Jeruk Nipis & Batu Es

Jeruk Nipis & Batu Es
Chapter 11


__ADS_3

“Hah?!” cetus si Kenzy sahabatnya terkejut ketika mendengar Bielka yang tiba-tiba bicara begitu.


    Semua siswa dan siswi yang ada dikelasnya pun ikut terkejut dan terperangah mendengarkan perkataan si Bielka, Bielka lalu sadar akan perkataannya yang sangat memalukan itu, ia pun langsung salah tingkah dan malu.


    “Ah, maksudku i-itu ... aku izin ke uks!” ucap Bielka lalu pergi begitu saja seperti kilat.


    “Eh? Bielka! Kelas udah mau dimulai!” panggil si Kenzy melihat Bielka yang berlari seperti macan tutul karena rasa malu akibat perkataanya itu.


    Virza tiba-tiba terkekeh sendiri melihat kelakuan si Bielka itu, ia sudah menduga hal ini akan terjadi dan juga ia sebenarnya juga sudah mulai membuka hatinya untuk Bielka yang begitu jelas sangat menyukainya. Virza pun memutuskan untuk mengejar si Bielka namun saat ia baru ingin melangkah keluar pintu kelasnya, tiba-tiba ia berhadapan dengan pak Wewen wali kelasnya.


    “Kamu? Kenapa berdiri didepan pintu? Kelas akan dimulai mau kemana kamu?” tanya pak Wewen pada Virza.


    Virza yang cukup terkejut dengan kehadiran pak Wewen itu tak bisa memberi beliau alasan, jadi ia hanya diam tak bicara apapun. Pada akhirnya, kelas pun dimulai tanpa kehadiran si Bielka yang sudah melarikan dirinya entah kemana dengan dalih ke ruang uks.


    Jam pelajaran pertama pun berlalu dan sekarang adalah jam istirahat, Virza pun langsung pergi meninggalkan kelasnya dan pergi ke arah ruang uks. Setibanya ia didepan ruang uks, ia melihat ada sebuah kertas yang tertempel didepan pintu ruang uks bertuliskan ‘ruang ini sedang direnovasi!’.


    Dengan keadaan semua siswi yang sedang menatapnya berdiri didepan pintu ruang uks, Virza tak mempedulikan mereka semua, ia hanya fokus untuk mencari seseorang yang sangat perhatian padanya. Ia pun hendak pergi untuk mencari si Bielka dan baru saja mau berbalik untuk melangkah.


    “Buughk!!”


    Virza tak sengaja menabrak seseorang dan membuat semua makan ringan orang itu jatuh berserakan, Virza pun langsung minta maaf dan membantu untuk mengambil semua makanan ringan orang yang tak sengaja ia tabrak itu karena tak sengaja beradu bahu. Tiba-tiba semua orang histeris dan menggila melihat Virza dan orang yang ia tabrak.


    “Kamu tidak apa-apa?” ucap Virza sambil memberikan makanan ringan yang ia bantu ambil jatuh tadi.


    Dan ternyata saat Virza melihat wajah orang yang tak sengaja ia tabrak itu ternyata adalah seorang cewek, seorang siswi cantik dan feminim dengan rambut poninya yang imut, gadis itu ternyata adalah orang paling populer di Sma Dandelion, bisa dibilang tingkat kepopulerannya adalah di posisi pertama dan Bielka ada di posisi kedua, dan ia terkenal dengan julukannya yaitu malaikat berotak emas, si ketua osis Sma Dandelion yaitu Inara Selvia Mandasari.


    “A-aku tidak apa-apa?” jawabnya sambil menatap Virza penuh arti bak hanyut di air tenang dengan pemandangan yang sangat indah.


    “Apa kau tahu gadis bernama Bielka?” ucap Virza bertanya pada Inara.

__ADS_1


    “Hah? Bielka? Bieel ...?” saut Inara berusaha mengingat dalam kondisi masih terpana dengan ketampanan si Virza yang sangat menawan itu.


    “Kalau tidak tahu aku pergi dulu kalau begitu,” ucap Virza cuek lalu hendak meninggalkan Inara.


    Namun tiba-tiba Inara tersadar dari rasa terpananya, ia pun menjawab pertanyaan si Virza dan terlihat sengaja menahan Virza untuk tetap bersama denganya sementara waktu, Virza yang hendak pergi tadinya pun kembalik membalikkan badanya dan mendengarkan Inara.


    “Bielka! Iya Bielka kan maksudmu, ngomong-ngomong kenapa kamu mencari gadis tomboy itu?” ucap Inara pada Virza yang terlihat biasa-biasa saja dengannya.


    “Kau tahu dimana dia?” tanya Virza seperti tergesa dan ingin cepat pergi dari Inara.


    “I-itu ... bagaimana kalau aku membantumu untuk mencarinya?” ucap Inara pada Virza menawarkan sambil menyuguhkan senyumnya.


    “Tidak usah! Aku bisa sendiri,” ucap Virza singkat dan mengeluarkan aura dinginya.


    Inara cukup terkejut dengan perkataan si Virza yang langsung to the point menolaknya tanpa basa-basi, Inara yang tadinya sudah sangat percaya diri dengan kecantikannya dan nama besarnya sebagai ketua osis itu sekarang malah dibuat ilfeel oleh si Virza.


    “Baru kali ini aku ditolak mentah-mentah seperti itu, sebenarnya siapa sih cowok itu?” gumam Inara dalam hatinya dengan raut wajah yang kesal dan malu.


    Ditempat lain, tampak si Bielka yang sedang bermain basket sendirian didalam gedung olahraga sambil mengoceh dan bergumam sendiri, ia mengoceh dan bergumam tentang perkataannya yang sudah membuatnya malu sendiri karena terpana dengan sosok si Virza yang tiba-tiba berubah.


    “Dasar mulut sial*n! Kenapa aku malah mengatakan itu di depannya, aku gila! kau gila Bielka! Gila! gila! gilaaaaa!” gumam Bielka sambil melempar bola ke ring basket.


    Namun bola itu meleset dan hanya mengenai bibir ring yang bundar itu, bola baske itu pun memantul-mantul ke arah pintu masuk ruang olahraga, dan mengenai kaki seseorang yang membuat Bielka sangat terkejut.


    “Virza?!!” ucap Bielka terkejut.


    Virza pun mengambil bola basket itu dan berjalan menghampiri si Bielka, sementara si Bielka tampak masih malu dengan si Virza dan tak berani menatapnya langsung, dan sekarang mereka berdua sudah saling berhadapan dengan jarak hanya sebuah bola basket.


    “Ke-kenapa kau ada disini? Sejak kapan kamu ada disini?” tanya si Bielka tanpa menoleh ke arah Virza karena gugup dan malu mengingat kejadian sebelumnya di kelas.

__ADS_1


    “Kenapa kau begitu? Apa aku terlalu tampan hingga dapat membuat matamu buta?” ucap Virza sengaja menggoda Bielka.


    “Ja-jangan bicara sembarangan, aku hanya terkejut dengan penampilanmu yang tiba-tiba sangat jauh berbeda dengan yang sebelumnya,” ujar si Bielka menjawab si Virza tanpa menoleh padanya.


    “Wajar saja kau terkejut, tapi ... kenapa kau tak mau melihatku? Ada apa denganmu? Apa karena kamu bilang padaku kalau kamu mau meni-“


    “Aaaaakh!! Jangan bicarakan itu!” teriak Bielka tiba-tiba memotong perkataan si Virza.


    Virza pun tersenyum lagi melihat tingkah laku si Bielka yang sedang malu itu, Virza semakin ingin untuk menjahilinya dan kembali mengungkit-ngungkit tentang perkataan si Bielka yang ia ucapkan di kelas pagi tadi.


    “Tapi apa kau serius mau mengajakku menik-“


    “Aaaaakh!! Aku tak mau mendengar itu lagi! Kenapa kau selalu mengulanginya, lupakan itu! Aku mohon lupakan itu dan sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal itu,” sergah Bielka kembali memotong perkataan si Virza.


    “Bagaimana kalau kita bertanding?” ucap si Virza tiba-tiba pada Bielka.


    “Hah? Apa maksudmu?” ucap Bielka dan tak sadar menoleh pada Virza.


    “Jika kamu yang lebih dulu memasukkan bola basket ini padaku, maka aku akan melupakan perkataanmu yang mengajakku meni-“


    “Oke!” ucap Bielka dengan sigat memotong kembali perkataan si Virza.


    “Tapi jika aku yang lebih dulu memasukkan bola ini padamu, maka sesuai perkataanmu ... aku akan menerima ajakan meni-“


    “Jangan aneh-aneh! ... tapi apa kau bisa bermain basket? Aku akui posturmu memang lebih dari cukup untuk postur seorang pemain basket pria, tapi apa kau tahu aku sudah berulang kali menjadi juara baik ditingkat naisonal ataupun selevel itu,” ucap Bielka kembali memotong perkataan Virza.


    Virza hanya tersenyum mendengar perkataan si Bielka, bukanya ia meremehkan Bielka tapi Virza terlihat sangat menikmati saat mengusili si Bielka, ia pun berkata pada Bielka.


    “Kalau begitu begini saja, jika aku menang maka kamu harus menjadi pacarku,” ucap Virza pada Bielka.

__ADS_1


__ADS_2