
" Nisa, Annisa, " gumam pria itu tak percaya sambil terus menatap ke arah Vira.
Vira menghela nafas nya lalu berucap " Perkenal kan, saya Elvira Khairunnisa bukan Annisa, " ucap Vira tegas.
Suasana seketika menjadi tegang karena Vira menunjukkan rasa tidak suka nya saat diri nya terus di anggap sebagai Annisa. Dan, laki laki itu juga mulai menguasai kembali diri nya lalu memalingkan wajah nya dan menutup kedua mata nya dengan erat menghalau semua kenangan bersama istri nya yang tiba tiba saja berputar di dalam fikiran nya.
" Ayo, kita semua duduk dulu, nanti ibu ceritakan kenapa nak Vira ada di rumah kita, " ucap bu Citra mengajak semua orang kembali duduk untuk menghilangkan suasana tegang.
Semua nya mengangguk lalu duduk di sofa. Harsya meronta meminta untuk turun dari pangkuan abi nya lalu berlari dan meminta untuk duduk di pangkuan Vira. Vira dengan senang hati membawa Harsya ke dalam pangkuan nya lalu memberikan ciuman di puncak kepala Harsya dan semua itu tidak luput dari perhatian pria tadi.
" Nak Vira, perkenal kan ini putra ibu, abi nya Harsya, Gaishan Raffasya Hafis. Dan, Gaishan, ini nak Vira. Kemarin, saat nak Vira sholat di mesjid, tidak sengaja Harsya melihat nak Vira yang wajah nya sangat mirip dengan Nissa lalu menganggap kalau nak Vira ini ummi nya. Ibu sama ayah sudah berusaha untuk membuat Harsya mengerti namun Harsya tetap bersikeras kalau nak Vira adalah ummi nya. Kemarin juga Hasya meminta nak Vira untuk tidur di sini menemani nya namun di tolak oleh nak Vira karena tidak ingin ada nya gunjingan tetangga. Jadi, sebagai ganti nya setiap hari Harsya minta untuk di antar ke sekolah oleh nak Vira dan sore hari sampai malam menjelang Harsya tidur, Harsya minta ummi nya untuk datang ke rumah kita, " terang bu Citra.
" Perkenalkan, saya Gaishan abi nya Harsya. Maaf, tadi saya terkejut saat melihat anda pertama kali dan tidak sengaja memanggil anda dengan nama Nissa karena wajah anda sangat mirip dengan almarhumah istri saya. Dan, saya juga minta maaf karena permintaan putra saya yang pasti telah merepotkan anda, " ucap Gaishan memperkenalkan diri nya sambil memandang wajah Vira yang memang benar benar sangat mirip dengan wajah istri nya.
" Tidak apa apa, perkenalkan saya Vira, " balas Vira singkat dengan nada datar lalu kembali mengalihkan pandangan nya kepada Harsya.
Gaishan memandang Vira dan putra nya yang terlihat sangat nyaman duduk di pangkuan Vira. Ia menghela nafas nya dengan berat lalu mengalihkan kembali pandangan nya ke arah lain. Ia tidak ingin memandang Vira terlalu lama karena tidak ingin membuat Vira merasa tidak nyaman di perhatikan seperti itu dan yang terpenting Ia tidak ingin sampai menjadi zina mata untuk diri nya.
" Bu, yah, Gaishan permisi dulu untuk bersih bersih lalu sholat ashar karena tadi tidak sempat sholat saat di perjalanan pulang, " pamit Gaishan lalu bangkit dan berjalan menuju kamar nya setelah mendapat balasan dari kedua orang tua nya.
Gaishan melirik sekilas pada Vira yang sedang mendengarkan celotahan putra nya dan terlihat tidak perduli akan kehadiran nya di situ lalu kembali menatap lurus ke depan dan melanjutkan langkah nya.
" Ummi, Harsya mau makan ayam goreng buatan ummi, " ucap Harsya tiba tiba.
" Eh, ayam goreng?, " beo Vira dan di jawab anggukan kepala oleh Harsya.
Bu Citra menegur Harsya karena meminta banyak hal kepada Vira. Ia merasa sungkan karena sudah sangat merepotkan Vira.
Vira mengalihkan pandangan nya dari Harsya ke arah bu Citra " Tidak apa apa bu, saya tidak merasa di repotkan dengan permintaan Harsya. Oh iya, ibu masih ada stock ayam?, " tanya Vira.
__ADS_1
" Ibu masih ada stock ayam di kulkas, nak. Tapi, biar ibu saja yang masak sekalian masak untuk makan malam kita semua, " jawab bu Citra.
" Harsya mau nya ummi yang masak, nek, " keukeh Harsya.
" Biar sekalian saya saja yang memasak bu, " usul Vira.
" Jangan nak biar ibu saja, ibu gak mau merepotkan nak Vira, " tolak bu Citra halus.
" Saya kan sudah bilang bu kalau saya tidak merasa di repotkan. Saya malah senang bisa memasak makanan untuk Harsya, " balas Vira tersenyum lembut.
Karena Vira terus memaksa, akhir nya bu Citra mengiyakan dan mengantarkan Vira pergi menuju ke dapur. Sementara, Harsya bermain dengan kakek nya selama Vira dan bu Citra memasak di dapur.
****
Gaishan masuk ke dalam kamar lalu bergegas membersihkan diri dan melaksanakan sholat ashar. Selesai sholat dan berdoa, Gaishan kembali memikirkan Vira yang entah kenapa wajah nya bisa mirip sekali dengan almarhumah istri nya. Apa mereka kembar? Jawaban nya tentu saja tidak karena almarhumah istri nya adalah seorang putri tunggal.
" Ya Allah, takdir seperti apa yang Engkau ingin hamba jalani. Hamba serahkan semua nya kepada-Mu dan Insyaallah akan hamba jalani dengan Ikhlas, " ucap Gaishan lalu menarik nafas nya dalam dalam dan mengeluarkan nya perlahan.
" Ibu sama emm wanita itu di mana , yah?, " tanya Gaishan saat tidak melihat ibu nya dan Vira di ruang keluarga.
Pak Ibrahim mengalihkan pandangan dari Harsya lalu menatap Gaishan yang berdiri di depan nya dan juga Harsya dengan kening berkerut.
" Wanita itu punya nama dan nama nya Vira. Dia sedang memasak makanan di dapur dengan ibu mu untuk kita semua karena permintaan putra mu ini. Bicara lah yang lebih sopan, karena dia sudah rela meluangkan waktu nya demi putra mu, " kesal pak Ibrahim.
" Maaf yah, bukan maksud Gaishan untuk tidak sopan. Gaishan hanya lupa siapa tadi nama nya. Gaishan tidak enak hati untuk memanggil nya dengan nama Nissa, " terang Gaishan.
Pak Ibrahim mengangguk lalu kembali bermain dengan Harsya. Sementara Gaishan, Ia berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum karena merasa sangat haus.
Gaishan berhenti di pintu dapur saat melihat ibu nya dan Vira memasak, lebih tepat nya hanya Vira yang memasak dan ibu nya hanya menemani Vira. Ia melihat Vira begitu cekatan dalam memasak, seperti sudah terbiasa dengan alat alat dapur.
__ADS_1
Senyum tipis tercetak di bibir Gaishan saat melihat wajah bahagia ibu nya dan juga terlihat begitu nyaman bercerita dan sesekali tertawa bersama Vira. Ahh, sudah lama sekali Ia tidak melihat wajah bahagia ibu nya itu. Terakhir kali, Ia melihat itu saat lima tahun yang lalu di saat Harsya lahir ke dunia. Namun, wajah bahagia itu langsung tergantikan dengan kesedihan saat mendapat kabar kematian menantu satu satu nya akibat pendarahan hebat.
" Gaishan, kenapa berdiri saja di depan pintu? Sini masuk, kamu mau apa?, " tanya bu Citra saat tidak sengaja melihat Gaishan berdiri di pintu.
Gaishan tersadar dari lamunan nya lalu melangkah kan kaki nya masuk ke dalam dapur " Gaishan haus bu, ke sini mau ambil air minum. Cuma tadi saat ingin masuk ke dapur, Gaishan melihat ibu sama emm dek Vira sedang asyik mengobrol. Gaishan tidak enak untuk mengganggu, " jawab Gaishan lalu mengambil gelas kosong yang ada di dalam lemari dan mengisi nya dengan air putih dari dispenser.
Jantung Vira berdetak sangat cepat saat mendengar Gaishan memanggil nya dengan panggilan 'Dek'. Ia memegang dada nya dengan tangan kanan nya sementara tangan kiri nya Ia genggam dengan erat.
" Kenapa jantung gue berdetak sangat cepat seperti ini hanya karena dia memanggil gue dengan panggilan 'Dek'?, " gumam Vita dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.