
Virza terlihat kesal dan bingung setelah mendengar ucapan si Dinda padanya barusan, ia tak bisa mencerna apa yang dimaksudkan oleh Dinda dengan mengatakan bahwa dia telah membuat Bielka bersedih.
“Apa maksudmu? Kenapa aku membuat Bielka sedih? Yang benar saja, seharusnya aku yang bilang begitu,” ucap Virza menjawab si Dinda.
“Ternyata orang pintar sepertimu ada sisi bodohnya juga ya,” ucap si Dinda sambil memutar bola matanya sabar.
“Sebenarnya lo mau apa sih? Bisa langsung ke intinya aja enggak?” ucap Virza pada Dinda.
“Oke, gue akan langsung ke intinya tapi ... lo harus membuat pilihan secepatnya,” ujar si Dinda.
“Pilihan? Emang lo kira kita lagi pemilu pake pilihan segala,” ucap Virza.
“Aku serius! Kalau lo tetap gini-gini aja maka gue harap lo enggak menyesal dengan pilihan yang lo buat, jadi ... intinya adalah-“
“Virza! Bisa ngomong bentar enggak? Ini penting!” ucap Kenzy yang tiba-tiba muncul dan memotong perkataan si Dinda pada Virza.
Bielka yang juga ada disana bersama Kenzy terlihat masih tak enak dengan Virza dan berusaha agar tak melihat Virza, sementara Dinda menjadi kesal karena omongannya telah di potong oleh si Kenzy.
“Eh kalian tahu enggak kalau ada orang yang lagi ngobrol terus dipotong oleh orang lain, itu namanya enggak sopan,” ucap Dinda pada Kenzy.
“Maaf ketua kelas, kami tidak bermaksud bergitu karena kami juga punya urusan yang sangat penting dengan cowok satu ini,” ucap Kenzy menjawab si Dinda.
“Tapi gue duluan yang bicara dengan Virza, mendingan kalian-“
“Udah-udah! Gimana gini aja, Kayaknya gue mesti adil dan karena Dinda yang duluan nyemperin gue, jadi ... tolong biarkan kami menyelesaikan urusan kam-“
“Virza! Aku minta maaf!” ucap Bielka menyela tiba-tiba sambil memejamkan matanya menahan malu.
Virza terdiam begitupun dengan Dinda dan Kenzy, melihat perkataan yang keluar dari mulut Bielka barusan membuat mereka terdiam dan terkejut.
“Bi-bielka?” ucap Kenzy pelan karena cemas dengan sahabatnya itu si Bielka.
Namun Bielka terlihat sangat yakin yang terlihat jelas di wajahnya, ia menghelas nafas panjang sambil ragu-ragu namun masih bisa bicara lancar, dan pada akhirnya Bielka mengeluarkan semua yang ada di dalam hatinya.
__ADS_1
“A-aku benar-benar minta maaf padamu, Virza. Aku tidak bermaksud untuk menamparmu pada hari itu, aku juga tidak membencimu seperti yang aku katakan pada hari itu, aku hanya ... aku tidak bisa mengontrol rasa cemburuku saat melihat kamu dengan cewek yang waktu itu,” ujar Bielka menunduk tak berani menatap Virza.
“Maksudmu si Lavinka? Aku kan sudah bilang mau menjelaskannya padamu, tapi kamu lari begitu saja dan saat aku mencarimu ternyata kamu bersama si Yuda,” ucap si Virza pada Bielka.
“Tapi kami tidak punya hubungan apa-apa,” ucap Bielka pada Virza.
“Begitupun aku dengan si Lavinka, kami juga tidak punya hubungan apa-apa lagi,” ucap Virza.
“Tidak punya hubungan apa-apa lagi? Berarti sebelum ini kalian punya hubungan,” saut si Kenzy.
“Oke, aku akui kalau kami punya hubungan, tapi itu dulu dan itu cuma masa laluku yang sudah lama,” ucap Virza membela diri.
“Aku dengar si Lavinka itu mantanmu kan?” saut Dinda menyela.
“Jadi dia mantanmu? Ternyata lo emang enggak punya hati nurani ya,” ucap Kenzy mengatai Virza.
Bielka semakin murung dan patah semangat karena mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzy dan Dinda, namun ia tetap tegap dan tidak lupa dengan tujuan ia mendatangi si Virza yang sebenarnya hanya untuk meluruskan kesalah pahaman antara mereka dan memperbaiki hubungan mereka sebagai sesama anak kelas Ipa 1.
Bielka pun hendak pergi setelah mengatakan itu, namun langkah kakinya terhenti karena tiba-tiba saja tangan Virza sudah menggenggam pergelangan tangannya tanpa ia ketahui. Kenzy dan Dinda yang melihat hal itu tepat terjadi didepan mata mereka sangat terkejut hingga bola mata mereka membelalak tak percaya.
“Tunggu! ... Bielka, aku tidak akan memaafkanmu begitu saja kalau kamu pergi begitu saja sama seperti waktu itu, setidaknya dengarkan penjelasanku,” ucap Virza pada Bielka yang masih membelakanginya.
Bielka pun perlahan menoleh ke arah Virza, ia awalnya tak berani menatap si Virza namun sekarang ia memberanikan dirinya untuk itu dan bersedia mendengar penjelasan dari pria yang sangat ia sukai itu.
“Tapi tolong lepaskan tanganmu dulu,” ucap Bielka pada Virza.
“Ah? Maafkan aku, tapi kamu maukan dengerin penjelasanku? Pliss aku mohon,” ucap Virza setelah melepaskan genggamannya pada tangan Bielka.
“Baiklah,” ucap Bielka singkat.
“Makasih Kaa, sebenarnya aku dan Lavinka memang mantan, kami dulu memang punya hubungan seperti itu, namun aku bisa jamin kalau kami sudah tidak punya rasa lagi antara satu sama lain,” ujar Virza menjelaskan pada Bielka.
Sementara si Dinda yang mendengarkan penjelasan si Virza, ia bergumam dan bicara sendiri dalam hatinya sambil menatap Virza penuh arti.
__ADS_1
“Kenapa hatiku terasa perih saat melihatmu berusaha berbaikan dengan Bielka Virza? Apa ini? apa yang telah kau lakukan padaku?” gumam Dinda bicara sendiri dalam hatinya.
Dan setelah Virza menjelaskan semuanya panjang lebar, ia pun mulai memahami situasi dan kondisi dari Virza, ia tak terlihat senang dan tak juga terlihat sedih, lebih tepatnya ekspresi Bielka saat ini seperti orang yang sedang bimbang dengan perasaannya sendiri.
“Baiklah,” ucap Bielka singkat.
“Baiklah?” ujar Virza bingung dengan respon Bielka.
“Kalau begitu, sa-sampai jumpa dikelas,” ucap Bielka malu-malu lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka.
“Eh? Nih anak hobinya ninggalin orang mulu, Bielka! Tunggu gue,” ucap Kenzy memanggil Bielka lalu ikut berlari menyusulnya.
Sedangkan si Dinda yang melihat hal itu merasa jijik dan tak percaya apa yang telah ia lihat barusan, ia pun berkata setelah melihat tingkah laku Bielka yang membuatnya jijik barusan itu.
“Apa itu barusan? Kenapa aku rasanya ingin muntah,” ujar si Dinda bergumam sendiri.
Sementara si Virza malah tersenyum-senyum sendiri tak karuan setelah mendengar perkataan Bielka barusan padanya, Dinda pun menoleh ke arah Virza dan malah membuatnya lebih merasa jijik lagi karena melihat Virza yang sedang tersnyum dan berusaha menutupinya dengan telapak tangannya seperti seorang wanita yang sedang baper parah.
“Bukankah tadi itu sangat manis,” ucap Virza sambil tersenyam-senyum sendiri penuh riang diwajahnya.
“Hueekkkc!!” suara muntahan Dinda yang tak tahan dengan tingkah laku kedua sejoli ini.
Jam pulang pun tiba, tampak Bielka dan Kenzy sedang merapikan alat tulis mereka dan memasukkannya kedalam tas, namun mereka tak sadar karena Virza tiba-tiba berdiri dari bangkunya dan menghampiri Bielka yang duduk tepat dibelakang bangkunya. Sedangkan si Faris dan Delta selalu mengawasi si Virza.
“Lihat tuh, mau ngapain lagi tuh anak nyamperin si Bielka?” ujar Delta bicara pada Faris dari bangku mereka.
“Bielka, anu ... itu, aku mau ... kamu bisa pulang sa-“
“Bisa, sekarang?” ucap Bielka memotong perkataan Virza yang kaku dan sangat gugup.
Pada akhirnya mereka pulang sekolah bersama dengan sepeda Virza, Bielka yang duduk dan diboncengi oleh Virza dengan sepeda tuanya. Mereka berdua terlihat sangat serasi dan romantis hanya dengan melihat mereka bersama tanpa bicara apapun. Namun tiba-tiba Virza berkata gadis itu.
“Bielka, aku sungguh menyukaimu!” ucap Virza tiba-tiba pada Bielka yang sedang ia boncengi.
__ADS_1