Jodoh Bu Dokter Cantik

Jodoh Bu Dokter Cantik
Selamat Tinggal


__ADS_3

Vira sedang berada di ruang tunggu keberangkatan di temani kedua orang tua nya dan adik nya. Saat ini, Ia sedang menunggu semua sahabat nya yang masih belum ada satu pun yang datang.


" Kemana mereka? Apa mereka tidak ingin mengantarkan kepergian ku?, " tanya Vira pada diri nya sendiri dengan suara lirih.


" Tega sekali mereka, " gumam nya lagi dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Zahra menghampiri putri nya yang terlihat bersedih karena semua sahabat nya tidak ada yang datang untuk mengantarkan kepergian nya.


" Sayang, sudah jangan bersedih. Mungkin mereka sibuk jadi tidak bisa datang ke sini, " bujuk Zahra.


" Tapi ma, mereka tega sekali tidak datang ke sini dan mengantarkan kepergian Vira. Mereka sudah tidak sayang lagi sama Vira, " Zahra memeluk putri nya yang sudah menangis.


" Kakak gak boleh bilang begitu. Semua sahabat kakak sangat sayang sama kakak dan selalu ada untuk kakak. Aisyah yakin kalau mereka sedang menuju ke sini, " ucap Aisyah ikut menenangkan kakak nya.


" Ya, tapi kenapa gak ada satu pun yang datang sampai sekarang. Kan, gak mungkin mereka sibuk nya berbarengan seperti ini dan tidak bisa meluangkan waktu mereka sebentar saja untuk datang ke sini, " balas Vira sesegukan.


" Sudah sayang, tidak apa apa kalau mereka tidak bisa datang mengantar kamu. Kan ada papa, mama dan Aisyah di sini, " Zahra terus membujuk putri nya agar tidak bersedih lagi.


Tapi, tetap saja putri nya bersedih karena bagi putri nya, sahabat sahabat nya adalah keluarga kedua untuk putri nya.


Panggilan keberangkatan pesawat Vira sudah di umumkan, Anwar menyuruh putri nya untuk segera masuk ke dalam pesawat.


" Sayang, jaga diri kamu ya di sana. Makan dan tidur dengan teratur. Sering sering kasih kabar dan kalau ada apa apa cepat hubungi mama, " ucap Zahra dengan berat hati melepas kepergian putri sulung nya.


" Benar kata mama, kamu jaga diri kamu di sana baik baik. Usahakan hilangkan sifat ceroboh mu itu ya di sana karena di sana tidak ada papa dan mama. Dan yang paling penting, jangan tinggalkan sholat ya, Nak, " timpal Anwar.


Vira mengangguk kan kepala nya lalu memeluk papa dan mama nya bergantian. Setelah itu, Ia beralih memeluk Aisyah, adik kesayangan nya.


" Jaga mama dan papa selama kakak tidak ada ya. Kalau ada apa apa di sini, cepat kabari kakak. Kamu juga harus rajin rajin kuliah nya jangan sampai bolos kuliah, " pesan Vira.


" Insyaallah kak. Kakak juga jaga diri kakak di sana. Jangan bersedih terus dan bersenang senang lah di sana. Aisyah sayang kakak, " balas Aisyah dengan linangan air mata.


" Kakak juga sayang banget sama Aisyah, " Vira melepas pelukan bersama adik nya lalu mengambil tas yang tadi Ia letakkan di kursi tunggu.


Vira memandang lekat kedua orang tua dan adik nya secara bergantian lalu tersenyum " Vira pamit, Assalamualaikum, ".


" Waalaikumussalam, " balas Anwar, Aisyah dan Zahra berbarengan.

__ADS_1


Vira berbalik dan mulai melangkah kan kaki nya menjauh dari keluarga nya. Air mata nya kembali menetes kala teringat Ia akan jauh dari keluarga nya untuk waktu yang lama dan juga bersedih karena semua sahabat nya tidak ada yang datang mengatar kepergian nya.


" Mau pergi tanpa memeluk kita semua?, " langkah kaki Vira terhenti karena suara jeritan yang berasal dari belakang nya.


Vira berbalik dan menatap orang orang yang saat ini berdiri di dekat keluarga nya. Mereka adalah sahabat sahabat nya yang datang di detik terakhir keberangkatan nya dan suara jeritan tadi berasal dari Ririn.


Vira berlari dan menghambur ke pelukan Ririn. Mereka berpelukan dan menangis bersama lalu Vita, Ayu, Aldo, Alfian dan Fabian juga ikut memeluk Vira. Mereka semua berpelukan dan menangis bersama.


Mereka semua tidak malu menangis di tempat umum dan saling berpelukan bersama seperti itu. Karena bagi mereka, kebiasaan mereka yang sejak dulu sudah mereka lakukan itu jauh lebih penting dari pada mendengar ucapan orang orang yang mengatakan mereka lebay.


Karena begini lah mereka mengekspresikan rasa kasih sayang di antara mereka. Persahabatan yang di mulai sejak SMA, tak pernah terputus malah semakin kuat dan berlanjut ke anak anak mereka yang juga bersahabat seperti mereka.


" Sudah berpelukan nya, nanti Vira ketinggalan pesawat, " ucap Randy mengingatkan.


Mereka dengan berat hati melepas pelukan mereka dan mendengus ke arah Randy.


" Mengganggu saja, " gerutu mereka semua.


" Ck, aku hanya mengingatkan saja, " kesal Randy lalu melipat kedua tangan nya di atas dada.


Mereka semua tertawa lalu kembali berpelukan sebentar. Vita mengambil sesuatu di dalam tas nya lalu menyerahkan ke tangan Vira.


" Kunci, " jawab Vita santai


" Ck, gue tau ini kunci. Tapi buat apa?, " tanya Vira yang sudah kesal karena jawaban santai Vita.


" Itu kunci cadangan rumah untuk lo di sana. Aku sudah menyiapkan rumah di sana untuk kamu tinggalin, " jawab Vita.


Vira menggelengkan kepala nya lalu menyerahkan balik kunci rumah itu ke tangan Vita.


" Gak perlu Vit. Di sana, gue akan tinggal di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit, " tolak Vira halus.


" No no no, lo tidak boleh tinggal di tempat itu sendirian. Lo harus tinggal di rumah yang sudah gue sediakan. Di rumah itu juga akan ada sepasang suami istri dan satu anak mereka yang akan menemani lo tinggal di sana. Jadi, lo tidak akan kesepian dan kalau ada apa apa, mereka bisa cepat membantu lo. Lagi pula, kalau nanti kami ke sana, akan repot kalau harus menginap di hotel. Jadi, jangan menolak lagi, " ucap Vita dan kembali menyerahkan kunci rumah ke tangan Vira.


Kedua mata Vira berkaca kaca karena sahabat nya begitu peduli dan memperhatikan nya sampai sebegitu nya.


" Thanks momsky, " Vira memeluk wanita yang sudah seperti ibu kedua buat nya itu karena sikap nya yang paling dewasa dan selalu memberikan perhatian yang lebih untuk mereka semua.

__ADS_1


" Sama sama. Dan nanti, pak Jaka akan menjemput lo di bandara. Gue sudah kasih tau jadwal keberangkatan lo. Dan gue yakin, dia pasti sudah menunggu lo sebelum pesawat lo landing, " balas Vita saat pelukan mereka terlepas.


Vira mengangguk kan kepala nya " Sultan mah bebas yah, dalam sekejap saja sudah bisa membeli rumah mewah, " celetuk nya yang langsung mendapat pukulan pelan di bahu nya.


Vira terkekeh lalu kembali tersenyum ke arah keluarga dan semua sahabat nya.


" Jaga diri lo baik baik di sana ya, Vir. Ingat, jangan merasa sendiri karena kami semua selalu ada untuk lo, " ucap Vita.


" Tentu. Gue pamit ya semua, Assalamualaikum, " balas Vira lalu berbalik dan melangkah menjauh dari semua orang.


" Waalaikumussalam, " balas semua orang.


Vira menghentikan langkah nya dan berbalik di saat jarak mereka sudah sangat jauh. Ia melambaikan tangan nya dan di balas lambaian oleh semua orang. Vira kembali berbalik dan melanjutkan langkah nya menuju ke dalam pesawat.


Vira duduk dengan nyaman di atas kursi pesawat. Ia tersenyum dan menguatkan hati nya kembali kalau keputusan nya ini sudah benar.


" Keputusan lo sudah benar, Vir. Lo harus semangat dan menjalankan tugas lo di sana sebagai dokter dengan sebaik baik nya, " ucap Vira menyemangati diri nya sendiri.


Senyum nya perlahan luntur kala teringat kembali kepada Reno " Ren, aku janji akan baik baik saja di sana. Doakan aku agar aku kuat melewati semua ini sendirian. Selamat tinggal Ren, selamat tinggal Jakarta, " ucap Vira lirih lalu menghapus setitik bening air mata di kedua sudut mata nya.


Pesawat yang membawa Vira mulai mengudara di angkasa luas, membawa Vira pada kehidupan baru yang tidak pernah Ia duga sebelum nya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangn lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2