Jeruk Nipis & Batu Es

Jeruk Nipis & Batu Es
Chapter 17


__ADS_3

Di gedung olahraga, tampak si Yuda sudah bersiap-siap untuk bertarung di pertandingan selanjutnya yang akan segera dimulai, dan disisi lain lapangan ada tim penantang dan orang yang menjadi pusat perhatian sejak ia mengenakan jersey basket itu, banyak dari kaum hawa yang ada di Sma Dandelion terpesona dengan sosoknya itu dan membuat semua penonton menjadi kembali bersemangat dan bergairah setelah kejadian kecelakaan Bielka.


    “Bukankah iyu kak Yuda yang pernah menjadi kapten tim basket putra sekolah kita? Waahh ... aku sudah tidak sabar melihatnya bermain lagi setelah sekian lama karena cederanya,” ucap salah satu penonton di tribun mengobrol dengan temannya.


    “Benar, kak Yuda bukanlah pemain basket biasa, bahkan dia sudah sering dipanggil oleh tim naisonal namun ia masih menjadi pemain cadangan, aku rasa ini akan menjadi pertandingan yang tidak adil bagi kelas XI Ipa 1, karena mereka tidak punya pemain basket putra yang berbakat satu pun dikelas mereka,” sambung teman penonton yang ada di tribun itu.


    “Tapi aku penasaran dengan siswa pindahan itu, lihat saja tubuhnya yang tinggi itu dan wajah tampannya yang-“


    “Tentu saja kak Yuda lebih baik dari dia! apa kau meragukan skill dari pemain timnas? Mana mungkin siswa pindahan itu bisa mengalahkan kak Yuda yang latarnya adalah pemain timnas, belum lagi anggota lain yang satu tim dengan kak Yuda, ada juga kak Diego yang punya pengalaman di kancah naisonal,” ucap temannya memotong perkataan temannya sendiri.


    “Tapi siapa nama siswa baru itu? Aku kasian karena dia akan menjadi mangsanya kak Yuda,” ucap temannya.


    “Kalau enggak salah namanya si Virza,” saut temannya.


    “Virza? Kok kamu bisa tahu?” tanya temannya.


    “Masa kamu lupa, dia itu orang yang pernah jadi target ketua osis kita, namun dia tolak mentah-mentah lalu pergi begitu saja,” jelas temannya.


    “Maksudmu si Inara? Inara yang itu?!” saut temannya.


    “Iya,” jawab temannya singkat.


    “Aku jadi penasaran dengan si Virza ini,” ucapnya.


    Beralih lagi ke tengah lapangan, sekarang kedua tim sudah mengambil posisi mereka masing-masing dan bersiap untuk berntanding. Terlihat Yuda dan Virza yang akan merebut bola setelah wasit melempar bola.

__ADS_1


    “Prrriiiiitss!!”


    Bola pun dilempar oleh wasit dan Yuda juga Virza seketika mengadu lompatannya untuk bisa meraih bola tersebut, dan bola tersebut put didapatkan oleh Yuda lalu langsung memainkan taktik mereka untuk mencuri poin dari tim Virza.


    Terlihat tim Virza yang di awal pertandingan sudah mulai berada didalam tekanan serangan dari tim si Yuda, Kini bola yang ada di tangan si Yuda berusaha dicuri oleh timnya Virza namun usaha itu sia-sia saja karena tubuh tinggi kekar Yuda yang sangat kuat.


    Yuda pun melakun shoot dari jarak yang cukup jauh dan berhasil memasukkan bola itu ke dalam ring basket yang dijaga oleh tim Virza. Sekarang giliran tim Virza yang mulai menyusun serangan dari bawah, terlihat Virza berusaha sangat keras dengan menunjukkan skill-skillnya dan hal itu membuat dirinya menjadi pusat perhatian lagi.


    “Hei? bukankah itu si cupu? Apa dia memang sejago itu main basket?” ucap si Delta yang duduk bersama si Faris di tribun pinggir lapangan.


    “Sepertinya dia selama ini menyembunyikan identitasnya, tapi aku mulai menyukainya karena aku membenci si Yuda brengs*k itu!” ucap si Faris menanggapi perkataan si Delta.


    Kembali ke tengah lapangan, sekarang Virza masih berusaha untuk menembus area pertahanan dari tim Yuda, ia tak melihat celah sedikit pun, bahkan rekan-rekannya sudah dijaga ketat oleh tim si Yuda, al hasil Virza yang kini berdiri tepat ditengah lapangan itu memutuskan untuk menembakkan bolanya dari sana, Virza pun mengambil ancang-ancang.


    “Apa? jangan bilang dia akan menebak dari jarak itu?” gumam si Yuda bicara sendiri dalam hatinya.


    “Prriiiittss!”


    “Maasuuuuk!!” ucap komentator heboh.


    Seketika semua orang heboh dan riuh dalam gedung olahraga, banyak dari mereka tak percaya dengan apa yang telah dilakukan si Virza, ia berhasil memasukkan bolanya dari jarak sejauh itu dan membuat semua penonton tak percaya.


    “Hebat juga lo,” ucap Yuda pada Virza.


    Virza hanya tersenyum kecil lalu kembali ke posisinya, dan sekarang permainan pun dimulai kembali, dengan waktu yang semakin menyempit membuat kedua tim mengerahkan semua yang mereka punya, dengan skor dan poin yang sama mereka berusaha untuk menjadi pemenang dimenit-menit akhir yang krusial ini.

__ADS_1


    Tim si Yuda masih berusaha mencari celah, namun tim si Virza tak memberikan celah sedikit pun karena arahan Virza yang selalu bisa diandalkan oleh teman-temannya itu, Virza sudah seperti seorang kapten saja.


    Waktu yang tersisa hanya tinggal 1 menit 23 detik, Yuda yang tak menemukan celah itu pun nekat mencoba meniru apa yang telah dilakukan oleh Virza barusan, ia pun menembakkan bolanya itu dari jarak yang sama dengan Virza, namun bola itu hanya membentur bibir ring basket dan kini bola berhasil jatuh di tangan tim si Virza.


    Sekarang giliran tim si Virza yang menyerang balik tim si Yuda, komentator seakan menggila melihat pertandingan yang semakin ketat dengan tempo yang bukan main, terlihat Virza berusaha menggocek para pemain lawan, namun ia tak bisa melewatinya, tiba-tiba ia melihat salah satu rekan timnya meminta bola dengan berada di posisi yang sangat bebas di sudut lapangan sebelah kiri area tim si Yuda, si Virza pun mengoper bola itu pada rekannya tersebut dan langsung menerobos masuk kedalam area pertahanan lawan, rekan timnya itu pun mengoper balik pada si Virza yang sedang berlari cepat ke arah ring, ia pun melompat berusaha menggapai bola yang di oper oleh rekannya tersebut namun tiba-tiba Virza melihat sebuah telapak tangan besar yang juga melompat bersamaan denganya, dan telapak tangan itu tak lain adalah tangan dari si Yuda yang berusaha menghadang Virza agar tak menambah poin.


    Mereka berdua bersaing di atas udara, dan bola itu semakin dekat dengan tangan keduanya namun tiba-tiba Virza merubah arah bola dengan ujung tangannya yang sedikit menyentuh bola dan membuat bolanya memantul di papan ring basket hingga membuat si Yuda terkecoh, dan si Virza pun kembali melompat lalu ia mendapatkan bolanya dan.


    “Maaassuuuuk!!” teriak komentator dengan heboh seperti orang gila di dalam microfon.


    “Prriiiiiiiitttttttss!!”


    Suara peluit pajang pun terdengar pertanda telah usainya pertandingan itu, dan tim yang memenangkan pertandingan yang sangat sengit ini pun jatuh kepada tim basket putra kelas XI Ipa 1, yaitu kelasnya Virza.


    Semua orang tak percaya dengan apa yang mereka saksikan, mereka melihat kekalahan telak dari seorang Yuda yang punya latar sebagai kapten tim basket Sma Dandelion. Sekarang Virza tengah berjalan menghampiri si Yuda dan berkata padanya.


    “Gue menang! Tepati janji lo dan jangan dekati lagi si Bielka,” ucap si Virza pada si Yuda dengan penuh percaya diri.


    Yuda hanya diam menatap si Virza lalu memalingkan wajahnya, namun sebelum ia pergi meninggalkan si Virza ia pun berkata padanya.


    “Sejak awal gue tidak punya maksud apa-apa pada si Bielka itu, asal lo tahu aja, pada hari itu dia mendatangiku dan menyuruhku untuk menghajarmu,” ujar Yuda.


    “Menghajarku?” saut Virza bingung.


    “Bielka sepertinya sangat menyukaimu, makanya ia mengadu sama gue, setahu gue Bielka bukanlah tipe cewek yang mudah suka sama cowok, jadi ... jaga dia baik-baik dan jangan buat dia nangis lagi, kalau gue lihat Bielka ngeluarin air mata lagi didepan gue, maka nyawa lo taruhannya,” ujar si Yuda lalu pergi begitu saja meninggalkan si Virza di tengah lapangan sendirian.

__ADS_1


    Virza terdiam lama di tengah lapangan itu sendirian, ia terlihat berpikir keras dengan apa yang sudah ia dengar dari Yuda, Virza juga tahu bahwa ini adalah salah si Lavinka yaitu mantannya sendiri itu. Dan sejak hari itu Virza tahu apa isi hati si Bielka yang sesungguhnya.


    Seminggu kemudian, perlombaan yang diadakan oleh sekolah pun akhirnya selesai, dan pada hari ini akan di umumkan oleh pihak sekolah untuk siswa maupun siswi yang terpilih menjadi perwakilan Sma Dandelion yang akan ikut berkompetisi di tingkat naisonal beberapa bulan kedepan. Dan ketika semua siswa dan siswi melihat di papan pengumuman sekolah, alahkah terkujutnya mereka karena tak ada nama Bielka sama sekali, padahal dia kapten dari tim basket putri.


__ADS_2