
Vira tengah menikmati makan siang nya di dalam ruangan milik nya sendiri. Hari ini, Ia malas sekali untuk makan siang di kantin rumah sakit, jadi Ia memesan makan siang nya melalui aplikasi online.
Saat tengah menyantap makan siang nya, ponsel nya berdering dan terlihat di layar panggilan video call dari Harsya. Segera, Ia terima panggilan Video dari Harsya.
" Assalamualaikum, anak ummi yang tampan, " sapa Vira dengan senyum tersungging di bibir nya saat wajah Harsya terlihat di layar.
" Waalaikumussalam, ummi Harsya yang cantik, " balas Harsya yang juga memberikan senyum terbaik nya untuk Vira.
" Anak ummi lagi apa sekarang? Sudah makan?, " tanya Vira lembut.
" Harsya baru saja selesai makan siang, ummi. Ini mau tidur siang tapi tunggu sholat dzuhur dulu ummi, belum adzan, " jawab Harsya bahagia karena mendapat perhatian dari Vira.
" Ya sudah, nanti selesai sholat dzuhur langsung tidur siang ya. Tapi ingat, jangan lupa baca doa nya sebelum tidur, " Harsya dengan semangat mengangguk kan kepala nya menjawab perintah ummi nya.
" Ummi, nanti cepat pulang ya kalau sudah selesai bekerja. Nanti, sore Harsya mau main sama ummi, " pinta Harsya.
" Iya sayang, nanti selesai bekerja ummi langsung pulang. Harsya mau ummi bawain apa?, " tanya Vira.
" Boleh ummi?, " Harsya balik bertanya karena takut merepotkan ummi nya.
" Tentu boleh dong sayang. Kamu mau ummi bawain apa?, " tanya Vira lagi dengan lembut.
" Harsya mau donat ummi, yang di atas nya ada coklat, boleh ummi?, " jawab Harsya takut takut.
Vira tersenyum lalu mengangguk kan kepala nya " Ok, nanti ummi bawain ya. Sayang, sudah adzan, kamu sekarang sholat lalu tidur siang ya, " jawab Vira lalu menyuruh Harsya untuk sholat karena adzan sudah berkumandang.
" Baik ummi, Harsya pergi sholat dulu. Assalamualaikum ummi, " pamit Harsya.
" Waalaikumussalam, anak ummi, " balas Vira lalu mengakhiri sambungan video call mereka.
Vira tersenyum memandang layar ponsel nya yang kini layar nya sudah gelap. Ada rasa bahagia di dalam hati nya saat melihat dan mendengar suara Harsya. Entah sejak kapan, Ia mulai menyayangi bocah kecil yang menganggap nya sebagai ummi nya.
Vira meletakkan ponsel nya kembali ke atas meja lalu melanjutkan makan siang nya. Setelah selesai makan, Ia membereskan bekas makan siang nya dan mengambil paper bag yang berisi mukenah dan mengambil ponsel nya di atas meja lalu berjalan keluar ruangan menuju musholah rumah sakit untuk menunaikan sholat dzuhur.
Adam menghampiri Vira yang baru saja selesai melaksanakan sholat dzuhur. Ia berniat ingin mengajak Vira untuk makan malam berdua saja malam ini. Tadi malam, Ia berfikir berulang kali tentang ucapan Vira yang mengatakan jika Vira sudah bertunangan. Namun, saat Ia melirik jari Vira, Ia merasa ragu karena Vira tidak terlihat mengenakan cincin apa pun di jari nya. Ia yakin, Vira berkata seperti itu, karena tidak ingin Ia mendekati nya.
" Selamat siang, dokter Vira, " sapa Adam ramah tak lupa senyum manis Ia berikan kepada Vira.
" Selamat siang, dokter Adam, " balas Vira dengan senyum ramah nya.
" Ehmm, dok, malam ini ada acara tidak? Saya ingin mengajak dokter untuk makan malam bersama, ehmm berdua saja, " tanya Adam gugup.
" Ehh, " Vira terkejut karena Adam mengajak nya makan malam berdua saja.
" Maaf kalau ajakan saya membuat dokter Vira tidak nyaman. Emm saya hanya ingin mengenal dokter Vira lebih dekat, boleh kan?, " tanya Adam to the point.
Jika boleh jujur, Vira merasa sedikit tidak nyaman dengan sikap Adam yang cukup agresif. Tetapi, Ia tidak mungkin menunjukkan secara langsung apa yang Ia rasakan karena tidak ingin hubungan mereka menjadi buruk. Apa lagi, Ia dokter baru di rumah sakit itu.
__ADS_1
" Maaf dok, malam ini saya tidak bisa karena saya sudah ada janji dengan an.. seseorang, " hampir saja Vira keceplosan menyebut anak di depan Adam. Jika sampai Ia kelepasan, bisa bisa akan ada gosip tentang diri nya.
Adam terlihat kecewa karena penolakan Vira. Namun, Ia tidak bisa memaksa kan keinginan nya karena tidak ingin Vira merasa tidak nyaman berada di dekat nya. Ok baiklah, untuk kali ini biarlah mereka tidak bisa makan malam bersama, tetapi akan Ia pastikan mereka akan bisa pergi berdua di lain waktu.
" Oh begitu, ya sudah tidak apa apa, dok. Tapi, saya harap lain waktu kita bisa pergi makan malam berdua, " harap Adam lirih.
Vira merasa tidak enak karena menolak ajakan Adam, namun Ia sudah lebih dulu berjanji dengan Harsya dan Ia tidak ingin mengecewakan bocah kecil tersebut.
" Sekali lagi saya minta maaf dok, karena saya sudah ada janji dengan orang lain terlebih dahulu. Ehmm, mungkin lain kali kita bisa kembali membuat janji, " ucap Vira tak enak hati.
" Ok tidak apa apa dok. Kalau begitu, saya duluan, permisi, " pamit Adam lalu pergi setelah Vira membalas nya.
Vira menghela nafas nya dengan berat setelah kepergian Adam lalu berjalan kembali menuju ruangan nya.
****
Vira turun dari mobil nya dengan membawa satu kotak donat yang tadi Ia pesan melalui aplikasi online saat masih bertugas di rumah sakit. Ia lebih memilih untuk memesan online karena ingin menghemat waktu dan tidak menghabiskan waktu nya di jalan.
Harsya begitu bersemangat menyambut kedatangan Vira di depan pintu. Ia langsung memeluk Vira begitu Vira tiba di depan pintu.
" Hore, ummi sudah pulang, " pekik Harsya bahagia.
Vira berjongkok lalu memberikan pelukan hangat untuk Harsya " Uhhh wangi nya anak ummi, " puji Vira.
" Iya dong ummi, Harsya kan sudah mandi, " balas Harsya bahagia karena di puji oleh Vira.
" Rajin nya anak ummi jam segini sudah mandi, " Harsya tersipu malu karena Vira terus memuji nya membuat Vira gemas lalu mencium kedua pipi Harsya.
" Ayo masuk, nak, " ucap bu Citra mempersilahkan Vira untuk masuk ke dalam rumah.
" Iya bu, " balas Vira lalu mengikuti langkah bu Citra dan pak Ibrahim masuk ke dalam rumah sambil menggandeng tangan mungil Harsya.
Mereka semua duduk di ruang keluarga dengan Harsya yang sudah pasti selalu berada di samping Vira. Bocah kecil itu kini sedang memakan donat pesanan nya dengan lahap.
" Pelan pelan makan nya sayang, " ingat Vira karena Harsya terlihat buru buru memakan donat nya takut di minta kali ya sama author nya, hehehe.
Harsya berhenti mengunyah sejenak lalu memandang Vira. Ia mengangguk kan kepala nya lalu kembali memakan donat nya perlahan.
" Ibu sama bapak minta maaf karena sudah merepotkan nak Vira untuk datang ke sini menemui Harsya dan membawa donat pesanan Harsya. Pasti nak Vira lelah setelah pulang bekerja tapi masih mau mampir ke sini, " ucap bu Citra mengawali pembicaraan mereka.
Vira mengalihkan pandangan nya dari Harsya ke bu Citra. Ia tersenyum lalu menggelengkan kepala nya " Tidak apa apa bu, saya juga senang bisa bertemu dengan Harsya. Saya tidak merasa di repotkan dengan permintaan Harsya, " balas Vira sopan.
" Terima kasih ya nak karena sudah sudi untuk memenuhi permintaan cucu kami. Sungguh, kami tidak pernah melihat Harsya sebahagia ini. Semua ini karena nak Vira, " ucap bu Citra sendu.
" Sama sama bu. Dan, saya juga berterima kasih karena sudah di beri izin untuk bisa bertemu lagi dengan Harsya, " balas Vira tersenyum hangat.
Bu Citra membalas senyuman Vira lalu mereka kembali memperhatikan Harsya yang asyik dengan donat coklat nya. Setelah meresa kenyang, Vira membantu Harsya membersihkan sisa sisa coklat di mulut Harsya.
__ADS_1
Suara mesin mobil di depan rumah, mengalihkan perhatian mereka. Bu Citra pamit sebentar untuk melihat siapa yang datang.
" Harsya, coba lihat siapa yang sudah pulang, " ucap bu Citra memanggil cucu nya dan terlihat seorang pria berdiri di samping bu Citra.
Harsya menoleh ke arah bu Citra lalu tersenyum dan berlari dengan semangat " Abi, " pekik Harsya bahagia sambil merentangkan kedua tangan nya meminta untuk di gendong.
Dengan sigap pria itu menangkap Harsya dan membawa nya ke dalam gendongan nya lalu memberikan ciuman bertubi tubi ke puncak kepala Harsya.
" Abi, abi, coba lihat, ummi juga sudah pulang, " ucap Harsya lalu menunjuk Vira.
" Ummi?, " beo pria itu dengan kening berkerut dan menatap putra nya.
" Iya ummi, abi. Itu lihat abi, " balas Harsya sambil mengarah kan kepala pria itu untuk melihat ke arah Vira.
Vira berdiri dari duduk nya saat melihat pak Ibrahim berdiri dan berjalan menghampiri istri, anak dan cucu nya.
Pria itu memandang ke arah Vira dan betapa terkejut nya Ia saat melihat Vira berdiri tidak jauh dari sana. Bahkan, Ia hampir terjatuh jika saja pak Ibrahim tidak menahan tubuh nya.
" Nisa, Annisa, " gumam pria itu tak percaya sambil terus menatap ke arah Vira.
Vira menghela nafas nya lalu berucap " Perkenal kan, saya Elvira Khairunnisa bukan Annisa, " ucap Vira tegas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.