Jodoh Bu Dokter Cantik

Jodoh Bu Dokter Cantik
Dasar Sultan!


__ADS_3

Seorang gadis cantik dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya terlihat sedang menggeret dua koper berukuran besar milik nya keluar dari pintu kedatangan bandara. Langkah kaki nya terhenti setelah diri nya berada sedikit menjauh dari pintu kedatangan. Ia membuka kaca mata hitam nya dan mata indah nya segera menyusuri sekitar, mencari seseorang yang di tugaskan untuk menjemput diri nya.


Gadis itu terkekeh saat mata indah nya menangkap sesuatu yang lucu. Memang sahabat nya itu selalu bisa membuat orang lain greget dengan tingkah nya. Bagaimana tidak, di sana dengan jarak yang tidak terlalu jauh, seorang pria paruh baya berdiri menghadap pintu kedatangan dengan spanduk besar di tangan nya bertulis kan 'Selamat datang di Medan, bu dokter cantik, Dokter Elvira Khairunissa, SP.A'.


Tak ingin membuat seseorang yang menjemput nya menunggu lebih lama lagi, Ia melangkah kan kaki nya mendekat dan menyapa sosok pria paruh baya di depan nya.


" Pak Jaka?, " tanya gadis itu.


" Iya, saya Jaka. Ini bu dokter cantik Elvira Khairunissa, ya?, " jawab pak Jaka lantas memastikan jika gadis cantik di depan nya adalah seseorang yang Ia tunggu.


Gadis itu yang tak lain adalah Vira terkekeh karena pak Jaka memanggil nya sesuai dengan yang tertulis di spanduk " Benar pak. Sudah menunggu lama ya pak? Maaf, saya sudah merepotkan bapak, " ucap Vira ramah.


" Tidak apa apa, bu dokter. Saya malah takut, kalau bu dokter yang menunggu lama di sini. Oh iya bu dokter, sini saya bawa koper koper nya, " balas pak Jaka lalu meminta koper Vira agar Ia bawa.


" Tidak perlu pak, saya bisa bawa sendiri. Lebih baik sekarang, bapak tunjukkan di mana mobil yang akan membawa kita pergi dari sini, " tolak Vira halus.


" Tapi, bu dokter kan lelah. Jadi, biar saya saja yang membawa koper nya, " paksa pak Jaka.


" Baiklah pak, ini, " Vira memberikan koper nya karena pak Jaka terus memaksa nya.


" Dan satu lagi, jangan panggil saya bu dokter terus. Panggil saja dengan nama saya, Vira, " lanjut nya.


" Tidak boleh gitu, buk dokter. Tidak sopan kalau saya hanya memanggil nama bu dokter saja, " tolak pak Jaka halus.


" Ya sudah, senyaman nya bapak saja manggil saya apa, " pasrah Vira pada akhirnya.


" Baik, bu dokter. Ayo kita ke mobil dan pulang, biar bu dokter bisa cepat istirahat, " ajak pak Jaka.


" Ayo pak, " balas Vira lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil.


Selama perjalanan menuju ke rumah, Vira mengajak pak Jaka mengobrol. Mereka membicarakan banyak hal termasuk istri dan putri pak Jaka yang saat ini ikut tinggal di rumah yang akan di tempati Vira nanti nya.


Menurut Vira, pak Jaka ini sangat ramah dan sopan, membuat mereka bisa cepat akrab meskipun baru bertemu beberapa saat yang lalu. Setidak nya, hal ini bisa membuat Vira merasa lega karena sekarang dia tidak merasa sendiri di Medan. Ada pak Jaka dan keluarga nya yang akan menemani nya di setiap hari nya.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mobil yang membawa Vira memasuki gerbang kompleks perumahan. Vira melihat ke arah luar jendela, terlihat sekali jika kompleks perumahan ini termasuk salah satu kompleks perumahan mewah di Medan.


" Gak salah masuk kompleks perumahan pak?, " tanya Vira memastikan.

__ADS_1


" Tidak bu dokter, " jawab pak Jaka sopan.


" Haisshhh dasar nyonya sultan, kenapa beli rumah di perumahan mewah begini sih, " Pak Jaka tersenyum melihat majikan baru nya menggerutu.


Betul sekali apa yang di bilang nyonya Vita jika orang yang akan dia dan keluarga nya jaga adalah orang yang sederhana. Baru memasuki kawasan kompleks perumahan saja sudah menggerutu begitu, apa lagi nanti kalau sudah sampai di depan rumah yang mereka tuju, entah apa lagi reaksi nya.


" Sudah sampai bu dokter, " ucap pak Jaka saat mobil mereka berhenti tepat di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi.


Pak Jaka membunyikan klakson mobil agar istri nya segera membuka kan pintu. Tadi saat baru memasuki gerbang perumahan, pak Jaka memberi kabar agar istri nya stand by di dalam pos rumah.


Mata Vira membulat sempurna saat mobil mulai memasuki gerbang rumah. Ia melihat rumah yang akan menjadi tempat tinggal nya selama di Medan begitu besar dan mewah.


" Ayo kita turun bu dokter, " ajak pak Jaka lalu turun dari mobil terlebih dahulu. Ia akan membawa barang barang bawaan Vira ke dalam rumah.


Vira hanya mengangguk kan kepala nya lalu turun dari mobil. Lagi lagi, Ia berdecak kesal karena sahabat nya itu membeli rumah yang begitu mewah dan memaksa nya untuk tinggal di sana. Rumah sebesar ini, hanya Ia dan keluarga pak Jaka yang menghuni akan terasa sangat sunyi. Boleh kah kalau Ia menyewakan kamar untuk para mahasiswi yang mencari rumah kos? Jawaban nya sudah pasti tidak boleh, karena kamar kamar yang tersedia akan menjadi kamar para warga rempong dan keluarga nya jika mereka berkunjung ke Medan.


Vira tersenyum ramah saat istri pak Jaka bersama putri nya menghampiri diri nya " Selamat datang, bu dokter, " ucap Endang dan Lala berbarengan, istri dan putri dari pak Jaka.


" Terima kasih, " balas Vira ramah.


Lala dengan sigap membantu ayah nya membawa barang barang Vira untuk di bawa ke dalam kamar yang akan di tempati Vira.


Vira mengangguk kan kepala nya lalu mengikuti bu Endang masuk ke dalam rumah. Ia memang butuh istirahat saat ini karena tubuh nya cukup lelah setelah melakukan perjalanan jauh.


Kedua mata Vira menyusuri sekitar rumah saat bu Endang menjelaskan secara singkat ruangan apa saja yang mereka lewati. Mungkin nanti setelah beristirahat, Ia akan berkeliling rumah untuk melihat lebih jelas isi rumah ini.


" Ini kamar nya bu dokter, " ucap bu Endang saat mereka sudah tiba di depan kamar dengan pintu yang terbuka. Di sana, terlihat pak Jaka dan Lala sedang meletakkan barang barang Vira.


Vira memasuki kamar yang akan Ia tempati untuk kedepan nya. Ia tersenyum karena kamar ini di desain sesuai dengan warna kesukaan nya. Sahabat nya itu tau betul apa yang menjadi warna kesukaan nya.


" Silah kan beristirahat, bu dokter. Kami pamit dulu untuk melanjutkan pekerjaan dan menyiapkan makan malam untuk bu dokter, " Vira mengalihkan pandangan nya ke arah pak Jaka saat pak Jaka berpamitan.


" Iya pak, terima kasih pak sudah membawakan barang barang saya, " balas Vira tersenyum ramah.


" Sama sama bu dokter, mari, " pamit pak Jaka lagi lalu Ia beserta istri dan anak nya keluar dari kamar Vira dan tak lupa menutup pintu kamar.


Vira berjalan menuju ranjang berukuran king size, Ia duduk di pinggir ranjang lalu mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas. Ia kembali mengaktifkan ponsel nya untuk menghubungi keluarga nya yang sudah pasti menunggu kabar diri nya.

__ADS_1


Setelah memberi kabar kepada keluarga nya, Ia mencari nama sahabat nya di kontak ponsel nya. Setelah ketemu, segera Ia mendial nomor sahabat nya itu.


" Sudah sampai?, " tanya seseorang di seberang telepon yang tak lain adalah Vita.


" Dasar nyonya sultan, tingkah lo buat orang greget tau gak. Ngapain lo suruh pak Jaka bawa spanduk besar besar bertuliskan nama gue? Buat malu saja tau gak. Dan lagi, ini rumah lo terlalu besar buat gue tempati, " Vita tertawa terbahak bahak mendengar omelan sahabat nya itu. Memang sudah Vita prediksi jika sahabat nya itu akan menghubungi nya dan mengomel ngomel seperti ini.


" Sudah lah Vir, jangan ngomel melulu. Itu sih masih lumayan tau gak, malah mas Randy nyuruh aku beli rumah yang lebih besar lagi dari itu, tapi gue tolak karena pasti lo gak mau tinggal di sana. Menurut mas Randy, rumah itu masih terlalu kecil untuk ukuran seorang Randy Djaya, " Vira berdecak kesal dan memutar bola mata nya malas mendengar ucapan sahabat nya itu.


" Dasar sultan!, " gerutu Vira lalu mematikan ponsel nya. Ia tidak peduli jika sahabat nya itu mengomel ngomel di seberang telepon karena Ia mematikan ponsel di saat mereka belum selesai berbicara.


Ia meletakkan asal ponsel nya lalu menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang. Niat hati hanya ingin memejamkan mata nya sejenak, merilekskan tubuh, lalu setelah itu bersih bersih. Lah, malah kebablasan tidur tanpa membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.


Tidak apa apa lah ya, kalau begitu selamat beristirahat bu dokter dan sekali lagi selamat datang di kota Medan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak untuk dukung Vira di contest writer s4. Terima kasih.


__ADS_2