita, masa lo mau mencoreng nama baik lo Cuma gara-gara ini,” ucap Delta mencoba membujuk Faris yang sedang emosi.


    Faris pun diam tak menjawab apa-apa sambil menatap tajam ke arah Delta, dan akhirnya si Faris melepaskan genggamannya di kerah baju Delta lalu ia pergi begitu saja meninggalkan kelasnya.


    “Eh Taa, kenapa sih kalian milih kapten kayak dia? cowok emosian terus sifatnya yang egois tingkat dewa itu, kalau gue jadi kalian mah mungkin gue udah lama keluar dari tim futsal,” ucap Kenzy pada si Delta yang masih berdiri didekat meja mereka.


    “Iyah ... gue juga setuju sama yang dikatakan Kenzy, kok bisa ya, kalian millih kapten tim yang enggak ada jiwa kepemimpinannya kayak dia?” sambung Bielka.


    “Itu bukan urusan kalian, urus saja tim basket kalian yang cuma juara satu kali itu,” ucap Delta mengejek mereka berdua lalu pergi meninggalkan kelasnya.


    “Heh! Beruang madu! Jaga mulut lo ya, liat aja kali ini kami pasti juara!” ucap Bielka sambil berdiri meneriaki Delta yang sudah pergi.

__ADS_1


    “Udah-udah ... jangan diladenin yang kayak gitu Ka, emang cowok-cowok futsal itu semuanya pada ngeselin gak ada akhlak sama sekali, lagian mereka sombong hanya karena baru juara dua kali aja udah sombong,” ujar Kenzy menarik tangan Bielka dan menenangkannya.


    10 menit kemudian.


    Bel sekolah pun berbunyi pertanda jam istirahat sudah selesai dan akan memasuki jam pelajaran yang selanjutnya, semua siswa dan siswi pun bubar dan kembali ke kelas mereka masing-masing. Lalu saat suasana sekolah yang sudah mulai tenang dan sunyi karena pelajaran yang sudah dimulai, tampak dari ujung lorong arah ruang guru terlihat seorang guru dan siswa yang tingginya melebihi guru didepannya itu sendiri.


    Saat ia dan guru itu melewati lorong yang melewati beberapa kelas, semua siswa dan siswi hilang fokus dan heboh melihat siswa yang berjalan bersama dengan seorang guru itu sangatlah tampan walaupun dengan gaya culunnya dan kaccamatnya. Semua siswa yang ia lewati kelasnya langsung terpana saat melihatnya melewati kelas mereka, hingga sampailah ia di depan sebuah kelas bersama dengan guru yang bersamanya tadi, mereka pun langsung masung kedalam kelas itu, yang ternyata kelas itu adalah kelas dua Ipa 1.


    “Selamat siang para siswa-siswi sekalian,” ucap Pak guru itu menyapa siswanya.


    “Siang Paakk ...,” saut semua siswa menjawab Pak guru.


    Melihat ada anak baru yang masuk di kelas mereka membuat semuanya heboh, tanpa terkecuali si Kenzy temannya Bielka yang langsung takjub saat melihat ketampanan anak baru itu, Kenzy pun langsung berkata pada sahabatnya itu.


    “Eh Ka, Kaa ...? yaa ampun nih anak malah tidur sih, eh Bielka? Bielka Nandira Wilonazifa!” cetus Kenzy sambil mencubit-cubit tangan Bielka.


    “Hmmm ... apaan sih? Risih banget lo, ada apa sih?” ucap Bielka setelah terbangun dari tidurnya.


    “Itu ... coba liat itu yang didepan,” ucap Kenzy sambil menunjuk ke arah depan kelas.


    “Apaan sih ... risih baaa ....” ucap Bielka yang langsung terlena saat ia melihat ke arah depan dan melihat sosok siswa baru yang sangat tampat walaupun gayanya yang culun dengan baju dimasukkan kedalam celana.


    “Baiklah siswa dan siswi sekalian, hari ini kita kedatangan teman baru dari luar daerah, dia sebelumnya bersekolah di Sma negeri namun ia harus pindah kesini karena ayahnya dipindah tugaskan disini untuk waktu yang lama, jadi bapak harap kalian bisa akur dan berjuang bersama kedepannya. Baiklah silahkan kamu perkenalkan diri didepan teman-teman baru mu,” ujar Pak guru pada semua siswa lalu mempersilahkan siswa baru itu untuk memperkenalkan dirinya.


    Dengan kaku dan canggung ia maju selangkah kedepan, dan belum sempat berbicara untuk mengenalkan dirinya kepada semuanya, Faris malah lebih dulu membuka mulutnya dan mengejek siswa baru itu di depan semua orang bahkan di depan Pak guru yang masih berada didalam kelas.


    “Grogi ya? Haha mau om kasih permen biar gak grogi? Haha,” ucap Faris mengejeknya dan membuat seisi kelas tertawa.


    “Apa hak mu bicara begitu?!” sentak siswa baru itu tanpa rasa taku menatap tajam si Faris dan membuat semua orang berhenti tertawa dikelas itu.

__ADS_1


__ADS_2