
Sisi tajam beton bak bunga jalan, ia pun tergeletak tanpa sadar dan perlahan lumuran darah mulai keluar dari kepala bagian belakangnya seperti ombak di tepi pantai dengan warna merah pekat menyebar di seluaruh trotoar jalan.
Semua polisi itu pun keluar dari mobil dengan selamat walaupun bagian depan mobilnya hancur dan gepeng tak berbentuk. Ayahnya Virza yang lebih dulu keluar dari mobil langsung berlari menuju ke arah Bielka yang sudah tergeletak di tepi trotoar jalan tak bergeming sedikit pun.
“Astagfirullah!! Cepat kalian telepon ambulan sekarang! Cepat!!” ucap ayahnya Virza pada rekannya.
Beliau pun memeriksa keadaan Bielka yang sudah banjir dengan darah, dan alangkah tertegun ayahnya Virza ketika memerika denyut nadi dan nafasnya Bielka, ia tertunduk lesu dan sangat-sangat marah dan merasa bersalah yang luar biasa, karena tidak ada tanda-tanda dari Bielka.
“Bagaimana keadaannya Pak?” tanya salah satu rekannya sambil memegangi bahu kanannya yang sepertinya terluka akibat tabrakan.
“Kita harus bertanggung jawab! Cepat cari tahu identitas anak ini dan juga cari keluarganya yang bisa dihubungi, karena anak ini ... anak ini sudah meninggal.” ujar ayahnya Virza dengan raut wajah penuh penyesalan.
*Kembali ke waktu sekarang.
Setelah pulang sekolah, Virza beserta anak-anak Sma Dandelion berbondong-bondong menjuju kediaman Bielka, mereka semua sangat terkejut ketika mendengar kabar Bielka yang sangat tragis itu. Terutama si Virza, ia dengan mata yang sudah merah seperti iritasi sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Bielka, orang yang sangat istimewa baginya.
__ADS_1
Setibanya mereka di kediaman Bielka, ia baru tahu bahwa Bielka adalah seorang anak yatim piatu, ia juga baru tahu bahwa pacarnya itu selama ini hanya hidup bersama neneknya yang sudah tua, dan pada akhirnya ketika Virza melihat keranda mayat yang terletak tepat didepan halaman rumah Bielka, ia tak kuasa menahan tangis dan tak kuat menopang tubuhnya, Virza hampir pingsan saat ia melihat keranda mayat didepannya itu yang berisi mayat pacarnya sendiri, namun Faris dan Delta cukup sigap dan masih sempat menopang Virza yang hampir pingsan itu.
Melihat Virza yang dalam kondisi terpuruknya itu, membuat semua orang bahkan orang-orang yang mengenalnya seperti mantan dan guru-gurunya ikut meneteskan air mata, tapi Virza tak mau hanyut dalam kesedihan yang telah mengguncang jiwanya itu, ia pun meminta Faris dan Delta melepaskan pegangan mereka dan kembali mencoba beridiri melawan rasa sedihnya.
Dengan tatapan penuh arti dalam kesedihan yang mendalam, Virza sambil menatap pilu ke arah keranda mayat tempat Bielka terbaring kaku berkata pada dirinya sendiri.
“Kenapa harus begini Kaa ... kenapa kamu membuatku hancur setengah mati seperti ini, padahal kita baru saja bisa terhubung, padahal aku sudah berjanji akan selalu membuatmu bahagia ... padahal aku sudah berjanji akan selalu membuatmu tersenyum ... Bielka, apa yang harus aku lakukan sekarang? ... haruskah aku menyusulmu? Haruskah aku ikut berbaring bersamamu disana?” ujar Virza didalam dirinya sendiri dengan rasa yang kacau bercampur aduk tak menentu.
Virza dengan penuh rasa bersalah, sedih, kecewa, hancur, bahkan ia tak sanggup untuk mengatakan apa-apa dari mulutnya perlahan berjalan ke arah keranda mayat dan dengan tatapan kosong ikut membantu membawakan keranda mayat yang menjadi tempat Bielka berbaring kaku, hingga sampailah mereka di tempat pemakaman.
Tangis dari teman-teman Sma-nya semakin menjadi-jadi ketika makamnya mulai ditutup dengan tanah, bahkan Kenzy yang sangat dekat dengan Bielka pun sampai pingsan tak kuasa menahan dan melihat jenazah sahabatnya itu ditimbun tanah liat yang kasar.
Malam harinya, Kenzy dan Virza juga teman-teman Sma-nya ikut yasinan di kediaman Almarhumah, disana tampak nenek Bielka dan Virza sempat mengobrol dan berbagi duka dengan kenangan dan masa-masa yang telah dilewati bersama almarhumah.
Tiba-tiba ayahnya Virza datang dan langsung duduk didepan neneknya Bielka dengan raut wajah penuh penyesalan dan rasa bela sungkawa yang tinggi, beliau langsung mengambil tangan nenek Bielka dan menciumnya sambil berkata dan memohon maaf pada nenek Bielka.
__ADS_1
“Saya adalah atasan dari orang yang telah menabrak cucu nenek, jadi saya sebagai atasannya sangat-sangat menyesal dari lubuk hati yang-“
“Jadi Ayah pelakunya?!!” ucap Virza tak percaya setelah mendengar apa yang ayahnya katakan.
Virza pun langsung memegang kerah baju ayahnya dan hendak melayangkan pukulan sambil meneriaki ayahnya denga kata-kata kasar, namun Faris dan Delta yang berada didekatnya dengan cepat mencoba menenangkan Virza yang hendak mengamuk pada ayahnya itu.
Ibu Virza pun ikut berusaha menenangkan anaknya itu, namun ia malah terkena sikut anaknya sendiri, semua orang akhirnya berusaha menahan Virza yang mulai hilang kendali dan hendak menghancurkan ayahnya itu karena telah membuat ia kehilangan orang yang amat ia cintai. Sedangkan ayahnya hanya diam tak berkata apapun dan tertduduk lesu dengan wajah bersalah tanpa menanggapi anaknya yang sedang sangat marah pada dirinya.
Dua minggu kemudian ....
Terdengar kabar dari televisi bahwa ayahnya Virza telah mengundurkan diri dari jabatannya, dan sekarang beliau hanya menjadi polisi biasa, sedangkan ibunya masih aktif di dunia perbidanan. Namun, berbeda dengan Virza yang sekarang sudah tidak melanjutkan sekolahnya, ia sekarang sedang dirawat disalah satu rumah sakit dan sedang menjalani pengobatan dan rehabilitasi mental akibat kematian Bielka yang sangat mendadak.
Virza sekarang hanya berbaring dikamarnya dirumah sakit, wajahnya sudah tak berseri lagi seperti dulu, ia seperti seorang yang telah kehilangan dunia dan impiannya untuk hidup, namun Kenzy dan Faris selalu menyempatkan diri mereka untuk menjenguk dan mengunjungi Virza dirumah sakit itu, namun Virza selalu menolak kunjungan dari mereka.
Dan dibawah bantal tempat tidurnya, Virza selalu menyelipkan fotonya dengan Bielka saat masih memakai seragam sekolah, dan setiap ia melihat foto itu ia pasti meneteskan air matanya tanpa suara. Ia benar-benar hancur setelah kepergian Bielka, ia masih tak percaya sampai sekarang bahwa wanita yang ia cintai itu telah telah tiada.
__ADS_1