Jeruk Nipis & Batu Es

Jeruk Nipis & Batu Es
Chapter 10


__ADS_3

Malam harinya, tepatnya dirumah Faris tampak ia sedang dimarahi oleh ayahnya didalam kamarnya, Faris terlihat sangat tertekan dan takut saat ayahnya itu memarahinya habis-habisan, terlihat dipipinya ada luka memar.


    “Awas kalau kamu kedapatan berbuat hal bodoh lagi! Papi tidak akan segan-segan untuk mengusir kamu dari rumah ini! faham kamu?!” bentak ayahnya memarahi si Faris.


    Faris hanya mengangguk pelan dengan raut wajahnya yang kesal dan penuh emosi itu, ia menjadi semakin benci dengan si Virza, ia tak terima dengan apa yang telah ia dapatkan dari ayahnya karena Faris menganggap bahwa penyebab ayahnya memukulnya adalah si Virza.


    Sementara itu dirumah si Virza, terlihat Virza yang sudah mulai sembuh dari demamnya dan wajahnya yang pucat sudah tidak terlihat pucat lagi, ia sekarang sedang asyik memutar-mutar sebuah bola basket ditangannya sambil bergumam sendiri.


    “Basket ya, ... itu membuat aku teringat lagi dengan masa itu ....” gumamnya sambil memutar-mutar bola basket.


    Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya, sektika jarinyanya yang sedang memutar-mutar bola basket itu pun berhenti, Virza pun meletakkan bola basket itu di atas tempat tidurnya dan pergi membukakan pintu.


    “Ayah? Ibu?” ucapnya sedikit bingung dan terkejut saat membuka pintu karena melihat ayah dan ibunya sudah berdiri dihadapannya.


    “Virza, ayah dan ibu mau mengatakan sesuatu padamu, jadi bolehkah kami masuk?” ucap ayahnya pada Virza.


    “Ini adalah hal yang sangat penting Virza, ayah sama ibu harus mengatakannya padamu,” sambung ibunya memelas.


    Melihat tingkah laku kedua orang tuanya yang sedikit aneh itu, Virza sebenarnya agak curiga namun ia pun membiarkan kedua orang tuanya itu masuk ke kamarnya, ia menjadi penasaran dengan hal penting apa yang akan ayah dan ibunya katakan padanya.


    “Zaa, ... gimana demamnya? Sudah kamu minum semuakan, obat yang ibu kasih?” ucap ibunya pada Virza dengan nada lembut.


    “Su-sudah,” jawabnya singkat dengan rasa sedikit curiga pada ayah dan ibunya.

__ADS_1


    “Bagaimana dengan sekolahmu?” sambung ayahnya bertanya pada Virza.


    “Ba-baik, tidak ada masalah sama sekali ... tunggu! Sebenarnya apa yang ingin ayah dan ibu katakan padaku? kenapa harus basa-basi begini sih? Langsung aja bilang padaku,” ucap Virza yang sudah tak tahan dengan sikap kedua orang tuanya itu dan langsung to the points.


    Ayah dan ibunya pun berkontak mata sebelum mereka mengatakan tujuan mereka pada anaknya itu, ibunya Virza mulai berbicara dengan pelan dan lembut pada Virza.


    “Zaa, ... sebenarnya ibu sama ayah mau minta maaf sama kamu, Bii Yuni udah cerita semua pada ibu sama ayah jadi, ibu sama ayah mau minta maaf sama kamu karena kami sudah lupa dengan anak kami ini ... tolong maafin ibu sama ayah ya nak, ibu sama ayah sangat menyesal karena sudah mengabaikanmu selama ini,” ujar ibunya penuh perasaan bersalah pada anak semata wayangnya itu.


Virza terkejut saat mendengarkan permintaan maaf dari kedua orang tuanya itu dengan tiba-tiba itu, ia bahkan sampai tak bisa berkata-kata dengan situasi sekarang, ia tak menduga bahwa ibu dan ayahnya akan meminta maaf begini padanya, karena biasanya mereka tak akan peka walaupun Virza sengaja mencari perhatian mereka dengan membuat onar bahkan ia dulu pernah kabur dari rumah hanya karena ingin mencari perhatian dari kedua orang tuanya tersebut.


“Ayah juga menyesal, karena tidak peka dan hanya fokus dengan pekerjaan ayah, ayah minta maaf nak ... karena ayah tidak sadar bahwa selama ini ayah sudah memaksa kamu untuk menjadi orang lain dan bukan menjadi dirimu sendiri, mulai sekarang, ... kamu boleh lagi untuk bermain,” ujar ayahnya dengan penuh rasa sesal dan bersalah pada Virza.


Virza sontak langsung berdiri dari duduknya dan tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, ia sangat terkejut dan bercampur senang yang luar biasa, ketika mendengar bahwa ia tidak akan lagi untuk berpura-pura menjadi si culun kutu buku, dan ia di izinkan kembali untuk bermain lagi oleh ayahnya.


    “Apa?! apa yah serius? Apa aku boleh bermain lagi? Benerankan ini yah?” ucapnya dengan penuh semangat dan rasa bahagia.


    “Tentu saja,” jawab ayahnya singkat sambil tersenyum.


    “Sekarang kamu bisa untuk tidak memakai kacamatamu itu, dan juga mulai sekarang ibu ijinkan kamu untuk memanjangkan rambutmu, tapi ingat! Harus tetap rapi!” ucap ibunya padanya.


    “Benarkah? Terimakasih ayah, ibu.” ucap Virza dengan girang sembari tersenyum bercampur haru.


    Dan malam itu pun menjadi malam yang harmonis juga malam paling berkesan dalam hidup si Virza, ia sekarang sudah lepas dari aturan dan tuntutan kedua orang tuanya yang seperti tali kekang yang mengekang jati dirinya yang sesungguhnya. Dan setelah kedua orang tuanya pergi dari kamarnya, Virza pun kembali ke atas tempat tidurnya dan mengambil kembali bola basketnya lalu bicara dengan bola itu seakan-akan bola itu adalah benda hidup yang dianggap sebagai teman dekatnya.

__ADS_1


    “Halo kawan, sepertinya kita akan kembali beraksi.” Ucap si Virza pada bola basketnya dan tersenyum kecil.


    Keesokan harinya, si Virsa pun mulai masuk kembali ke sekolahnya, yaitu Sma Dandelion. Seperti biasanya ia hanya mengendarai sepeda bututnya yang sudah tua ke sekolah, ia seperti bukan anak dari seorang Kapolda saja karena biasanya orang lain yang memiliki status orang tua yang punya pangkat biasanya gaya hidup mereka juga agak berkelas, namun berbeda dengan si Virza, ia tetap terlihat sederhana dan apa adanya walaupun status kedua orang tuanya yang bisa dibilang orang yang berkepunyaan, apa lagi status ayahnya yang adalah seorang Kapolda.


    Bel pun berbunyi saat si Virza baru saja memarkirkan sepedanya di tempat parkiran khusus sepeda, ia langsung menuju ke kelasnya karena sangat ingin melihat reaksi rekan satu kelasnya dengan penampilannya saat ini, karena ia sudah lepas dari belenggu aturan kedua orang tuanya itu, maka hari ini adalah hari lahir ke dua baginya, Virza Arjeska Putra yang sebenarnya telah kembali!.


    Hal yang sudah lama tidak ia rasakan kini ia rasakan kembali saat berjalan di lorong jalan menuju ke kelasnya, bahkan ini sudah seperti kedatangan seorang selebriti ternama saja, karena sekrang Virza sedang diperhatikan oleh semua siswa dan siswi yang ada disekolahnya, karena ia sudah berubah dari si culun yang berkacamata menjadi seorang laki-laki tampan yang penuh pesona.


    “Waah ... aku sudah lama tidak di perhatikan seperti ini, bahkan waktu aku Smp aku sudah biasa dengan situasi seperti ini, tapi kenapa sekarang aku merasa agak grogi ya,” gumam Virza dalam hatinya sambil berjalan menuju ke kelasnya.


    Tak lama kemudian, ia pun sampai didepan pintu kelasnya, Virza berhenti sejenak didepan pintu sebelum ia memasuki kelasnya, ia menarik nafas seadanya lalu masuk ke kelasnya yang sudah lama tidak ia rasakan karena demamnya yang cukup parah.


    Seketika semua orang yang ada didalam kelasnya itu langsung diam membisu ketika melihat Virza yang baru saja masuk dan masih berdiri di depan pintu kelas.


    “Kau siapa?” tanya si Delta pada si Virza.


    “Aku? Ada apa denganmu? Tentu saja aku Virza,” jawabnya dengan polos.


    “Virza? Apaaa!! Maksudmu si culun yang-“


    “Virza! Apa benar ini kamu? Bagaimana bisa?” cetus si Kenzy yang memotong perkataan si Delta.


    Sedangkan si Faris yang melihat penampilan Virza itu malah bengong seperti si patrick di serial spongebob, dia terlihat bodoh dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dan ada yang sudah sangat terkejut bahkan terhanyut dalam tatapannya yang tak bisa beralih melihat si Virza.

__ADS_1


    Bielka sampai tak bisa mengedipkan kedua bola matanya, karena ia sekarang hampir gila setengah mati melihat sosok laki-laki tampan dengan rambut terurai seperti cowok badboy dan mata sipitnya yang sangat indah, belum lagi pakaiannya yang memakai hoodie hitam polos dengan sepatu sneakersnya yang putih polos, sekarang akal sehat si Bielka telah diambil alih oleh laki-laki tampan ini yang bernama Virza Arjeska Putra.


    “Menikahlah denganku,” ucap Bielka kecoplosan.


__ADS_2