
“E-enggak apa-apa kok bu,” saut Bielka yang malunya setengah mati karena tiba-tiba berteriak.
Dengan raut wajah heran dan bingung, ibu guru yang mengajar mereka itu pun melanjutkan pelajarannya didepan kelas. Sementara si Virza malah tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah laku si Bielka yang baginya lucu dan aneh itu.
Tak lama kemudian, bel pun berbunyi pertanda sudah waktu jam istirahat, dan tanpa butuh waktu lama gosip tentang Bielka yang naksir sama si Virza anak baru yang culun itu pun langsung menyebar seperti semut yang dihancurkan sarangnya.
Virza yang kini tengah berjalan menuju ke arah kantin tiba-tiba dihadang oleh semua anggota tim basket putri, mereka mengepung Virza disegala arah, salah satu anggota tim basket putri itu yang bernama Sherli menghampiri si Virza dan berkata padanya.
“Eh culun, kita disini mau nanya sama lo tentang gosip yang menyangkut kapten kami si Bielka, emang bener yah kapten naksir sama lo? Gak mungkin kali,” ucap Sherli.
Virza tak bergeming atau menjawab perkataan si Sherli itu padanya, malah ia hanya membenarkan posisi kacamatanya dan tiba-tiba berkata pada geng tim basket putri itu.
“Lemang golek!” ucap Virza.
“Hah?” saut Sherli bingung dengan apa yang dikatakan oleh si Virza begitupun dengan anggota tim basket yang lain.
“Iya ... lo enggak tahu lemang golek ya?” ucap si Virza pada Sherli.
“Maksud lo apa? gue baru denger tuh remang golek?” ucap si Sherli bertambah bingung.
“Gak tahu ya udah, gue lapar soalnya.” ucap Virza sambil memalingkan bola matanya malas lalu pergi begitu saja.
“Apa? eh? Culun!! Mau kemana lo? Gue belum selesai ngomong,” ucap si Sherli yang tak diacuhkan oleh si Virza yang semakin jauh meninggalkan mereka.
“Sherli, lu salah sebut tadi ... dia bilang lemang golek bukan remang golek,” saut salah satu temannya bernama Gina.
“Bukan itu yang penting, tuh anak udah culun nyebelin lagi,” ucap Sherli penuh kesal menjawab temannya si Gina.
Disisi lain, tampak si Faris dan geng futsalnya sudah stand by di kantin menunggu kedatangan si Virza, dan mereka sudah siap dengan rencana jahat mereka terhadap si Virza. Kebetulan sekali saat mereka sedang menunggu Virza, Virza pun datang dan lewat tepat di depan geng futsal tersebut, tanpa basa-basi lagi si Windra langsung berpura-pura bertabrakan dengan si Virza dan menumpahkan minuman milik si Windra yang membuat kedua baju mereka kotor.
“Eh lo kalau jalan pake mata! Enggak liat nih baju gue jadi bau jus jeruk,” ucap si Windra memprovokasi si Virza.
__ADS_1
Virza malah menatap tajam ke arah si Windra dan tak bergeming sedikit pun, namun beberapa anggota geng futsal pun mengehampiri mereka berdua dan berkata.
“Seharusnya lo minta maaf bro, karena kita tadi juga liat lo yang salah karena jalan gak liat-liat, dan lo malah nabrak teman kita,” ucap salah satu geng futsalnya si Faris pada Virza.
Virza masih tak bergeming dan masih setia dengan tatapan tajamnya ke arah Windra yang semakin tak sabar ingin memberi Virza pelajaran. Si Windra menoleh ke arah si Faris seperti mengkode sesuatu dan si Faris hanya mengangguk seperti setuju dengan apa yang akan dilakukan oleh Windra.
“Nih anak udah culun malah melototin gue, nantangin lu ya! Hah?!” ucap Windra pada Virza dengan intonasi menaik sambil mendorongnya.
Virza masih tak bergeming dan diam begitu saja membiarkan si Windra dan teman-temannya menyudutkannya, namun tiba-tiba mereka dihampiri oleh Bielka dan Kenzy.
“Eh apa-apan lo! Gue kan udah bilang sekarang udah enggak zaman lagi main bully-bullyan,” ucap si Bielka pada si Windra.
“Siapa yang lagi ngebully sih, orang dia yang salah, liat aja nih baju gue jadi basah dan bau jus kayak gini, semua ini gara-gara nih culun yang jalan enggak pake mata!” ucap si Windra menjawab perkataan si Bielka.
Melihat si Bielka yang mulai ikut campur dengan masalah ini, Virza pun tiba-tiba membuka suaranya dan berkata pada Windra dengan nada angkuh.
“Orang jalan tuh pake kaki, mana ada orang jalan pake mata, emang kamu dapet dari mana tuh perkataan begitu? Makanya belajar biar tuh otak ada isinya,” ucap si Virza tanpa ada rasa takut sedikitpun.
“Buuugkk!!”
Semua orang terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat, karena orang yang terkena pukulan si Windra bukannya si Virza tapi malah si Bielka, Bielka pun terjatuh tepat dihadapan si Virza sambil memegangi pipi kirinya.
“Bielka!!” teriak Kenzy yang melihat langsung sahabatnya itu menerima pukulan dari Windra yang mendarat tepat dipipi kirinya.
Virza yang melihat itu lantas emosinya langsung meluap tak terbendung, ia langsung menghampiri si Windra dan menarik kerah bajunya, namun si Virza masih berusaha menahan emosinya dan tidak langsung memukul balik si Windra, Virza malah menyuruh Windra untuk meminta maaf kepada Bielka.
“Kamu sudah kelewatan, minta maaf sana!” ucap si Virza dengan raut wajah yang sudah murka.
Namun si Windra malah tersenyum sambil menatap ke arah Virza, si Virza pun bingung dengan sikap dan senyum dari Windra itu, si Windra itu pun menjawab perkataan si Virza dengan meludahinya dan tepat mengenai kacamatanya si Virza.
“Buggkh!!”
__ADS_1
“Plaakkd!!”
“Buugkhk!!”
Windra pun dihabisi oleh si Virza dan menerima banyak pukulan darinya, dan saat si Virza sedang menghajar si Windra didepan banyak orang dikantin, disitulah si Faris mengambil kesempatan dan merekam aksi si Virza yang sangat brutal menghajar si Windra.
Tiba-tiba datang beberapa guru dan satpam sekolah yang langsung melerai antara Virza dan Windra, sementara si Bielka hanya terdiam saja melihat si Virza menghajar si Windra yang telah memukulnya, dan tanpa sengaja si Bielka yang sekilas melihat ke arah si Faris yang tersenyum sinis sambil memasukkan ponselnya kedalam saku celananya setelah merekam aksi si Virza.
30 menit kemudian.
Diruang guru, tampak si Windra, Virza, dan Bielka yang tengah duduk di kursi sofa menghadap guru Bp yaitu pak Safwan. Dengan keadaan wajah yang sudah memar dimana-mana, si Windra bersikeras menuduh si Virza yang memulai perkelahian duluan, namun hal itu langsung disanggah oleh si Bielka yang membela Virza.
“Bukan begitu Pak, si Virza hanya ingin menolong saya yang sudah dipukul duluan oleh dia ini,” ucap Bielka membela si Virza.
“Apa itu benar Virza?” tanya pak Safwan pada Virza.
Virza tak menjawabnya langsung dan malah menatap si Bielka penuh arti, si Windra langsung saja ngerocos mengambil kesempatan saat si Virza tak menjawab perkataan pak Safwan yang sendang mananyainya.
“Tuh lihatkan Pak, dia aja diam begitu gak bisa jawab, udah jelas dia yang mulai duluan, ini semua salah dia Pak,” ucap si Windra pada pak Safwan.
Si Bielka bingung dengan sikap si Virza yang tak berkata apa-apa dan hanya diam seperti batu, ia pun bergumam dalam hatinya.
“Kenapa kamu diam? Padahal aku sudah membelamu habis-habisan tadi,” gumam si Bielka dalam hatinya.
“Virza, bapak tanya sekali lagi ... apa benar yang dikatakan si Bielka?” tanya pak Safwan pada Virza untuk yang kedua kalinya.
Virza pun menarik nafas panjang dan menoleh ke arah pak Safwan dengan tatapan penuh percaya diri, ia pun membuka suaranya dan menjawab perkataan dari pak Safwan.
“Tidak!” jawab si Virza singkat.
Bielka terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh si Virza pada pak Safwan, ia tak habis pikir dengan apa yang sedang dipikirkan oleh si Virza, padahal ia sudah mati-matian membelanya dari tadi.
__ADS_1
“Tidak? Maksudnya gimana?” tanya pak Safwan pada Virza.