
Melihat Bielka yang langsung pergi begitu saja setelah melihat dirinya yang sedang duduk bersama mantanya si Lavinka membuat si Virza cemas, ia pun hendak pergi untuk mengikuti si Bielka namun tiba-tiba tangan si Lavinka sudah menggaet pergelangan tangan si Virza.
“Kamu mau kemana?” tanya Lavinka pada Virza dengan wajah memelasnya berharap Virza tak pergi meninggalkannya.
Virza diam sesaat sebelum berkata pada Lavinka, ia tak menoleh sedikit pun ke arah Lavinka dan masih berdiri tegak membelakanginya.
“Lavinka ... kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, tolong jangan buat orang lain salah faham dengan kedatanganmu kesini,” ujar si Virza pada Lavinka.
Perlahan tangan Lavinka yang sedang menggenggam pergelangan tangan si Virza melonggar setelah mendengar perkataan Virza padanya dan pada akhirnya lepas, Lavinka pun terlihat sedih dan menyesal, namun ia masih saja ingin mengungkit masa lalunya ketika bersama Virza.
“Apa karena cewek barusan? Jangan bilang-“
“Iya! Dia ... adalah pacarku!” tegas Virza pada Lavinka lalu pergi begitu saja meninggalkannya.
Lavinka terdiam setelah mendengar perkataan dari mantan kekasihnya itu, ia cukup terkejut dan merasa kecewa tapi satu hal yang pasti, bahwa realitanya adalah dia dan Virza memang sudah tidak punya hubungan spesial seperti dulu.
Virza mencari ke seluruh bagian di dalam Sma Dandelion, namun ia tidak bisa menemukan si Bielka. Dan pada saat ia tengah mencari itu tiba-tiba.
“Bughk!!”
Virza menabrak seseorang dan terjatuh bersama orang yang ia tabrak itu, keduanya terlihat kesal dan marah dan secara bersamaan mengucapkan perkataan yang sama.
“Bangs*t! Kalo jalan tuh pake mata!” ucap keduanya secara bersamaan.
Mereka berdua pun berdiri, Virza tak terima ia diperlakukan seperti itu dan begitu juga dengan seorang cowok yang ia tabrak.
“Anak kelas mana lo?!” tanya cowok yang di tabraknya pada Virza.
“Elo tuh yang anak kelas mana?!” jawab Virza dengan raut wajah menantang.
“Dasar anak zaman sekarang ... seharusnya lo minta maaf ke gue, tapi malah nantang gitu. Apa boleh buat deh, kayaknya lo harus dikasih pelajaran sama senior, terima nih!” ucap cowok tersebut lalu hendak melayangkan tinjunya ke arah wajah Virza.
__ADS_1
“Stooooopp!!!” teriak seseorang yang menghentikan pukulan yang hendak mendarat ke arah Virza.
“Bielka?!” ucap Virza dan cowok yang ia tabrak secara bersamaan.
Bielka pun menghampiri kedua cowok tampan itu, ia langsung berdiri disamping cowok yang Virza tabrak dan memarahinya karena hendak ingin memukul Virza.
“Kak Yuda! Kamu kan bilangnya mau ngambil minuman, kenapa malah mau berkelahi disini?!” ucap Bielka pada cowok bernama Yuda yang di tabrak oleh si Virza.
Virza cukup terkejut dengan apa yang ia lihat didepan matanya itu, dalam hatinya berguman ribuan pertanyaan tentang siapa cowok bernama Yuda ini dan apa hubungannya dengan si Bielka?, kenapa mereka bisa saling kenal? Kenapa ia baru melihat cowok ini? apakah dia juga siswa pindahan yang baru?. Virza pun membuka mulutnya dan berkata.
“Bielka, kamu dari mana saja? Aku dari tadi mencarimu kemana-mana,” ujar Virza pada Bielka.
Namun Bielka terlihat enggan untuk menjawab perkataan dari si Virza itu, dan melihat Bielka yang enggan bicara itu, membuat Yuda ikut membuka mulutnya dan berkata pada Virza.
“Kayaknya Bielka lagi enggak mau diganggu, mendingan kamu pergi selagi aku masih berbaik hati,” ucap si Yuda pada Virza.
“Emangnya lo siapa ngatur-ngatur, jangan ikut campur urusan pribadi orang lain deh, Bielka ikut aku sebentar!” ucap si Virza menjawab si Yuda lalu meraih tangan Bielka dan hendak membawanya pergi.
“Kenapa kamu main bawa kabur aja anak orang?” ucap si Yuda pada si Virza.
Si Virza yang tak mau kalah pun meng-eratkan genggaman tangannya pada tengan Bielka dan menarik Bielka ke arahnya, namun si Yuda tak mau kalah dan ia juga kembali menarik Bielka ke arahnya, pada akhirnya mereka berdua malah jadi kayak tarik tambang.
“Stop! Stop! Stooopp!! Sakit tahu!” ucap Bielka pada kedua cowok tersebut yang dari tadi menariknya hingga pergelangan tangannya membekas.
“Ma-maaf Bielka,” ucap Virza.
“Maaf,” ucap Yuda.
“Kalian tuh ya! Gue enggak mau tahu, mau kalian kelahi kek, mau saling bunuh kek, terserah! Tangan gue jadi sakit kayak gini, gimana kalau gue cedera terus enggak bisa buat main basket besok, dasar cowok-cowok brengs*k! udah ah! Gue mau pulang! By!” ucap Bielka ngerocos saking kesalnya pada kedua cowok tinggi itu lalu pergi begitu saja.
Virza dan Yuda hanya bisa melihat Bielka yang pergi meninggalkan mereka, sampai saat salah satu diantara mereka membuka mulutnya dan berkata tanpa menoleh ke arah satu sama lain.
__ADS_1
“Kayaknya bener yang Bielka katakan,” ucap si Yuda tiba-tiba dan masih menoleh ke arah Bielka yang sebenarnya sudah pergi dan tak kelihatan lagi dari pandangan mereka.
“Hah?” saut Virza singkat dan bingung.
“Sebaiknya lo jaga baik-baik orang yang tulus sama lo, jangan mentang-mentang punya muka bagus lo jadi lupa diri,” ujar si Yuda pada Virza.
“Hah? Apa maksud lo bangs*t?” saut Virza.
“Pikir aja sendiri bangs*t!” ucap si Yuda lalu pergi begitu saja meninggalkan Virza.
Virza terdiam dan merasa apa yang dikatakan oleh Yuda padanya barusan sangat menusuk dalam hatinya, walaupun sekarang ia belum tahu apa artinya itu.
Keesokan harinya, hari adalah hari dimana cabang lomba yang akan diperlombakan adalah cabang bola basket, semua siswa dan siswa Sma Dandelion terlihat lebih antusias dari pada hari pembukaan kemaren, karena cabang lomba inilah yang menjadi favorit sekaligus cabang lomba yang telah membawa nama Sma Dandelion ke kancah Naisonal.
Didalam gedung olahraga Sma Dandelion terlihat seluruh tribun sudah terisi penuh, semuanya tak sabar dengan perlombaan hari ini karena kompetisi ini sekaligus menjadi sarana untuk menyaring bibit baru untuk tim basket Sma Dandelion yang sangat bergengsi.
“Baiklah semuanya, apa kalian semua sudah siap untuk bersaing hari ini di cabang lomba yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang, benar sekali ... cabang lomba hari ini adalah cabang bola basket untuk putra maupun putri, ayoo bersorak lebih semangat untuk menyemangati kelas kalian masing-masing!” ujar mc yang sedang membangkitkan suasana dari microfone.
Semua penonton pun bersorak dengan penuh semangat dan tak sabar dengan pertandingannya, karena tahun ini yang membuat semua orang menjadi optimis adalah kembalinya mantan kapten tim basket putra Sma Dandelion yang telah menorehkan prestasi di berbagai macam ajang dan kompetisi yaitu si Yuda Pratama Arpindo, yang mana sekarang ia sudah menjadi senior dan duduk di bangku kelas XII Ips 3.
Tampak si Bielka yang mewakili kelasnya sedang bersiap-siap dipinggir lapangan dengan jersey basket berwarna merah muda, begitu pun sahabatnya si Kenzy yang juga sedang pemanasan di samping Bielka.
Sedangkan di tribun, terlihat Inara dan beberapa temannya yang sedang membicarakan tim dari kelas Bielka yang menurut mereka sudah pasti lolos karena ada kapten serta wakilnya tim basket putri Sma Dandelion saat ini.
“Menurutku pertandingan ini sudah jelas kelasnya Bielka itu yang akan menang,” ujar salah satu temannya Inara.
“Kenapa?” saut salah satu temannya.
“Karena di kelas mereka ada Bielka dan si Kenzy yang latarnya saja sudah jelas bahwa mereka berdua adalah kapten dan wakil dari tim basket putri Sma Dandelion saat ini,” ucap Inara pada teman-temannya.
“Inara! Bisa bicara sebentar?” ucap Yuda menghampiri.
__ADS_1