
Satu minggu pun berlalu, dan hari ini adalah hari dimana diadakan-nya perlombaan antar kelas tingkat Sma Dandelion yang terdapat berbagai cabang perlombaan di bidangnyanya masing-masing. Tampak suasana riuh dan meriah didalam gedung olahraga Sma Dandelion yang mana sekarang kepala sekolah yaitu pak Firdaus sedang melakukan kata sambutannya sekaligus membuka acaranya langsung.
“Saya selaku kepala sekolah Sma Dandelion sangat berharap dalam ajang perlombaan ini, akan melahirkan bibit unggul yang akan menjadi utusan ataupun perwakilan Sma kita ditingkat Naisonal dengan harapan yang setinggi-tingginya bisa tercapai ditingkat naisonal nantinya, dan saya juga berharap ... dalam perlombaan ini kita semua bisa menjunjung tinggi sportifitas dan bersaing secara sehat dan hati nurani,” ujar Pak kepsek menyampaikan pidato sambutannya dalam microfon.
Dan semua tribun didalam gedung olahraga itu sangat penuh dan ramai penuh kemeriahan, tampak setiap orang menyambut perlombaan ini dengan sangat antusias. Tampak Bielka dan Kenzy yang sedang asyik mengobrol sambil memegang spanduk kelasnya.
“Waah ... ternyata perlombaan untuk tahun ini lebih meriah dari pada tahun yang kemaren ya,” ucap Kenzy pada Bielka.
“Iya, ini bakal sangat seru nanti,” saut Bielka menanggapi sahabatnya itu.
Kembali ke pak kepsek yang sedang memberi sambutan sekaligus untuk membuka acara perlombaan paling bergengsi di Sma Dandelion ini.
“Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, selanjutnya saya akan membuka ajang perlombaan tingkat Sma Dandelion secara resmi, ‘Dengan ini, perlombaan sekaligus ajang pencarian bakat tingkat Sma Dandelion resmi saya buka!’.” umum pak kepsek dan meresmikan ajang perlobaan tingkat Sma Dandelion.
Sirine pun dibunyikan pertanda perlombaan dan ajang pencarian bakat tingkat Sma Dandelion sudah resmi bergulir, dentuman tepuk tangan dari semua siswa dan siswi pun bergemuruh menyambut senang pembukaan perlombaan bergengsi itu.
Tak lama kemudian, salah satu guru terlihat akan mengumumkan cabang perlombaan pertama yang akan dilombakan, dan benar saja ternyata cabang lomba yang dilombakan adalah cabang futsal.
“Baiklah semuanya! Apa kalian siaaaap!,” ucap guru yang menjadi mc tersebut.
“Siaaaapp!!” saut semua orang didalam gedung olahraga itu bergemuruh.
“Baiklah, saya akan mengumumkan cabang lomba yang akan dilombakan di hari pertama ini, yaitu cabang futsal untuk putra dan putri, dan yang akan bertanding di pertandingan pertama ini adalah kelas sepuluh Ipa 1 melawan kelas sepuluh Ips 2,” ucap sang mc dengan penuh semangat.
Tak lama kemudian, pertandingan itupun dimulai dan semua orang sangat bersemangat menyemangati kelas mereka masing-masing. Sementara itu, di barisan tribun tempat kelasnya si Virza, ia terlihat bosan dengan cabang lomba yang sedang ia tonton itu, ia pun berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan gedung olahraga, karena si Virza jalanya lewat tepat didepan Bielka dan Kenzy, mereka pun dibuat penasaran dengan kepergian si Virza yang tak mengatakan apapun itu.
“Mau kemana tuh anak?” ucap si Bielka pada sahabatnya si Kenzy sambil menoleh melihat Virza yang baru saja melewati mereka.
__ADS_1
“Entahlah, enggak penting juga mending kita nonton perlombaan disini,” ucap si Kenzy pada Bielka yang bodo amat dengan si Virza yang pergi.
Bielka merasa pensaran dengan kepergian si Virza, namun ia mengurungkan niatnya untuk mengikuti si Virza, Bielka pun kembali fokus menonton pertandingan yang sedang berlangsung di hadapannya tersebut.
Sedangkan sekarang diluar gedung olahraga, tampak si Virza yang sedang duduk lalu merebahkan badannya di sebuah bangku tepat dibawah pohon yang rindang sambil menghela nafas panjang karena sedang bosan.
“Haaaah ... aku kira cabang basket yang akan dipertandingkan dihari pertama tapi malah cabang futsal, gak seru!” gumam si Virza sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.
“Ternyata benar, kamu pindah ke Sma ini?” ucap seseorang yang menghampiri Virza dan menghalau cahaya matahari yang menyinari wajah Virza dengan tangannya.
Virza pun terkejut saat melihat seseorang itu tengah berdiri dan membungkuk tepat di atas wajahnya, ia pun langsung bangun dari rebahnya dan dengan mata yang membelalak ia berkata pada orang yang tiba-tiba menghampiri dirinya itu .
“Lavinka?!!” ucap Virza tak percaya menatap seorang yang ia panggil dengan nama Lavinka itu.
“Apa kabar, mantan?” ucap cewek cantik bernama Lavinka itu pada si Virza.
Ternyata tak lain dan tak bukan, cewek cantik yang dipanggil oleh Virza dengan nama Lavinka itu adalah mantannya sendiri, Virza pun menjadi canggung dan malu-malu kucing pada Lavinka yang tiba-tiba menghampirinya, mereka berdua pun mengobrol di bawah pohon yang rindang itu bersama.
“Kenapa kamu kikuk begitu? Apa kamu terganggu dengan kehadiranku? Apa seharusnya aku tidak menghampirimu dan pura-pura juga tidak kenal dengamu?” ucap Lavinka pada Virza.
“Bu-bukan begitu maksudku, aku hanya terkejut saja karena kamu tiba-tiba muncul seperti tadi,” ucap Virza pada Lavinka tak berani menoleh padanya.
Disisi lain didalam gedung olahraga tempat diselenggarakan perlombaan, tampak pertandingan baru saja usai, dan kini adalah giliran kelasnya Virza yang akan bertanding yaitu si Faris dan kawan-kawan, Faris pun menghampiri si Bielka sebelum ia memasuki lapangan dan berkata padanya.
“Bielka, aku akan persembahkan kemenangan kelas kita untukmu,” ucap si Faris sambil menunjuk si Bielka.
“I-iya hahaha,” saut Bielka tertawa maksa.
__ADS_1
Bielka kembali teringat dengan si Virza yang belum juga kembali dari tadi, ia menjadi berani dan ingin mengikuti si Virza keluar gedung dan mencarinya, Bielka yang sudah tak sabar dan merasa khawatir dengan si Virza pun pergi mencarinya.
“Aku ke toilet bentar ya,” ucap Bielka pada sahabatnya si Kenzy.
“Toilet? Aku ikut kalau gitu,” ucap Kenzy menjawab si Bielka dan hendak ikut berdiri mengikuti si Bielka.
“Enggak usah, lagian cuma bentar kok enggak lama,” sergah Bielka sambil memegang bahu si Kenzy.
“Bener nih enggak mau ditemenin?” ucap si Kenzy.
“Iya engga apa-apa, aku kesini lagi kok,” ucap si Bielka pada si Kenzy.
“Ya udah kalau gitu, hati-hati ya.” ucap si Kenzy pada sahabatnya itu.
“Iya.” ucap Bielka singkat lalu pergi meninggalkan gedung olahraga dan mencari keberadaan Virza.
Bielka pun pergi meninggalkan gedung olahraga dan mencari si Virza, ia sebenarnya tak tahu kemana perginya si batu es itu namun, ada hal yang harus ia konfirmasi dengan Virza mengenai taruhan yang mereka berdua lakukan saat itu.
Ditempat lain, Virza dan Lavinka yang tengah mengobrol dibawah pohon rindang tampak sedang asyik mengobrol, mereka terlihat sangat serasi saat mereka berdua sedang bersama seperti itu.
“Jadi ... kamu juga pindah ke sekolah ini karena ayahmu juga pindah tugas disini,” ucap Virza pada Lavinka.
“Iya begitulah, tapi ... kenapa dari tadi kamu tidak melihatku? coba lihat aku sini,” ucap Lavinka sambil menarik halus dagu si Virza menoleh ke arahnya.
“Lavinka aku-“
“Virza?!!” ucap Bielka yang tiba-tiba datang dan memotong perkataan si Virza serta tak sengaja melihat dan mendengar obrolan Virza dan Lavinka.
__ADS_1
Melihat tangan Lavinka yang sedang bersentuh dengan dagu Virza, Bielka tiba-tiba merasa kesal dan marah, ia langsung pergi setelah melihat hal itu dan sempat meminta maaf pada Virza sebelum ia melesat pergi dengan raut wajah kesal dan marahnya.
“Maaf, aku tidak tahu kalau kamu sedang bucin!” ucap Bielka pada Virza lalu pergi begitu saja dengan penuh kesal.