Jodoh Bu Dokter Cantik

Jodoh Bu Dokter Cantik
Hanya Ingin Melindungi


__ADS_3

Vira dan keluarga Gaishan sedang menikmati makan malam yang di masak oleh Vira. Pujian demi pujian di dapat Vira dari bu Citra, pak Ibrahim dan yang paling heboh adalah Harsya. Dia terus mengatakan jika ayam goreng buatan Vira terasa sangat enak dan mengalahkan ayam goreng buatan nenek nya.


Namun, berbeda dengan Gaishan, pria itu sedari tadi hanya diam dan menikmati makanan nya tanpa perduli dengan kehebohan yang di ciptakan keluarga nya. Tak dipungkiri, masakan Vira memang sangat lezat, bahkan masakan ibu dan Almarhumah istri nya saja kalah. Tetapi, Ia terlalu malu untuk memberikan pujian kepada Vira.


Dan Vira sendiri juga tidak mengharapkan pujian apa pun dari Gaishan. Ia tetap fokus menyuapi Harsya yang makan dengan lahap nya. Lalu, setelah itu Ia menyuapi diri nya sendiri.


Selesai makan malam, Vira membereskan meja makan lalu mencuci piring dan gelas di bantu oleh bik Minah. Setelah itu, Ia kembali ke ruang keluarga di mana keluarga Gaishan berkumpul.


" Ummi, sini duduk di samping Harsya " panggil Harsya dan menyuruh nya Vira untuk duduk di samping nya.


Vira merasa ragu karena Harsya saat ini sedang duduk di samping Gaishan yang fokus menatap layar televisi menampilkan kartun anak anak.


Mendengar anak nya memanggil Vira, Gaishan mengalihkan pandangan nya ke arah Vira yang saat ini sedang berdiri tidak jauh dari sofa.


" Nak Vira, kenapa bengong? Ayo duduk sini, " ajak bu Citra.


" Ehh, iya bu " jawab Vira gugup.


Vira melangkahkan kaki nya dan duduk di sofa di samping Harsya. Terpaksa, Ia duduk di sana karena saat ingin duduk di sofa single, Harsya merajuk dan memaksa Vira untuk duduk di samping nya.


" Anak ummi sedang nonton apa?, " tanya Vira lembut sambil mengelus sayang puncak kepala Harsya.


" Nonton Upin Ipin, ummi, " jawab Harsya lalu meminta untuk duduk di pangkuan Vira.


Vira mengangkat Harsya ke atas pangkuan nya lalu Harsya menjatuhkan kepala nya ke dada Vira dan kembali fokus melihat layar televisi. Sesekali, Ia tertawa karena tingkah lucu Upin, Ipin dan kawan kawan nya.


" Nak Vira ini dokter loh, Gaishan, " puji bu Citra memulai obrolan.


Gaishan dan Vira yang merasa nama mereka di sebut mengalihkan pandangan mereka ke arah bu Citra.


" Ohh, ya. Dokter umum atau dokter spesialis? Di rumah sakit mana?, " tanya Gaishan mencoba membangun obrolan. Ia tau ibu nya berkata seperti itu karena ingin Ia memulai obrolan dengan Vira.


" Saya dokter spesialis anak dan sedang bertugas di RSIA X, " jawab Vira.


" Ouhh. Sudah berapa lama bertugas di rumah sakit itu?, " tanya Gaishan.


" Baru saja karena sebelum nya saya bertugas di RSIA yang ada di kota Jakarta, " jawab Vira.


Kening Gaishan berkerut " Kenapa pindah?, " tanya Gaishan penasaran.


" Hanya ingin suasana baru saja, " jawab Vira tersenyum tipis namun bisa membuat hati Gaishan bergetar.


" Astagfirullah, " Gaishan beristigfar dalam hati sambil menunduk kan kepala nya saat merasakan sesuatu yang berbeda setelah melihat senyum Vira.


" Kalau emmm abang sendiri bekerja di mana?, " tanya Vira. Ia sendiri merasa ragu saat memanggil Gaishan dengan sebutan abang, tetapi jika hanya memanggil nama rasa nya terdengar tidak sopan mengingat Gaishan lebih tua dari nya.


Deg.


Ya ampun, hati Gaishan semakin ketar ketir mendengar Vira memanggil nya dengan sebutan abang. Biasa nya juga sering Ia di panggil abang atau mas, tapi terasa biasa saja. Tetapi, saat mendengar Vira memanggil nya dengan sebutan abang, entah kenapa jantung nya berdebar kencang.


" Tidak tidak, tidak mungkin aku tertarik dengan nya. Ini pasti karena wajah nya yang mirip dengan Nissa, maka nya aku merasa jika Nissa lah yang memanggil aku, " gumam Gaishan dalam hati menampik perasaan nya yang saat ini Ia rasakan.

__ADS_1


" Gaishan, di tanya malah melamun, " tegur bu Citra.


" Ehh, maaf. Maaf tadi kamu tanya apa?, " tanya Gaishan menutupi kegugupan nya.


" Abang kerja di mana?, " tanya Vira lagi.


" Saya bekerja sebagai dosen di universitas negeri islam, " jawab Gaishan.


" Ouhh pak dosen, " gumam Vira manggut manggut.


Obrolan mereka terhenti karena suara azan Isya telah berkumandang. Gaishan mengajak Harsya untuk sholat ke mesjid, namun Harsya tidak mau karena masih asyik menonton film kartun. Akhir nya, setelah di bujuk oleh Vira, Harsya mau juga pergi ke mesjid bareng abi dan kakek nya.


****


Setelah pulang sholat Isya, Harsya mengajak Vira untuk menemani nya tidur karena sudah merasa sangat mengantuk. Dengan sigap, Vira menggendong Harsya menuju ke kamar bocah kecil itu yang ada di lantai dua.


" Ummi, besok antar Harsya ke sekolah kan?, " tanya Harsya sebelum tidur.


" Emmm antar tidak ya, " ucap Vira terlihat seperti berfikir sambil memegang dagu nya.


" Ummi harus antar Harsya ke sekolah tiap hari, " pekik Harsya lalu cemberut karena Vira masih diam dan senyum senyum karena gemas melihat Harsya yang sedang merajuk


" Besok, biar abi saja yang antar Harsya ke sekolah, " Vira terkejut karena saat ingin menjawab, Gaishan tiba tiba saja masuk dan ikut dalam obrolan nya bersama Harsya.


Vira langsung bangun dari posisi tidur miring nya menghadap Harsya saat Gaishan masuk ke dalam kamar Harsya. Ia duduk di dekat kepala ranjang saat Gaishan sudah berada di samping ranjang Harsya.


" Gak mau, abi. Harsya mau nya ummi yang antar Harsya ke sekolah, " tolak Harsya.


" Jadi sekarang, Harsya gak mau nih abi antah ke sekolah lagi? Abi merajuk kalau begitu karena Harsya lebih milih di antar sama ummi, " rajuk Gaishan pura pura.


" Harsya tetap mau kok abi, tapi untuk sekarang Harsya mau nya di antar sama ummi saja dulu, " ucap Harsya yang takut melihat abi nya merajuk.


" Tapi kan sayang, ummi harus kerja. Kasihan dong kalau tiap hari pagi pagi sekali ummi datang ke sini jauh jauh hanya untuk mengantar Harsya ke sekolah. Biar abi saja ya yang mengantar Harsya ke sekolah, " bujuk Gaishan dan kali ini wajah nya sudah kembali seperti biasa.


Harsya menggelengkan kepala nya dan kedua mata nya mulai berkaca kaca ingin menangis. Vira yang melihat itu menghela nafas nya lalu menatap Gaishan sejenak, setelah itu kembali menatap Harsya.


" Besok, ummi akan antar Harsya ke sekolah. Jadi, Harsya jangan nangis ya sayang, " ucap Vira.


Harsya menatap Vira lalu tersenyum dan memeluk Vira " Terima kasih, ummi. Harsya sayang banget ummi, " balas Harsya.


" Ummi juga sayang banget sama Harsya. Ya sudah, sekarang Harsya tidur ya, sudah malam. Ayo baca doa nya sebelum tidur, " ucap Vira lalu menyuruh Harsya membaca doa.


Harsya mengangguk lalu membaca doa nya. Setelah itu, Ia memejamkan kedua mata nya dan tak butuh waktu lama, Harsya sudah masuk ke alam mimpi. Selama menunggu Harsya tertidur, Gaishan dan Vira sama sama diam.


Melihat Harsya sudah tertidur, Vira merapikan selimut Harsya lalu memberikan ciuman di kening Harsya. Ia bangkit dan meninggalkan kamar Harsya tanpa pamit kepada Gaishan yang sedari tadi terus memperhatikan interaksi nya bersama Harsya.


Saat baru beberapa langkah meninggalkan kamar Harsya, panggilan Gaishan di belakang menghentikan langkah nya. Vira memutar tubuh nya menghadap ke arah Gaishan.


" Ada apa?, " tanya Vira to the point saat sudah berhadapan dengan Gaishan dengan jarak sekitar dua meter.


Gaishan menghela nafas nya dengan berat " Ada yang ingin saya bicarakan berdua saja dengan kamu, boleh?, " pinta Gaishan.

__ADS_1


Kening Vira berkerut dan wajah nya juga terlihat bingung setelah mendengar permintaan Gaishan " Berbicara berdua? tentang apa?, " gumam Vira dalam hati.


" Ini tentang Harsya, " lanjut Gaishan melihat tatapan bingung Vira.


Setelah mendengar jika yang ingin di bicarakan tentang Harsya, Vira segera mengangguk mengiyakan permintaan Gaishan. Mendapat persetujuan dari Vira, Gaishan mengajak Vira untuk turun ke bawah dan berbicara berdua di ruang tamu karena saat ini kedua orang tua nya sedang berada di ruang keluarga.


" Ada apa dengan Harsya?, " tanya Vira to the point. Ya ampun Vira, kamu ini tidak ada basa basi nya banget sih, hehehe.


Gaishan menatap Vira lalu menghela nafas nya " Saya ingin minta maaf karena putra saya sudah merepotkan kamu beberapa hari ini, terlebih menganggap kamu sebagai ummi nya. Saya berjanji setelah ini, saya akan memberi pengertian kepada Harsya agar Ia mengetahui jika kamu bukan ummi nya dan tidak memaksa kamu untuk setiap hari mengantar nya ke sekolah dan tidak perlu menemani nya sampai Ia tidur, " ucap Gaishan.


Vira menatap tidak suka ke arah Gaishan saat mendengar ucapan Gaishan. Memang Ia bukan ummi nya Harsya, tetapi Ia tidak mempermasalahkan untuk mengantar dan menemani bocah kecil itu. Karena sejujur nya, Ia sudah terlanjur menyayangi dan tidak ingin jauh jauh dari bocah kecil itu.


" Saya tidak merasa di repot kan karena sejujur nya saya sudah terlanjur sangat menyayangi Harsya. Atau, sebenar nya anda sendiri yang merasa tidak suka dengan keberadaan saya di sini karena wajah saya yang mirip dengan almarhumah istri anda?, " skakmat Vira.


" Sebenar nya, sejak awal saya sendiri juga merasa tidak nyaman dan takut timbul fitnah jika setiap hari saya datang ke rumah ini karena status anda sebagai duda dan pasti nya juga terlihat tidak baik seorang gadis setiap hari datang ke rumah seseorang di mana di dalam rumah itu ada seorang pria dengan status duda . Tetapi, melihat Harsya kemarin malam yang meraung raung tidak ingin lepas dari saya membuat saya iba dan hanya bisa berdoa semoga saja tidak ada yang berniat buruk dan menyebarkan fitnah selama saya berada di sini, ".


" Namun, jika kamu tetap merasa tidak suka dengan kehadiran saya di sini, tidak apa apa, saya mengerti. Besok hari terakhir saya mengantar Harsya ke sekolah dan hari terakhir saya bertemu dengan Harsya. Setelah itu, saya akan pergi dan tidak akan pernah menemui Harsya lagi, " ucapan terakhir Vira membuat Gaishan terkesiap dan ada rasa tidak terima mendengar Vira akan pergi dari hidup putra nya.


Sejujur nya, bukan hal ini yang di ingin kan Gaishan. Ia hanya tidak ingin merepotkan Vira dan membebani Vira dengan semua permintaan Harsya. Dan tentu nya, Ia juga ingin menjaga kehormatan Vira sebagai seorang wanita karena bagaimana pun tidak akan baik di pandang orang orang jika setiap hari melihat Vira datang ke rumah laki laki berstatus duda seperti diri nya, sesuai dengan ucapan Vira tadi.


" Maaf kalau kata kata saya sudah menyinggung perasaan kamu. Selain karena tidak ingin merepotkan kamu, hal yang lebih penting dari itu adalah karena saya ingin menjaga kehormatan kamu sebagai seorang wanita baik baik. Saya tidak ingin orang lain memandang buruk terhadap kamu karena setiap hari datang ke rumah seorang pria apalagi pria tersebut berstatus duda, seperti yang sudah kamu bilang tadi. Dek Vira, saya hanya ingin melindungi kamu dari gunjingan para tetangga, " terang Gaishan dan suara nya melembut di akhir kalimat nya serta tatapan lembut Gaishan membuat Vira terkesiap.


" Melindungi kata nya? Oh my god, jantung gue kenapa jadi berjoget ria begini. Itu lagi, tatapan nya buat hati meleleh saja, " gumam Vira dalam hati sambil menggenggam kedua tangan nya menahan gugup dan malu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.

__ADS_1


__ADS_2