Jeruk Nipis & Batu Es

Jeruk Nipis & Batu Es
Chapter 8


__ADS_3

Virza,” ujar ayahnya Virza berterimakasih pada Bielka dan Kenzy.


    “Ah bukan apa-apa Pak,” jawab Bielka dan Kenzy.


    “Tapi ... saya ingin minta tolong pada kalian berdua,” ucap ayahnya Virza pada Bielka dan Kenzy.


    “Minta tolong apa ya Pak?” tanya Kenzy pada ayahnya Virza.


    Ayahnya Virza pun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan tentang video saat Virza menghajar habis si Windra yang sudah diunggah oleh seseorang di youtube.


    Sontak Bielka dan Kenzy pun terkejut ketika melihat video itu dengan mata kepala mereka sendiri, mereka pun dengan senang hati menerima permintaan daro ayahnya Virza dan berkata pada beliau.


    “Sebenarnya saya juga korban dalam video ini Pak, dan saya juga tahu orang yang sudah merekamnya Pak,” ucap si Bielka pada ayahnya Virza.


    “Kalau begitu ... saya mohon kerjasamanya,” ucap ayahnya Virza pada Bielka dan Kenzy.


    “Baik Pak,” jawab Bielka singkat.


    Keesokan harinya, tepatnya dirumah Virza.


    Tampak Virza yang masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya, dan tak lama kemudian pintu kamarnya itu terbuka dan ternyata itu adalah Bi Yuni yang datang dengan semangkuk bubur ayam dan segelas air putih. Dengan perlahan Bi Yuni membangunkan si Virza yang sedang tertidur.


    “Den Virza? Bangun Den?” ucap Bi Yuni mencoba membangunkan si Virza.


    Perlahan matanya mulai terbuka walaupun sangat berat rasanya untuk membuka matanya, Virza mulai bangun walaupun kondisinya belum vit sepenuhnya.


    “Bii Yuni ....” panggil si Virza lesu.


    “Iya Den? Saya disini,” ucap Bi Yuni menjawab si Virza yang masih lesu dan baru siuman itu.

__ADS_1


    Bi Yuni pun mencoba memeriksa suhu tubuh si Virza, dan dari raut wajah Bi Yuni kita pasti sudah tahu bahwa keadaan si Virza saat ini sudah mulai membaik dari pada yang sebelumnya.


    “Bi-Bielka ... kemana?” ucap Virza yang memaksa bicara.


    “Bielka? Maksudnya teman perempuan yang satu sekolah sama Den itu ya?” ucap Bi Yuni pada Virza.


    “Iya Bii,” saut Virza singkat.


    “Kalau mereka mah kata ibu tadi sudah pulang sejak Den dibawa ke pukesmas tempat ibu kerja, kebetulan sekali mereka membawa Den ke pukesmas tempat ibu kerja, untung aja ada mereka, kalau enggak ada mereka mungkin Den udah pingsan di pinggir jalan seorang diri,” ujar Bi Yuni menjelaskannya ke Virza.


    Tiba-tiba si Virza tersenyum kecil dan meminta Bi Yuni untuk memberikan remot tv karena ia ingin menonton tv, namun Bi Yuni seperti mencegahnya untuk menghidupkan tv, entah apa alasannya namun Virza bersikeras ingin melihat tv, dan pada akhirnya ia pun menghidupkan tvnya.


    Dan saat ia menghidupkan tvnya, ia langsung melihat sebuah berita tentang videonya yang viral di media sosial dengan redaksi ‘Seorang anak dari Kapolda melakukan pembullyan disekolahnya!’. Virza pun sangat terkejut dan terlihat panik, lalu didalam tv tersebut terlihat ayahnya yang sedang melakukan wawancra dengan beberapa wartawan mengenai video bully tersebut.


    “Apa pendapat bapak tentang video tersebut yang melibatkan anak bapak?” tanya salah satu reporter pada ayahnya Virza.


    “Terimakasih untuk semua rekan wartawan dan reporter yang telah bertanya, saya sudah minta pihak yang bersangkutan untuk turun langsung menyelidiki tentang kebenaran video tersebut, dan saya faham betul tentang anak saya itu yang tidak pernah berkelahi jika bukan dia yang salah, jadi saya tegaskan kepada pihak yang sedang menyelidiki tentang hal ini agar bisa secepatnya diselesaikan secara kekeluargaan dan kepala dingin,” ujar ayahnya Virza kepada para wartawan.


    Namun, Bi Yuni mencoba menenangkan si Virza dengan mengatakan padanya bahwa ayahnya sudah tahu siapa pelakunya dan semua bukti sudah ada di tangan ayahnya, serta ada juga seorang saksi yang ada dipihak ayahnya Virza. Virza yang khawatir dengan masalah ini akan semakin membesar langsung mencari ponselnya namun tak ia temukan di semua sudut kamarnya, ia pun bertanya pada Bi Yuni.


    “Bii, apa Bibi lihat ponselku?” tanya si Virza pada Bi Yuni.


    “Ponsel Den ada sama si bapak, katanya barang bukti itu ada didalam ponselnya Den,” jelas Bi Yuni pada Virza.


    Virza tampak lebih cemas dan lebih takut lagi ketika mendengar bahwa barang bukti atau rekaman yang ia rekam itu sudah ada di tangan ayahnya, ia faham betul dengan sifat ayahnya yang tak bisa memaafkan siapapun yang telah mengganggu atau mengancam keluarganya, walaupun ia dan ayahnya tidak dekat sama sekali tapi Virza tahu bahwa ayahnya itu menyayangi keluarganya dengan caranya sendiri.


    Melihat Virza yang semakin cemas, Bii Yuni juga ikut cemas dan memberanikan dirinya untuk bertanya pada si Virza apa yang sedang ia cemaskan sampai-sampai wajahnya kembali pucat.


    “Den? Ada apa? kok muka Den cemas begitu?” tanya Bi Yuni pada Virza.

__ADS_1


    “Bibi kan tahu sifat ayah itu gimana, jika memang ayah sudah tahu siapa pelakunya maka si pelaku itu pasti akan dihabisi oleh ayah, tak peduli dia itu adiknya bahkan anak dari temannya,” ujar si Virza.


    “Gawat kalau begitu Den,” saut Bi Yuni yang ikut cemas.


    Disisi lain, tepatnya di Sma Dandelion. Terlihat semua siswa dan siswi sedang heboh dan ramai membicarakan tentang video Virza yang sedang menghabisi si Windra, lain halnya dengan si Faris dan geng futsalnya yang sekarang sedang berada didalam gedung olahraga dan duduk santai di tribun penonton sambil menikmati hasil ulah mereka dengan tawa lepas mereka yang sangat bahagia tampaknya.


    Tiba-tiba Bielka datang bersama tim basket putri dan langsung menghampiri si Faris and teh gangnya yang sedang tertawa terbahak-bahak sambil menonton video yang telah mereka unggah itu.


    “Faris! Lo tuh udah kelewatan banget ya!” ucap si Bielka langsung berintonasi tinggi.


    Faris dan teman-temannya yang tadinya sedang tertawa terbahak-bahak lansung diam dan terfokus pada Bielka yang berdiri tepat didepan mereka.


    “Kelewatan? Ooh ... gue kelewat ganteng maksudnya? Biasa aja kalii ... ya guys hahaha,” jawab Faris sambil bercanda dengan teman-temannya.


    “Buuugh!!”


    Suara bola basket yang tepat mendarat di wajahnya Faris, Faris pun mulai terpancing emosinya dan menanggapi serius si Bielka yang sedari tadi sudah geram dengan tingkah laku si Faris yang egois dan kekana-kanakan itu.


    “Apaan sih Kaa?! Maksud lo apa ngelempar bola basket ke muka gue hah!” ucap si Faris yang mulai emosi pada Bielka setelah Bielka melemparinya dengan bola basket.


    “Hapus video itu sekarang juga!” tegas si Bielka pada si Faris.


    “Video apaan? Gue enggak tahu apa maksud lo?” ucap si Faris pada Bielka.


    “Udahlah Fariiss ... kita semua udah tahu kalau lo yang ngerekam dan nyebarin tuh video di internetkan? Lebih baik lo ngaku sekarang dan minta maaf sama Virza,” ucap si Kenzy pada Faris.


    “Lo tuh udah enggak waras ya? Lo enggak liat gara-gara video itu, Virza dan keluarganya jadi kena masalah tahu enggak, padahal dia kan enggak pernah ada masalah sama lo, dia juga-“


    “Lo suka sama dia?” ucap si Faris memotong perkataan si Bielka tiba-tiba.

__ADS_1


    Bielka terdiam saat Faris menanyakan hal itu padanya untuk yang kedua kalinya, ia tak bisa menjawabnya langsung karena ia masih belum tahu jelan tentang bagaimana perasaannya terhadap si Virza.


    “Udah, bilang aja lo suka sama tuh culun ya kan?” cetus Windra yang ikut menekan si Bielka.


__ADS_2