Jeruk Nipis & Batu Es

Jeruk Nipis & Batu Es
Chapter 7


__ADS_3

“Berhenti-berhenti,” ucap Bielka menyuruh si Kenzy menghentikan mobilnya.


    “Kaa? Jangan bilang lo mau nyamperin dia?” ucap si Kenzy pada si Bielka.


    Bielka tak mempedulikan perkataan si Kenzy dan langsung membuka pintu mobil lalu pergi menghampiri si Virza, melihat sahabatnya itu pergi begitu saja menerobos derasnya hujan, si Kenzy pun terpaksa menyusul sahabatnya si Bielka yang pergi menghampiri si Virza.


    “Tuh anak bodoh atau gimana ya, setidaknya bawa payung kek kalo mau nyamperin dia,” gumam si Kenzy sambil menutup pintu mobilnya dan pergi menyusul si Bielka.


    Bielka pun tiba tepat disamping si Virza yang sudah kedinginan itu, ia tak habis pikir apa yang sedang dilakukan oleh laki-laki itu ditengah derasnya hujan begini, namun Bielka gagal fokus dengan penampilan si Virza saat diluar sekolah, karena penampilannya jauh berbeda dengan saat ia di sekolah yang seperti anak culun dengan kacamatanya, sedangkan Virza yang ada didepan matanya sekarang malah terlihat seperti cowok badboy dengan rambutnya yang berantakan akibat terkena air hujan dengan celana jeans dan baju kaos tipis yang memperlihatkan lekuk dada bidangnya.


    “Kamu?” ucap si Virza yang bingung dengan kehadiran si Bielka.


    “Ah ... itu, anu ... kamu kok ngapain jalan sendirian ditengah hujan begini?” ucap si Bielka pada si Virza yang tersadar dari khayalnya tadi.


    “Eh lo kalau mau keluar se-enggaknya bawak payung kek, gue capek ngejar lo yang kakinya lebih panjang dari pada gue,” ucap Kenzy yang juga baru sampai dengan membawa beberapa payung ditangannya.


    “Virza? Lo ngapain jalan sendirian di tengah hujan lebat kayak gini?” tanya si Kenzy pada si Virza.


    Belum sempat menjawab perkatan dari Bielka dan Kenzy, Virza malah tumbang dan pingsan tepat dihadapan Bielka dan Kenzy, sontak Bielka dan Kenzy pun panik dan cemas dengan keadaan si Virza yang tiba-tiba bimbang.


    “Virza?! Hey! Virza?!” ucap Bielka mencoba menyadarkan si Virza.


    “Haduuh ... ada-ada aja deh, jadi kita harus gimana nih Ka?” ucap si Kenzy yang panik.


    “Zii, lo bawa mobil lo kesini,” ucap Bielka pada si Kenzy.


    “Terus kita mau apakan nih bocah? Haduh gimana nih?” ucap si Kenzy.


    “Kenzy! Makanya gue suruh lo bawa mobil lo kesini, emang lo kuat ngangkat nih cowok ke mobil lo yang ada disitu, udah cepet sono,” sergah Bielka meyakinkan sahabatnya si Kenzy.


    “Duuh ... ya udah deh, kamu tunggu disini,” ucap si Kenzy pada Bielka lalu pergi mengambil mobilnya.

__ADS_1


    Mobilnya pun datang tepat disebelah Bielka yang sedang menyangga tubuh Virza di pangkuannya, mereka pun berusaha mengangkat dan memasukkan Virza kedalam mobil si Kenzy dan membawanya pergi.


    “Sekarang mau kita bawa kemana nih cowok?” tanya Kenzy sambil menyetir.


    “Dia juga enggak bawa apapun, ponsel dan dompet aja engggak dia bawa,” saut si Bielka yang duduk disamping Virza di kursi belakang.


    “Terus gimana ini, kita enggak bisa menghubungi siapapun dong, duuh ... ngerepotin banget sih nih cowok,” ucap si Kenzy bergumam.


    “Gimana kalau kita bawa dia ke rumah lo aja Zii?” ucap si Bielka pada sahabatnya itu.


    “Hah? Gila lo ya Kaa, yang ada gue di smack down sama nyokap gue, enggak-enggak!” sergah si Kenzy menolak usulan sahabatnya itu.


    Bielka pun menatap wajah si Virza penuh arti, perlahan tanganya mulai menyentuh dagunya hingga memainkan rambut Virza yang menutupi area wajahnya, dan tanpa sadar si Bielka memegang keningnya Virza dan alangkah terkejutnya si Bielka dengan suhu tubuh si Virza yang sangat panas.


    “Aduh! Panasnya? Kayaknya dia demam Zii, suhu tubuhnya panas banget,” ucap si Bielka pada sahabatnya.


    “Jadi gimana ini, gue enggak mau masuk berita karena kita bawa mayat didalam mobil gue,” ucap si Kenzy yang panik.


    “Iya-iya maaf ... gue kan lagi panik,” saut si Kenzy.


    “Eh kayak didepan situ ada pukesmas tuh,” ucap si Bielka pada sahabatnya si Kenzy.


    “Iya bener itu pukesmas, kita bawa kesana aja nih?” tanya si Kenzy.


    “Ya iyalah pake nanya lagi, kerumah lo tadi katanya enggak bisa,” ucap si Bielka pada Kenzy.


    “Iya Kaa ... enggak usah ngegas juga kali, gue kan cuma nanya,” sambung si Kenzy lalu membawa mobilnya masuk ke halaman pukesmas 24 jam.


    Mereka pun masuk ke halaman pukesmas tersebut dan langsung didatangi oleh petugas pukesmas yang langsung faham apa yang harus dilakukan, petugas tersebut langsung mengambil tandu dan membaringkan si Virza di atasnya lalu membawa masuk ke dalam pukesmas, saat tiba didalam ruang pasien, salah satu petugas perempuan disana malah terkejut saat melihat si Virza yang terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan pingsan.


    “Nak Virza?” ucap petugas perempuan itu yang seperti mengenal si Virza.

__ADS_1


    Mendengar petugas pukesmas itu memanggil nama Virza, Bielka pun bertanya pada petugas tersebut tentang kenapa ibu itu mengenal dan mengetahui nama Virza.


    “Ibu kenal sama teman kita ini ya?” tanya si Bielka pada ibu petugas pukesmas itu.


    “Oh jadi kalian ini temannya nak Virza ya, bentar ya ... ibu telepon ibunya dulu,” ucap ibu petugas pukesmas itu.


    Sementara petugas yang lain sedang menangani si Virza dengan intensif dan seperti melayani seorang Vip, hal itu membuat Bielka dan Kenzy salut dan bingung dengan sosok sebenarnya dari Virza temannya itu. Mereka bahkan sempat mengira-ngira jangan-jangan yang punya pukesmas ini adalah ibunya si Virza karena mengingat para petugas yang langsung melayani si Virza bak seorang pasien Vip dan seorang petugas yang seperti menjadi senior juga langsung mengenali si Virza dan langsung menelepon ibunya.


    Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan mewah datang dan memarkirkannya di halaman pukesmas, tak lama setelah mesin mobil mewah itu mati, pintunya pun terbuka dan keluarlah seorang perempuan dan seorang pria yang tak lain itu adalah ayah dan ibunya si Virza.


    Saat ayah dan ibunya masuk kedalam ruang pasien, ibunya langsung bergelimang air mata dan tak kuasa menahan tangis, sedangkan ayahnya hanya bisa pasrah dan bertanya kepada beberapa petugas pukesmas tentang keadaan anak semata wayangnya itu.


    “Bagaimana keadaan anak saya bu?” tanya ayahnya Virza dan tak bisa menyembunyikan rasa cemas dan khawatir di wajahnya.


    “Semua tanda vitalnya sangat baik pak, nak Virza hanya mengalami demam biasa,” ucap salah satu petugas pukesmas yang menelepon ibunya Virza tadi.


    “Terimakasih bu,” ucap ayahnya.


    Melihat ayahnya Virza melihat ke arah mereka, Bielka dan Kenzy pun menyapa beliau dengan ramah, dan ayahnya Virza pun menghampiri mereka berdua yang keadaanya juga basah kuyub sama seperti keadaan anaknya.


    “Kalian? Teman sekolahnya anak saya kan? Yang hari itu ketemu sama saya,” ucap ayahnya Virza kepada Bielka dan Kenzy.


    “Benar Pak, kami juga sebenarnya satu kelas dengan si Virza,” saut Bielka canggung.


    “Ooh ... begitu, tapi kenapa kalian juga basah kuyub?” tanya ayahnya Virza.


    “Iya Pak, sebenarnya tadi saat kita mau pulang, kita enggak sengaja ngeliat si Virza yang jalan kaki sendirian di ....”


    Bielka dan Kenzy pun menceritakan apa yang telah terjadi antara mereka dan Virza hingga mereka bisa sampai ke pukesmas ini membawa Virza yang sudah dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri.


    “Ooh ... jadi begitu kejadiannya, saya faham sekarang dan saya ucapkan terimakasih pada kalian berdua, mungkin jika tidak ada kalian berdua entah apa yang akan terjadi pada-

__ADS_1


__ADS_2