Jodoh Bu Dokter Cantik

Jodoh Bu Dokter Cantik
Ummi


__ADS_3

Vira menikmati waktu sore hari nya bercengkrama dengan teman teman baru nya di tempat nya bekerja. Ia mengakui merasa nyaman mengobrol dengan mereka meski baru hari itu mereka saling mengenal.


Mereka membicarakan banyak hal yang menarik dan dari pembicaraan itu Ia mengetahui status teman teman nya. Dokter tika adalah seorang istri dan ibu dari satu anak yang saat ini berumur satu tahun. Dokter Dwi baru saja bertunangan. Suster Rere dan suster Ika sudah memiliki kekasih. Sementara, dokter Adam masih betah dengan status seorang high quality jomblo. Seperti itu lah yang di dengar dari suster Rere dan suster Ika yang meskipun sudah memiliki kekasih, tetapi tetap saja masih suka cari cari perhatian dokter muda itu.


" Kalau kamu sendiri, sekarang sedang sendiri atau..?, " Adam melirik sejenak jemari Vira sebelum melanjutkan pertanyaan nya " Sudah ada yang punya?, " lanjut Adam. Ia berharap jika Vira masih sendiri, jadi Ia bisa melakukan pendekatan.


Vira tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Adam " Hati ku sudah ada yang memiliki, " Jawaban Vira sontak membuat Adam lemas seketika. Belum berperang sudah kalah duluan, batin nya.


" Hubungan jarak jauh, dok? Sanggup nya, " Vira hanya menanggapi pertanyaan Rere dengan senyuman, lebih tepat nya senyum terpaksa namun semua orang tidak menyadari nya.


" Jauh, sangat jauh, sampai gue tidak bisa menggapai nya lagi, " ucap Vira pilu di dalam hati nya.


Vira kembali menyesap kopi nya yang mulai dingin, fikiran nya melayang mengingat kembali kenangan nya bersama Reno. Ia menghela nafas nya dengan berat, lalu meminum kopi nya sampai habis.


" Berat untuk mengikhlaskan mu, sayang, " jerit Vira dalam hati.


" Sudah berapa lama hubungan kalian?, " pertanyaan Adam membuyarkan lamunan Vira.


" Ya maaf, tadi tanya apa, dokter Adam?, " tanya Vira setelah sadar dari lamunan nya.


" Adam, hanya Adam. Jangan ada embel embel dokter, " tegas Adam membuat Vira seketika mengangguk mengiyakan.


" Emm, tadi kamu tanya apa, Adam?, " tanya Vira lagi.


" Sudah berapa lama hubungan kamu dengan kekasih mu?, " Adam kembali bertanya meskipun hati nya sakit memberikan pertanyaan itu.


" Cukup lama, bahkan kami sudah bertunangan, " fix, jawaban Vira membuat Adam langsung mundur teratur. Dia tidak mungkin menghancurkan hubungan seseorang, meskipun Ia berkeinginan memiliki Vira.


Tidak salah kan Vira menjawab seperti itu karena kenyataan nya, pria yang memiliki hati nya adalah tunangan nya, meskipun pernikahan yang mereka impikan tidak akan pernah terwujud.


" Wah, selamat ya dok. Jadi, kapan acara pernikahan nya? Jangan lupa undangan nya sampai ke kita kita ya, dok, " tanya Ika antusias.


" Emmm, ya, " Vira hanya menjawab singkat lalu mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Ia tidak ingin menunjukkan raut wajah sedih nya di depan semua orang.


Suara Adzan maghrib terdengar berkumandang, Vira mengajak teman teman nya untuk meninggalkan cafe dan pergi ke mesjid terdekat.


" Sudah Adzan maghrib, yuk mampir ke mesjid terdekat, " ajak Vira yang sudah berdiri dan menenteng tas nya.


" Duluan saja deh, Vir. Nanti kami nyusul, " jawab Adam dan di anggukin oleh Dwi, Rere dan Ika. Sementara, Tika hanya diam karena memang dia sedang datang bulan.


Vira menghela nafas nya pelan lalu mengangguk mengiyakan. Setelah itu, Ia berjalan menuju kasir dan membayar semua pesanan mereka sekaligus ingin bertanya di mana mesjid terdekat di daerah itu.


" Maaf mas, saya minta bill untuk meja yang di ujung itu, " ucap Vira pada penjaga kasir sambil menunjuk ke arah meja di mana teman teman nya masih berada di sana.

__ADS_1


" Oohh ok, sebentar ya mbak, " jawab penjaga kasir. Ia segera mengambil bill pesanan meja Vira dan teman teman nya lalu menyerahkan kepada Vira.


Vira menerima bill dan melihat berapa total nya. Ia mengambil dompet nya di dalam tas dan mengambil beberapa lembar uang seratus ribu rupiah lalu memberikan nya kepada kasir.


" Kembalian nya ambil saja, mas, " ucap Vira tersenyum ramah saat penjaga kasir menerima uang dari tangan Vira.


" Eh, tapi ini kembalian nya cukup banyak mbak, " tolak penjaga kasir dengan halus.


" Tidak apa apa mas, ambil saja, " ucap Vira masih dengan senyum ramah tersungging di bibir nya.


" Baik mbak, saya terima. Terima kasih ya mbak, " balas penjaga kasir tersenyum bahagia karena mendapat tips dan Vira membalas nya dengan anggukan kepala.


" Oh iya mas, saya mau tanya. Kalau mesjid terdekat dari sini, di mana ya, mas?, " tanya Vira setelah memasukkan dompet nya ke dalam tas.


" Mesjid? Ohh, dekat kok mbak dari sini. Mbak nanti lewat ke arah sana, " tunjuk penjaga kasir kepada Vira. " Lalu, setelah jumpa simpang empat kecil, mbak belok kiri masuk ke dalam gang, nama nya gang rakyat. Terus saja sampai ujung gang lalu belok ke arah kanan. Keluar dari gang, mesjid nya gak jauh lagi kok mbak, hanya beberapa meter sudah dapat mesjid nya, sebelah kanan juga posisi mesjid nya, " terang penjaga kasir.


Vira mengangguk angguk kan kepala nya lalu tersenyum " Terima kasih ya, mas, " ucap Vira lalu pergi keluar cafe setelah mendapat balasan dari penjaga kasir.


Vira masuk ke dalam mobil nya dan segera menghidupkan mesin lalu mulai menjalankan mobil nya ke arah yang sesuai dengan arahan penjaga kasir tadi.


Sesuai dengan yang di terangkan penjaga kasir tadi, mesjid nya memang tidak terlalu jauh dari lokasi cafe. Kini, mobil Vira mulai memasuki area mesjid.


' Mesjid AL-Ikhlas, jalan madiosantoso ' itu lah nama mesjid dan alamat yang sempat Vira baca tadi saat akan memasuki pelataran mesjid.


" Ramai sekali anak anak yang ingin sholat. Baru kali ini, gue lihat sebanyak ini anak anak yang antusias ke masjid, " gumam Vira takjub melihat begitu ramai nya anak laki laki dan perempuan yang sedang bersiap siap untuk sholat.


Vira menepuk pelan kening nya " Kenapa malah berdiri di sini terus, bukan nya cari kamar mandi untuk wudhu, " kekeh Vira lalu bergegas pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.


Selesai melaksanakan sholat maghrib, Vira melipat mukenah nya dan memasukkan nya kembali ke dalam paper bag. Saat sedang melipat mukenah, tak sengaja Ia melihat ke arah luar. Di sana, anak anak sedang duduk berbaris rapi di teras samping mesjid yang cukup luas.


Kegiatan anak anak itu menarik perhatian Vira membuat nya bergegas membereskan mukenah nya dan keluar mesjid untuk melihat langsung kegiatan anak anak itu.


Vira tersenyum melihat anak anak yang begitu antusias meneriakkan yel yel yang di pimpin oleh seorang pria paruh baya di depan, setelah tadi selesai berdoa yang di pimpin seorang Ustad. Vira semakin kagum dengan mesjid ini terutama anak anak yang ternyata mereka bersemangat sekali datang ke mesjid untuk belajar mengaji.


" Entah gue yang terlalu sibuk atau kurang peduli dengan sekitar gue, kenapa baru kali ini gue melihat mesjid yang ramai dengan anak anak yang bersemangat mengaji. Seperti nya, mulai sekarang gue harus lebih peduli dengan sekitar gue, " gumam Vira dalam hati.


" Besok besok, mampir lagi ah ke mesjid ini lihat mereka mengaji. Mereka semua bersemangat sekali, buat gue jadi ikutan semangat, " gumam nya lagi.


Pandangan Vira teralihkan karena mendengar suara ponsel nya berdering. Segera, Ia mengambil ponsel nya dan menjawab nya saat membaca nama pak Jaka yang tertera di layar.


" Assalamualaikum, pak Jaka, " sapa Vira saat panggilan mereka terhubung.


" Waalaikumussalam, bu dokter. Ya Allah, bu dokter di mana sekarang? Kenapa belum pulang? Bapak sama ibu khawatir bu dokter belum juga sampai di rumah sudah malam begini, " pak Jaka membrondong Vira dengan begitu banyak pertanyaan sesaat setelah menjawab salam dari Vira.

__ADS_1


" Maaf pak Jaka, Vira lupa mengabari kalau tadi di ajak keluar sama teman teman. Tapi, sekarang Vira sudah mau pulang kok setelah selesai sholat maghrib, " jawab Vira merasa bersalah karena membuat pak Jaka dan istri nya mengkhawatir kan diri nya.


" Oh begitu, bapak cuma takut bu dokter kenapa napa. Ya sudah, hati hati di jalan, jangan ngebut ngebut, bu dokter, " ucap pak Jaka mengingat kan.


" Baik pak, assalamualaikum, " balas Vira lalu mengucapkan salam.


" Waalaikumussalam, bu dokter, " Vira mengakhiri panggilan mereka setelah pak Jaka membalas salam nya lalu memasukkan kembali ponsel nya ke dalam tas.


Vira memperhatikan kembali anak anak yang ternyata sudah pada kelompok mereka dengan masing masing guru mereka. Ia tersenyum sejenak ke arah anak anak, kemudian berbalik dan melangkah kan kaki nya menuju ke mobil.


Saat sampai di mobil dan ingin membuka pintu mobil, gerakan tangan nya terhenti saat merasa ada yang menarik narik ujung kemeja yang di kenakan nya. Ia berbalik dan melihat ke bawah, ternyata itu anak laki laki berumur sekitar lima tahun yang sedang menarik narik ujung kemeja nya dan terlihat kedua mata nya berkaca kaca menatap Vira.


Tubuh Vira menegang seketika saat tiba tiba anak laki laki itu memeluk kedua kaki nya dengan kedua tangan mungil nya. Tangis anak laki laki itu pecah dan berteriak " Ummi, ".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.

__ADS_1


__ADS_2