Jodoh Bu Dokter Cantik

Jodoh Bu Dokter Cantik
Ya Allah, Drama Apa Lagi Ini?


__ADS_3

Hari ini, Gaishan dan teman teman se profesi sebagai dosen di kampus tempat nya mengajar, berniat untuk mengunjungi istri dari salah satu rekan dosen yang baru saja melahirkan buah hati mereka yang pertama.


Entah kebetulan atau memang takdir nya, rumah sakit yang akan dikunjungi oleh diri nya dan rekan rekan lain nya adalah rumah sakit di mana Vira bekerja. Seorang gadis manis, berhati lembut, penyayang yang selama satu bulan ini telah memporak porandakan dinding pertahanan hati nya yang telah Ia bangun sedemikian kokoh nya setelah sang istri tercinta menghadap sang maha kuasa.


Kelembutan hati, rendah hati dan sikap ke ibuan milik Vira membuat Gaishan kembali merasakan yang nama nya jatuh cinta. Ya benar, diri nya telah jatuh ke dalam pesona dokter muda nan cantik jelita itu.


Jika, ada yang mengatakan diri nya jatuh cinta kepada Vira hanya karena memiliki wajah yang hampir sama dengan Almarhumah istri nya, maka jawaban nya adalah salah.


Tidak di pungkiri memang wajah mereka memiliki kemiripan namun kepribadian mereka sangat berbeda. Sama sama lembut dan keibuan, namun ada beberapa sikap yang bertolak belakang di antara mereka.


Annisa yang lebih banyak diam dan penurut, sementara Vira selalu menyuarakan pendapat nya dan lebih tegas dalam bertindak. Terlebih, untuk putera tercinta nya, Harsya.


Namun, ketegasan yang di lakukan Vira membuat sesuatu di dalam diri Gaishan tergelitik. Terbiasa dengan sifat penurut Nissa, diri nya merasa tertantang dengan ketegasan yang ada di diri Vira.


Sama sama memiliki masa lalu yang menyakitkan karena di tinggal oleh seseorang yang sangat di cintai, itu juga yang membuat Gaishan bersikukuh ingin menjadikan Vira sebagai kekasih halal nya. Diri nya ingin sekali memberikan kebahagiaan sehingga rasa sakit karena kehilangan dapat tergantikan.


Kini, Gaishan dan rekan rekan dosen telah berada di ruangan di mana istri rekan mereka di rawat. Bayi mungil yang baru saja di lahir kan dua hari lalu menarik perhatian semua orang.


Gaishan meminta izin untuk menggendong bayi mungil berkelamin perempuan itu. Ia menimang nya dengan penuh kasih sayang, teringat saat dulu Harsya lahir, hanya diri nya lah yang putera nya punya.


" Bro, tidak punya niatan untuk memberikan ibu baru untuk Harsya?, " pertanyaan ayah dari bayi mungil itu mengalihkan perhatian Gaishan.


" Sorry nih bro, bukan maksud hati untuk ikut campur. Tetapi, apa kamu tidak kasihan terhadap Harsya? Dia sangat membutuhkan sosok ibu di usia nya saat ini, " Gaishan hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan rekan dosen sekaligus seseorang yang sangat dekat dengan nya itu.


" Doa kan saja ya, Yud. Semoga Allah melancarkan niat yang ada di hati ini, " setelah berkata seperti itu, Gaishan kembali mengalihkan pandangan nya kepada bayi mungil yang dalam gendongan nya.


Yudi, ayah sang bayi mungil dan beberapa dosen yang ada di ruangan itu tercengang mendengar penuturan Gaishan.


" Benar ucapan mu itu, bro?, " tanya Yudi memastikan.


Gaishan mengangguk kan kepala nya tanpa mengalihkan pandangan nya " Bahkan, dia sudah begitu dekat dengan putera ku. Namun, untuk mengutarakan niat baik ku ini, masih belum bisa aku lakukan. Aku tidak ingin dia berfikir, aku hanya memanfaatkan keadaan, " lanjut Gaishan.


" Maksud nya? Jangan berputar putar dan membuat kita semua bingung, " ucap Yudi dan pasti di dukung semua orang.


" Nanti, kalian akan tau sendiri, " balas Gaishan lalu mengembalikan bayi mungil itu kepada sang ibu.


Setelah jawaban Gaishan yang seperti nya tidak ingin melanjutkan pembicaraan lebih lanjut, mereka mengganti topik pembicaraan. Sekitar tiga puluh menit mereka mengobrol santai, para dosen pamit pulang. Namun, Gaishan menolak untuk pulang bersama dan memilih untuk tinggal lebih lama dengan alasan masih ingin mengobrol dengan Yudi.

__ADS_1


*****


Gaishan dan Yudi sedang berjalan menuju kantin untuk membeli segelas kopi. Sebenar nya, Yudi sudah tau keinginan Gaishan yang memilih untuk tinggal karena ingin membicarakan sesuatu yang lebih serius.


Itu lah Gaishan, diri nya tidak suka membicarakan kehidupan pribadi nya kepada orang orang yang tidak dekat dengan nya. Bahkan, beberapa dosen wanita yang berstatus single maupun bersuami saat bertanya perihal perkembangan Harsya, Ia hanya menjawab singkat, padat dan jelas.


" Siapa wanita itu?, " tanpa basa basi Yudi mengajukan pertanyaan.


" Seperti biasa, to the point, " bukan nya menjawab, Gaishan malah menyindir kebiasaan teman nya itu.


Bukan nya sakit hati, Yudi malah tertawa mendengar sindiran teman nya yang padahal sebelas dua belas dengan diri nya.


" Tidak usah menyindir, lah kamu sendiri sama aku yah sebelas dua belas, " kekeh Yudi. " Anak mana? Dosen juga seperti kita?, " lanjut nya.


Gaishan menggeleng kan kepala nya " Anak Jakarta yang memilih tawaran pekerjaan di Medan dan sekarang dia bekerja di rumah sakit ini sebagai salah satu dokter spesialis anak, " jawaban Gaishan membuat langkah Yudi terhenti dan terbengong menatap Gaishan membuat Gaishan turut menghentikan langkah nya.


" Serius , bro? Dia di sini? Jadi dokter?, " Gaishan mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban.


" Sudah berapa lama kalian kenal? Kok bisa kenal dengan dia? Terus, sejak kapan dia menghancurkan tembok berlin yang kamu bangun selama ini?, " Gaishan mendengus lalu melanjutkan langkah nya meninggalkan Yudi dengan sejuta pertanyaan.


Langkah kaki nya memasuki area kantin di susul oleh Yudi di belakang nya. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling kantin yang terlihat padat pengunjung.


Gaishan tak menjawab pertanyaan Yudi. Kedua mata nya fokus menatap punggung sempit yang sangat Ia kenali. Kedua mata nya menyipit dan terlihat jelas raut tidak suka ketika mata nya menangkap sosok lain yang terlihat sangat mengangumi pemilik sosok punggung sempit itu.


" Hey bro, mau kemana? Di tanya kok malah ngeluyur pergi sih?, " gerutu Yudi melihat Gaishan meninggalkan diri nya. Tak ayal, diri nya mengikuti kemana sahabat nya itu melangkah.


" Dek Vira, " dua kata yang keluar dari mulut Gaishan membuat orang orang di sekitar mereka menghentikan kegiatan mereka sejenak.


Yah, pemilik punggung sempit yang di lihat Gaishan adalah milik Vira, gadis cantik yang telah memporak porandakan hati nya.


" Abang?, " lirih Vira. Terlihat jelas raut terkejut, gugup dan takut di wajah Vira sesaat berbalik menatap pemilik suara yang sangat di kenali nya itu.


" Nissa?, " pekik Yudi terkejut saat melihat wajah Vira begitu tiba di samping Gaishan.


" Huh?, " Vira memiringkan kepala nya melihat Yudi yang sudah berdiri tegak di samping Gaishan. Ia mencoba mengingat siapa pria yang ada di hadapan nya, apakah Ia mengenal pria itu. Nyata nya, tidak. Namun, tau dari mana pria itu nama belakang nya.


Gaishan mencolek Yudi dan memberi kode untuk diam saat Yudi menatap nya.

__ADS_1


" Kamu lagi makan siang, dek? Abang mengganggu?, " tanya Gaishan mengalihkan pembicaraan.


" Ahh, iya bang tapi sudah selesai kok. Abang kok bisa ada di sini?, " Vira balik bertanya karena bingung mendapati Gaishan di hadapan nya.


Gaishan terkekeh melihat wajah bingung Vira " Abang tadi ke sini menjenguk istri sahabat abang yang baru saja melahirkan beberapa hari yang lalu. Ini nih orang nya, " jawab Gaishan sambil menunjuk Yudi dengan dagu nya.


Vira berooh ria sambil mengangguk angguk kan kepala nya. Namun, pertanyaan dokter Tika membuat semua orang penasaran.


" Ini.. tunangan dokter Vira yang dokter ceritakan waktu itu yah?, " pertanyaan itu meluncur setelah dokter Tika memperhatikan Gaishan dan Vira secara bergantian lalu tak sengaja menatap cincin yang melingkar di jari manis kanan mereka yang entah kenapa malah terlihat couple.


" Eh, tunangan?, " gagap Vira yang kini bergantian menatap Gaishan dan semua teman teman nya yang ada di meja itu.


" Benar, saya tunangan dokter Vira. Perkenalkan.. nama saya Gaishan, " Vira menatap tak percaya kepada Gaishan yang malah mengiyakan pertanyaan dokter Tika.


" Ya Allah, drama apa lagi ini?, " batin Vira menjerit.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2