Jeruk Nipis & Batu Es

Jeruk Nipis & Batu Es
Chapter 22


__ADS_3

     Sebuah ciuman mendarat tepat di pipi kanan Bielka dan seketika kedua bola matanya kembali membelalak tak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh Virza padanya.


     “Gimana? sekarang lo percaya kan?” ucap Virza pada Lavinka dengan raut wajah songongnya setelah mencium pipi Bielka dihadapan semua orang yang ada dikantin.


     Lavinka terdiam tak bisa berkata-kata sedikit pun, begitu pun dengan Bielka yang juga terpaku seperti patung tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Virza padanya. Lavinka yang merasa tidak enak dan kehilangan moodnya itu pun berdiri lalu pergi begitu saja meninggalkan Virza dan Bielka tersebut.


     “Nanti pulang sekolah gue mau ngomong sama kamu!” ucap Bielka pada Virza dengan raut wajah sedikit kesal tapi malu-malu.


     “Hah?” saut Virza bingung.


     “Kenzy ke kelas yuk,” ajak Bielka pada Kenzy lalu berdiri pergi meninggalkan Virza di kantin.


     Setibanya Bielka dan Kenzy di dalam kelas mereka, Kenzy langsung menghentikan langkah kaki sahabatnya itu lalu bertanya seperti orang yang lupa ingatan saking terkejutnya dia ketika mendengar perkataan Virza tadi.


     “Stop-stop! Gue enggak salah denger tadikan Bielka? Iya kan? Dia bilang gitu tadi kan?” ucap Kenzy pada Bielka heboh sendiri.


     Bielka pun membalikkan badannya ke arah sahabatnya itu dan memasang wajah betenya, namun tiba-tiba raut wajahnya itu berubah sambil berkata heboh.


     “Gu-gue tadi di ciumkan Zii ... iyakan Zii?” ucap Bielka salting brutal.


     “Berarti bener kalian udah-“


     “Bielka!” panggil Virza yang tiba-tiba datang.


     Seketika Bielka pun langsung memalingkan wajahnya karena malu tak sanggup melihat ke arah Virza yang semakin dekat menghampirinya tersebut. Tapi, Kenzy malah sengaja meninggalkan mereka berdua dalam keadaan yang masih canggung itu dengan penuh kepedulian dan pergi sambil tersenyum bahagia ke arah sahabatnya itu.


“Sekarang aku faham posisiku, jadi ... aku hanya bisa mendoakan agar hubungan kalian yang baru resmi ini tetap lancar luncur sampai hari h-ya,” ucap Kenzy sambil berjalan mundur berkata pada Bielka.


     “Apaan sih kamu Zii?” saut Bielka.


     “Aamiin ...,” sambung si Virza mengaminkan perkataan si Kenzy dengan penuh senyuman.


     “Kalau begitu aku mau pamit dulu, selamat menikmati ha-“

__ADS_1


Buuughkk!!!


     Suara tabrakan yang cukup keras karena Kenzy yang sedang berjalan mundur tadi ternyata tak sengaja menabrak si Faris yang langsung kesakitan karena tak sengaja diinjak oleh Kenzy.


     “Nih yang nginjek manusia apa gajah sih, sakit banget sumpah,” ucap si Faris dengan kesal dan menyindir si Kenzy.


     “Ma-maaf Ris, gue enggak tahu kalau ada semut lagi lewat, jadi ... sorry aja,” ucap Kenzy menjawab si Faris.


     “Apa? semut kamu bilang?” saut Faris tak percaya.


     Melihat si Kenzy dan si Faris yang sedang adu mulut itu, tiba-tiba Bielka terpikirkan cara untuk membalas sahabatnya itu karena ia sengaja ingin meninggalkannya dengan si Virza, Bielka pun berkata.


     “Cieee ... kalau diliat-liat kalian berdua juga serasi enggak sih, iyakan Zaa ... mana sama-sama suka berantem, duuhh ... kalian tuh cocok benget sih, iyakan Vir-“


     “Enggak!!” saut Kenzy dan Faris bersamaan.


     “Bener banget yang dibilang sayangku, sebenarnya kalian tuh cocok, tapi kalian kayaknya masih gengsi satu sama lain, iyakan sayang.” ucap si Virza sambil mengambil tangan Bielka lalu menggenggamnya dihadapan Kenzy dan Faris.


     Bielka kembali dibuat terpaku malu karena perbuatan Virza, sedangkan Kenzy dan si Faris malah mual melihat kelakuan kedua pasangan baru jadi itu.


     “Eh eh!! Apaan maksud lo narik-narik gue?!” ucap Kenzy pada si Faris dengan kesal.


     “Elo sih ngapain berdiri didekat gue, kan gue jadi ngira lo temen gue,” saut si Faris sambil melepaskan tangannya yang menggenggam tangan si Kenzy.


     “Temen? Sejak kapan gue mau jadi temen lo hah!” ucap Kenzy pada si Faris.


     “Cieeeeee ....” ucap Virza dan Bielka bersamaan menggoda Kenzy dan Faris.


     “Cuiiih ...,” Kenzy melontarkan ludahnya ke arah dua orang bucin yang sedang menggodanya.


     Seminggu kemudian. Tak terasa mereka sudah mau memasuki masa libur lagi dan sementara anak kelas tiga sudah mulai fokus untuk ujian akhir sekolah dan masuk universitas pilihan mereka masing-masing.


     Virza datang menghampiri si Kenzy dan bertanya mengenai orang terkasihnya yaitu si Bielka, namun si Virza terkejut dengan ekspresi si Kenzy sahabat dari pacarnya itu yang tak nampak senang bahkan ia terlihat murung dan tidak bersemangat seperti biasanya.

__ADS_1


     “Kenzy kamu kenapa? Bielka mana?” tanya Virza pada Kenzy dengan nada bingung melihat situasi si Kenzy.


     Kenzy tampak menahan air matanya namun hal itu malah terlihat jelas didepan Virza yang melihat si Kenzy semakin sedih ketika ia menanyakan tentang Bielka padanya, Virza pun mengulang pertanyaannya lagi pada Kenzy dengan raut wajah yang mulai cemas dan penasaran.


     “Ada apa Zii? Kamu kenapa? Apa ada yang menngganggumu?” ucap Virza pada Kenzy.


     “Bielka ... dia udah enggak ada Zaa!” ucap Kenzy dengan nada berat dan akhirnya air matanya yang tak terbendung pun buyar.


     Virza sangat syok ketika mendengar pernyataan si Kenzy itu, ia terdiam, membisu, membeku, dan seolah waktu juga ikut berhenti saat mendengar apa yang telah dikatakan oleh Kenzy padanya barusan. Virza pun langsung memegang kedua pundak Kenzy dan langsung bertanya agresif.


     “Apa maksud kamu Zii?! Aku enggak ngerti sama sekali apa yang kamu bilang barusan, sebenarnya apa maksudmu Kenzy!!” ucap Virza semakin meninggikan intonasi suaranya yang terkesat padat dan berat.


     Kenzy pun menjawab Virza sambil menghapus air mata di pipinya yang semakin deras mengalir, ia tak kuat untuk mengatakannya pada Virza yang sedang sayang-sayangnya pada sahabatnya itu, namun ia sadar kalau Virza harus tahu kebenarannya.


     “Bi-bielka ... Bielka udah enggak ada Zaa, hiiks ... hiiks ... dia udah engga ada Zaa.. sahabatku udah enggak ada Zaa,” ucap Kenzy berusaha bicara dalam tangisnya yang tersedu-sedu pada Virza.


     “Enggak ada gimana?!” ucap Virza yang sangat cemas dan takut dengan apa yang sedang ia pikirkan.


     “Bielka udah enggak ada lagi, dia kecelakaan malam tadi dan aku baru dapat kabar barusan sebelum kamu datang, gimana dong Zaa ... hiiiks ... hiiks ...,” ujar Kenzy pada Virza dan semakin menjadi-jadi tangisnya.


     “Apa? ... enggak ... enggak mungkin ....” ucap Virza yang langsung tertunduk lemas tak kuat menopang tubuhnya sendiri, ia tak bisa berkata-kata sama sekali dan bahkan ia tak sadar bahwa air matanya sudah membasahi bajunya.


*Malam hari sebelum Bielka kecelakaan.


     Bielka yang tengah asyik melihat layar handphonenya sedang berjalan menuju toko aksesoris yang tak jauh dari rumahnya, ia asyik sedang chat dengan Virza yang terus membombardir dirinya dengan gombalan-gombalan tingkat dewa, dan saking asyiknya mereka berbalas chat, Bielka tak menyadari bahwa ada mobil polisi yang sedang melaju kencang ke arahnya.


     Di dalam mobil tersebut terlihat ayahnya Virza dan beberapa rekan polisi lainnya yang tengah bercanda sembari membahas kasus yang sedang mereka tangani, dan tiba-tiba salah satu rekan ayahnya Virza berteriak pada temannya yang sedang menyertir itu dengan keras karena melihat ada seorang anak perempuan didepan.


     “Awas-awas!!”


     “Peeeeeeeeeeppppph!!!” suara klakson mobil yang tak terdengar oleh Bielka yang sedang asyik chat dengan Virza sambil memakai earphone di telinganya.


     “Geeduukh Baaakhsss!!!”

__ADS_1


     Bielka terpelanting hingga ke tepi trotoar jalan dan mendarat dengan bagian kepala belakangnya yang mengenai-


__ADS_2